Setuju.
Bahkan banyak adegan2 startrek juga pake teknik sederhana.
Efek dari Genesis project itu juga katanya cuma dibuat dengan
bola yang ditaburi tepung (or something liket that).

Kalo untuk ide sendiri, seharusnya banyak kok yang seru2 di 
Indonesia... kayak kisah nyata Kopassus yang berhasil dalam operasi 
melawan pembajakan pesawat.  Atau bikin semi cerita tentang
Detasemen Anti terror...
Rasanya itu bisa menjadi cerita film (atau serial) yang menarik
selama tidak memaksakan unsur 'dokumenter' dan 'pesan sponsor'
yang terlalu kuat (jangan jadi kayak film G30S aja...).

-- 
Ignatius Wibowo
---------------
Saint John's School
Jl Kencana Loka Raya no 8
Sektor XII BSD - Tangerang
Tel 021-7587-3345
Fax 021-7587-2967

On Wed, 2009-03-18 at 22:22 -0700, Ario at Yahoo dot Com wrote:
> Sayangnya pandangan sebagian besar insan film juga seperti ini.
> Padahal kalau saya boleh urun rembug, ini tidak selamanya benar.
> Sebenarnya kreativitas lebih penting daripada uang. Diberi uang setara
> budget film Hollywood pun, kalau tidak diiringi kreativitas, maka
> jadinya ya tetap saja Saras dan Panji (tanpa bermaksud menjelekkan
> kedua karya sinetron tersebut.) Sebaliknya, George Lucas bikin Star
> Wars dengan budget yang sangat rendah, dengan menempel-nempelkan
> mainan-mainan plastik murahan yang kecil-kecil, lalu dicat untuk jadi
> close shot-nya Death Star. Tapi lihat saja hasilnya. Melegenda.
> 
> Sampai sekarang pun, dalam membuat trilogi Star Wars modern (episode 1
> - 3) Lucas tetap mempertahankan budget yang semurah mungkin. Itu pun
> pastinya jauh lebih mahal daripada trilogi Star Wars pertama, tapi
> coba kita perhatikan komentar penggemar Star Wars dunia. Di luar dari
> sfx yang jauh lebih bagus, mereka (please cmiiw) tetap menganggap
> trilogi Star Wars pertama lebih bagus daripada yang baru.
> 
> Contoh lain: waktu Star Trek pertama dibuat dulu itu memangnya
> budget-nya berapa? Bandingkan dengan katakanlah remake-nya Knight
> Rider, Bionic Woman atau Flash Gordon (sebagai sesama film seri
> sci-fi). Tetapi mana yang jadi melegenda dan mana yang gagal?
> 
> Banyak faktor yang mendukung semua ini memang, tapi intinya saya tetap
> meyakini bahwa kreativitas lebih penting daripada uang. Kalau memang
> niat, orang Indonesia bisa bikin karya sci-fi yang bagus.
> 
> imho,
> Ario
> 
>  
> 
> ________________________________
> From: Firandia Ko [email protected]
> 
> kalau kita maksa bikin tema sci fi, yaa buntut2nya bisa jadi kaya
> Panji Manusia Millenium atau Saras 008..(???), gak cocok, teknologi
> mungkin sampai tapi modal buat memakai teknologi tsb di film terlalu
> mahal. 
> .
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 


Kirim email ke