Betul kata mbak Ambar, dalam setiap kejadian di Indonesia kita selalu saja 
memakai kata "Hikmah", untuk meredam opini publik oleh para pejabat. Kalau 
dipikir-pikir sudah berapa keranjang hikmah yang kita kumpulkan, tapi kejadian 
demi kejadian terus berulang, dari banjir, tanah longsor, kapal laut karam, 
pesawat terbang gagal terbang atau gagal mendarat.
   
  Menyimak kejadian di gunung Rinjani, sebagai mantan mahasiswa, ego kita 
kadang mengalahkan akal sehat dan logika, sebagai siswa yang maha, kadang kita 
melihat rekan sesama mahasiswa yang notabene bukan anggota pencinta alam, koq 
ya dapat mendaki gunung A atau B, yang menurut kabar sulit ditaklukkan.
   
  Jadi selain mereka tidak ada pengetahuan dasar tentang pendakian, hal sepele 
saja, seperti sepatu untuk pendakian dan jaket  yang tahan air, kadang yang 
dipergunakan hanya sepatu dan jaket seadanya, belum lagi kalau perjalanan 
memakan waktu lebih dari 2 hari, peralatan tenda sebaiknya disiapkan juga.
   
  Mari kita manfaatkan hidup ini untuk hal yang lebih bermanfaat, jadi karena 
kebodohan diri kita sendiri, kita akan konyol jadinya.
  Terima kasih dan maaf kalau ada kata yang tidak berkenan.
   
  salam, Bambang di Bandung

Ambar Briastuti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Dari berita disebutkan ketujuh pendaki ini dari Lombok, memasuki 
pendakian Rinjani tanpa mendaftarkan diri ke pos TN, memakai jalur
yang tidak familiar, kurangnya persiapan diri dan kemampuan survival.

Saya hanya menyayangkan anak2 muda dengan semangat menggebu untuk
unjuk diri tapi sepertinya kurang diberi wawasan tentang safety.
Kegiatan adventurer seringan apapun mengandung resiko. Yang pasti
kesiapan kita untuk menghadapi kemungkinan2 yang tidak terduga. Cuaca
buruk, tersesat, sakit dsb.

Safety bukan berarti nilai petualangan berkurang. Mendaftar di
jagawana berarti membantu petugas TN menjaga pendaki, menghitung
jumlah pengunjung, melihat tingkat kerusakan alam yang mungkin
terjadi, membantu masyarakat setempat dll. It's care about other's
people. 

Salam,
Ambar

--- In [email protected], Aris <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> turut berduka cita, atas tewasnya temen-temen kita di gunung rinjani,
> saya setuju dengan pendapat mu, walaupun seperti biasa terkadang kalau
> sudah di gunung, semua ego-sentris harus di keluarkan atau sengaja atau
> tampa sengaja si ego nongol juga.
> 
>



         

 
---------------------------------
Don't get soaked.  Take a quick peek at the forecast 
 with theYahoo! Search weather shortcut.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke