Dear all, sebelumnya saya turut berduka cita atas apa yang telah terjadi. saya selalu ikut perhatian dengan kejadian2 seperti ini. kejadian2 yang menyangkut human error. bener sekali kata2 mbak2 dan mas2 masalah safety. memang itu yang pertama dalam kita melakukan segala tindakan apalagi sebagai pendaki.
secara teknis komunitas saya dikampus selalu mementingkan masalah safety...tapi tanpa disadari...pada saat kita kelapangan apalagi digunung masalah ego terlepas dari pemikiran safety. padahal tidak mementingkan diri sendiri termasuk kedalam safety kan?!?! sedikit pengalaman tentang ego.....bulan april bulan lalu saya mendaki gunung raung bersama 4 orang teman kuliah saya.2 diantara adalah adik kelas saya, dimana raung merupakan first mountain mereka. panjang cerita 1 orang tinggal dipondok mayit sedangkan saya dengan 3 teman saya melanjutkan perjalanan menuju puncak. beberapa menit sebelum puncak ego saya mulai muncul pada saat teman saya bilang kita gak bisa meneruskan perjalanan karena cuaca buruk dan yang terberat adalah adik kelas kita tertinggal jauh.....pada saat itu saya ngotot harus muncak, dengan sedikit adu mulut akhirnya saya menang dan akhirnya kami semua muncak. setibanya di jogja pada saat evaluasi....kami mengoreksi diri kami masing2, saya baru sadar ego saya pada saat dipuncak emang benar2 tidak safety, gimana kalo adik kelas saya hilang?gimana kalo cuaca semakin memburuk sedangkan medan menuju puncak sangat berat. pengalaman lain saya ...pada saat kami mendaki diargopuro....pada saat perjalanan pulang kondisi saya mulai drop selain itu panjang kaki saya yang minimalis melintas turunan yang curam membuat perjalanan saya tambah lama. hal ini membuat 2 teman saya tidak sabar menunggu saya (maklum teman2 saya rata2 tingginya 170-175 sedangkan saya 150,hehe jadi malu). akhir nya saya tertinggal jauh. dalam keadaan panik saya panggil teman saya....untung ada balasan teriakan....saya ikuti terus suara tersebut....setelah berjalan sekitar 30 menit. ternyata bukan teman saya tetapi bapak pencari burung....lalu saya panggil teman2 saya lagi, ternyata suara kami sudah terpisah lembah.......taunya saya nyasar!PANIK!!!! singkat cerita akhirnya kami sampai di pemukiman berkat orang tsbt, saya dibantu ditambah bonus rokok dari mereka (hahaha). singkat ceritanya lagi akhirnya kami berkumpul lagi, teman saya menangis seperti di sinetron2 dengan segala penyesalannya atas ke egoisan nya.....(hayo.....yang merasa angkat tangan...masih ingatkan kenangan kita serasa syuting sinetron di gunung argopuro????hihihi) jadi kayaknya prinsip jalan senyantai - nyantainya, makan sekenyang - kenyangnya, dan istirahat sebanyak - banyaknya digunung kita tambah hidup sesabar - sabarnya. salam, kika ____________________________________________________________________________________ Need Mail bonding? Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users. http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396546091 [Non-text portions of this message have been removed]
