Hai all.....

Campur aduk lho rasanya baca email - email tentang bangsa bukan petualang
ini. Soalnya, rata - rata ( tarik averagenya ajah ) ngomongnya pro
negative. Aduh... ini bangsa kita sendiri lho yang diomongin !! We are part
of it !
Emang bener sih negara kita ini merosot jauh dan agak amburadul, tapi bukan
salah bangsanya, bukan salah rakyatnya kali, juga bukan murni salah
pejabatnya yang amoral. Tapi sadar gak sih kalau selama ini kita selalu
hidup dalam kotak - kotak yang diciptakan sedemikian rupa sehingga begitu
kita keluar dari pintu rumah.... eh..eh.. saya dan dia berbeda. Saya dari
anu, dan dia dari anu ! Padahal, petualang harus mengenyahkan perasaan
tersebut supaya dia bisa membaur...lebur...bur dengan daerah yang
ditualanginya, dengan penduduk yang ditemuinya, dengan alam yang
dipijaknya, dengan langit yang dijunjungnya.

Lagipula, wording petualangan itu tidak harus selalu diartikan dengan
perjalanan ke luar negeri bukan ? Tanpa fiskalpun sebetulnya kalau mau
jujur, namanya suatu usaha pasti butuh cost. Jadi makin jauh usaha
tualangnya otomatis costnya lebih besar. Dan dalam hal ini, fiskal adalah
salah satu expense yang meskipun kita lebih sering tidak rela hati tapi
kudu dibayar , kalau kita mau terbang jorrr menembus batas udara.

Kalau mau dibilang bangsa kita bukan petualang...... sepertinya saya kurang
setuju.
Apa itu urbanisasi ??
Berapa banyak, orang perantauan yang hidup di jakarta ? Jakarta pasti
kosong melompong, nyaman tenaaaannn, kalau saatnya Hari Raya Idul Fitri.
Mereka itu apa ? Sekedar urbanisator ? Mereka petualang juga kan ? Mereka
dari segala kategori sosial dan budaya berpetualang di rimba ibukota.
Bagi saya, mereka adalah petualang juga. Dan kisarannya area coveragenya ??
Dari Sabang sampai Merauke.
Lalu bagaimana dengan para pekerja migrant ? Meski untuk tujuan yang
berbeda, bagi saya, mereka adalah petualang sekaligus pahlawan.

Tanpa bermaksud menghakimi..... bukan cuma tugas bapak - bapak terhormat di
DPR, bukan cuma tugas para pejabat untuk mendirikan Indonesia yang lebih
baik, supaya 20 tahun lagi, anak cucu kita enggak lagi ngedumel soal yang
sama. Saatnya membuka mata lebar - lebar..... Tugas kita juga untuk
mengajarkan pada anak cucu kita, ponakan bahwa darimanapun seseorang
berasal bukanlah hal penting yang mampu membuat seseorang itu berbeda. Kita
sama dengan keunikan kita masing - masing. Kita berharga dengan anugerah
milik kita masing - masing. Semoga dengan begitu, mereka dapat
menengadahkan kepala memijak bumi di belahan manapun, bukan datang dengan
kepala tertunduk pada majikan !

Okay...


Selamat Hari Raya Idul Fitri ( bagi yang merayakan ) Minal Aidin Wal
Faijin....

Salam sejahtera....


Rgds. Julia




Thanks and regards,

Julia



This email and any files transmitted with it may be confidential and may also 
be privileged. It is intended solely for the use of the individual or entity to 
whom they are addressed. 
If you are not the intended recipient, please email the sender immediately by 
replying to this message and delete the material from any computer.

The message is attributed to the sender and may not necessarily reflect the 
view of Croda International Plc, its subsidiaries or associates.

Part of Croda International Plc, registered in England no: 206132
Registered Office:  Cowick Hall, Snaith, Goole, East Yorkshire DN14 9AA 

Kirim email ke