Rekans,

Media massa beberapa hari lalu menghiasi berita musibah Adam Air di Bandara 
Hang Ngadim, Batam..... Cukup mengerikan dan bikin shock terutama kalau kita 
berada di dalam-nya. Satu hal yang cukup "menarik" adalah manakala pintu 
darurat sulit di buka. Di beritakan butuh waktu 15 menit.....Ck...ck...ck.... 
Jadi ingat diskusi beberapa bulan lalu di forum ini seputar pintu darurat. 
Kalau baru bisa di buka 15 menit, bukankah waktu yang cukup lama. Jangan kan 15 
menit 5 menit dalam situasi genting dan panik, sudah merupakan waktu yang cukup 
lama. 

Seorang sepupu saya yang bekerja sebagai teknisi di salah satu maintain airline 
mengatakan, waktu tersebut boleh dibilang cukp lama. Pintu darurat pesawat 
memang membutuhkan prosedur untuk membuka-nya dalam situasi kritis. Oleh pabrik 
pesawat pintu darurat sudah di disain bisa di buka pun oleh penumpang awam 
sekalipun. Memang untuk angkat itu pintu darurat cukup berat tetapi tetap harus 
mudah di buka. Itu dalam kondisi darurat. Dalam kondisi normal pabrik juga 
sudah mendisain pintu tersebut tidak mudah bobol. Bisa bahaya khan..... Kondisi 
seperti ini sudah diperhitungan benar-benar oleh pabrik pembuat-nya. 

Yang menjadi pertanyaan-nya, apakah kurun waktu yang cukup "lama" tersebut 
disebabkan pintu di buka oleh penumpang, yang notabene tidak mengerti urusan 
pesawat, atau awak pesawat yang tidak trampil membuka-nya? Kalau memang awak 
pesawat tidak terampil membuka-nya, patut di sayangkan juga. Berhubung 
biasa-nya salah satu materi latihan penyelamatan adalah membuka pintu darurat. 
Kalau memang penumpang awam yang membuka-nya sehingga lama, bisa jadi karena 
dalam kondisi panik tidak sempat lagi perhatikan prosedur-nya. Atau, yang lebih 
ironis lagi adalah kalau karena kurang perawatan yang menyebabkan pintu sulit 
di buka. Mana yang benar, entahlah....Perlu menunggu hasil investigasi yang 
berwenang.

Apakah kondisi pintu darurat sulit dibuka menjadi cermin kondisi pesawat para 
maskapai di Indonesia.....? Semoga saja tidak. Prihatin atas musibah tersebut.



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke