Bang Robert, saya ingat kejadian meledaknya pesawat Garuda di
Jogjakarta setahun lalu. Ada saksi menuturkan perilaku penumpang yang
lebih mementingkan barang2nya ketimbang meloloskan diri. Saat itu di
ledakan pertama pintu darurat sudah terbuka jadi sebenarnya ngga ada
masalah atau kemungkinan macet.

Karena tiap pesawat beda sistem buka pintu darurat dan juga lokasi-nya
maka memang penuturan safety itu harus selalu diperhatikan. Walau
penumpang itu sering terbang sekalipun. Tiap naik pesawat kan posisi
duduk pasti beda.

Saya kira ada berbagai faktor kenapa pintu itu lama dibuka. Bisa dari
si penumpang, kru maskapai (karena kru-lah bertanggung jawab membuka)
dan juga dari sistem maintenance maskapai penerbangan itu sendiri. Dan
jangan lupa faktor posisi landing pesawat ketika terjadi kecelakaan.

Kemungkinan yang terakhir terjadi jika pendaratan darurat membuat
mal-fungsi mesin dan menyebabkan kemacetan. Kalau kemungkinan
penumpangnya yang kurang ngerti cara buka, bisa aja tapi toh tanda di
pintu cukup menjelaskan. Arah panah warna merah. Sayangnya ini yang
mungkin perlu diperhatikan adalah semua instruksi itu kebanyakan dalam
bahasa inggris. Jarang yang pake bahasa Indonesia atau Melayu.

Soal macet karena jarang dibuka atau ditest? wah harusnya ada catatan
maintainance. Cuma karena gara2 ini Garuda engga boleh terbang di
Eropa. Sedang maskapai lain bisa dibayangkan gimana kualitasnya. Oh
masalah mbak pramugari yang cantik tapi ngg bisa buka pintu? he he he
no komen deh. 

Salam,
Ambar




--- In [email protected], "R A I" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> 
> Yang menjadi pertanyaan-nya, apakah kurun waktu yang cukup "lama"
tersebut disebabkan pintu di buka oleh penumpang, yang notabene tidak
mengerti urusan pesawat, atau awak pesawat yang tidak trampil
membuka-nya? Kalau memang awak pesawat tidak terampil membuka-nya,
patut di sayangkan juga. Berhubung biasa-nya salah satu materi latihan
penyelamatan adalah membuka pintu darurat. Kalau memang penumpang awam
yang membuka-nya sehingga lama, bisa jadi karena dalam kondisi panik
tidak sempat lagi perhatikan prosedur-nya. Atau, yang lebih ironis
lagi adalah kalau karena kurang perawatan yang menyebabkan pintu sulit
di buka. Mana yang benar, entahlah....Perlu menunggu hasil investigasi
yang berwenang.
> 
> Apakah kondisi pintu darurat sulit dibuka menjadi cermin kondisi
pesawat para maskapai di Indonesia.....? Semoga saja tidak. Prihatin
atas musibah tersebut.
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke