Saya setuju dengan Mas Aris, mengenai Merapi tetapi ya soalnya Salak belum pernah. Saya pernah posting ajakan naik Merapi di taun baru kemarin dan akhirnya jadi berempat naik ke sana via jalur Selo. Dari sore hari, hujan lebat sudah mengguyur daerah Merapi sehingga kami naik baru sekitar pukul 23.00 dari rencana naik santai pukul 21.00. Saat hujan sudah berhenti, di radio HT yg saya panteng di channel SAR Merapi beritanya jelas, jalur pendakian tertutup kabut total. Namun saat itu tidak ada larangan naik sama sekali sehingga kami pun naik bersama ratusan pendaki lain.
Berhubung sudah lama tidak naik, akhirnya kami mentok di Pasar Bubrah. Dari bawah kami dihajar gerimis dan sebelum Pasar Bubrah, angin dan kabut kencang menerpa sehingga kami harus stop dahulu. Pukul 8 pagi baru puncak agak cerah sehingga banyak pendaki yang ngecamp di sekitar situ memutuskan naik. Saya kira, Merapi memang jarang sekali dilarang utk naik walau musim hujan sekalipun. Dilarang hanya bila aktivitas meningkat statusnya menjadi siaga atau awas. Nah, di musim kering pun, mendaki puncak Merapi dari Pasar Bubrah memang berseni. Kita harus agak merambat di batu2 seukuran bongkah yang lepas2. Jalur naik zig zag pun diwajibkan. Mendaki ke puncak hanya bisa di saat terang, shg puncak kelihatan dan kita tahu arah puncak yg mana shg memilih jalan pun terarah. Bila puncak tidak kelihatan, agak mustahil bisa ke atas karena tidak ada pedoman arah. Turunnya lebih parah, saya sendiri di tahun 1999 dari atas turun ke bawah hampir tersasar! Padahal terlihat jelas tumpukan barang di Pasar Bubrah di bawah tapi kami terlena mengikuti alur sungai kering shg terbelokkan tanpa kami sadari. Bagaimana cuaca saat itu? Terang benderang! Nah, seperti kasus belasan pendaki yang bbrp tahun lalu tersasar hingga ke Deles Klaten, sepertinya romb UGM ini mengalami nasib sama. Saat naik ke puncak, cerah, tapi begitu di atas dihajar kabut atau hujan sehingga jalur ke bawah tidak tampak dan tersasar. Kalau begitu, salahkah mereka? Relatif jawabannya karena yang begitu pasti di luar dugaan. Demikian pula keputusan salah satu memisahkan diri harus memanggil pertolongan. Kita jadi bertanya? Kok misah? Kenapa sendiri?akhirnya jatuh kan? Ya, yang tahu jawabannya pasti mereka. Mungkin hanya si anak itulah yang masih kuat karena yang lain sudah kepayahan karena naik ke puncak barang sudah ditinggal di Pasar Bubrah dan hanya berbekal air sebotol dan sudah berjam2 tersasar. Masalah jatuh saat menuruni tebing sungai 150 m, ya apa boleh buat, resiko dari keputusan situasonal yang diambil bersama. Tetapi menghakimi mereka 100 pct salah saya kira juga kurang pas bagi yang belum tahu Merapi dan kita toh tidak mengalami langsung apa yang mereka alami. Saya kira usia 18 sudah cukup dewasa untuk urusan gunung menggunung. Saat seseorang memilih untuk naik gunung atau aktivitas ekstrem lainnya, dia pasti sudah aware dengan resikonya. Jika tidak ber-resiko ya jangan naik gunung. Namun sebisa mungkin faktor resiko dikurangi dengan menggunakan peralatan lengkap, mempunyai pengetahuan ttg medan yang akan dihadapi dll. Jika ada di luar batas kita sebagai manusia untuk meminimalisir resiko shg mengakibatkan fatal, yah itulah yang harus kita terima walau pahit rasanya. Toh di awal kita sudah tahu kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Berapa banyak tugu atau prasasti peringatan pendaki yang meninggal di Merapi? Yang saya lihat di sebelum Pasar Bubrah aja ada 10 an, blum yg di luar lokasi itu dan yang tidak tercatat. Bahkan ada prasasti dari seorang anggota Kopassus lho! Intinya, mendaki gunung ber-resiko, jika tidak siap dengan resiko terburuk, ya jangan dilakukan. Sekedar pemikiran saja. Regards, R. Heru Hendarto ----------------------------------------------------------- garnierite and chrysophrast, are my life ... bring it on..! -----Original Message----- From: "Aris" <[email protected]> Date: Thu, 5 Feb 2009 09:26:15 To: <[email protected]> Subject: RE: [indobackpacker] Pendaki Gunung Hilang Boleh ikut komentar? Saya sendiri melihat pendakian di musim hujan adalah sebuah tantangan, apalagi medannya semakin sulit. Kendalanya dan resiko, saya pikir teman2x pendaki sudah memprediksi semua itu. Persoalan utama? Ada yang satu yang hilang, tapi ada 99 yang tetap safety dan pulang dengan nyaman, setelah menjelajah medan sulit! Di Indonesia, saya melihat 1 yang hilang, media seperti mau kiamat! Semua memberitakan.. dan kalau ada 99 yang sukses, tak ada beritanya. Sama seperti ketika kita menilai 1 x buruk seolah-olah melupakan 99 yang baik. Saya lupa edisi ke Berapa, NG (national Geography) menurunkan tulisan keren " Pendaki Polandia" mereka mendaki gunung2x diatas 7000 m di saat 99 mengatakan, Bulan itu tak mungkin ada pendakian. Hasilnya mereka sukses di pendakian Musim dingin. Suhu bisa -43c Kembali ke Indonesia! Di Indonesia, bulan tersulit atau istilah saya "Musim kurang baik dan kurang rekomendasi" antara Nop - Mar, bulan ini bukan karena Musim hujan yang bikin Banjir dimana-mana, tapi juga Badai yang begitu cepat. Pertanyaannya? Disini anda harus belajar menyelinap di antara Hujan atau Badai, tentu harus tetap bisa bepikir Baik, Otak masih berfunsi dan bisa mengambil keputusan yang terbaik. Membaca komentar ini, saya kok 2 kali ke salak, nggak nemu kawah beracunnya? Setau saya Gunung Salak dipuncaknya hanya ada 1 Kuburan dan dikeramatkan, kawahnya sendiri ad adi Kawah Ratu. Dalam hati hanya mikir atau berandai2x. Kalau gunung di tutup untuk semua bentuk pendakian, ya sebaiknya tak di langgar! Begitu juga kadang kita harus menghormati Rummor penduduk Lokal, Misalnya "jangan naik ke Gunung Pangrango Malam Hari, karena masih ada Macan? Setelah saya coba, ternyata bukan ada Macan, tapi jalurnya kalau malam sulit terlihat" Kalau saya boleh kasih komentar lagi? Bagaimana bisa belajar survival sungguhan kalau belum pernah tersesat? Semua kembali berpulang ke Pendaki Masing2. Tahun lalu, saya sempat menolong kawan pendaki yang sudah mau Mati di trek semeru, saya bilang.. Baru Hampir Mati, tapi kan belum mati?? Wong diem dirumah juga bisa Mati kok. Musuh Paling Menakutkan selama saya menyukai petualangan adalah Membunuh Ketakutan. Salam ARIS Adventure log see at www.exploredesa.com/ndeso -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of irwan utomo Sent: 04 Februari 2009 17:53 To: IBP; Putrimona Minarosa Subject: Re: [indobackpacker] Pendaki Gunung Hilang Gunung salak itu salah satu gunung berbahaya buat didaki. Kadang orang menganggap enteng ketinggian nya yg cumna sekitar 2 rbuan M DPL, jauh di banding gede pangrango yg 3 rb an M DPL. Gunung salak berbahaya karena cuaca di sana yg cepat sekali berubah, badai yg sering menerjang puncaknya sampai asap beracun krn merupakan salah satu gunung yg aktif --- On Wed, 2/4/09, Putrimona Minarosa <[email protected]> wrote: > From: Putrimona Minarosa <[email protected]> > Subject: Re: [indobackpacker] Pendaki Gunung Hilang > To: "IBP" <[email protected]> > Date: Wednesday, February 4, 2009, 8:53 AM > Dua kelompok mahasiswa pecinta alam sudah diketemukan oleh > team sar > plus dibantu pihak pihak lainnya dan selamat. > saya ingatnya : 6 mahasiswa kedokteran Uini Yarsi tersesat > ketika > mendaki gn Salak.....ditemukan di daerah tn Halimun > awal pendakiannya juga salah pilih krn tempat tsb udah > dtutup yaitu > Cimelati. > > yang satu lagi, lupa, ada koq di Metro kemarin, Selasa > sore > > cuaca -gini hari,enakan juga dirumah. > > > Mona > > > > On 2/4/09, [email protected] < > [email protected]> wrote: > > > > > > > > Dear All, > > Baru-baru ini kita dikejutkan dengan hilangnya > beberapa mahasiswa di dua > > tempat, Gunung Halimun dan Merapi (saya agak lupa). > Mahasiswa yang masih > > berumur 18-21 tahun ini melakukan ekspedisi pendakian > pada saat yang kurang > > tepat. Cuaca yang tidak mendukung saat pendakian > diabaikan, bahkan larangan > > dari petugas juga dilanggar. Padahal kalau dilihat > mereka > > mahasiswa-mahasiswa dari universitas yang mempunyai > organisasi pencinta > > alam yang sudah memiliki integritas di kalangan > organisasi pencinta alam > > lainnya. Entah, arogan atau tidak tahu prosedur > pendakian sehingga mereka > > tetap melanjutkan pendakian meski dilarang. Sayang > sekali mereka tidak > > belajar kepada yang lebih senior. > > > > regards, > > > > David D Nanulaitta > > 021-71203944 > > 08129413054 > > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > > Wisma GKBI lt.31 > > 021-5740707 ext 1706 > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ > > Indonesian Backpacker Community > visit our website at http://www.indobackpacker.com atau > bisa juga di http://www.backpacker-indonesia.info/ > > > Silakan membuka arsip milis > http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk > melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan. > > No SPAMMING or forwarding unrelated messages. > Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. > > Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak > perlu dan kutip bagian yang perlu saja > > Milis Indobackpacker tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk > menghindari virus dan menghemat bandwidth. > > Cara mengatur keanggotaan di milis ini : > > - Satu email perhari: [email protected] > - No-email/web only: [email protected] > - menerima email: [email protected] > - berhenti dari milist kirim email kosong : > [email protected] > - Begabung kembali ke milist kirim email kosong : > [email protected]! Groups Links > > > ------------------------------------ Indonesian Backpacker Community visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di http://www.backpacker-indonesia.info/ Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan. No SPAMMING or forwarding unrelated messages. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja Milis Indobackpacker tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus dan menghemat bandwidth. Cara mengatur keanggotaan di milis ini : - Satu email perhari: [email protected] - No-email/web only: [email protected] - menerima email: [email protected] - berhenti dari milist kirim email kosong : [email protected] - Begabung kembali ke milist kirim email kosong : [email protected]! Groups Links Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
