Kawans,

Kemarinnya saya menyaksikan acara "Kisah pada Petualang" di Kick Andy (Metro
TV). Acaranya bagi saya sangat inspiratif. Dikamas dalam penayangan yang
menarik. Menampilkan para petualang Indonesia yang "luar biasa". Saya
katakan luar biasa karena dalam menjelahahi daerah dan medan yang tidak
gampang, tentunya mereka mempunyai keberanian mental yang di atas rata-rata,
karena semua mereka lakukan sendiri. Mas Paimo dengan bersepeda bahkan
sampai naik Kilimanjaro, menyebrenag padang garam di Amerika Selatan. Ada
juga bung Jeje yang mengendarai motor keliling dunia melewati daerah2
konflik/perang, ada yang menyeberang lautan dari New York ke Jakarta, ada
juga yang berjalan kaki. Semua dilakukan sendiri, walaupun persiapanya
mungkin melibatkan banyak orang dan banyak pihak.

Menyaksikan ini, saya jadi ingin meniru mengikuti jejak mereka - para
pemberani ini. Mungkin moda-nya yang agak berbeda dengan "para pemberani"
ini adalah: saya akan backpacking, menggelandang dengan transportasi apa
saja sekenanya dengan waktu yang tidak terbatas, bisa setahun atau dua tahun
pada "etape pertama", kemudian bisa dilanjutkan dengan etape2 berikutnya.
Mengikuti bung Jeje yang menamai naik motor keliling dunia-nya dengan jargon
"Ride for Peace", saya namakan sementara "Indonesian Backpacker for Peace".
Ya, pakai embel2 for peace segala, karena saya yang sehari-hari mengajar
yoga, mungkin saya bisa juga mengajarkan yoga di daerah2 yang akan
dikunjungi. Daerah yang akan dikunjungi tentunya bukan daerah turistik
seperti di Eropa atau Amerika Serikat. Mungkin supaya ada "berartinya"
perjalanan hidup saa ini (halah..),  saya ingin juga sedikit berperan dalam
bahasa kerennya "conflict resolution". Karenanya saya mau ke daerah2 yang
sedang atau berpotensi berperang. Mungkin dengan mengajar yoga, dan sedikit
pengalaman aktif di LSM pengembangan masyarakat, pikiran, pengetahuan, dan
tenaga saya bisa ada manfaatnya bagi dunia yang lebih damai.(halah.).  Ini
serius. Destinasi yang saya prioritaskan adalah Asia, Afrika, dan Amerika
Latin. Saya bayangkan lucu juga, ngajarin orang2 desa beryoga di daerah yang
bahasanya saya nggak bisa, tinggal bersama2 mereka membangun desa. Asyik
juga kalau warga kedua kampung, atau etnik yang sedang bertikai berlatih
beryoga sama-sama..dengan diinstruksiin oleh orang yang bukan dari India,
tapi dari orang kampung di Jakarta ini..

Mungkin temen2 IBP ada yang bisa bantu.

 

Tabik,

yudhi

Pengecer Jasa Yoga

Penikmat Perjalanan



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke