Temans, Buat yang sering atau akan backpack ke Jogja, kebetulan barusan naik becak dari Malioboro dan ngobrol lama dengan tukang becaknya. Mengingat kasus yang sering (banget) terjadi akan ketidaknyamanan becak Malioboro (selain lesehannya), berikut saya rangkumkan apa yang dituturkan sang tukang becak.
1. Tukang becak di Malioboro bermacam2 perilakunya sehingga pembawaan dan negosiasi dengan penumpang juga berbeda2. 2. Seperti halnya orang lain, kecendrungan mereka mangkal adalah dengan tukang becak lain yang sehobi atau seprilaku atau sedaerah (tukang becak, demikian pula pedagang Malioboro banyak sekali yang bukan asli Yogya). 3. Ada kelompok becak yang memiliki paguyuban, ada yang tidak. Bahkan ada yang atas nama perorangan alias 'solo becakers' he he. Nah, kasus2 pengunjung dimarahi tukang becak karena setelah diajak keliling2 dengan harga murah namun tidak belanja apa2 ataupun kasus penumpang ditinggal tukang becak di tempat asing karena tidak berbelanja dikarenakan memang ada banyak tukang becak dengan prilaku preman, suka mabuk2an dan lain-lain yang membuat mereka 'tega' melakukan itu. Waspada dengan tukang becak yang bergerombol, menawarkan keliling Keraton dengan harga super murah (3.000 rupiah). Terus saat menawarkan rame banget, sambil ditimpali kanan-kiri oleh rekan2nya. Mereka biasanya mengharapkan komisi dari pembelian anda, dari toko batik, suvenir atau bakpia secara cash. Sehingga bila mereka tidak mendapat cash karena kita tidak membeli apa2, dapat dipastikan ribut akan terjadi. Minimal anda ditinggal tiba2 oleh si tukang becak. Untuk becak yang terorganisir dengan paguyuban, komisi bukan dalam bentuk cash namun paguyuban menerima bantuan seperti kaos, topi dll dari si pemilik toko. Untuk yang becak seperti ini aman, karena mereka tidak mengiming2i harga murah di muka. Lokasi gerombolan becak yang berbahaya adalah : utara Natour Garuda, depan Vreedeburg, depan Kantor Pos dan Taman Pintar serta Alun2 Utara. Lho, itu kan hampir meliputi seluruh Malioboro?Gimana milih becak yang aman kalo gitu. Nah, tipsnya adalah : 1. Cari tukang becak yang mangkal sendiri atau berdua. Jauhi gerombolan becak mangkal. 2. Tolak halus tawaran dari tukang becak yang memberi harga super murah. Malahan jika ditawari harga mahal, anda bisa menawar dan ini lebih baik. 3. Berusaha tidak naik becak mangkal dari tempat2 di atas. 4. Sebelum naik, ceritakan tujuan anda dengan detil meliputi tempat dan lama waktu singgah (jika tujuan lebih dari satu) shg kesepakatan sudah diperoleh di awal. 5. Rata2 tarif becak radius 4km dari Malioboro sekitar 10.000 rupiah untuk berdua. Silakan kira2 sendiri harga untuk tujuan anda. Jika ragu, tanya security saja atau pedagang/ pengunjung lain yg dari Yogya juga. 6. Jika terjadi ribut2, tinggalkan saja si tukang becak dan jika diikuti segera menuju polisi atau security gedung. Jangan terlalu diladeni karena solidaritas becakers yang seprilaku akan berbicara. Ingat bahwa untuk orang2 seperti itu tidak ada namanya malu dan komitmen, so sing waras ngalah. Demikian, semoga bermanfaat. Regards, R. Heru Hendarto ----------------------------------------------------------- garnierite and chrysophrast, are my life ... bring it on..!
