Om Heru .. benar sekali. Sangatta (dengan 2 huruf t) akronim dari sangat menderita. Saya dengar nama itu awal 90-an saat sebagai fresh graduate bekerja di Kragilan, Serang, Banten. Setidaknya ada 3 teman seproyek pindahan dari Pertamina Sangatta. Lewat cerita teman-teman itulah gambaran 'sangat menderita' itu kebayang. Meski sudah siap mental, saat pindah ke sini 1996 saya terusik oleh 2 cerita 'horor'. Yang pertama, 'monster' Sangatta yang makan manusia. Buaya itu kini diawetkan di museum Tenggarong. Foto-foto (masih analog) saat buaya diotopsi dan perutnya disobek hingga nampak potongan-potongan tubuh yang ditelannya masih saya simpan. Yang kedua, soal isyu manusia yang bersaudara (kembar) dengan biawak. Persaudaraan itu dibuktikan dengan manusia dan biawak itu selalu tidur sekamar. Ada mitos di salah satu komunitas (saya lupa namanya) yang menyebut bahwa setiap manusia lahir ke dunia disertai kembarannya yang berwujud binatang. Celakanya lagi, oleh teman sekantor saya pernah diberi fotonya.
Kisah buaya makan manusia itu terulang lagi sekitar 1999. Yang mungkin mengagetkan bagi orang luar, sungai tempat buaya ini tinggal lebarnya hanya 3 meter. Bayangkan, sungai 3 meter bisa membesarkan buaya hingga sepanjang 4 meter! Serupa dengan cerita monster Sangatta, buaya ini pun bertekuk lutut tak berdaya di depan pawang yang memanggilnya. Kata si pawang, buaya yang pernah makan manusia akan diasingkan oleh komunitasnya. Biaya predator itu akan diisolir. Oleh si pawang, buaya tadi dipanggil dengan perantaraan sebutir telur agar naik ke darat. Begitu naik ke darat, buaya tadi kontan dihabisi ramai-ramai. Masih soal buaya, saya mendengar cerita yang sedikit mengejutkan. Menurut teman yang mendalami per-buaya-an, buaya itu binatang monogami. Buaya memang tidak seperti burung enggang yang akan tetap sendirian saat ditinggal mati pendamping setianya, tapi setia pada pasangannya. Teman tadi bilang, "Kalau saya dibilang 'buaya' saya malah bangga karena artinya saya setia!" Jika benar begitu, ungkapan-ungkapan seperti 'air mata buaya', 'buaya darat' perlu dipertanyakan kebenarannya. Apakah dulu saat dipopulerkan para pendahulu kita tidak melakukan investigasi? (he-he-he) Atau jangan-jangan buaya di Kalimantan Timur itu sifatnya berbeda dengan buaya di daerah lain? Sekitar 3 tahun belakangan, atas inisiatif pemda, disosialisasikan nama 'Sengata'. Kata ini sebenarnya sudah tertera di peta-peta buatan Belanda. Ada yang memelesetkannya dengan 'semakin sangat menderita'. Benar begitu? Kalau yang ditanya para anggota DPRD pasti jawabannya gelengan kepala (Sangatta buka Bulgaria yang mana gelengan kepala berarti mengiyakan). Jika yang ditanya para sopir atau mereka yang sering mondar-mandir Bontang - Sangatta, jawabannya pasti iya. Untuk menempuh jarak tak sampai 60km, kendaraan roda 4 harus merayap lebih dari 2 jam. Ada badan jalan yang amblas sehingga dibelokkan ke salah satu sisinya. Ada bangunan beton yang dimaksudkan untuk perkuatan dinding (tanggul) jalan tapi patah karena kakinya tidak menginjak tanah keras. Singkat kata, kondisi jalan 'nggak level' dengan gembar-gembor Pemda Kutim. Kondisi jalan Sangatta - Bontang jauh lebih buruk ketimbang 10 tahun lalu saat belum diaspal! Dulu di beberapa tempat, karena jalan ini memang memotong Taman Nasional Kutai, terpasang rambu 'awas hewan melintas'. Setelah diaspal (berkali-kali dan tetap terus rusak), hewan-hewan yang akan melintas itu mengungsi karena terusir oleh manusia. Seperti yang ditulis Kompas, sisi negatif dari jalan raya di Kalimantan adalah memudahkan akses untuk menjarah kekayaan alam. Tentang buruknya kondisi jalan, itu hanya salah satu efek buruk dari otonomi daerah (mungkin lebih tepat 'autotomi'). Status jalan itu adalah jalan nasional. Tanggung jawab pemeliharaannya ada di pundak Pemerintah Pusat. Pernah saya tanyakan ke orang Bina Marga, "Mengapa jika jalan pantura lecet sedikit saja orang bingung, sementara jalan yang nyaris putus di propinsi yang kaya sumber daya alam dibiarkan saja?" Jawabnya, "Karena dari jalan itu nyaris tak ada revenuenya!" Salam dari Sangatta 11-Maret-2009 ________________________________ From: R. Heru Hendarto <[email protected]> To: kika aninditya <[email protected]> Cc: [email protected] Sent: Tuesday, 10 March 2009 10:11:14 Subject: Re: [indobackpacker] Mohon info sangata dan sangkulirang Dear Kika, Seperti halnya daerah-daerah lain yang di Kalimantan, hutan hujan tropisnya sangat lebat dan sukar ditembus. Apalagi TNK Sangkima, jalan lain untuk akses dipastikan hanya jalan peladang dan pencari kayu serta pemburu. Saya pernah masuk ke daerah penambangan Indominco di Bontang, trus belok kanan masuk lagi ke sitenya Kitadin-Tandung Mayang, dari situ ada akses masuk ke TNK namun hanya dilakukan oleh para pemburu (jalan setapak-semak belukar). Namun jelas jalur itu tidak bisa digunakan oleh orang yang tidak mendapat izin, kecuali mau masuk hutan menelusuri pinggiran tambang. TNK Sangkima memang sangat menarik untuk dijelajahi.. . namun bagi saya ada tiga yang benar2 menarik : 1. Rumah pohonnya (udah ambruk belum?) 2. Jembatan gantung di atas sungai yang udah jebol sling-nya (kalo jalan tegak yang badannya tinggi bisa keplintir dan kecebur, seru). 3. Batu bara yang tersingkap di situ ups, he he he (mudah2an ga jadi ya ide menggeser batas TNK dari PemKab sehingga bagian itu bisa ditambang secara legal) Gua Lubang Angin pernah dengar, hanya belum tahu akses ke sana. Sepertinya mesti persiapan deh karena seharusnya medannya cukup berat. Kalo medannya ringan pasti aku pernah dengar ceritanya dari teman yang udah pernah ke sana. Kalau gua, yang ngetop sepertinya gua yang di daerah Muara Wahau. Spot snorkeling atau diving sepertinya hanya ada di sekitar Tanjung Bara areal port KPC. Kan KPC punya kelompok diving, seingatku pas ke sana (Aquatic), speedboatnya mangkal di situ jadi seharusnya lokasinya dekat-dekat situ. Lagipula posisi port biasanya diambil di daerah dengan kedalaman laut terbaik, kalo di Sengata kan pinggir pantainya lebih banyak berlumpur dan berbakau. Nah, kalo pede gak tanya2 orang sana dan maen cebur snorkeling dan diving, bisa-bisa ditemenin buaya Sengata yang terkenal ganas. Kata teman yang asli Sangkulirang, pantai di Sangkulirang (pulau Birah?) bersih dan berpasir, mungkin saja ada spot yang indah di situ. Juga menurut temanku itu di sana banyak penyu hijau,sayang dulu cuma bisa lewat Sangkulirang kota dalam perjalanan ke Pengadan. Kalau tempat lain belum tahu kalau di Teluk Lombok-Pertamina bagaimana kondisinya, mungkin di seputaran Bontang ada ya. Pak Joko, sepertinya tinggal di Panorama. Dulu, dulu ni sebenarnya saya tetanggaan dengan beliau, mungkin hanya beda 4 rumah tapi karena beda RT dan waktu itu belum tahu beliau (baru kenal setelah pindah dari sana, itupun di milis ini) jadinya belum pernah ketemu (Ampun Pak Joko! he he). Pas Gathering IBP Jakarta lalu ketemu juga dengan Mas Hendra, dulu di Fluidcon Jaya tapi sekarang sepertinya sudah tidak di sana. Info tambahan, berhubung nama SANGATTA yang dahulu digunakan identik dengan SANGAT MENDERITA maka diubahlah nama tersebut menjadi SENGATA oleh PemKab. Artinya Sengata kalo tidak salah adalah sungai (SENG) dan kucing kecebur (ATA). Lah, masih sama2 menunjukkan tema penderitaan tho? Kalo yang dulu orang yang menderita, sekarang kucing :D. Salam RHH -- 2009/3/10 kika aninditya <kika_aninditya@ yahoo.com>: > Dear temans, > > Beberapa waktu yang lalu saya melakuakn trekking ringan di taman nasional > kutai timur, karena asyik dan menegangkan melewati route TNK di sangkima, > semakin saya penasaran dengan Taman Nasional Kutai Timur yang sangat luas > ini. Pasti ada route2 lain yang asyik dan menarik, mohon bantuan beberapa > pertanyaan dibah ini : > > 1. adakah route lain TNK selain di sangkima? > 2. Bagaimana akses menuju goa lobang angin? > 3. ada kah spot2 snorkeling ato diving di sekitar perairan sengata? > 4. adakah pulau2 indah di sekitar sengata? > > Adakah teman2 di sengata?saya sering dengar ada P Joko Santoso senior IBP di > sengata tapi sampai saat ini belum copy nih dimana posisi pak Joko, karena > di kantor banyak sekali yang namanya P Jojo Santoso hehehe. > > Atas bantuan teman2 sebelumnya saya ucapkan terima kasih. > > KIKA > Recent Activity * 68 New MembersVisit Your Group Yahoo! Groups Everyday Wellness Zone Check out featured healthy living groups. Check out the Y! Groups blog Stay up to speed on all things Groups! Support Group Lose lbs together Share your weight- loss successes. . New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/ [Non-text portions of this message have been removed]
