saya setuju, nggak hanya di Sangatta atau kota2 lain di dunia, di Jakarta 
sendiri udah terbukti, dimana ada suatu bangunan apartment mewah, dibaliknya 
perkampungan kumuh dan menyedihkan...rasanya seperti melihat kondisi 
perkampungan di film slumdog millionarie yg dapet banyak oscar itu...

sayang waktu saya tidak punya banyak waktu untuk menjelajah semua bagian kota 
di Sangatta, jadinya hanya melihat dari satu sisi saja

untuk melihat indahnya kota Sangatta dari darat, laut dan udara, bisa dilihat 
disini :

http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/31/Explore_Sangatta_Kalimantan_12-16_Jan_2006

salam,
deedee







________________________________
From: Hendra Saputra <[email protected]>
To: [email protected]
Cc: [email protected]; [email protected]
Sent: Wednesday, March 11, 2009 10:39:11 AM
Subject: Re: [indobackpacker] Mohon info sangata dan sangkulirang

Sengata memang mencerminkan dua sisi yang berbeda, di satu sisi dengan 
kekayaan, kemakmuran, dan tata kota yang rapi di sebagian tempat terutama di 
komplek perumahan KPC, tapi di sisi lainya juga memperlihatkan kemiskinan, 
jalanan yang rusak parah, perambahan hutan ilegal, dan lainnya. Sengatta 
sebagai kota Kabupaten dari Kutai Timur, kurang mewakili keadaan Kabupaten 
tersebut, bila kita mulai telusuri dari perbatasan Bontang - Sengatta terus ke 
Bengalon, Sangkulirang, Teluk Lombok dan lain2nya maka mulai tampak 
ketimpangan-ketimpangan yang ada terlepas dari persoalan birokrasi antara 
urusan pemkab, pemprov maupun pemerintah pusat. Tapi menurut saya pribadi 
keadaan seperti ini juga bukan hanya ada di Sengatta, tetapi begitu pula di 
kota2 lain2nya. 

Klo berniat diving atau snorkeling mungkin lebih bagusnya meneruskan perjalanan 
ke kabupaten Berau, yaitu pulau Derawan, pulau Sangalaki, pulau Maratua dan 
pulau Kakaban, disini kepuasan akan keindahan alam akan terpenuhi. 

Salam,

Hendra Saputra

________________ Reply Header ________________
Subject:    Re: [indobackpacker] Mohon info sangata dan sangkulirang
Author:    deedee <[email protected]>
Date:        11th March 2009 1:06 am


CMIIW,

tapi waktu saya berkunjung ke kota Sangatta, justru sebailknya, kotanya bagus 
sekali dan penduduk nya kelihatan nya makmur. Kami tinggal seminggu di batu 
Putih-Tanjung Bara dan sempet keliling ke Aquatic, Bukit Pelangi, menjelajah 
tambang batubara Pit J, dll dsb.

Sangatta adalah salah satu kota penghasil batu bara terbesar di Indonesia. 
Penduduk nya sekitar 10,000 orang, yang mayoritas adalah karyawan tambang batu 
bara atau karyawan perusahaan kontraktor supplier alat2 penunjang operasinya 
Ada Thiess contractor, ada KPC (Kaltim Prima Coal) ada Petrosea, ada Pama, dll 
dsb. Disepanjang jalan banyak sekali karyawan yang memakai baju2 seragam 
pertanda mereka bekerja dipertambangan. 

Bukit batu baranya amat sangat luas, so pasti ini merupakan devisa negara yang 
besar karena konon, perputaran uang di salah satu perusahaan disini dalam satu 
bulannya aja mencapai 10 milyar..berarti sebenernya Indonesia itu kaya banget 
yah, so kemana aja itu duit sebanyak itu diputerin ? oh well…

Review lengkap mengenai kota Sangatta - Kalimantan bisa dilihat di :

http://deedeecaniago.multiply.com/journal/item/83/Kalimantan_Trip_Sangatta_-_the_mining_city

salam,
deedee


________________________________
From: joko santoso <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, March 11, 2009 12:06:49 AM
Subject: Re: [indobackpacker] Mohon info sangata dan sangkulirang




Om Heru .. benar sekali.  Sangatta (dengan 2 huruf t) akronim dari sangat 
menderita.  Saya dengar nama itu awal 90-an saat sebagai fresh graduate bekerja 
di Kragilan, Serang, Banten.  Setidaknya ada 3 teman seproyek pindahan dari 
Pertamina Sangatta.  Lewat cerita teman-teman itulah gambaran 'sangat 
menderita' itu kebayang.  Meski sudah siap mental, saat pindah ke sini 1996 
saya terusik oleh 2 cerita 'horor'.  Yang pertama, 'monster' Sangatta yang 
makan manusia.  Buaya itu kini diawetkan di museum Tenggarong.  Foto-foto 
(masih analog) saat buaya diotopsi dan perutnya disobek hingga nampak 
potongan-potongan tubuh yang ditelannya masih saya simpan.  Yang kedua, soal 
isyu manusia yang bersaudara (kembar) dengan biawak.  Persaudaraan itu 
dibuktikan dengan manusia dan biawak itu selalu tidur sekamar.  Ada mitos di 
salah satu komunitas (saya lupa namanya) yang menyebut bahwa setiap manusia 
lahir ke dunia disertai kembarannya yang berwujud
binatang.  Celakanya lagi, oleh teman sekantor saya pernah diberi fotonya.

Kisah buaya makan manusia itu terulang lagi sekitar 1999.  Yang mungkin 
mengagetkan bagi orang luar, sungai tempat buaya ini tinggal lebarnya hanya 3 
meter.  Bayangkan, sungai 3 meter bisa membesarkan buaya hingga sepanjang 4 
meter!  Serupa dengan cerita monster Sangatta, buaya ini pun bertekuk lutut tak 
berdaya di depan pawang yang memanggilnya.  Kata si pawang, buaya yang pernah 
makan manusia akan diasingkan oleh komunitasnya.  Biaya predator itu akan 
diisolir.  Oleh si pawang, buaya tadi dipanggil dengan perantaraan sebutir 
telur agar naik ke darat.  Begitu naik ke darat, buaya tadi kontan dihabisi 
ramai-ramai.

Masih soal buaya, saya mendengar cerita yang sedikit mengejutkan.  Menurut 
teman yang mendalami per-buaya-an, buaya itu binatang monogami.  Buaya memang 
tidak seperti burung enggang yang akan tetap sendirian saat ditinggal mati 
pendamping setianya, tapi setia pada pasangannya.  Teman tadi bilang, "Kalau 
saya dibilang 'buaya' saya malah bangga karena artinya saya setia!"  Jika benar 
begitu, ungkapan-ungkapan seperti 'air mata buaya', 'buaya darat' perlu 
dipertanyakan kebenarannya.  Apakah dulu saat dipopulerkan para pendahulu kita 
tidak melakukan investigas i? (he-he-he)  Atau jangan-jangan buaya di 
Kalimantan Timur itu sifatnya berbeda dengan buaya di daerah lain?

Sekitar 3 tahun belakangan, atas inisiatif pemda, disosialisasikan nama 
'Sengata'.  Kata ini sebenarnya sudah tertera di peta-peta buatan Belanda.  Ada 
yang memelesetkannya dengan 'semakin sangat menderita'.  Benar begitu?  Kalau 
yang ditanya para anggota DPRD pasti jawabannya gelengan kepala (Sangatta buka 
Bulgaria yang mana gelengan kepala berarti mengiyakan).  Jika yang ditanya para 
sopir atau mereka yang sering mondar-mandir Bontang - Sangatta, jawabannya 
pasti iya.  Untuk menempuh jarak tak sampai 60km, kendaraan roda 4 harus 
merayap lebih dari 2 jam.  Ada badan jalan yang amblas sehingga dibelokkan ke 
salah satu sisinya.  Ada bangunan beton yang dimaksudkan untuk perkuatan 
dinding (tanggul) jalan tapi patah karena kakinya tidak menginjak tanah keras.  
Singkat kata, kondisi jalan 'nggak level' dengan gembar-gembor Pemda Kutim.

Kondisi jalan Sangatta - Bontang jauh lebih buruk ketimbang 10 tahun lalu saat 
belum diaspal!  Dulu di beberapa tempat, karena jalan ini memang memotong Taman 
Nasional Kutai, terpasang rambu 'awas hewan melintas'.  Setelah diaspal 
(berkali-kali dan tetap terus rusak), hewan-hewan yang akan melintas itu 
mengungsi karena terusir oleh manusia.  Seperti yang ditulis Kompas, sisi 
negatif dari jalan raya di Kalimantan adalah memudahkan akses untuk menjarah 
kekayaan alam.  Tentang buruknya kondisi jalan, itu hanya salah satu efek buruk 
dari otonomi daerah (mungkin lebih tepat 'autotomi').  Status jalan itu adalah 
jalan nasional.  Tanggung jawab pemeliharaannya ada di pundak Pemerintah Pusat. 
 Pernah saya tanyakan ke orang Bina Marga, "Mengapa jika jalan pantura lecet 
sedikit saja orang bingung, sementara jalan yang nyaris putus di propinsi yang 
kaya sumber daya alam dibiarkan saja?"  Jawabnya, "Karena dari jalan itu nyaris 
tak ada revenuenya!"

Salam dari Sangatta
11-Maret-2009



____________ _________ _________ __
From: R. Heru Hendarto <heruhendarto@ gmail.com>
To: kika aninditya <kika_aninditya@ yahoo.com>
Cc: indobackpacker@ yahoogroups. com
Sent: Tuesday, 10 March 2009 10:11:14
Subject: Re: [indobackpacker] Mohon info sangata dan sangkulirang

Dear Kika,

Seperti halnya daerah-daerah lain yang di Kalimantan, hutan hujan
tropisnya sangat lebat dan sukar ditembus. Apalagi TNK Sangkima, jalan
lain untuk akses dipastikan hanya jalan peladang dan pencari kayu
serta pemburu. Saya pernah masuk ke daerah penambangan Indominco di
Bontang, trus belok kanan masuk lagi ke sitenya Kitadin-Tandung
Mayang, dari situ ada akses masuk ke TNK namun hanya dilakukan oleh
para pemburu (jalan setapak-semak belukar). Namun jelas jalur itu
tidak bisa digunakan oleh orang yang tidak mendapat izin, kecuali mau
masuk hutan menelusuri pinggiran tambang.

TNK Sangkima memang sangat menarik untuk dijelajahi.. . namun bagi saya
ada tiga yang benar2 menarik :
1. Rumah pohonnya (udah ambruk belum?)
2. Jembatan gantung di atas sungai yang udah jebol sling-nya (kalo
jalan tegak yang badannya tinggi bisa keplintir dan kecebur, seru).
3. Batu bara yang tersingkap di situ ups, he he he (mudah2an ga jadi
ya ide menggeser batas TNK dari PemKab sehingga bagian itu bisa
ditambang secara legal)
Gua Lubang Angin pernah dengar, hanya belum tahu akses ke sana.
Sepertinya mesti persiapan deh karena seharusnya medannya cukup berat.
Kalo medannya ringan pasti aku pernah dengar ceritanya dari teman yang
udah pernah ke sana. Kalau gua, yang ngetop sepertinya gua yang di
daerah Muara Wahau.

Spot snorkeling atau diving sepertinya hanya ada di sekitar Tanjung
Bara areal port KPC. Kan KPC punya kelompok diving, seingatku pas ke
sana (Aquatic), speedboatnya mangkal di situ jadi seharusnya lokasinya
dekat-dekat situ. Lagipula posisi port biasanya diambil di daerah
dengan kedalaman laut terbaik, kalo di Sengata kan pinggir pantainya
lebih banyak berlumpur dan berbakau. Nah, kalo pede gak tanya2 orang
sana dan maen cebur snorkeling dan diving, bisa-bisa ditemenin buaya
Sengata yang terkenal ganas. Kata teman yang asli Sangkulirang, pantai
di Sangkulirang (pulau Birah?) bersih dan berpasir, mungkin saja ada
spot yang indah di situ. Juga menurut temanku itu di sana banyak penyu
hijau,sayang dulu cuma bisa lewat Sangkulirang kota dalam perjalanan
ke Pengadan. Kalau tempat lain belum tahu kalau di Teluk
Lombok-Pertamina bagaimana kondisinya, mungkin di seputaran Bontang
ada ya.

Pak Joko, sepertinya tinggal di Panorama. Dulu, dulu ni sebenarnya
saya tetanggaan dengan beliau, mungkin hanya beda 4 rumah tapi karena
beda RT dan waktu itu belum tahu beliau (baru kenal setelah pindah
dari sana, itupun di milis ini) jadinya belum pernah ketemu (Ampun Pak
Joko! he he). Pas Gathering IBP Jakarta lalu ketemu juga dengan Mas
Hendra, dulu di Fluidcon Jaya tapi sekarang sepertinya sudah tidak di
sana.

Info tambahan, berhubung nama SANGATTA yang dahulu digunakan identik
dengan SANGAT MENDERITA maka diubahlah nama tersebut menjadi SENGATA
oleh PemKab. Artinya Sengata kalo tidak salah adalah sungai (SENG) dan
kucing kecebur (ATA). Lah, masih sama2 menunjukkan tema penderitaan
tho? Kalo yang dulu orang yang menderita, sekarang kucing :D.

Salam

RHH

-- 

2009/3/10 kika aninditya <kika_aninditya@ yahoo.com>:
> Dear temans,
>
> Beberapa waktu yang lalu saya melakuakn trekking ringan di taman nasional
> kutai timur, karena asyik dan menegangkan melewati route TNK di sangkima,
> semakin saya penasaran dengan Taman Nasional Kutai Timur yang sangat luas
> ini. Pasti ada route2 lain yang asyik dan menarik, mohon bantuan beberapa
> pertanyaan dibah ini :
>
> 1. adakah route lain TNK selain di sangkima?
> 2. Bagaimana akses menuju goa lobang angin?
> 3. ada kah spot2 snorkeling ato diving di sekitar perairan sengata?
> 4. adakah pulau2 indah di sekitar sengata?
>
> Adakah teman2 di sengata?saya sering dengar ada P Joko Santoso senior IBP di
> sengata tapi sampai saat ini belum copy nih dimana posisi pak Joko, karena
> di kantor banyak sekali yang namanya P Jojo Santoso hehehe.
>
> Atas bantuan teman2 sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
>
> KIKA
>

Recent Activity
*  68
New MembersVisit Your Group 
Yahoo! Groups
Everyday Wellness Zone
Check out featured
healthy living groups.
Check out the
Y! Groups blog
Stay up to speed
on all things Groups!
Support Group
Lose lbs together
Share your weight-
loss successes.
.. 

New Email names for you! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ sg/

[Non-text portions of this message have been removed]


  


      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Indonesian Backpacker Community
visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di 
http://www.backpacker-indonesia.info/


Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja

Milis Indobackpacker tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus 
dan menghemat bandwidth.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

- Satu email perhari: [email protected]
- No-email/web only: [email protected]
- menerima email: [email protected]
- berhenti dari milist kirim email kosong : 
[email protected]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : 
[email protected]! Groups Links




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke