Yang paling utama adalah tekad yang kuat. Tekad itu ibarat mimpi. Si pemimpi 
tentunya harus bangun dan segera berupaya merealisasi mimpinya. Jika ada tekad 
orang akan menabung, ya menabung duit, informasi, dan tentu saja hari cuti 
(bagi yang cutinya bisa dioutstanding). Dengan tekad kuat orang tak akan 
tergiur ke hal lain pada saat yang ditabung demi sedikit jumlahnya melipat. 
Misalnya, untuk jalan 5 pekan ke Eropa bersama keluarga tentu perlu uang yang 
setara uang muka mengkredit sebuah mobil (he-he). Karena tekad tadi orang pasti 
tak akan tergiur. Jika membeli mobil itu investasi fisik, jalan-jalan juga satu 
investasi yang menurut saya lebih hakiki karena tak akan kena depresiasi.

Apakah pergi dengan paket selalu lebih mahal ketimbang pergi sendiri? Jawabnya 
tergantung negara yang jadi tujuan. Untuk negeri-negeri seberang 
'parit' (istilah melayu lama) semacam Indocina bisa jadi memang lebih 
murah. Tapi untuk ke Latin, Eropa, atau bahkan Afrika, urus paspornya saja 
mesti datang sendiri ke kedutaannya di Jakarta. Budget flight? Itu hanya ada 
untuk rute-rute ramai. Untuk rute ke tempat terpencil, misalnya ke Mali, harga 
tiketnya dari Maroko saja sudah seharga 3/4 tiket pp Indonesia - Eropa.

Salam dari Sevilla
19-Mayo-2009

Eko Sulistyo wrote: 
>       Sedikit menambahkan atas komentar sebelumnya : 
> Menurut saya begini, yang ngiri itu punya semangat backpacker nggak? kalo 
> nggak punya ya sama saja bohong karena mereka tidak akan mengerti dan tidak 
> akan mau melakukan perjalanan ala backpacker.Bagi kita para backpacker'ers 
> mungkin nikmat sekali tetapi bagi mereka merupakan penderitaan karena mesti 
> (misalnya) naik bus umum di negara tujuan (bukannya taxi). 
> Contohnya masyarakat  Singapura dimana air fare  murah banyak sekali ke 
> negara-negara tujuan, tetapi mereka lebih suka pake tour travel yang 
> harganya pasti lebih mahal.Kalo dirasa karena ekonomi mereka sudah maju 
> sehingga penghasilannya besar juga bukan alasan karena negara eropa juga 
> banyak orang yang berpenghasilan besar tapi tetap ber backpacker ria. 
> Seperti contoh di Perusahaan tempat saya bekerja ada seorang big boss dengan 
> gaji puluhan ribu dolar Amerika per minggu yang menumpuk cuti tahunannya 
> bertahun-tahun untuk kemudian mengambil cuti vacation penuh selama 1 tahun 
> untuk menikmati backpacker keliling afrika bersama anak istrinya. 
> Jadi mesti more effort  menjelaskan backpacker style kepada mereka yang 
> tidak memiliki jiwa backpaker karena hanya akan menimbulkan perang argumen. 
> 5 juta rupiah bagi kita mungkin bisa keliling ASEAN tetapi bagi orang lain 
> memang mungkin harus 10 atau 20 juta. Itu bukan salah, memang begitulah 
> pilihannya, mau enak dan nyaman  pasti cenderung mahal. 
> mau murah ya backpacker, final. 
> Just enjoy what we believe then...... 
> -- 
> Thank you 
> Best Regards 
> Eko Sulistyo 
> powered by google 
>      



      New Email names for you! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/

Kirim email ke