Saya setuju Mbak Ambar, Indonesia itu sangat kaya dari segi alam dan 
kerajinannya, hanya mungkin promosinya dan pengelolaannya yang masih kurang. 

 

Dibandingkan dengan luxembourg / Trier (jerman) yang dijadikan oleh UNICEF 
sebagai World Heritage, saya lihat banyak tempat di Indo yang lebih menarik 
dari kedua tempat itu, tapi pemerintah setempat sangat profesional mengelola 
obyek wisata yang tidak seberapa --dibandingkan dengan Indonesia, contohnya 
kedahsyatan alam Bromo dan Dieng-- sehingga menarik turis internasional.

 

Sebenarnya saya dan mungkin banyak orang indonesia tertarik untuk mengenal 
Indonesia, alamnya, budayanya, dan hasil kerajinan tangannya dengan lebih baik, 
hanya saja, pemerintah lokal belum mendukung / menjual obyek wisata lokal ke 
wisatawan domestik/ internasional, dari segi informasi, fasilitas/ sarana, dll, 
contohnya mungkin mereka bisa bekerjasama dengan maskapai penerbangan & 
transportasi publik ainnya membuat program wisata yang menarik dan massal, 
sehingga biaya penerbangan bisa lebih murah.

 

Kemarin di PPKI (pameran produk kreatif Indonesia) saya melihat sebenarnya 
Indonesia ini "kaya" sekali, banyak hasil kerajianan tangan dari berbagai 
daerah yang menarik dan indah, dan di dept kebudayaan & pariwisata sudah mulai 
membuat berbagai gimmick untuk menjual wisata alam indonesia, sayangnya kita 
kurang informasi tentang ini.

 

salam,

Sari H

http://oceanebleue.multiply.com
 


To: [email protected]
CC: [email protected]
From: [email protected]
Date: Mon, 29 Jun 2009 15:31:27 -0700
Subject: Re: [indobackpacker] Peluang Wisata Indonesia..








Saya malah bertanya, apakah ulasan koran Indonesia itu yang "agak ketinggalan" 
dengan kesadaran potensi ekowisata & adventures Indonesia. Malaysia itu adalah 
penjual wisata alam yang bisa dicontoh ngototnya (sampe2 kehilangan barang 
jualan hingga ambil sana sini situ). Indonesia itu jaaaaaauuuh lebih bagus dan 
berpotensi untuk dikembangkan. Ini mungkin ide-ide buat yang pengen jelajah 
Indonesia :

1. Taman Nasional Indonesia. Ada 45 buah yang tersebar dengan potensi 
masing-masing 
(http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_index.htm) . Ada flora 
dan fauna, sungai untuk arung jeram, gunung untuk didaki, laut untuk diselami. 
Bandingkan dengan Malaysia yang 'cuma' 39buah tapi dijual dengan sepenuh tenaga.

2. World Heritage Sites atau Situs Peninggalan Dunia. Di Indonesia tercatat 7 
buah situs yang masing2 punya keunikan tersendiri. Dari hutan tropis Sumatra 
dan Papua hingga situs budaya Borobudur. Coba ditengok Malaysia yang cuma punya 
3, Thailand 5, Cambodia 2, atau malahan Vietnam yang belum punya sama sekali. 

3. Ribuan pulau yang siap dijelajahi. Saking banyaknya hingga kita sendiri 
tidak bisa menghitungnya secara tepat. Kira-kira ada 17,508, dan berpenghuni 
hanya sekitar 6000an. Ngiler? 

4. Indonesia berada di Ring of Fire yang menunjukkan koleksi gunung api 
terbanyak di dunia. Mo tau jumlahnya? Lihat aja disini 
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_volcanoes_in_Indonesia
Itu dah termasuk gunung2 yang mencatat sejarah di dunia seperti supervolcano 
Toba yang meletus 75ribu tahun yang lalu, Krakatau, dan Tambora. Udah deh 
tinggal pilih aja mo kemana yang pengen didaki.

5. Satwa dan tumbuhan Indonesia adalah menyimpan kekayaan dan keunikan 
tersendiri. Salah satu medan pencaharian sekarang adalah Papua (yang 
disebut-sebut sebagai 'Lost World') setelah ditemukan dua spesies baru mamalia. 
Kalimantan dan Sumatra menjadi incaran setelah dikabarkan orang utan terancam 
punah. Salah satu potensi tumbuhan yang dicuri negara tetangga kita Singapura 
adalah anggrek. Indonesia punya 4000 spesies anggrek, dengan Kalimantan sebagai 
empunya spesies terbanyak. Saya bayangkan mendokumentasikan 4000 jenis anggrek 
sembari keliling hutan Indonesia udah cukup menggiurkan :)

6. Traditional life style & cultural understanding. Ini berhasil dengan sukses 
di Bali, seperti jalan-jalan ke sawah, belajar merangkai janur, belajar 
membatik, menenun dll. Ada berapa sih suku dan kelompok etnis di Indonesia? 
ribuan, ngga cuma Bali dan Jawa. Cuman saya agak kurang sreg dengan 
komersialisasi suku terasing Indonesia dengan 'penetrasi' budaya modern yang 
dipaksakan. Saya mengharap kepedulian turis lokal untuk menghargai suku 
terasing (sengaja atau tidak untuk terasing) dengan meminimalkan 
kemodernisasian. Misalnya berkunjung ke Baduy dengan sepatu dan pakaian 
sederhana, mengurangi membawa barang2 modern seperti hape dan kamera. 


Menggali potensi diri sendiri dengan menjaga budaya dan kekayaan alam  itu 
lebih susah daripada menyalahkan negara lain yang lebih progresive dalam 
mengelola wisata.  Saya kira otonomi daerah udah cukup mewakili untuk 
menjadikan pemda berani promo wisata tanpa harus restu dari pusat. Seharusnya 
dengan daftar panjang kekayaan alam diatas, Indonesia memimpin di Asia Tenggara 
menjadi tujuan ecotourism & adventure di masa datang. Mosok iklan kampanye 
presiden lebih gencar daripada iklan jual wisata :) 


Salam,
Ambar Briastuti  
www.ceritaambar.com





2009/6/28 bjm_pgt <[email protected]>








Saya pernah baca koran, disana dipaparkan trend wisata dunia akan berpindah ke 
wisata petualangan, budaya dan ekowisata. Jenis wisata seperti yg ditawarkan 
singapura atau kota2 besar di eropa mungkin udah dijenuhi oleh pelancong kelas 
dunia. Nah, di koran itu juga disebutkan kalo Indonesia sangat berpeluang untuk 
menampung trend wisata tersebut.
salah satunya adalah Kalimantan Barat yg masih banyak punya objek yg pas untuk 
petualangan seperti menyusuri pedalaman hutan kalimantan, suku Dayak (dengan 
berbagai keunikannya), taman nasional dll.

Ada kawan dr Jakarta yg berpendapat agar Kalimantan memiliki badan pariwisata 
secara regional, agar trend wisata yg diramalkan oleh pengamat wisata di koran 
itu bisa disambut secara siap.



. 











_________________________________________________________________
See all the ways you can stay connected to friends and family
http://www.microsoft.com/windows/windowslive/default.aspx

Kirim email ke