Mba Yuans dan rekan2 IBP, Memang susah mengukur tingkat ke"backpacker" an satu orang dengan yang lain. KIta masing2 memiliki level/cara/gaya sendiri untuk bisa merasakan kenikmatan atau kepuasan pada saat kita travelling. Saya pribadi, semakin hari semakin senang menemukan hal2 baru, atau tempat2 baru tentunya dengan cara backpacker ala saya. Tetapi jujur walaupun saya mencoba ala backpacker, faktor kenyamanan dan kenikmatan tetap saya junjung tinggi dan hal inilah yang berbeda2 dirasakan tiap2 orang. Contoh, saya tetap mencari hostel dgn bed yang nyaman, ber AC dan bukan sekedar cari yg murah dengan hanya bed dan kipas angin saja walaupun jauh lebih irit tentunya. Yang pastinya bukan cari hotel. Untuk transportasi, kemana2 mencoba transportasi umum di tempat tsb. Tapi tidak sampai menumpang mobil bak terbuka para pedagang sayur misalnya, karena faktor kenyamanan tadi. Kalaupun lokasi yg dituju agak susah transportasinya, saya berusaha cari alternatif lain dari awal rencana keberangkatan. Saya ngga tau apakah dengan cara diatas masuk kategori backpacker atau bukan. Tapi boleh kan saya bilang, ini loh..backpacker ala saya. Perhitungan dan kecermatan biaya tetap penting bagi saya, tapi yg utama tetap nyaman. Bagi saya, yg namanya jalan2 musti enjoy, musti nikmatin, musti hepi dengan cara apapun....cara turis, traveller, atau backpacker. Kalau kita mencoba mengikuti gaya seseorang tapi kita ngga comfy, maka amat sangat disayangkan kan. Jangan sampe perjalanan kita menjadi sia-sia.. salam, denisa
--- On Wed, 1/7/09, Yuanz <[email protected]> wrote: From: Yuanz [email protected] akhirnya, kami hanya bisa berwisata ketempat-tempat yg sudah terpelihara dengan baik. seperti Solo, Jogja, Bali, Bandung. kesannya manja bangetttttttttt. .. tapi mau bagaimana lagi... untuk sekarang, saya belum bisa menjadi seorang backpacker sejati. sekarang saya harus "cukup puas" menjelajahi tempat wisata yg berinfrastruktur baik sebagai turis. padahal saya juga sering mendengar betapa exoticnya tempat-tempat yg masih perawan bikin ngiler pengen mengunjungi. apa daya.. sekarang saya tidak single lagi. dan saya tidak bisa egois lagi seperti dulu.. -Yz - 2009/7/1 Ambar Briastuti <ambar.briastuti@ gmail.com> > Pertanyaan mudah : Apa sih yang membuat kita pengen mengunjungi sebuah > tempat? Duluuuu saya percaya bahwa infrastruktur adalah kunci utama. Kalau > ngga ada jalan, mana ada sih orang mo datang. Kalau ngga ada toilet mana ada > sih orang mo singgah. Hingga kemudian saya mencoba backpacker, ke > tempat-tempat yang dianggap "tidak layak" tadi. Ada yang nyari transport aja > susah bukan main, apalagi tempat menginap. > Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
