setuju dgn denisa.....
saya sendiri sama dengan denisa.... backpacker boleh tapi tetap ada standard 
kenyamanan yang harus ada. Backpacker kan identik dengan murah... Murah 
'biasanya' sangat tidak identik dengan nyaman. Tapi klo memang ada orang2 yang 
bisa nyaman dengan kondisi 'murah' itu ya.. two thumbs up buat mereka....

Murah kan  bisa dilihat dari banyak faktor... tiket, penginapan, makan, obyek 
wisata, dll....

Menurut saya, tidak mesti orang yang niat ber backpacker itu harus tinggal di 
hostel / penginapan yg seadanya....
(apa lagi klo kita pergi dengan banyak teman misalnya ber-3, hostel / guest 
house biasanya dihitung per kepala, sementara klo masuk hotel,  kan bisa kita 
ambil 1 kamar dan kita masukin ber 3, saya rasanya harga per orangnya akan be 
ti - beda2 tipis) 
emang lebih enak klo punya temen / sodara di tempat tujuan, yg pastinya bisa 
lebih hemat biaya dan dpt tour guide gratis

Nah, klo untuk tiket, bisa nyari low cost airline kayak airasia, jetstar, 
ryanair atau lainnyaseperti saat ini dimana airasia lagi promo gila2 an 
(menurut saya sih gila2an, krn mereka bisa jual kursi pesawat jkt-jogja cuma 
6000 rp...) klo soal nyaman... kan pesawatnya sama dengan yg bayar mahal jadi 
pasti nyaman lah.....

Makan.... klo emang gak biasa makan di warung2 pinggir jalan, ya jangan 
dipaksain juga... daripada dipaksain (demi 'murah') malah sakit, menghambat 
perjalanan, membuat perjalanan jadi tidak nyaman dan akhirnya malah keluar duit 
lebih banyak lagi buat berobat....

klo obyek wisata, klo mau hemat ya carilah obyek wisata yang gratisan (percaya 
deh... obyek wisata yg gratisan masih banyak yang jauh lebih bagus daripada yg 
bayar.....)

ujung2nya, semua ukuran itu kembali ke diri kita sendiri... yang penting : kita 
enjoy, kita happy (seperti kata denisa) dan setiap trip kita memiliki arti bagi 
hidup kita....

regards,
dessy

  ----- Original Message ----- 
  From: denisa mayasari 
  To: Yuanz 
  Cc: [email protected] 
  Sent: Wednesday, July 01, 2009 10:12
  Subject: Re: susahnya merubah mindset seseorang 
::sebelumnya::[indobackpacker] Peluang Wisata Indonesia..





        Mba Yuans dan rekan2 IBP,

        Memang susah mengukur tingkat ke"backpacker" an satu orang dengan yang 
lain. KIta masing2 memiliki level/cara/gaya sendiri untuk bisa merasakan 
kenikmatan atau kepuasan pada saat kita travelling.

        Saya pribadi, semakin hari semakin senang menemukan hal2 baru, atau 
tempat2 baru tentunya dengan cara backpacker ala saya. Tetapi jujur walaupun 
saya mencoba ala backpacker, faktor kenyamanan dan kenikmatan tetap saya 
junjung tinggi dan hal inilah yang berbeda2 dirasakan tiap2 orang. Contoh, saya 
tetap mencari hostel dgn bed yang nyaman, ber AC dan bukan sekedar cari yg 
murah dengan hanya bed dan kipas angin saja walaupun jauh lebih irit tentunya. 
Yang pastinya bukan cari hotel. 

        Untuk transportasi, kemana2 mencoba transportasi umum di tempat tsb. 
Tapi tidak sampai menumpang mobil bak terbuka para pedagang sayur misalnya, 
karena faktor kenyamanan tadi. Kalaupun lokasi yg dituju agak susah 
transportasinya, saya berusaha cari alternatif lain dari awal rencana 
keberangkatan. 

        Saya ngga tau apakah dengan cara diatas masuk kategori backpacker atau 
bukan. Tapi boleh kan saya bilang, ini loh..backpacker ala saya. Perhitungan 
dan kecermatan biaya tetap penting bagi saya, tapi yg utama tetap nyaman. Bagi 
saya, yg namanya jalan2 musti enjoy, musti nikmatin, musti hepi dengan cara 
apapun....cara turis, traveller, atau backpacker.

        Kalau kita mencoba mengikuti gaya seseorang tapi kita ngga comfy, maka 
amat sangat disayangkan kan. Jangan sampe perjalanan kita menjadi sia-sia..

        salam,
        denisa





        --- On Wed, 1/7/09, Yuanz <[email protected]> wrote:


          From: Yuanz [email protected]


          akhirnya, kami hanya bisa berwisata ketempat-tempat yg sudah 
terpelihara
          dengan baik. seperti Solo, Jogja, Bali, Bandung. kesannya manja
          bangetttttttttt. .. tapi mau bagaimana lagi... untuk sekarang, saya 
belum
          bisa menjadi seorang backpacker sejati. sekarang saya harus "cukup 
puas"
          menjelajahi tempat wisata yg berinfrastruktur baik sebagai turis. 
padahal
          saya juga sering mendengar betapa exoticnya tempat-tempat yg masih 
perawan
          bikin ngiler pengen mengunjungi. apa daya.. sekarang saya tidak 
single lagi.
          dan saya tidak bisa egois lagi seperti dulu..

          -Yz -

          2009/7/1 Ambar Briastuti <ambar.briastuti@ gmail.com>


          > Pertanyaan mudah : Apa sih yang membuat kita pengen mengunjungi 
sebuah
          > tempat? Duluuuu saya percaya bahwa infrastruktur adalah kunci 
utama. Kalau
          > ngga ada jalan, mana ada sih orang mo datang. Kalau ngga ada toilet 
mana ada
          > sih orang mo singgah. Hingga kemudian saya mencoba backpacker, ke
          > tempat-tempat yang dianggap "tidak layak" tadi. Ada yang nyari 
transport aja
          > susah bukan main, apalagi tempat menginap.
          >
       




------------------------------------------------------------------------------
  Get your new Email address! 
  Grab the Email name you've always wanted before someone else does!

  
PT. BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL TBK. DISCLAIMER:

This email and any files transmitted with it are confidential and
intended solely for the use of the individual or entity to whom they
are addressed. If you have received this email in error please notify
the system manager. This message contains confidential information
and is intended only for the individual named. If you are not the
named addressee you should not disseminate, distribute or copy this
e-mail. Please notify the sender immediately by e-mail if you have
received this e-mail by mistake and delete this e-mail from your
system. If you are not the intended recipient you are notified that
disclosing, copying, distributing or taking any action in reliance on
the contents of this information is strictly prohibited.

Kirim email ke