wah, itu yang saya gak sepakat kalo backpacker dianggap turis kere yang tidak memberi pemasukan buat daerah yang dimasuki. saya rasa sekecil apapun kita tetep ngasi kontribusi lah, kecuali kita masuk obyek ga bayar retribusi, kita makan maunya numpang terus sama warga setempat. tapi indobackpackers kan ga begitu. lagi pula kita kan menjunjung tinggi salah satu prinsip ekowisata, yaitu "respect for local cultures & values".
sekarang coba bandingkan berapa banyak orang yang habisin puluhan juta rupiah untuk bbrp hari di bali dengan yang habisin bbrp ratus ribu rupiah selama berhari2. kalau dijumlah total blum tentu jumlah mereka kaum berduit lebih itu memang lebih banyak dari yg berduit pas2an ala backpacker. lagipula kalo mereka nginepnya di hotel yg harganya sejuta/hari ya cuma ngasih kontribusi paling besar ke orang2 kaya juga. kalau kita nginap di cottage2 punya penduduk lokal yg meskipun sederhana tapi lagnsung ngasih kontribusi ke mereka yg membutuhkan. tul ga?! saya pikir lebih banyak yg bisa dilakukan dengan memperbaiki wajah dan servis pariwisata dari pada meributkan klas para turis. karena di situlah jantung permasalahan pariwisata kita, servis! Beberapa hari lalu saya lagi tidur2an di pasir di salah satu pantai terkenal di sulteng, tiba2 dengan santainya penjaja makanan di situ menghamburkan isi bak sampahnya 5 meter di samping saya lg menikmati matahari sore yg beranjak pulang. Duh, saya cuma bisa ngelus dada saja. sebagian dari bangsa kita memang masih PRIMITIF dan kurang (atau barangkali kehilangan) budaya luhurnya.. Masalahnya, pemerintah cuma berkepentingan menarik retribusi, tapi apa pernah mereka bertanya soal kenyamanan para wisatawan??? salam kecut, adi --- On Wed, 1/7/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: [indobackpacker] Peluang Wisata Indonesia.. To: "Ambar Briastuti" <[email protected]>, [email protected] Cc: "Indra Btara" <[email protected]>, [email protected] Received: Wednesday, 1 July, 2009, 11:44 AM Saya jadi teringat komentar rekan kantor saya ketika saya sedang "ceramah" : potensi pariwisata Indonesia yg belum ter-manage dgn baik. Kt tmn saya, "Kalo kita undang turis kere kaya lo (backpacker mksdnya.red), apa gunanya buat kita. Belanja ngga, hidup pun ngirit. Lebih baik tuh undang turis yg kaya, jadi devisa yg msk pun lebih banyak." (Maklum aja, org ini biasa ngeluarin puluhan juta rupiah hanya untuk ke Bali 3 hari. Makanya, dia concern sekali sama gaya bepergian saya yg apa adanya. Hehe..) Setelah saya pikir2, ya bener juga. Sebagai seorang yg biasa backpacking, tentu saya berpikir ala backpacker. Makan minum secukupnya, blanja ala kadarnya - cuma buat oleh2 org rumah n kantor biar ga bawel kalo saya pergi2 lagi, n tinggal di penginapan yg asal bersih n bisa tidur aja. Trus, sebagai seorang yg mengaku backpacker, apa dong, kontribusi kita bwt daerah yg kita kunjungi? Paling sebatas sharing info ma tmn2 yg punya minat yg sama. Syukur2, ada IBPers yg punya modal lebih trus mo buka usaha ditmpt yg dikunjungi n membuka lapangan baru bwt org lokal. Nah, kalo kita2 yg kaya saya ini, yg ga punya modal n cuma bisa sharing foto di FB (pamer kenarsisan mksdnya.. :D ), kira2 bisa kontribusi apa ya? Mengingat topik pariwisata di Indonesia yg lagi "hot" dibahas di milis ini, saya jadi punya ide buat "menambah" fitur di website IBPers yaitu berupa informasi tempat wisata di Indonesia yg masih "virgin" dengan lebih sistematis. Kan sekarang ini, byk IBPers yg sudah sharing pglmn lwt milis dan blog-nya. Namun, untuk mempermudah (terutama bwt org2 yg tdk terbiasa "googling"), gimana kalo pengalaman tersebut dirangkum dan dipilah2 mnurut info yg umumnya dibutuhkan (mis.nya cara pergi ke lokasi, tempat penginapan+foto+harga, foto2 lokasi, apa yg harus dibawa, sarana transport umum, dll), lalu dimasukkan ke dlm website IBP - jadi mirip situs Lonely Planet tp versi IBP. Memang hal ini menuntut sedikit kerajinan dan ketekunan dr IBPers dan website admin namun pd akhirnya informasi tsb bisa berguna bwt org2 yg mau travelling, baik yg ada di LN maupun dlm negeri. Mungkin ini hanya ide sederhana tp mengingat nama IBP jg sudah ckp dikenal di LN, rasanya ide ini ckp efektif untuk promosi tmpt wisata Indonesia. Buat rekan IBPers yg mungkin ada ide2 lain yg lebih hebat tuk menambah kontribusi kita ke pariwisata Indonesia, mohon di sharing yaaa.... I love Indonesia, Diesty Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT ------------------------------------ Indonesian Backpacker Community visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di http://www.backpacker-indonesia.info/ Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan. No SPAMMING or forwarding unrelated messages. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja Milis Indobackpacker tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus dan menghemat bandwidth. Cara mengatur keanggotaan di milis ini : - Satu email perhari: [email protected] - No-email/web only: [email protected] - menerima email: [email protected] - berhenti dari milist kirim email kosong : [email protected] - Begabung kembali ke milist kirim email kosong : [email protected]! Groups Links ____________________________________________________________________________________ Access Yahoo!7 Mail on your mobile. Anytime. Anywhere. Show me how: http://au.mobile.yahoo.com/mail
