Halo Manung..
Kebetulan, saya baru dari Malaysia juga.. Jadi, ingin kasi sedikit masukan..
Menurutku, nggak papa juga kalau kamu ke Malaysia. Bisa nambah wawasan. Gimana 
sih sebenarnya keadaan di negeri jiran tersebut? Kalau udah kesana, baru bisa 
membandingkan dengan negara kita tercinta ini..
Kalo untuk infrastruktur, Malaysia memang udah maju banget.. Kemana2 bisa 
dicapai dengan monorel dan kereta api (ongkosnya jiga nggak mahal.. Sekitar 2 - 
3 RM aja).. Kalau mau ke airport yang di LCCT juga bisa naik bis. Nggak perlu 
naik taksi yang memang mahal banget.. Bis nya nyaman kok.. Kalo nginapnya di 
bukit bintang, naik monorel ke KL Sentral (2,1RM). Dari KL Sentral ke LCCT 
sekitar 9 RM. Total hanya 11 RM (atau sekitar 35 rb).. Nggak mahal kan, dengan 
lama perjalanan satu jam... 
Aku juga menyempatkan diri ke Singapore... Wah, disana juga keren 
infrastrukturnya.. Stasiun kereta api bawah tanahnya (MRT) KEREN ABIS... 
Bandara internasional kita aja kalah.. He he he..
Jangan takut nyasar kalo mo jalan2 di kedua negara tersebut.. Petunjuk jalannya 
jelas banget... Buktinya, aku jalan2 sendirian, dan alhamdulillah nggak pernah 
nyasar.. Orang2 nya lumayan helpfull.. Meskipun ada yang nyebelin, baru ramah 
kalo aku ngomong cas cis cus pake bahasa Inggris (khusus Malaysia, waktu mo 
masuk imigrasi mereka... tapi, itu hanya satu orang kok... Jadi, nggak bia 
dijadiin patokan).. Sejauh ini, mereka cukup ramah kok...
Oh ya.... Disana juga bersih banget... Nggak ada sampah di jalanannya...Bahkan, 
di jalan2 kecil sekalipun tetap rapi dan bersih.. Dibandingin Jakarta? Wuihh Mo 
Nangis rasanya...
Untuk pariwisata, bisa dibilang biasa2 saja...Kmren, pas aku di Singapore, 
menyempatkan diri ke Marina Bay nya mereka.... Wuih..... Nggak ada apa2nya 
dibanding Bali dan pantai2 lain di Indonesia yang pernah aku kunjungi (Aceh, 
Sabang, Nias, Kepulauan Batu).. Sampe2 aku jadi kangen banget sama Indonesia.. 
Tapi, lagi2 kekurangan kita adalah infrastruktur yang tidak memadai.. Kalo 
pantai di Bali, sudah OK sih.. Tapi, masih banyak pantai2 lain yang lebih indah 
dari Bali (menurutku), namun tidak didukung dengan infrastruktur.
Dulu aku juga malas ke Malaysia.. Tapi, setelah dipikir2, nggak papa juga 
kesana.. Kita bisa lihat kemajuan2 mereka. Siapa tau, dengan melihat kemajuan2 
mereka bisa memacu kita untuk menjadi lebih baik dan meningkatkan pariwisata di 
Indonesia tercinta ini..
 
Salam 
Vivie


--- On Tue, 7/28/09, cipley7 <[email protected]> wrote:


From: cipley7 <[email protected]>
Subject: [indobackpacker] Re: Indonesia vs Malaysia
To: [email protected]
Date: Tuesday, July 28, 2009, 6:26 AM


  



Hi Manung, 

Aduh jadi pengen ikutan nimbrung. Kalau saya ditanya mau enggak pergi ke 
Malaysia untuk liburan? terus terang saya akan pikir panjang dahulu sebelum 
memberikan jawaban walaupun itu perjalanan gratis. Semenjak ada AA yang 
merupakan penerbangan Malaysia saya happy banget Thanks to AA jadi bisa 
melancong dengan harga murah.Itu saja yang buat saya happy soal Malaysia. 
Untuk Malaysia menurut aku kelebihannya adalah mereka punya infrastruktur & 
promosi yang baik. Seperti Visit Malaysia dengan Jargon Trully Asia bener-bener 
membuat orang berniat untuk datang. Tapi kalau ditanya cantik mana Indonesia 
dengan malaysia jawaban aku Indonesia dung. Kalau ada pilihan jalan2 ke luar 
negri Malaysia, Thailand & Singapore maka urutan pilihannya adalah 
Thailand,Singapore dan terakhir Malaysia. 
Malaysia bagi aku hanya sebagai titik merah untuk hoping ke negara yang lain 
karena AA menjadikan Malaysia sebagai base point. 
Satu hal lagi counter part saya yang bule-bule yang stay di Singapore selalu 
bilang "You are very lucky to stay in this beautiful country" atau mereka suka 
bilang "I am happy staying in Singapore very near to Indonesia & Thailand" 
enggak pernah tuch happy tinggal di deket Malaysia :)

Cheers
Katharine W. 

















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke