Jadi ingat pengalaman waktu ke hot spring di Pori Malaysia awal tahun ini. Dengan semangat 45 setelah mendaki Kinabalu, kami menuju ke hot spring di Pori kira-kira 1 jam dari Taman Nasional Kinabalu. Bayangan kami melepas penat dan berendam di air panas langsung pupus begitu melihat kondisi aslinya. Bayangkanlah berendam dalam bak mandi seukuran 1 x 2 meter beratapkan seng. Ada 3 turis asing yang menghampiri kami dan bertanya, "where's the hot spring?". Lalu saya tunjukkan hot spring yang tampak indah di brosur perjalanan. "That's THE hot spring?" Tiga orang itu menganga. Lalu dengan bangga saya berkata "you should visit my country. You can find much better hot springs than this in Indonesia."
Satu hal yang harus saya akui bahwa, nasionalisme orang Malaysia amat sangat tinggi. Untuk itu, saya masih harus belajar banyak. Salah satunya, dengan memakai kaus Travel Warning setiap kali saya punya kesempatan ke luar negeri. Saya juga mengirimkan kaus yang sama untuk teman-teman yang tinggal di luar negeri. Sudah lama sekali saya berhenti berharap Pemerintah Indonesia akan melakukan sesuatu perubahan untuk negeri ini. Yang saya lakukan adalah memulai perubahan, dari diri sendiri. Tabik. --- On Tue, 28/7/09, mutia syafnelli <[email protected]> wrote: From: mutia syafnelli <[email protected]> Subject: Re: [indobackpacker] Indonesia vs Malaysia To: [email protected] Date: Tuesday, 28 July, 2009, 11:03 AM ikutan juga ya..berhubung lagi netep di malaysia jadi saya punya kesempatan lihat beberapa objek wisata yang ditawarkan. Betul sering kali saya tertarik ketika lihat iklan maupun brosur2 yang ada namun begitu sampai sering pula kecewa karena tidak seindah yang dibayangkan. Keindahan Indonesia tetap no 1. Cuman memang dari segi infrastruktur Malaysia jauh diatas Indonesia. Dan gak ada namanya preman2 di tempat objek wisata, semua harga jelas, tempat sampah banyak, toilet banyak dan bersih. Memang seperti mba Ambar bilang kalau gak lihat A dan B bagaimana kita bisa bandingkan A dan B, dan saya bersyukur punya kesempatan itu. Cuman yang jadi pertanyaan kalo kita udah lihat n kadang kita punya masukan2 untuk wisata Indonesia, kemana kita nyalurin ide ya? walau yakin banyak pejabat kita yang udah sering studi banding untuk ngembangin pariwisata kita. [Non-text portions of this message have been removed] Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ [Non-text portions of this message have been removed]
