Benar sekali,

Berita2 yang dilansir diluar negeri sebagian besar lebih mendiskreditkan
bangsa Indonesia, dan juga brosur-brosur pariwisata yang dikeluarkan Dep
Parbud di luar negeri masih berkisar tempat2 yang tertentu saja (aneh tapi
nyata).  Dan sayangnya pemerintah2 daerah sekarang (sejak diberlakukan
otonomi daerah) banyak yang belum menyentuh bidang pariwisata sehingga DTW
yang seharusnya bisa mendatangkan wisman dan wisnu masih tetap sepi
wisatawan.

Raswan

2009/12/16 wily julius <[email protected]>

> Malam ini saya menemani orang seorang teman dari Bangladesh. Dia sudah
> berkeliling ke 16 negara. selama ini menurutnya Indonesia ini negara yang
> dipenuhi oleh orang radikal. karena dia hanya melihat melalui pemberitaan
> pers. ternyata saat saya bawa keliling Jakarta, dia sangat terpesona dengan
> keramahan orang Indonesia. saya jelaskan padanya orang garis keras,
> sangat-sangat sedikit di Indonesia. Mayoritas rakyat Indonesia sangat ramah
> & welcome terhadap orang asing.
> saya jelaskan juga, jika dia ingin mencicipi makanan aneh-aneh seperti
> aneka masakan dari ular, buaya, tikus (paniki) dll. bisa dicoba di Indonesia
> (kebetulan dia bukan Muslim). Muslim Indonesia sangat menghargai perbedaan
> itu, mereka tidak masalah dengan makanan 'terlarang' (haram bagi orang
> Islam) yang disantap oleh
>  orang dari golongan agama lain.
> Selain itu
>  saya katakan apa yang kamu ketahui dari brosur, hanyalah sebagian kecil
> dari Indonesia. banyak bagian Indah dari negeri ini yang tidak pernah ada
> dalam brosur yang dikeluarkan pemerintah.
> Dia sangat tertarik mendengar semua hal itu. dia mengatakn akan
> memberitakan hal ini kepada kawan-kawan dari berbagai negara. sekian berita
> dari saya....
> trims Willy
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke