Nambahin... Sekedar info, dulu pertama kali komunitas ini bikin trip ke Karimun Jawa, sulit banget cari info nya.. hari ini kalau di search di DR GOOGLE, ada ratusan Page ttg Karimun Jawa.
Contoh lainnya, dulu sawarna tak begitu di kenal di telinga Kita. Saya lihat perkembangannya, Desa Wisata Sawarna sudah banyak yang visit, baik ikutan EO alias grup tour maupun dengan cara Backpacking. Contoh lagi.. ada banyak destinasi, yang dulu kita coba perkenalkan.. sekarang, sudah banyak Agen yang jualan trip ke destinasi-destinasi, yang awalnya Asing, susah di jangkau.. dan sepertinya sangat mahal. Ada cara paling efektife, ya seperti kita share lewat komunitas ini, dulu setiap saya nganter turist, yg ada di kepala saya Cuma "dimana tuh, daerah mana itu, kamu punya peta nya? Saya selalu Tanya ke dia" di backpacker asing, mereka punya kebiasaan utk memberikan Kata Kunci" misalnya.. Taon lalu saya ngurus tamu dari spanyol, trip ke orang Utan, disana dia ketemu turist lain.. talk..talk.... di turist kasih kata Kunci "Komodo, atau Togian", efecknya dia lansung kirim SMS, saya visit yang di rekomended... Komodo atau Togian? Bagaimana kamu bisa bantu saya? Saya melihat dulu SEMPU, begitu aneh...sekarang, sejak dulu saya kenalkan ke komunitas ini, mungkin ada lebih dari 5000 orang sudah visit sempu, kata kuncinya sudah mudah di dapat.. Buka Dr Google, cara kesana pasti dapat jawabanya.. Nah, yg lucu dari new Destinasi... Masuk pulau sempu, nggak pake tiket, yang untung petugas Jagawana, karena mereka minta simaksi, kalau ngurus simaksi, mesti ke Kantor Cagar Alam di Surabaya, pilih... balik ke Surabaya, atau membayar seleranya, tentu uang tak Masuk Ke Kas Pemda Malang....hehe! Efek lainnya, Jalan ke segara anakan... duh! Rusak berat, pernah saya bawa turist asing kesini, dia sampe mau nyumbang 2000 blok beton, agar ada jalurnya.. "saya bilang, this is not for tourism destination, karena statusnya Cagar Alam"... Bingung dia! Ini tempat bagus..komentarnya.. Bagaimana mengenalkan indonesia lebih baik, lebih damai... Pendekatan dari mulut ke mulut, mengenalkan ke tempat yang kita tau, tempatnya quite...dan bebas calo.. tentu, jangan berharap ada Akomodasi Mewah, walaupun beberapa tahun kemudian, Investor pasti melirik.. Karimun Jawa, sekarang mungkin sudah ada lebih dari 20 -an Hotel, Homestay.... Akomodasi Wisma Apung sudah ada 24 Room, kalau kawan-kawan masih ingat.. tahun 2004, wisma apung hanya punya 4 Room... Jadi, mulai belajar mengenal Kata Kunci, dan goleki atau jelajahi walaupun sulit.. karena Hampir semua destinasi Exotic, umumnya di perkenalkan orang asing..bagaimana dengan kita? Salam ARIS -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of intan f Sent: Wednesday, December 16, 2009 12:02 PM To: [email protected] Subject: RE: [indobackpacker] Pandangan orang Asing - usul membuat leaflet Setuju sekali dengan Pak Julius bahwa banyak daerah potensi wisata Indonesia yang nggak muncul di brosur-brosur keluaran pemerintah. Saya usul bagaimana kalau kita membuat leaflet sederhana tentang tempat-tempat menarik di Indonesia berisi foto dan informasi seperti transportasi umum menuju lokasi tersebut. (tanpa mengiklankan agen wisata tertentu). Jika ada yang memfasilitasi, mungkin kita bisa saling menyumbang foto, tulisan dan ada yang melayout. Saya dgn senang hati menerjemahkan ke Bahasa Inggris dan patungan biaya cetak. Lalu leaflet sederhana ini (mungkin tidak perlu dicetak melainkan diprint warna saja di rumah/kantor masing-masing) bisa dititipkan ke teman-teman yang akan ke luar negeri. Siapa tahu bisa sedikit menarik wisatawan asing dan mendukung kampanye Indonesia is Dangerously Beautiful. Lewat leaflet sederhana ini kita jelaskan what is dangerously beautiful about Indonesia... Salam, Intan --- On Wed, 12/16/09, Aris <[email protected]> wrote: From: Aris <[email protected]>
