Mbak Dewi, makanya saya suka banget forum di sini karena bisa kita jadikan forum bertukar informasi dan berbagi pengalaman susah senang selama melakukan perjalanan. Karena kalo kita perhatikan pasti kejadian seperti ini berulang kembali, entah di bagian bumi mana pun!
Waaah, jangankan uang 2,5jt, waktu bulan January kemarin karena saya tidak teliti melihat jalur kereta dari Budapest ke Venezia, dan terpaksa diturunkan dari kereta api di tengah hujan salju di kota Gyekenyes oleh polisi imigrasi perbatasan, gara2 gak punya visa Croatia yang artinya harus merelakan uang tiket kereta 111 Euro hilang begitu saja, berasa nyeseek bener...hehehehe. Semoga bermanfaat... Shifa http://dvishifa.multiply.com --- On Sun, 4/4/10, dewi msari <[email protected]> wrote: dear all,Hanya sekedar sharing aja, karena yang mbak shifa sampaikan sedikit mirip dengan pengalaman saya,Feb lalu sy mengajukan permohonan visa Australia untuk pertama kalinya, keberangkatan bulan Mei 2010 (tujuannya ke Melbourne via KL, liburan sekitar 8 hari) dan sayangnya ditolak. Salah satu alasannya, adalah financial statement yang kurang meyakinkan/memuaskan (terkesan bahwa dana yang ada secara tiba-tiba dimasukkan untuk keperluan pengajuan visa). Untuk alasan ini, rekening tabungan yang saya lampirkan di pengajuan tersebut memang khusus tabungan untuk biaya liburan ke Australia selama 6 bulan terakhir, dan bukan rekening tampungan gaji sehingga gak keliatan arus pendapatan dan pengeluaran. Yang namanya persyaratan rasanya lengkap:Form 48R, identitas diri (KTP,KK, Akte Kelahiran, Buku Nikah, SIM A, SIM C, Kartu NPWP, Paspor tentunya), referensi kantor, pendukung keuangan (slip gaji, rek tab, SPT), pendukung lainnya (tiket pswt, hostel booking, itinerary lengkap). Employment ties rasanya sangat jelas di pengajuan tersebut. Visa saya ajukan melalui pos, karena domisili di sulawesi.� Jujur saja, awalnya saya tergiur ke Australia karena googling pengalaman rekan-rekan yang sudah ke Australia ditambah karena promo tiket Airasia yang murah banget 2,5jt pp dan untuk berdua, kemudian karena memanfaatkan 5 bh e-gift voucher @500rb, praktis hampir gak ada kerugian dari tiket. Ruginya karena biaya booking hostel dan biaya visanya.� Sangat disayangkan memang, berbagai persiapan yang saya lakukan akhirnya tidak terbayar manis. Tapi gak perlu disesali berlama-lama. Life is move on. Pengalaman adalah guru yg sangat berharga n lain waktu semoga masih ada kesempatan untuk kesana. Cheers,dewi [Non-text portions of this message have been removed]
