Dear Shifa,
Saya mau sharing aja pengalaman yang baru saja saya alami sehubungan dengan pembelian tiket & urus visa ke Australia. Kebetulan saya membantu nyokap untuk mengurus pembelian tiket & pengurusan visa ke Australia mll Sydney. Tanggal 17 Maret yang lalu, qta datang ke AVAC ( <http://www.vfs-au-id.com/bahasa/index.aspx> http://www.vfs-au-id.com/bahasa/index.aspx) untuk pengurusan VISA. Semuga dokumen penting sudah kami lampirkan, yaitu : formulir pengajuan Visa, fotocopy rekening 3 bulan terakhir, passport asli, fotocopy passport lama, surat invitation dari sepupu di Sydney, surat keterangan dari suami yang menjamin istri akan kembali ke Jakarta. Yang perlu diperhatikan tidak perlu untuk melakukan pembelian tiket terlebih dahulu, karena di formulir tersebut kita harus mengisi kapan tanggal keberangkatan kita. Saat itu ditulis tanggal 2 April. Visa akan diproses selama 5 hari kerja, berarti tanggal 24 Maret, kita sudah tau apakah Visa kita ditolak atau tidak. Saya sudah mencari2 tiket pesawat promo yang paling murah. Pilihan jatuh pada Qantas dibandingkan dengan Garuda, yang harganya lebih mahal. Tapi karena tiket promo, yah pasti qta akan rebutan dengan pembeli dari seluruh dunia. Akhirnya pada tanggal 23 Maret, saya telp Qantas untuk booking tiket tanggal 2 - 16 April. Booking ini berlaku 3 hari kerja, yaitu sampai tanggal 26 Maret. Pas tanggal 24 Maret siang, saya datang lagi ke AVAC. Ternyata Visa nyokap sudah ditangan. Durasi Visanya dapat 3 bulan untuk single entry. Langsung deh gw dtg ke kantor Qantas untuk pembayaran tiket. Pengurusan Visa Australia ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Biaya yang dikeluarkan juga sudah pasti, yaitu : Visa Turis ( 960 ribu) + biaya AVAC (160 ribu). Total biaya : Rp. 1.120.000/orang. Untuk tiket, booking di Qantas sangat membantu sekali. Qta tinggal telp mereka untuk booking tanggal yang diinginkan & booking berlaku selama 3 hari. Semoga informasi ini dapat berguna :-) Salam, Prissil YM : ecy_bungaran _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Dvi Shifa Sent: Friday, April 02, 2010 10:51 PM To: IBP Subject: [indobackpacker] Budget Airlines vs Aplikasi visa... Temans, kali ini kali kedua ketika seorang kawan menelepon saya dan menanyakan perubahan rute pesawat Air Asia karena visa Australia-nya ditolak. Walaupun kawan saya tersebut menyatakan tidak keberatan kehilangan uang tiket sekitar 4jutaan (Oh My God), tapi saya yang mendengarkan sontak terkejut. Dalam pikiran saya, sungguh disesalkan begitu gampangnya orang terbuai dengan promosi tiket murah yang ditawarkan budget airlines, tanpa mempertimbangkan segala persiapan dibalik hal itu. Kawan saya ini waktu itu membeli tiket untuk perjalanan ke KUL (Kuala Lumpur) dan MEL (Melbourne, Australia). Tapi mereka begitu yakin akan mendapat visa. Padahal, sudah bukan rahasia umum lagi pemegang paspor hijau itu kalau mau apply visa, selalu dipandang sebelah mata!!! Apalagi kalau harus ke negara-negara maju. Saya selalu mengingatkan, dan juga tentunya sudah menjadi aturan umur dari rata-rata kedutaan besar asubg, bahwa jangan pernah membeli tiket terlebih dahulu, karena tidak ada seorang pun yang bisa menjamin permohonan visa kita akan dikabulkan. Pun ketika visa sudah ditangan, itu bukan jaminan kita diperkenankan masuk ke negara mereka. Kemudian, kawan saya bertanya bagaimana menyiasati hal ini? Ingin terbang murah dengan budget airlines, waktu membeli tiket yang terbatas, bagaimana kalau harus mengajukan permohonan visa terlebih dahulu? Saran saya begini: 1. Tidak masalah mengajukan aplikasi visa beberapa bulan lebih cepat, saat mengisi formulir aplikasi visa, di situ tercantum kolom untuk tanggal keberangkatan dan kepulangan. Isi saja tanggalnya sesuai dengan yang tertera pada periode tiket murah tersebut. 2. Karena reservasi yang sudah pasti (confirmed reservations) harus dicantumkan sebagai salah satu persyaratan permohonan visa, lakukan saja reservasi melalaui travel agent mana saja, dengan airline apapun. Toh ini hanya diperlukan untuk pengajuan visa. Apabila permohonan visa dikabulkan (rata-rata proses aplikasi sekitar 2 mingguan) dan Anda masih mendapatkan tiket promo dari budget airlines, batalkan saja reservasi dari travel agent. Sepanjang belum melewati time limit issue ticket, tidak ada biaya penalti yang dikenakan travel agent. 3.Pertimbangkan lagi kenyamanan menggunakan budget airlines untuk penerbangan jarak jauh (sekitar 5 jam lebih), apakah sesuai harga yang dibayarkan dengan pelayanan dalam pesawat (inflight service) yang diterima? Mengingat kita tidak boleh membawa cairan lebih 100 ml kan? 4. Bertanya ke mana-mana. Sekarang ini, pesawat-pesawat non-budget airlines, sering menawarkan harga promo yang sangat kompetitif. Seperti www.emirates.com dan www.qatarairways.com. 5. Rajin-rajin bertanya dan browse di internet sebelum memutuskan membeli tiket promo budget airlines. Bagi saya, be rational than regret. Banyak sekali trik marketing dari budget airlines, yang kalau tidak dicermati dan dipahami sungguh-sungguh, akan sangat merugikan klien. Yah, semoga saja kita tidak akan sering mendengar cerita sedih seperti ini... Salam Shifa http://dvishifa. <http://dvishifa.multiply.com> multiply.com [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
