untuk di daerah bali dan bandung sich tidak ada masalah. Kita sering nge-host temen2 dari couch surfing atau hospitality club. Kadang kalo di desa banget, kita lapor sich sama kepala desanya.
Visa tidak perlu pakai social visit, agak ribet tuch kalo ngurusin yg begituan ... harus jadi sponsor etc. Kalo alesannya supaya bisa nge-host sich ga perlu pake social visit visa. It's Nichelle Better late than never, but I prefer on time actually --- On Thu, 5/13/10, Leah Saklidudenov <[email protected]> wrote: From: Leah Saklidudenov <[email protected]> Subject: Re: [indobackpacker] lapor polisi tentang meng-host foreigner To: [email protected] Date: Thursday, May 13, 2010, 11:21 PM Halo IBPs, Terima kasih atas sarannya. Saya hanya kurang familiar atau bahkan tidak tau tentang aturan imigrasi di Indonesia kalau berhubungan menerima tamu asing. Pertama kali saya me-host teman dari Austria tahun 2007 lalu, eh salah satu oknum polisi bilang kalau menerima tourist (tamu asing) dengan menginap di rumah kita adalah illegal. Karena seharusnya (biasanya) mereka tidur di hotel. Pihak hotel lah yang akan melaporkan keberadaan tamu asing ke kepolisian. Begitu. Tentu saja saya takut sekali waktu itu dibilang demikian. Tapi mungkin karena saya pikir ketidak tauan si oknum polisi tentang keimigrasian kali ya. Maklum waktu itu saya tinggal di kota Jember yang sedikit sekali kedatangan turis. Tau ah, bingung :D Salam, Leah
