Menurut berita di Kompas hari Senin, harga bahan baku pupuk semua naik drastis sehingga biaya produksi pupuk menjadi tinggi dan akibatnya Subsidi pemerintah membengkak dari Rp 6,7 Triliun menjadi Rp 17 Triliun dan harga eceran pupuk juga naik

Harga Posfat dari US$ 60/yo(awal 2007) sekarang US$ 350/ton

Harga Sulfur dari US$ 135/ton (awal 2007) sekarang US$ 600/ton

Harga Gas untuk Urea juga naik

Kalau biaya produksi naik, subsidi belum turun, harga naik,petani tak sanggup beli maka Produsen pupuk juga jadi enggan memproduksi makanya pupuk jadi langka 

--- On Thu, 1/5/08, Amar Rasyad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Amar Rasyad <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [indonesia] Re: Berita Tentang Pertanian--->sedih banget..
To: [email protected]
Date: Thursday, 1 May, 2008, 12:46 AM

Hasan........, bila petani mandiri dalam pengadaan pupuk......alias menggunakan kompos.buatan sendiri ..maka situasi akan terbalik......
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, April 29, 2008 4:34 AM
Subject: [indonesia] Berita Tentang Pertanian--->sedih banget..

TEMANGGUNG - Kekurangan pupuk juga dirasakan oleh petani di kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Untuk mendapatkan satu zak pupuk jenis urea petani harus antre berdesak-desakan. Padahal, saat ini petani sangat membutuhkan pupuk, karena sudah memasuki masa tanam padi maupun tembakau.

Seperti yang terjadi di salah satu kios di kota Temanggung, setiap hari terdapat antrean petani yang ingin mendapatkan pupuk urea, ironisnya antrean ini sudah terjadi sejak tiga bulan lalu. Agen mencoba menggunakan kupon agar jatah pupuk yang sedikit terbagi dengan merata.

Kepala Dinas Pertanian Temanggung Roni Nurhastuti mengakui, kelangkaan pupuk terjadi karena realisasi dari Januari hingga April masih terdapat kekurangan sebesar 20 persen.

"Kebutuhan pupuk di Temangung tahun ini sebesar 42 ribu ton, namun di peraturan gubernur hanya disetujui 34 ribu ton," ujarnya.

Sampai sekarang, menurut Roni, realisasi 43 ribu ton tersebut masih kurang 920 ton. "Seharusnya dari Januari sampai April sudah turun semua, tapi sampai sekarang masih kurang 920 ton," ujarnya.

Pihaknya berharap kekurangan pupuk tersebut segera dikirim ke Temanggung. "Sebentar lagi musim tanam, kasihan petani bingung mencari pupuk," harapnya.
 
-------

PURWOKERTO - Kelangkaan pupuk di Kab Banyumas, Jawa Tengah, semakin menjadi-jadi. Selain sulit mendapatkan pupuk, harganya naik tajam hingga membuat petani di Banyumas tidak berkutik. Padahal, saat ini di Banyumas sedang memasuki masa tanam.
?
Wagino (50), petani dari Cilongok mengatakan, memasuki musim tanam seharusnya membutuhkan pupuk urea. Namun, kenyataan di lapangan, pupuk urea sangat sulit didapatkan. Lagi pula, kalau pun ada pupuk harganya naik hampir dua kali lipat.
?
"Saya sudah mencari pupuk hingga luar daerah yang jaraknya 20 kilometer (Km). Saya memang menemukannya, namun harganya sudah melambung jauh. Per sak isi 50 Kg naik Rp35 ribu," ungkapnya, di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (29/4/2008).
?
Biasanya harganya hanya Rp65 ribu, namun dijual pengecer Rp90 ribu. Sehingga mengalami kenaikan Rp35 ribu per sak.?
Seharusnya, pupuk urea yang bersubsidi itu harganya Rp1.300 per kg. Namun kenyataannya malah Rp1.800 per kg.
?
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Banyumas Asan Sohib membenarkan keluhan anggotanya. Menurutnya, sejak awal musim tanam kedua ini mencari pupuk benar-benar susah.
Padahal, sebelumnya PT Pusri menjamin penyediaan pupuk bersubsidi cukup aman. "Namun faktanya kelangkaan pupuk menyebar ke mana-mana," ujarnya.
?
Berdasarkan data di PT Pusri, stok pupuk urea di Banyumas sebanyak 30 ribu ton. Jumlah itu sebetulnya cukup aman. Namun dari jumlah, sekitar 9.000 ton yang telah terpakai untuk konsumsi pada Januari - Februari.


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.6/1404 - Release Date: 4/29/2008 6:27 PM

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt

Kirim email ke