Kang Amar, omong2 tentang pertanian, apa ada di komunitas kita yang berminat di perkebunan Kakao, saya sedang menekuni kakao , rasanya kok saya kesepian dan sendiri aja ,
Semua orang sibuk dengan sawit , tapi Kakao tak dilirik orang,
padahal ini makanannya orang2 kaya lho,
Apa itu modal ventura bisa untuk usaha Kakao ?
Saya sedang merintis di pembibitan, dan kebun etalase ( inti ) ada yang mau bantu ?
apa modal Venturanya Bung Hatta sudah bisa jalan ?
apa  100 inkubasi bisnisnya Mas Hengky ada yang berkaitan dgn kakao ?

trm kasih kalau ada informasi untuk saya.

----- Original Message ----- From: "Amar Rasyad" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, May 01, 2008 7:41 AM
Subject: [indonesia] Re: Berita Tentang Pertanian--->sedih banget..


Mas Basuki......
kami dari Ganesha Organic SRI tertarik utk membantu penanganan sawah
perhutani tsb.....bisa saya ketemu anda..tuk bahas lebih detail....?

salam
amar TK 77
0811-93-0355
----- Original Message -----
From: "Basuki Suhardiman" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, April 30, 2008 12:39 AM
Subject: [indonesia] Re: Berita Tentang Pertanian--->sedih banget..





Lha anda cuma mau nyalahkan petani aja tuh ...:p (sorry no offense)

Masalahnya pemerintah tidak melihat ini suatu hal yang holistik
hanya program program gak jelas tanpa sustainability yang jelas ...
tidak ada kelanjutan satu program dengan program lain ...
lha petani ya jelas gak mau om ...
yang ngerasakan di lapangan khan mereka
yang membayar hutang kalau panen gagal atau apapun tetap aja mereka ,
bukan yang lain
kadang saya berpikir orang orang peng ijon itu lebih manusiawi
dibandingkan pemerintah itu sendiri (sorry no offense lagi ,hehehe) ..
kadang tengkulak atau preman pasar lebih manusiawi dibanding pemerintah
...
tengkulak atau preman pasar memberi "Kepastian" , sedangkan pemerintah
hanya memberi janji ...
makanya jangan salah fenomena yang terjadi di Jabar beberapa hari lalu ,

Kalau hanya berdiskusi dan jadi wacana deskriptif ,
ya tidak terjadi apa apa ....

gini aja lah kongkritnya ...
saya ditawari untuk membantu 500 Ha sawah baru oleh para petani ...lahan
tersebut lahan perhutani ,perum III , dengan pola PHBM (Penanaman hutan
bersama masyarakat) , lahan tersebut digunakan /ditanam jati emas ,
kontrak 2 tahun ,
mereka bersedia untuk dibimbing , bersedia melakukan apa yang saya minta
..rata-rata per Ha butuh dana sekiar Rp 9 Juta utk per 3 bulan an ..(ini
masih bisa di tekan cost nya ) ..

ayo gimana ?

kalau kurang , saya masih punya daerah lain di jabar , masih ada 12.000
lahan 'nganggur' yang bisa dimanfaatkan
hehehe ...


terima kasih
-bsd-




Iskandar K wrote:
> Saya rasa pendapat Mas Sulis bukan bermaksud menyalahkan, tetapi memang
> fenomena itu ada di petani-2 kita, yang telah menjadi kebiasaan. > Tinggal
> bagaimana kita bisa meyakinkan para petani-2 itu untuk mengubah
kebiasaan
> mereka.
>
> Pernah dgr curhat staf Deperindag Jatim sepuluh tahun lalu tentang
bagaimana
> sulitnya mengubah kebiasaan pengrajin/UKM-2 binaan di daerah-2.
> Ketika diperkenalkan teknologi alat potong pembuat kripik singkong
berupa
> piringan mata pisau yang berputar, mereka menolak. Mereka mau pakai
kalau
> dikasih gratis. Akhirnya dikasih gratis, tapi hanya bertahan beberapa
bulan,
> dgn alasan lebih enak pakai pisau tangan, lebih sreg.
>
> Petani-2 kita terlalu takut mencoba hal baru dari biasanya. Perlu ada
> sawah-2 percontohan yang bisa menunjukkan keberhasilan, apakah dgn
metode
> baru, pupuk baru, bibit baru. Tinggal, harus ada sukarelawan yang > berani
> terjun ke lapangan, bersimbah keringat selama berbulan-2.
>
> Pernah dgr cerita keberhasilan seorang mantan kepala Bank yang terjun
> mengelola dana pinjaman modal mikro untuk membina para petani di
Sulawesi
> Selatan. Dia harus bangun pagi-2 mengajak para petani rajin bekerja > (dia
> ancam petani yang malas tidak bakal dapat pinjaman lunak lagi untuk
tanam
> berikutnya). Dia beli gabah mitra dgn harga lebih tinggi dari harga
> tengkulak dan mem-bypass jalur distribusi untuk suplai ke pulau Jawa.
> Resiko yang dia terima, dibacok dari belakang oleh seorang tengkulak
yang
> merasa nafkahnya direbut (dia menunjukkan ada bekas luka di punggung).
>
> Siapa yang mau (menggapai kebahagiaan ini)?
>
>


--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt


--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.6/1404 - Release Date: 4/29/2008
6:27 PM




--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt


--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt

Kirim email ke