Dear Rekan-Rekan,
Mungkin jawaban ini tidak menggambarkan keadaan atau kejadian sebenarnya, tetapi ini adalah suatu simulasi yang bisa menyederhanakan dibalik kerumitan transaksi perdagangan internasional yang menjadi salah satu penyebab rupiah tidak kunjung meraih nilainya. Simulasi ini tidak dimaksudkan untuk mendiskritkan USD, atau usaha untuk mempercepat penurunan nilai USD, karena penurunan nilai USD dimasa-masa yang akan datang adalah suatu keniscayaan (dengan atau tanpa kambing hitam seperti subprime mortgage) dan yang akan berlangsung sampai tercapai equilibrium baru yang mungkin tidak dibayangkan sebelumnya. USD diambil sebagai contoh karena ini adalah mata uang yang kita gunakan untuk perdagangan luar negeri kita, termasuk untuk menjual barang-barang yang sangat-sangat dibutuhkan oleh Negara lain untuk mencapai kemakmurannya. Kasus pertama : Mari kita bayangkan seandainya dalam jangka waktu tertentu kita menjual Gas Alam dengan akumulasi nilai sebesar Rp 100 Trilyun pada kurs Rp 9.200 = 1 USD, menggunakan USD. Yang terjadi dibalik semua kerumitan jual beli, adalah kaidah hukum kekekalan energi dan uang adalah alat yang mewakili energi ini. Dan pelajaran dasar dalam permintaan pasar adalah pasar berada diposisi mana, lebih cenderung ke posisi jual atau lebih cenderung keposisi beli. Pada saat Gas Alam dengan akumulasi nilai Rp 100 Trilyun dilahirkan dari rahim Ibu Pertiwi, maka bersamaan dengan itu negara-negara yang membutuhkan resource yang terbatas ini, dengan segala usaha kerasnya telah menyebabkan suatu kondisi yang akan menyebabkan lahirnya USD 10,87 Milyar dari mesin cetak uang The FED untuk menjaga equilibrium 1 USD = Rp 9200,-. Ini adalah proses kelahiran normal yang elegan, karena Gas ALAM sejumlah X (dengan nilai yang belum diuangkan setara dengan Rp 100 Trilyun) perlu kelahiran uang yang mewakilinya. Kejadian ini tidak perduli dari Negara mana yang membeli Gas Alam tersebut dengan USD. Sederhananya, seandainya yang membeli adalah Negara Amerika Sendiri, maka proses kelahiran Energi dengan nilai Rp 100 Trilyun, bisa serta-merta secara legal diattach ke USD yang menyebabkan USD 10,87 Milyar USD yang mewakili Energi ini, hal ini bisa jadi karena pemerintah teramat sangt menginginkan USD 10,87 Milyar ini dibanding Gas Alam tersebut, meskipun sudah punya cadangan 58 Milyar USD misalnya. Jadi sebelum transaksi jual beli Gas Alam, telah dilahirkan USD 10,87 Milyar dari mesin cetak uang The FED. Dan saat transaksi jual beli, kita mendapatkan USD 10,87 Milyar yang dicetak tersebut, dan Amerika atau Negara yang membeli akan mendapatkan Gas Alam dengan nilai diawang-awang sebesar Rp 100 Trilyun. Amerika mencetak duit USD 10,87 Milyar dan tetap menjaga equilibrium Rp 9.200,- = 1 USD, Negara pembeli mendapat Gas Alam sebesar X, Kita mendapatkan USD 10,87 Milyar dari Negara pembeli. Jika yang membli adalah Amerika : Dari tidak ada apa-apa, kemudian kita mendapatkan 10,87 Milyar USD dan Amerika dari tidak ada apa-apa mendapatkan Gas Alam dengan nilai yang setara. Jikak yang membeli Cina : Dari tidak ada apa-apa, kemudian kita mendapatkan 10,87 Milyar USD, Amerika mendaptkan Yuan dengan nilai yang setara dengan 10,87 Milyar USD, dan Cina mendapatkan Gas Alam sebesar X. Terlepas dari siapa yang membeli, termasuk Cina atau Jepang, yang terjadi istilahnya kita mendapat 100%, dan Amrik mendapat 100%. Kasus Kedua : Mari kita bayangkan seandainya dalam jangka waktu tertentu kita menjual Gas Alam dengan akumulasi nilai sebesar Rp 100 Trilyun pada kurs Rp 9.200 = 1 USD, munggunakan Rupiah. Yang terjadi dibalik semua kerumitan jual beli, adalah kaidah hukum kekekalan energi dan uang adalah alat yang mewakili energi ini. Dan pelajaran dasar dalam permintaan pasar adalah posisi pasar berada diposisi mana, lebih cenderung ke posisi jual atau lebih cenderung keposisi beli. Dengan kelahiran Gas Alam dari bumi pertiwi tersebut, sebelum transaksi penjualan Gas Alam yang terjadi adalah, ada permintaan pembelian rupiah menggunakan USD dengan akumulasi total Rp 100 Trilyun. Jika pengurus BI bermaksud mempertahankan 1 USD = Rp 9.200,- maka mereka punya hak legal dan elegan untuk mencetak mata uang rupiah sebesar Rp 100 Trilyun. Menjual rupiah ini kenegara yang membutuhkan rupiah, dan sebagai gantinya kita mendaptkan 10,87 Milyar USD bahkan sebelum transaksi jual beli Gas Alam terjadi. Jadi ketika Negara yang membutuhan Gas Alam mendapatkannya, seperti jual-beli biasa, kita pun mendapatkan Rp 100 Trilyun tanpa menyebabkan perubahan nilai tukar 1 USD = Rp 9.200,-. Jadi untuk kasus ini kita mendapatkan Rp 100 Trilyun + 10,87 Milyar USD. Istilahnya 200%. Lanjutan kasus kedua : Itu baru Jika jual gas Alam sebesar Rp 100 trilyun, kalau jual Batu Bara dan Kayu yang akumulasinya senilai Rp 1.000 Trilyun, yang memang saking besarnya ini bisa tidak kelihatan. Ya memang Gajah kalau terlalu dekat dikelopak mata nggak bakalan kelihatan J. Seandainya kita tidak mencetak uang, dan membiarkan rupiah menguat? Seberapa kuatkan dengan transaksi Rp 100 Trilyun tersebut? Jika transaksi terjadi dalam 1 tahun, kemungkinan ada permintaan sebesar Rp 8,33 Trilyun per bulan. Dengan demikian kemungkinan besar Rupiah akan menguat sebesar 8,33/138 Trilyun = kira-kira penguatan sebesar 6 % jika tidak terjadi sentiment-sentimenan dalam transaksi bursa mata uang (kalau ada sentiment-sentimenan ya pengutannya lebih dari itu). Dalam waktu satu tahun, kira-kira rupiahpun akan menguat menjadi 1 USD = Rp 4.552,-. Ini belum lagi jika ditambah dengan pelemahan dolar karena energi/pengguna yang diwakilinya berkurang. Inilah salah satu stragegi yang akan membuat 1 Rp = 1 USD bukan mimpi disiang bolong, ini adalah sesuatu yang bisa kita capai, jauh lebih cepat dari hanya menggunakan 1 strategi biasa: tanpa cetak uang. Jadi Strategi kita adalah : 1. jual kekayaan alam kita dengan rupiah 2. tidak mencetak uang lagi, yang membuat angka nol rupiah dipapan nilai tukar terlalu banyak dan agak memalukan. Jadi lebih baik menghilangkan subsidi BBM daripada mencetak uang lagi dan kerepotan membendung penyelundupan BBM atau Minyak Mentah kenegeri tetangga. Atau lebih baik menghilangkan subsidi BBM daripada menjual ‘ayam-ayam’ penghasil ‘emas’ untuk mendapatkan ‘emas’ lebih banyak, atau daripada kemacetan di Jakarta dan pantura semakin parah. Dan kalau urusan pajak dan BBM kita minta ikut standar dunia, ya kami sebagai warga negara minta juga ke pemerintah kalau ngurus jalan, pendidikan, kesehatan, standar penghasilan juga bercita-cita ikut standar dunia J. Salam, -yohan S- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of yohan Sent: Tuesday, May 06, 2008 3:41 PM To: [EMAIL PROTECTED] Cc: [EMAIL PROTECTED]; [email protected] Subject: [IA-ITB] Teka-teki revenue sharing kekayaan alam Indonesia Dear rekan-rekan alumni, Berikut teka teki ala loedroek mengenai revenue sharing hasil jual kekayaan alam Indonesia yang mungkin saking besarnya tidak kelihatan, ibarat “gajah dipelupuk mata tak tampak, kuman diseberang lautan nampak”. Berapakah kira-kira revenue sharing NKRI jika menjual Gas Alam dengan nilai Rp 100 Trilyun menggunakan USD? Berapakah kira-kira revenue sharing NKRI jika menjual Gas ALam dengan nilai Rp 100 Trilyun menggunakan Rupiah? Salam, -yohan S- El’93 __._,_.___ Messages <http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/message/32738;_ylc=X3oDMTM2NmV1Nm12BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBG1zZ0lkAzMyNzQyBHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTIxMDA2MzI3NQR0cGNJZAMzMjczOA--> in this topic (3) <http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/post;_ylc=X3oDMTJxc3BhczdrBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBG1zZ0lkAzMyNzQyBHNlYwNmdHIEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTIxMDA2MzI3NQ--?act=reply&messageNum=32742> Reply (via web post) | Start <http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/post;_ylc=X3oDMTJlM3ZsanBqBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3RpbWUDMTIxMDA2MzI3NQ--> a new topic Messages <http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/messages;_ylc=X3oDMTJlcDJsaGgzBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwNmdHIEc2xrA21zZ3MEc3RpbWUDMTIxMDA2MzI3NQ--> *** Siapa Alumni ITB di Balikpapan, lalu sembunyi di balik papan tulis ? ;-) Jawaban ada di Database, http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/database ! Kontak A Mufti MA79 ([EMAIL PROTECTED]) jika ada kesulitan teknis [EMAIL PROTECTED] = email untuk ikut milis IA-ITB :-) Members: 4,808 Updated: 1 May 2008 ---------------------------------------------------------------------- *** IA-ITB *** - Merajut komunitas alumni ITB - Persahabatan, Iptek, Desain, Seni, Bisnis, & Kesejahteraan http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB Managed by: IA-ITB, ITB, & 99Venus International (http://99Venus.net ) ---------------------------------------------------------------------- Tips: Bebas banjir email dengan ganti-ganti 2 cara terima berikut 1. [EMAIL PROTECTED] = untuk terima normal (individual emails) 2. [EMAIL PROTECTED] = untuk terima ringkasan (daily digest) <http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkNXFmc2cxBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjEwMDYzMjc1> Image removed by sender. Yahoo! Groups Change <http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/join;_ylc=X3oDMTJmZmcxYnNrBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwNmdHIEc2xrA3N0bmdzBHN0aW1lAzEyMTAwNjMyNzU-> settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch <mailto:[EMAIL PROTECTED]:%20Digest> delivery to Daily Digest | Switch <mailto:[EMAIL PROTECTED]:%20Traditional> format to Traditional Visit <http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB;_ylc=X3oDMTJkN2dqNDNyBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwNmdHIEc2xrA2hwZgRzdGltZQMxMjEwMDYzMjc1> Your Group | Yahoo! Groups <http://docs.yahoo.com/info/terms/> Terms of Use | Unsubscribe <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Recent Activity · 21 New <http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/members;_ylc=X3oDMTJmbW80Mzk3BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZtYnJzBHN0aW1lAzEyMTAwNjMyNzU-> Members Visit <http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB;_ylc=X3oDMTJlMWdkcjQ2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWUDMTIxMDA2MzI3NQ--> Your Group Search Ads Get <http://us.ard.yahoo.com/SIG=13opmifmd/M=493064.12016308.12445700.8674578/D=groups/S=1705240560:NC/Y=YAHOO/EXP=1210070475/L=/B=QjiQDULaX.0-/J=1210063275679828/A=3848641/R=0/SIG=1312g85fq/*http:/searchmarketing.yahoo.com/arp/srchv2.php?o=US2003&cmp=Yahoo&ctv=Groups2&s=Y&s2=&s3=&b=50> new customers. List your web site in Yahoo! Search. Yahoo! Groups Latest <http://us.ard.yahoo.com/SIG=13ojdcq2n/M=493064.12016262.12445669.8674578/D=groups/S=1705240560:NC/Y=YAHOO/EXP=1210070475/L=/B=QziQDULaX.0-/J=1210063275679828/A=5028926/R=0/SIG=11e3tma2a/*http:/new.groups.yahoo.com/moderatorcentral> product news Join Mod. Central stay connected. Yahoo! Groups Join <http://us.ard.yahoo.com/SIG=13o25rer7/M=493064.12016238.12823558.8674578/D=groups/S=1705240560:NC/Y=YAHOO/EXP=1210070475/L=/B=RDiQDULaX.0-/J=1210063275679828/A=5286675/R=0/SIG=11in3uvr5/*http:/new.groups.yahoo.com/planforabalancedlife> a program to help you find balance in your life. . Image removed by sender. __,_._,___
<<image001.jpg>>
<<image002.jpg>>
