kalo masalah ini decision makernya ada di pemerintah selaku regulator seperti 
ESDM dalam hal ini DJLPE dan Dirjen Migas
kenapa dari dulu gak bangun kilang minyak baru?
kenapa dari dulu gak bangun pipanisasi gas ke pusat power plant? kenapa malahan 
bangun diesel di luar jawa ?apa tidak berpikir ke depan kalo minyak akan mahal?
kenapa harus jual gas dan batubara keluar? kenapa gak proteksi utk pemakaian 
dalam negeri dulu?

semuanya itu niat dari para decision maker. kalo diimingi kalo jualan keluar 
bonusnya jalan2 keluar negeri dgn keluarga seperti factory visit,dll, yah susah 
juga!!!

saya aja pernah usulkan untuk bangun coal gas utk isolated area, kenyataannya 
managemen lebih suka sewa diesel dgn justifikasi SFC yg lebih rendah. Artinya 
hal2 yg menurut saya secara teknis bagus, bisa dikalahkan faktor non teknis. 
itulah susahnya BUMN, seharusnya decision maker inilah yg hrs bertanggung jawab 
kalo terjadi kesalahan analisis, karena ini sudah resiko jabatan yg 
dipegangnya!!!
 
-Ricky-
http://ricky.ap2bkendari.com



----- Original Message ----
From: Pekik A. Dahono <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, May 7, 2008 10:52:53
Subject: [indonesia] Re: Krisis Energi Sektor BBM dan Langkah-langkah  
Penyelesainnya

> Subsidi tetap perlu ...
> apa bedanya Indonesia yang kaya minyak dengan Singapore yg tidak punya
> minyak ?
>
Bedanya, mestinya kita lebih makmur dari Singapore. Subsidi bisa dipakai
untuk membuat sekolah gratis, kesehatan gratis, dsb.

> soal jalan macet
> ya itu salahnya pemerintah tidak pernah menambah jalan baru kecuali jalan
> tol saja ...
>
Kemacetan tidak bisa diatasi dengan membangun jalan. Kemacetan bisa
dikurangi dengan memperbanyak mass transportation system. Di mana-mana, yang
namanya kota besar macet kok.

>
> soal penyelundupan , ah itu masalah niat aja koq ...

Tapi jangan dikasih iming2 dong.

>

Untuk mengurangi subsidi tanpa menaikkan harga BBM sebenarnya semua orang
tahu. Tinggal pemerintah niat apa enggak.
1) Kalau ingin mengurangi subsidi, mengapa cari pertamax lebih susah dari
cari cari premium? Mengapa cari solar DEX lebih susah dari cari solar
bersubsidi? Coba kalau cari premium lebih susah dari cari pertamax, terutama
di kota besar, saya yakin subsidi berkurang.
2) Mengapa cari gas susah saat orang disuruh beralih dari minyak tanah ke
gas.
3) Mengapa PLN tidak jualan listrik bersubsidi dan non subsidi?
4) Kalau Pertamina dan PLN menyatakan harga ekonomi atau harga pasar, siapa
yang memeriksa? Masih monopoli kok bisa bilang harga pasar.

> >
> >
> >
> --
> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
akhirat.
>
> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
>


-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt





Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke