Subsidi mungkin suatu saat harus dicabut untuk menghindari pola hidup boros, tetapi sebelum subsidi dicabut seharusnya daya beli dinaikkan dulu. Soal pengalihan subsidi untuk bidang lain (misalnya pendidikan) belum tentu pemerintah bisa konsisten. Lha wong ada sekolah di Jl. Senopati sampai ambruk atapnya karena kondisi yang sudah terlalu bobrok menunjukkan bahwa pemerintah mengurus yang di daerah elit Jakarta saja tidak bisa apalagi mengurus sekolah di cerita Laskar Pelangi nya Andre Hirata.
Naiknya harga BBM dalam negeri karena naiknya harga BBM dunia mungkin perlu dipertanyakan kembali relevansinya. Salah seorang teman kita pernah menyajikan perhitungannya Kwik Kian Gie soal deficit anggaran karena harga BBM dunia naik. Logikanya adalah kita sebagai negara penghasil minyak semestinya senang dengan naiknya harga minyak dunia, karena barang jualan kita semakin mahal. Jadi semestinya kenaikan harga BBM dalam negeri tidak perlu dilakukan. Hal lain lagi adalah timing untuk mengumumkan. Sebelum harga naik, pemerintah sudah gembar-gembor akan menaikkan harga. Akibatnya harga sudah naik duluan. Ketika harga BBM benar-benar naik harga kebutuhan pokok ikut naik lagi. Sehingga menimbulkan efek berganda. AA/AS84 ----- Original Message ---- From: Pekik A. Dahono <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, May 7, 2008 9:52:53 AM Subject: [indonesia] Re: Krisis Energi Sektor BBM dan Langkah-langkah Penyelesainnya > Subsidi tetap perlu ... > apa bedanya Indonesia yang kaya minyak dengan Singapore yg tidak punya > minyak ? > Bedanya, mestinya kita lebih makmur dari Singapore. Subsidi bisa dipakai untuk membuat sekolah gratis, kesehatan gratis, dsb. > soal jalan macet > ya itu salahnya pemerintah tidak pernah menambah jalan baru kecuali jalan > tol saja ... > Kemacetan tidak bisa diatasi dengan membangun jalan. Kemacetan bisa dikurangi dengan memperbanyak mass transportation system. Di mana-mana, yang namanya kota besar macet kok. > > soal penyelundupan , ah itu masalah niat aja koq ... Tapi jangan dikasih iming2 dong. > Untuk mengurangi subsidi tanpa menaikkan harga BBM sebenarnya semua orang tahu. Tinggal pemerintah niat apa enggak. 1) Kalau ingin mengurangi subsidi, mengapa cari pertamax lebih susah dari cari cari premium? Mengapa cari solar DEX lebih susah dari cari solar bersubsidi? Coba kalau cari premium lebih susah dari cari pertamax, terutama di kota besar, saya yakin subsidi berkurang. 2) Mengapa cari gas susah saat orang disuruh beralih dari minyak tanah ke gas. 3) Mengapa PLN tidak jualan listrik bersubsidi dan non subsidi? 4) Kalau Pertamina dan PLN menyatakan harga ekonomi atau harga pasar, siapa yang memeriksa? Masih monopoli kok bisa bilang harga pasar. > > > > > > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt > -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
