Halo Mas Adi......postingan sebelumnya sudah dibaca belum ya.....? Saya salin 
lagi di bawah ini.Analogi sederhananya...kalau tiba2 Anda memukul kawan Anda, 
apakah Anda melakukan ini tanpa sebab? Kalau polisi mengurung Anda karena hasil 
pukulan Anda, apakah Anda hanya akan diam saja? Bukankah Anda akan melakukan 
argumen bahwa pukulan yang Anda lakukan pasti ada sebabnya? Singkat kata, Anda 
pun akan berusaha mencari pembenaran dari apa yang Anda lakukan. Sebaiknya kita 
melihat dari berbagai sudut....bukan sekedar 'pokoknya pemukul kudu dihukum' 
tanpa melihat dan mencari tahu sebab. Kok terlalu dangkal pola pikir semacam 
ini...Joko Julianto_______________________________
 Penyerangan FPI terhadap AKK-BB dapat dikatakan sebagai tindakan yang wajar. 
Asumsi ini disandarkan kepada siapa yang pertama kali yang meyulut api. Saat 
melakukan orasi anggota AKK-BB memancing kemarahan dengan mengatakan “FPI 
laskar setan” dan ucapan sarkasme lainnya. Selain itu kemarahan FPI semakin 
terbakar ketika anggota AKK-BB mengeluarkan senjata dan menembakkan ke 
udara.Kebanyakan media hanya mengekspos kejadian puncak, saat terjadi pemukulan 
yang dilakukan FPI. Rekaman itu disiarkan berulang-ulang di beberapa stasiun 
televisi. Tentu saja, reaksi yang muncul bertambah bencinya masyarakat atas 
aksi-aksi yang dilakukan FPI.Tulisan ini tidak hendak melakukan pembelaan 
terhadap FPI. Namun, sebagai manusia yang cerdas, kita mesti melihat persoalan 
secara komprehensif. Kita harus memilah suatu fakta dengan merujuk pada apa 
penyebabnya, kemudian harus ada penyampaian data dari berbagai versi beserta 
penyerahan bukti (FPI, AKK-BB dan saksi yang berada di dekat kejadian), 
kemudian proses penyesuain data dari masing-masing pihak, setelah itu barulah 
merujuk pada ideologi yang dibawa oleh masing-masing kelompok.Pengambilan 
kesimpulan yang serta merta langsung mengerucut kepada term “Islam tidak 
mengenal kekerasan”, adalah tindakan terburu-buru yang mereduksi fakta-fakta 
yang ada. Meskipun FPI mengusung simbol-simbol Islam, namun kita harus 
meletakkan kelompok ini sebagai komunitas massa objektif yang juga memiliki 
sifat marah jika diejek.Mungkin kita hanya tersenyum sinis ketika melihat 
ketidaksabaran yang berujung kepada tindakan anarkis. Namun, kita juga mesti 
memahami dalam kondisi yang emosional, di tengah terik semangat yang 
mengebu-gebu, seringkali kesabaran dan rasionalitas memudar. Hal inilah yang 
tidak diperhatikan oleh AKK-BB yang sengaja membangkitkan kemarahan FPI dengan 
tindakan arogan menggunakan senjata api.Jangankan FPI, seorang intelektual, 
anggota DPR bahkan Presidenpun ketika disulut emosinya, akan marah dan 
melakukan tindakan yang pada kondisi normal akan kita nilai sebagai tindakan 
yang berlebihan. So, marilh kita ikuti kelanjutan cerita ini dengan jernih… 
From: azhari musa <[EMAIL PROTECTED]>Date: Thu, 5 Jun 2008 12:40:08 -0700 
(PDT)Sangat memprihatinkan, saudara-saudara kita se-iman di Tanah Air sedang 
dihadapi konflik yang bisa menyulut pergelutan antar sesama ummat Islam, dan 
lagi-lagi yang jadi korban adalah akar rumput=Muslimin=rakyat. Sedang pucuk2 
Pimpinan mereka  dengan hidden agendanya hanya dengan modal cuap-cuap di 
hadapan Media dapat meraup aliran dana yang tidak sedikit.FPI (Front Pembela 
Islam) siapa yang membela FPI???Tak perlu komentar panjang lebar deh, silakan 
saja antum baca dua topic yang saya cuplik dari eramuslim.com rubrik Ust. 
Mejawab, Mohon maaf bagi yang telah membaca tapi untuk mengingatkan kembali 
taka pa dehAllahuma arinal-haqqo haqqo, warzuqnat-tibaa’ah wa arinal-baathila 
baathila warzuqnaj tinaabah.Apa yang anda lihat tentang 'aksi-aksi anarkis' 
Front Pembela Islam (FPI) di media, tidak pernah lepas dari penilaian subjektif 
dan objektif media itu sendiri. Kalau kesannya aksi-aksi itu anarkis, memang 
liputanya memang dibuat sedemikian rupa, setidaknya kesan anarkis itu memang 
diekspose, entah tujuannya untuk memojokkan posisi FPI, atau untuk 
menggambarkan betapa umat Islam itu anarkis atau memang sekedar kerjaan insan 
media yang haus sensasi.Yang terakhir itu dimungkinkan karena karekteristik 
media, terutama televisi memang butuh liputan dan gambar yang sensasional. 
Gambar-gambar yang menampilkan proses awal di mana para anggota FPI sedang 
melakukan negosiasi kepada para pemilik tempat hiburan yang secara hukum memang 
melanggar peraturan resmi, nyaris tidak menarik untuk ditampilkan.Tetapi ketika 
pihak pengelola tempat hiburan melakukan pelemparan dan provokasi, lalu FPI 
mempertahankan diri atau balas menyerang, secara gambar memang merupakan momen 
yang cukup menarik. Gambar para aktifis merusak tempat hiburan itulah yang 
dinaikkan di layar kaca. Karena secara visual, gambar itu lebih menarik 
ketimbang gambar orang sedang diskusi yang terlihat hanya pasif dan itu-itu 
saja.Namun tidak tertutup kemungkinan ada unsur kesengajaan dalam penayangan 
gambar anarkisme yang terjadi. Sangat dimungkinkan bahwa pihak media 
dimanfaatkan oleh para cukong pemilik tempat hiburan yang bergelimang dengan 
harta itu untuk menampilkan kesan seolah-olah FPI itu tidak lebih dari 
segerombolan orang yang bertindak anarkis. Tidak pernah diulas kenapa sampai 
terjadi tindakan itu. Media seolah-olah bagai macan ompong ketika harus bicara 
tentang para pengusaha tempat hiburan yang melanggar Perda dan perundangan. 
Yang dimunculkan selalu kesan bahwa FPI adalah pelaku tindak anarki. Namun 
pengusaha tempat maksiat yang jelas-jelas melanggar hukum negara dan sekaligus 
hukum agama, sama sekali tidak pernah diungkapMengapa tidak pernah 
diungkap?Karena para cukong itu punya uang tak terhingga jumlahnya untuk bisa 
membuat para wartawan, jurnalis bahkan pemred media sekalipun untuk duduk manis 
dan tenang, tidak mengorek kesalahan para pengusaha maksiat. Sebaliknya, uang 
juga bisa membuat mereka lebih fasih untuk mengatakan bahwa biang keroknya 
adalah FPI.   

> Date: Fri, 6 Jun 2008 09:09:14 +0700> From: [EMAIL PROTECTED]> To: 
> [email protected]> Subject: [indonesia] Re: Fwd: [anggotaicmi] 
> Membongkar Jaringan AKKBB (Bag.1)> > Apapun latar belakang AKKBB ... kalau 
> satu pihak sudah mulai menyerang> secara fisik duluan ... ya yang menyerang 
> itulah yang salah. Menurut> saya FPI sudah melanggar aturan dan bermain dgn 
> cara "kasar" ... .> Mereka main hakim sendiri ...> > > salam,> > -ai-> > 
_________________________________________________________________
Search for local singles online @ Lavalife - Click here
http://a.ninemsn.com.au/b.aspx?URL=http%3A%2F%2Flavalife9%2Eninemsn%2Ecom%2Eau%2Fclickthru%2Fclickthru%2Eact%3Fid%3Dninemsn%26context%3Dan99%26locale%3Den%5FAU%26a%3D30290&_t=764581033&_r=email_taglines_Search_OCT07&_m=EXT

Kirim email ke