On 6/6/08, Joko Julianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Hehehe.....sorry....sepertinya ga setuju. > Klo begitu, provokator boleh berkeliaran dong? Penghasut, pemfitnah, > agitator dapat hidup aman dung...tanpa peduli memikirkan apa akibat dari > mulutnya. > Ideal memang utang fitnah dibalas dengan fitnah. Dalam hal dua2nya salah, > dua2nya kudu dihukum, terlepas salah satu dapat hukuman lebih ringan dan > lainnya lebih berat. > Hal ini dapat memberikan nilai positif. Di satu sisi, supaya menjadi > pelajaran agar dapat berkata2 dengan baik (tidak semaunya sendiri, tidak > menghasut, tidak provokatif) dan di pihak lainnya dapat mejadi pelajaran > agat dapat mengendalikan diri. > > La kalau provokator ga ditindak, apa ga kasian yang jadi korban? Enak dong > jadi provokator...teriak2..menghasut sana sini....ekeses negatifnya mereka > ga tanggung 'eh...saya ga ikut mukul loh...cuma teriak2...' karena hukum yg > diterapkan....'hukuman dikenakan bagi pelaku kerusakan, bukan untuk > provokator'. Adilkah?
Sepertinya sudah 10 tahun ini kita berada dalam era 'ghazwul fikr (perang pemikiran)' sejalan dengan era informasi; siapa yg mati akal/ pikiran maka akan kalah, Saya setuju kaidah, provokasi teriakan dibalas (argumen) teriakan; janganlah mati akal... Kalo terpaksa, ya mundur dulu... bersabar cari ilham buat strategi; jangan pukulan yg maju apapun alasannya (itu tanda2 org mati akal alias kalah perang ghazwul fikr) setuju kan :-) salam, setiyarso > > Saya minta maaf kepada member milis lainnya...karena menu diskusi menyimpang > dari bahasan inex.... > > Sala, > Joko Julianto > > > ________________________________ > > > Date: Fri, 6 Jun 2008 11:34:55 +0700 > > > From: [EMAIL PROTECTED] > > To: [email protected] > > Subject: [indonesia] Re: Fwd: [anggotaicmi] Membongkar Jaringan AKKBB > (Bag.1) > > > > Seperti yang saya katakan ... yang memulai duluan "memukul" (kekerasan > > fisik) itu akan menjadi tertuduh. Silahkan saja baca undang2 yang ada. > > > > Ibaratnya, kalau seseorang terprovokasi (melalui tulisan, ejekan, > > suara) ... lalu yang terprovokasi itu membalas dgn "pukulan" > > (kekerasan fisik) ... maka tetap yang salah adalah yang melakuan > > "tindak kekerasan" lebih dulu. Kalau provokasi dgn ejekan ... ya balas > > juga dgn ejekan. > > > > Dimana-mana hukum ya begitu. Di negara maju juga begitu ... ;-) > > > > Masak ... orang mukul dibilang wajar ? Itu hukum rimba namanya ... > > > > salam, > > > > -ai- > > > > > > On Fri, Jun 6, 2008 at 9:44 AM, Joko Julianto <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > Halo Mas Adi......postingan sebelumnya sudah dibaca belum ya.....? Saya > > > salin lagi di bawah ini. > > > Analogi sederhananya...kalau tiba2 Anda memukul kawan Anda, apakah Anda > > > melakukan ini tanpa sebab? Kalau polisi mengurung Anda karena hasil > pukulan > > > Anda, apakah Anda hanya akan diam saja? Bukankah Anda akan melakukan > argumen > > > bahwa pukulan yang Anda lakukan pasti ada sebabnya? Singkat kata, Anda > pun > > > akan berusaha mencari pembenaran dari apa yang Anda lakukan. > > > > > > Sebaiknya kita melihat dari berbagai sudut....bukan sekedar 'pokoknya > > > pemukul kudu dihukum' tanpa melihat dan mencari tahu sebab. Kok terlalu > > > dangkal pola pikir semacam ini... > > > > > > Joko Julianto > > > _______________________________ > > > > > > Penyerangan FPI terhadap AKK-BB dapat dikatakan sebagai tindakan yang > > > wajar. Asumsi ini disandarkan kepada siapa yang pertama kali yang > meyulut > > > api. Saat melakukan orasi anggota AKK-BB memancing kemarahan dengan > > > mengatakan "FPI laskar setan" dan ucapan sarkasme lainnya. Selain itu > > > kemarahan FPI semakin terbakar ketika anggota AKK-BB mengeluarkan > senjata > > > dan menembakkan ke udara. > > > > > > Kebanyakan media hanya mengekspos kejadian puncak, saat terjadi > pemukulan > > > yang dilakukan FPI. Rekaman itu disiarkan berulang-ulang di beberapa > stasiun > > > televisi. Tentu saja, reaksi yang muncul bertambah bencinya masyarakat > atas > > > aksi-aksi yang dilakukan FPI. > > > > > > Tulisan ini tidak hendak melakukan pembelaan terhadap FPI. Namun, > sebagai > > > manusia yang cerdas, kita mesti melihat persoalan secara komprehensif. > Kita > > > harus memilah suatu fakta dengan merujuk pada apa penyebabnya, kemudian > > > harus ada penyampaian data dari berbagai versi beserta penyerahan bukti > > > (FPI, AKK-BB dan saksi yang berada di dekat kejadian), kemudian proses > > > penyesuain data dari masing-masing pihak, setelah itu barulah merujuk > pada > > > ideologi yang dibawa oleh masing-masing kelompok. > > > > > > Pengambilan kesimpulan yang serta merta langsung mengerucut kepada term > > > "Islam tidak mengenal kekerasan", adalah tindakan terburu-buru yang > > > mereduksi fakta-fakta yang ada. Meskipun FPI mengusung simbol-simbol > Islam, > > > namun kita harus meletakkan kelompok ini sebagai komunitas massa > objektif > > > yang juga memiliki sifat marah jika diejek. > > > > > > Mungkin kita hanya tersenyum sinis ketika melihat ketidaksabaran yang > > > berujung kepada tindakan anarkis. Namun, kita juga mesti memahami dalam > > > kondisi yang emosional, di tengah terik semangat yang mengebu-gebu, > > > seringkali kesabaran dan rasionalitas memudar. Hal inilah yang tidak > > > diperhatikan oleh AKK-BB yang sengaja membangkitkan kemarahan FPI dengan > > > tindakan arogan menggunakan senjata api. > > > > > > Jangankan FPI, seorang intelektual, anggota DPR bahkan Presidenpun > ketika > > > disulut emosinya, akan marah dan melakukan tindakan yang pada kondisi > normal > > > akan kita nilai sebagai tindakan yang berlebihan. So, marilh kita ikuti > > > kelanjutan cerita ini dengan jernih… > > > > > > > > > > > > From: azhari musa <[EMAIL PROTECTED]> > > > Date: Thu, 5 Jun 2008 12:40:08 -0700 (PDT) > > > > > > Sangat memprihatinkan, saudara-saudara kita se-iman di Tanah Air sedang > > > dihadapi konflik yang bisa menyulut pergelutan antar sesama ummat Islam, > dan > > > lagi-lagi yang jadi korban adalah akar rumput=Muslimin=rakyat. Sedang > pucuk2 > > > Pimpinan mereka  dengan hidden agendanya hanya dengan modal cuap-cuap > di > > > hadapan Media dapat meraup aliran dana yang tidak sedikit. > > > FPI (Front Pembela Islam) siapa yang membela FPI??? > > > Tak perlu komentar panjang lebar deh, silakan saja antum baca dua topic > yang > > > saya cuplik dari eramuslim.com rubrik Ust. Mejawab, Mohon maaf bagi yang > > > telah membaca tapi untuk mengingatkan kembali taka pa deh > > > Allahuma arinal-haqqo haqqo, warzuqnat-tibaa’ah wa arinal-baathila > > > baathila warzuqnaj tinaabah. > > > Apa yang anda lihat tentang 'aksi-aksi anarkis' Front Pembela Islam > (FPI) di > > > media, tidak pernah lepas dari penilaian subjektif dan objektif media > itu > > > sendiri. Kalau kesannya aksi-aksi itu anarkis, memang liputanya memang > > > dibuat sedemikian rupa, setidaknya kesan anarkis itu memang diekspose, > entah > > > tujuannya untuk memojokkan posisi FPI, atau untuk menggambarkan betapa > umat > > > Islam itu anarkis atau memang sekedar kerjaan insan media yang haus > sensasi. > > > Yang terakhir itu dimungkinkan karena karekteristik media, terutama > televisi > > > memang butuh liputan dan gambar yang sensasional. Gambar-gambar yang > > > menampilkan proses awal di mana para anggota FPI sedang melakukan > negosiasi > > > kepada para pemilik tempat hiburan yang secara hukum memang melanggar > > > peraturan resmi, nyaris tidak menarik untuk ditampilkan. > > > Tetapi ketika pihak pengelola tempat hiburan melakukan pelemparan dan > > > provokasi, lalu FPI mempertahankan diri atau balas menyerang, secara > gambar > > > memang merupakan momen yang cukup menarik. Gambar para aktifis merusak > > > tempat hiburan itulah yang dinaikkan di layar kaca. Karena secara > visual, > > > gambar itu lebih menarik ketimbang gambar orang sedang diskusi yang > terlihat > > > hanya pasif dan itu-itu saja. > > > Namun tidak tertutup kemungkinan ada unsur kesengajaan dalam penayangan > > > gambar anarkisme yang terjadi. Sangat dimungkinkan bahwa pihak media > > > dimanfaatkan oleh para cukong pemilik tempat hiburan yang bergelimang > dengan > > > harta itu untuk menampilkan kesan seolah-olah FPI itu tidak lebih dari > > > segerombolan orang yang bertindak anarkis. > > >  Tidak pernah diulas kenapa sampai terjadi tindakan itu. Media > seolah-olah > > > bagai macan ompong ketika harus bicara tentang para pengusaha tempat > hiburan > > > yang melanggar Perda dan perundangan. Yang dimunculkan selalu kesan > bahwa > > > FPI adalah pelaku tindak anarki. Namun pengusaha tempat maksiat yang > > > jelas-jelas melanggar hukum negara dan sekaligus hukum agama, sama > sekali > > > tidak pernah diungkap > > > Mengapa tidak pernah diungkap? > > > Karena para cukong itu punya uang tak terhingga jumlahnya untuk bisa > membuat > > > para wartawan, jurnalis bahkan pemred media sekalipun untuk duduk manis > dan > > > tenang, tidak mengorek kesalahan para pengusaha maksiat. Sebaliknya, > uang > > > juga bisa membuat mereka lebih fasih untuk mengatakan bahwa biang > keroknya > > > adalah FPI. > > >  > > >  > > > > > > > > > ________________________________ > > >> Date: Fri, 6 Jun 2008 09:09:14 +0700 > > >> From: [EMAIL PROTECTED] > > >> To: [email protected] > > >> Subject: [indonesia] Re: Fwd: [anggotaicmi] Membongkar Jaringan AKKBB > > >> (Bag.1) > > >> > > >> Apapun latar belakang AKKBB ... kalau satu pihak sudah mulai menyerang > > >> secara fisik duluan ... ya yang menyerang itulah yang salah. Menurut > > >> saya FPI sudah melanggar aturan dan bermain dgn cara "kasar" ... . > > >> Mereka main hakim sendiri ... > > >> > > >> > > >> salam, > > >> > > >> -ai- > > >> > > >> > > > ________________________________ > > > Click here Search for local singles online @ Lavalife. > > > > -- > > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan > akhirat. > > > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > > > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt > > > ________________________________ > Find out: SEEK Salary Centre Are you paid what you're worth? -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
