Title: Yours Affectionatelly,
Achmad Chamdani Eka P. wrote:
Kalau berbicara mengenai hal yang berhubungan dengan materi, boleh lah
kita pakai teori kebenaran relatif. Tetapi, kalau membahas mengenai yang Gaib,
kebenaran identik dengan "iman" (secara umum). Kita hanya bisa percaya
dan mempercayai sesuatu yang kita anggap benar. Sesuatu yang gaib belum tentu
logis dan bisa dicerna oleh akal. Contohnya, masalah surga, neraka dan kematian.
Tetapi disini bukan berarti bahwa yang  gaib tsb. adalah suatu hal yang sifatnya relatif.
Sebab, pasti hanya 1 yang benar. Wallahua'alam.
nah, selama ini menganalisa, menjustifikasi yang satu ini selalu dari sudut pandang logika yang "mendukung" pendapat pribadi [baca: sejalan]. jadinya tiap orang bebaslah mengeluarkan pendapatnya. so, mana yang harus diikuti?
Untuk menjembatani, hal itu tentunya haruslah ada yang menyoroti dari sudut ghaib tersebut [baca: yang benar itu, lho..!].
Sharing dong, kesesatan yang satu ini melulu berdasarkan dalil alquran dan al hadits!
 

--

Yours Affectionately,

Yadi Supriadi Wendy


-- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke