Sepakat, karena itu saya menyebut Kebenaran Absolut itu ujung2nya ya Tuhan itu 
sendiri. Diluar itu, sekeras2nya logika bekerja hanya akan sampai pada 
Kebenaran Tidak Absolut.

Kembali ke kasus FPI vs AAKKBB (saya berusaha menghindari topik ini 
sebenarnya), diluar keyakinan penafsiran tentang agama, yang menjadi perbedaan 
dan diributkan antara lain kan :

1. Hak2 sipil penganut Ahmadiyah.
2. Wacana apakan Negara sebaiknya mengatur kehidupan beragama atau tidak dan 
sampai sejauh mana.
3. Tinjauan hukum SKB 3 Menteri
4. Kekerasan yang dilakukan komponen masyarakat karena merasa hukum yang ada 
tidak berjalan.
5 ..dst,

Dan ini masih berada dalam domain Kebenaran Tidak Absolute.

Seperti salah satu pembicara dari The Wahid Institute (ebagai komponen AAKKBB) 
di TV semalam, yang menyatakan dia dalam hal teologi juga tidak mengakui nabi 
lain setelah Muhammad, tapi membela Ahmadiyah dalam konteks HAM dst..

Salam Logika,




--- On Wed, 6/11/08, Achmad Chamdani Eka P. <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: Achmad Chamdani Eka P. <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [indonesia] Re: Kebenaran paradoks-relatif
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, June 11, 2008, 5:18 PM
> Kalau berbicara mengenai hal yang berhubungan dengan materi,
> boleh lah
> kita pakai teori kebenaran relatif. Tetapi, kalau membahas
> mengenai yang 
> Gaib,
> kebenaran identik dengan "iman" (secara umum).
> Kita hanya bisa percaya
> dan mempercayai sesuatu yang kita anggap benar. Sesuatu
> yang gaib belum 
> tentu
> logis dan bisa dicerna oleh akal. Contohnya, masalah surga,
> neraka dan 
> kematian.
> Tetapi disini bukan berarti bahwa yang  gaib tsb. adalah
> suatu hal yang 
> sifatnya relatif.
> Sebab, pasti hanya 1 yang benar. Wallahua'alam.
> 
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "akhyar" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Wednesday, June 11, 2008 5:06 PM
> Subject: [indonesia] Re: Kebenaran paradoks-relatif
> 
> 
> Jadi ingin ikutan, tapi bukan membahas FPI vs AAKKB
> 
> Ini tentang Kebenaran Tidak Absolut.
> 
> Yang dibahas dalam email sebelumnya adalah jenis Kebenaran
> Tidak Absolut 
> yang disebut Paradoks, atau dalam bahasa saya :
> 
> 'Paradoks adalah Kebenaran Tidak Absolut yang
> diakibatkan oleh Perbedaan 
> Sudut Pandang Pengamat. Ini adalah jenis kebenaran tidak
> absolut yang 
> digagas oleh Newton.'
> 
> Kemudian Einstein menawarkan jenis Kebenaran Tidak Absolut
> lainnya yang 
> sering disebut relativisme atau dalam hal ini Kebenaran
> Relatif, yaitu 
> Kebenaran Tidak Absolut yang diakibatkan oleh hadirnya
> parameter Waktu.
> 
> Selengkapnya dapat dibaca pada :
> 
> http://indonesiawi.wordpress.com/2008/04/03/kebenaran-tidak-absolut-paradoks-relative
> 
> TOE sendiri belum ada dan terus dikembangkan, dan kalau
> saya berandai2 nanti 
> juga ujung2nya Tuhan itu sendiri.
> 
> Salam Kebeneran,
> 
> 
> --- On Wed, 6/11/08, muhammad arif
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > From: muhammad arif <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: [indonesia] Dualisme yang paradox jd jangan
> saling menyalahkan
> > To: [email protected]
> > Cc: [EMAIL PROTECTED]
> > Date: Wednesday, June 11, 2008, 4:17 PM
> > Dear all,
> > &nbsp;
> > Dari hampir semua milis semua membicarakan hal yang
> gak ada
> > pemecahan nya dan berakhir dengan saling menyalahkan
> dan
> > akhirnya malah EGP meski semestinya dua pihak tersebut
> > salah atau dua pihak tersebut benar adanya.
> > &nbsp;
> > "Dan yang ber ilmu lah (berpengetahuan dan
> mengerti)
> > yang akan diangkat derajatnya"
> > &nbsp;
> > urun rembuk milis dibawah bisa menjadi penyejuk..
> > &nbsp;
> > br/ma
> > &nbsp;
> > &nbsp;
> > &nbsp;
> > From: rusdi taufik
> > &lt;[EMAIL PROTECTED]&gt;
> > Subject: Re: [Interdisiplin] Imam Syafii; was:Jawaban
> yang
> > bijak; Dualisme yg paradok
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Date: Tuesday, June 3, 2008, 2:58 PM
> >
> > &nbsp;
> > Sebagai urun rembuk,
> > &nbsp;
> > Sejak kita di SMA sudah mengerti apa itu hukum
> snellius
> > juga teori dualisme yang paradok - yang pada intinya
> hukum
> > tersebut dapat ngetrap/pener = benar tergantung pada
> > tempatnya/kondisi syarat batas.
> > &nbsp;
> > Sayangnya ilmu2 sosial sangat terlambat berkembang
> hingga
> > saat ini, sehingga timbul banyak permasalahan jika
> kondisi
> > tersebut sebenarnya dualisme yang paradok, pada saat
> mana
> > kondisi itu benar kita semua tidak mengetahui, masalah
> ini
> > akan menjadi sangat krusial bila permasalahan bangsa
> sampai
> > agama dibawa bawa....alhasil yang terjadi adalah
> gontok2 an
> > pengakuan terhadap kebenaran yang diakui masing masing
> > pihak.
> > &nbsp;
> > Sejarah panjang tentang agama2 besar pun telah terjadi
> hal
> > hal tersebut, sejak masa awal khalifah pun sudah
> terjadi
> > sampai timbulnya aliran besar ahlulsunnah disatu pihak
> dan
> > syiah dilain pihak selalu berhadap hadapan sampai
> sekarang.
> > &nbsp;
> > Kembali ke dualisme yang paradok, kalau kita ngak
> ngerti
> > pasti akan gontok2 an mengaku yang benar, namun bila
> kita
> > mengerti benar dualisme yang paradok maka hal tersebut
> akan
> > terselesaikan.
> > &nbsp;
> > Ahmadiyah yang saya ketahui teramat mirip dengan syiah
> > (CMIIW) tentang keyakinan datangnya Imam Mahdi yang
> adalah
> > keturunan orang persia (Salman alfarizi) dimana juga
> para
> > imam dan imam yang terakhir yang akan membawa
> kebenaran dan
> > membenahi serta membawa keadilan
> > &nbsp;
> >
> > Namun, apakah kita mesti percayai serta harus
> menunggunya?
> >
> ??&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
> >
> > &nbsp;
> > Bila kita kembali pada akhir abad yang besar ini
> khususnya
> > di akhir dekade ini, dimana sebahagian dari kita
> dihampir
> > belahan benua mengalami bencana dan multi krisis.
> namun
> > sayang hanya ditemukan manusia-manusia kerdil;
> “kleine
> > Geschlecht” - yaitu orang yang bodoh &amp;
> dholim
> > karena krisis pemahamannya .......perselisihan yang
> > menyakitkan hati merupakan ciri pembeda peradaban
> sejak
> > dahulu hingga sekarang ......... secara menyeluruh
> > masyarakat kita menemukan jati dirinya dalam krisis
> yang
> > juga sama. Kita dapat membaca tentang bermacam
> kenyataan
> > setiap hari di surat kabar. Kita mengalami inflasi
> yang
> > tinngi dan pengangguran, kita mengalami krisis energi,
> satu
> > krisis dalam kepedulian kesehatan, polusi dan
> bermacam-macam
> > gangguan lingkungan, gejolak melonjaknya keganasan dan
> > kriminologi serta teror dan juga lainnya .......
> Sungguh
> > gejolak stres kritis terjadi&nbsp; mengglobal;
> > Pengerusakan WTC dalam jurang yang dalam dan teror bom
> di
> > Bali ........
> >  penyerangan ke Afghanistan , Iraq , Palestina tanpa
> lasan
> > yang jelas...&nbsp;&nbsp;
> > &nbsp;&nbsp;&nbsp;
> > &nbsp;
> >
> > # Kita telah belajar dari pengalaman yang pahit, bahwa
> > pikiran rasional tidaklah cukup untuk memecah masalah
> > masalah kehidupan kita. Penyelidikan yang mendalam dan
> > pekerjaan ilmiah yang hebat sudah seringkali
> menimbulkan
> > akibat yang sedih bagi umat manusia, menghasilkan pada
> satu
> > pihak pendapatan-pendapat an yang membebaskan manusia
> dari
> > kerja badani yang berat; tetapi sebaliknya
> > pendapatan-pendapat an itu membuat hidupnya sangat
> gelisah,
> > menjadikan dia budak dari lingkungan teknologinya, dan
> [yang
> > paling celaka lagi dari segala-galanya] memperbuat
> alat
> > untuk menghancurkan sesama manusia secara
> besar-besaran.
> > Sesungguhnya ini adalah satu tragedi yang menyedihkan
> > sekali!
> > &nbsp;
> > # Betapa pun sedihnya tragedi itu, barangkali lebih
> tragis
> > lagi, bahwa selagi manusia menghasilkan banyak sarjana
> yang
> > mencapai hasil yang luar biasa besarnya dalam lapangan
> ilmu
> > dan teknologi, kita sudah lama sekali tidak berhasil
> > menemukan penyelesaian yang layak bagi pertikaian
> politik
> > dan ketegangan ekonomi yang sedemikian banyak
> melingkungi
> > kita....&nbsp;
> > &nbsp;
> > # Tak sangsi lagi, bahwa pertentangan kepentingan
> ekonomi
> > didalam dan diantara bangsa-bangsa sebagian besar
> menjadi
> > sebab timbulnya keadaan yang berbahaya dan mengancam
> dunia
> > pada masa sekarang. Orang tak berhasil melaksanakan
> > bentuk-bentuk organisasi politik dan ekonomi yang
> menjamin
> > hidup berdamai antara bangsa-bangsa di dunia ini. Ia
> tak
> > berhasil membangun satu sistem yang dapat melenyapkan
> > kemungkinan berperang dan meghapuskan untuk
> selama-lamanya
> > alat-alat pembunuh manusia yang mengerikan itu.
> > (Einstein’s)
> > &nbsp;
> > # "Yang lebih penting dalam pengembangan sains ;
> > Yaitu, orang membutuhkan melihat tak lebih jauh
> ketimbang
> > Copernicus dan penanggalan untuk menemukan bahwa
> kondisi
> > luar bisa menolong untuk mengubah anomali yang
> sederhana
> > menjadi sumber krisis malapetaka. Contoh yang sama
> > menggambarkan cara yang mana keadaan diluar sain bisa
> > merangsang dan membimbing kemungkinan yang tersedia
> pada
> > seseorang yang mencarikan jalan untuk mengakhiri suatu
> > krisis dengan satu usulan atau reformasi revolusioner
> yang
> > lain.“ 3) (® Thomas S.Kuhn ;1962)
> > &nbsp;
> > # Boleh jadi bahwa kita juga sedang secara bersama
> bersiap
> > sedia untuk berevolusi kesatu lonjakan?&nbsp; Ahli
> > fisika John Platt mengusulkan bahwa kemanusiaan
> sekarang
> > sedang mengarungi suatu perubahan medan yang berat dan
> > barangkali mencuat keatas dengan sangat cepat menjadi
> > bentuk-bentuk terkoordinasikan, menjadi sesuatu yang
> belum
> > pernah dikenal sebelumnya ....
> > &nbsp;
> > &nbsp;
> > "Tak hanya para pakar &amp; ILMUWAN harus mau
> > menggapai pengetahuan &amp; ilmu sosial, namun-
> inilah
> > yang tersulit dari semuanya; Mereka harus
> menyebarluaskan
> > ke segenap penjuru dunia atas milik temuannya itu;
> kalau
> > mereka tak berhasil dalam enterprise- usaha bersama
> yang
> > sulit ini, orang akan menghancurkan dirinya
> sendiridengan
> > kepandaiannya yang separuh-separuh. Saya terilhami
> kalau ia
> > melincur-keluar jalur ®kedepan, masyarakat hanya akan
> > berswama tikus-tikus. Tapi saya senang, saya tak
> > mengalaminya. " (Bertrand Russell) 1)
> > &nbsp;
> > # Toynbee: " ... Dan sungguh akan datang dan
> tinggal
> > bersama kita dalam proses selama, dalam ukuran
> waktunya,
> > yaitu begitu ditemukannya matematik permesinan begitu
> > terjadi revolusi industri (di Inggris pada zaman
> Newton);
> > hal itu berkat kesungguhan yang serta merta menjadikan
> > kemampuan orang untuk membuat “alam yang tak
> manusiawi”
> > (DA, sain modern, dan teknologi komputer) menghasilkan
> > apa-apa yang dibutuhkan manusia dari properti non
> human
> > nature tadi (= TOE/ HDA, untuk implementasi RLA) untuk
> > pertama kalinya dalam sejarah, membuat ideal Dunia
> Damai/
> > Kesejahteraan bersama menjadi satu kenyataan praktis
> bukan
> > impian utopia saja ...”
> > &nbsp;
> > &nbsp;
> > Beranalogi pada kita, orang yang terlahir pada abad XX
> ini
> > adalah pewaris TOE (= pewaris seluruh ilmu &amp;
> > pengetahuan dan menguasai segenap pengetahuan guna
> > pengetrapan Dunia Damai - RLA - RahmatanLil `Alamiin)
> > &nbsp;
> > Maka dari itu memperpokok masalahkan implementasi
> > DuniaDamai haruslah orang menguasai TOE.
> > &nbsp;
> >
> > &nbsp;&nbsp;
> > Taufik Rusdi &nbsp;/ World Islah Enterprise
> > taufikrusdi_ [EMAIL PROTECTED] com
> > http://world- islah-enterprise .tripod.com
> > http://world- islah-enterprise -indonesia. tripod.com
> > &nbsp;
> > &nbsp;
> > &nbsp;
> > --- In Interdisiplin@ yahoogroups. com, sudarmono
> sasmono
> > &gt; &lt;udharslytherin@ &gt; wrote:
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Well, yah beda kasus dong. Hukum
> fikh
> > mati bagi yang murtad
> > &gt; dijatuhkan pada mereka yang sebelumnya
> > bersyahadat, bersaksi tidak ada
> > &gt; Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah
> utusan
> > Allah yang terakhir.
> > &gt; Kemudian membatalkan kesaksian tersebut dan
> > berpindah bersaksi
> > &gt; mengakui yang lain.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Ahmadiyah, dari awalnya memiliki
> > kesaksian yang berbeda.
> > &gt; Kesaksiannya menambahkan Mirza Ghulam Ahmad
> > sebagai nabi. Jadi dari
> > &gt; sisi teologi aqidahnya, Ahmadiyah dari
> awalnya
> > tidak bisa disebut
> > &gt; Muslim atau Islam. Sekte atau mahzab pun
> tidak.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Mungkin lebih tepat jika disebut
> > Ahmadiyah adalah sebuah bentuk
> > &gt; religuisitas baru yang dikembangkan oleh
> manusia
> > modern. Bentuk
> > &gt; religuisitas ini memiliki beberapa kemiripan
> idiom
> > dengan Islam.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Bagaimana bisa kita menghukum mati
> mereka
> > yang bukan Islam dengan
> > &gt; alasan murtad, kan aneh. Di negara teokrasi
> Islam
> > murni seperti
> > &gt; kekhalifahan Islam pun itu statusnya dhalim.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Menyuruh mereka mendeklarasikan
> Ahmadiyah
> > sebagai bentuk agama
> > &gt; baru sebenarnya hanya sebuah penegasan publik
> > status religiusitas
> > &gt; mereka, karena ada kalangan yang terganggu
> dengan
> > berbagai kemiripan
> > &gt; idiom tersebut.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Jabat Erat,
> > &gt; &gt; Udar,-
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; handhika ramadhan
> &lt;isaacnewtonid@
> > &gt; wrote:
> > &gt; &gt; Kang Udhar,
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt;&gt;Tapi ini bukan jaman
> > Khilafah dan Indonesia adalah sebuah negera
> > &gt; demokrasi yang &gt;&gt;tidak sekuler
> 100%
> > tapi bukan juga teokrasi 100%.
> > &gt; Jadi solusinya bagaimana ?. Yah
> > &gt;&gt;tidak jauh dari yg selama ini
> > &gt; diwacanakan :
> > &gt; &gt; &gt;&gt;
> > &gt; &gt; &gt;&gt;Pengikut Ahmadiyah
> > menyatakan diri keluar dari Islam dan
> > &gt; menyebut Ahmadiyah &gt;&gt;agama
> baru.
> > Keputusan ini akan menjauhkan
> > &gt; Ahmadiyah dari konflik dengan umat Islam
> > &gt;&gt;yang memposisikan diri
> > &gt; sebagai penjaga aqidah. Urusan berikutnya
> tinggal
> > apakah &gt;&gt;Ahmadiyah
> > &gt; diakui negara sebagai sebuah agama. Karena
> sampai
> > saat ini Indonesia
> > &gt; &gt;&gt;hanya mengakui Islam,
> Katolik,
> > Protestan, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Saya tertarik untuk membahas kutipan
> > respon kang Udhar di atas.
> > &gt; Sesungguhnya jawaban inilah yg saya tunggu2
> untuk
> > dibahas.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Menurut kang Udhar, apakah dengan
> > menyuruh penganut Ahmadiyah keluar
> > &gt; dari Islam, persoalannya akan selesai begitu
> saja?
> > &gt; &gt; Saya pikir, justru
> "solusi"
> > seperti ini adalah rancu, dan sama saja
> > &gt; menggiring para Ahmadiyyin (pemeluk
> Ahmadiyah) ke
> > tempat penjagalan
> > &gt; (baca: kematian).
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Mengapa?
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Dalam fiqh Islam, dikenal konsep
> > ridda'. Hukum Islam bagi seorang yg
> > &gt; murtad adalah hukum mati. Apakah kang Udhar
> setuju
> > dengan interpretasi
> > &gt; hukuman bagi orang murtad ini? Saya pribadi
> tidak,
> > dan saya yakin akan
> > &gt; re-interpretasi hukum ini, mengingat hukuman
> mati
> > bagi orang yg murtad
> > &gt; dengan sukarela adalah bertentangan dengan
> > kemanusiaan. Jika seseorang
> > &gt; berhak untuk memeluk Islam dengan merdeka dan
> > sukarela, mengapa pula
> > &gt; orang tersebut tidak diperbolehkan murtad
> dengan
> > sukarela (tentu lain
> > &gt; ceritanya jika kemurtadannya dipaksa, atau
> jika
> > dengan kemurtadannya
> > &gt; ia memerangi Islam).
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; But anyway, saya tidak akan
> berpanjang
> > lebar membahas konsep hukum
> > &gt; Islam yg kontroversial itu. Point yang ingin
> saya
> > ajukan di sini
> > &gt; adalah, jika hukuman bagi orang murtad adalah
> > hukuman mati, maka
> > &gt; dengan menyuruh pemeluk Ahmadiyyah
> "bedol
> > desa" murtad dari Islam
> > &gt; adalah sama dengan menggiring mereka ke liang
> > lahat mereka, karena
> > &gt; dengan murtadnya mereka para ulama menjadi
> punya
> > alibi untuk
> > &gt; menjatuhkan hukuman mati kepada mereka.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Well, solusi akang bukan solusi yg
> baik
> > rupanya..... .melainkan
> > &gt; solusi yg "menjebak".
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Jabat lebih erat,
> > &gt; &gt; Handhika
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; ============ ========= =========
> ======
> > &gt; &gt; Where the mind is without fear and
> the
> > head is held high....
> > &gt; &gt; Where the knowledge is free...
> > &gt; &gt; Where the world has not been broken
> up
> > into fragments by narrow
> > &gt; domestic walls...
> > &gt; &gt; Where words come out from the depth
> of
> > truth...
> > &gt; &gt; Where tireless striving stretches
> its
> > arms toward perfection.. ..
> > &gt; &gt; Where the clear stream of reason has
> not
> > lost its way into the
> > &gt; dreary sand of dead habit....
> > &gt; &gt; Where the mind is led forward by
> Thee
> > into ever-widening thought and
> > &gt; action....
> > &gt; &gt; Into that Heaven of Freedom, My God,
> let
> > my country awake.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; - Rabindranath Tagore in
> > "Gitanjali" -
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; --- On Tue, 6/3/08, sudarmono
> sasmono
> > &lt;udharslytherin@ &gt; wrote:
> > &gt; &gt; From: sudarmono sasmono
> > &lt;udharslytherin@ &gt;
> > &gt; &gt; Subject: Re: [Interdisiplin] Jawaban
> yang
> > bijak; was: Re: Sendyakala
> > &gt; ing Indonesia
> > &gt; &gt; To: Interdisiplin@ yahoogroups. com
> > &gt; &gt; Date: Tuesday, June 3, 2008, 9:19 AM
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Dear All,
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Sekitar 2-3 tahun yang lalu, saya
> > mengajar materi kewirausahaan di
> > &gt; Al Biruni, sebuah sekolah binaan Pesantren
> > Ikhwanul Muslimin, salah
> > &gt; satu dari sekian puluh pesantren salaf di
> kawasan
> > Babakan Ciwaringin
> > &gt; Kab Cirebon. Disanalah saya berkenalan dan
> sering
> > berdiskusi dengan KH
> > &gt; Maman Imanul Haq Al Faqih, pimpinan pontren
> Al
> > Mizan Jatiwangi
> > &gt; Majalengka yang menjadi salah satu korban FPI
> > kemarin. Kang Maman,
> > &gt; demikian beliau disapa adalah salah satu dari
> > sekian banyak kyai muda
> > &gt; nahdhiyin yang menjadi aktivis Fahmina
> Institute,
> > sebuah LSM yang giat
> > &gt; mempromosikan kesetaraan gender dan kebebasan
> > beragama. Idiom mereka
> > &gt; yang paling terkenal adalah "Agama,
> karunia
> > terbesar kemanusiaan" .
> > &gt; Misi besarnya menarik yaitu menghentikan
> konflik
> > antar agama karena
> > &gt; agama adalah pilihan, agama didorong untuk
> > berbicara mengenai sebuah
> > &gt; gagasan besar bagaimana agama membawa
> > kesejahteraan. Teman-teman
> > &gt; disini berkeyakinan semua agama pada dasarnya
> > mengajarkan kebaikan.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Kalimat terakhir ini adalah kalimat
> yang
> > menarik di kaji untuk
> > &gt; kasus Ahmadiyah. Sebagai sebuah kepercayaan
> dalam
> > pandangan internal
> > &gt; pengikutnya Ahmadiyah pasti mengajarkan
> > nilai-nilai kebaikan.
> > &gt; Persoalannya apakah nilai yang diyakini baik
> oleh
> > Ahmadiyah adalah
> > &gt; nilai yang juga diyakini baik oleh orang
> diluar
> > mereka. Tidak jadi
> > &gt; persoalan sebenarnya kalau Ahmadiyah
> menenmpatkan
> > diri bukan sebagai
> > &gt; subset mainstream besar Islam dan nilai yang
> > dipersoalkan adalah
> > &gt; sistem nilai yang dalam Islam masuk kedalam
> > persoalan aqidah.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Seperti yang sudah diketahui 3
> lingkaran
> > sistem nilai Islam adalah
> > &gt; aqidah, syariah dan muamalah. Aqidah adalah
> > lingkaran inti, syariah
> > &gt; adalah lingkaran berikutnya dan muamalah
> adalah
> > lingkaran selanjutnya.
> > &gt; Pada lingkaran syariah yg lazim disebut juga
> > lingkar fikh, demikian
> > &gt; pula muamalah, wilayahnya sangat toleran dan
> > sangat demokratis.
> > &gt; Seperti yang pernah saya sampaikan bahwa ada
> > kaidah yg mengatakan "
> > &gt; fatwa jumhur ulama tidak membatalkan fatwa
> ulama
> > yg mayoritas".
> > &gt; Kebebasan berpendapat dalam urusan fikh
> sedemikian
> > rupa.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Tetapi tidak dalam persoalan aqidah.
> > Tidak ada perbedaan untuk
> > &gt; aqidah yang sangat fundamental. Meskipun
> dalam
> > persoalan aqidah yang
> > &gt; sifatnya cabang, masih dibolehkan beda
> > interpretasi.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Sekali lagi persoalan Ahmadiyah
> adalah
> > persoalan aqidah
> > &gt; fundamental. Karena kesaksian keislaman
> seseorang
> > disebut sah jika dia
> > &gt; mengakui Muhammad adalah utusan Allah yang
> > terakhir.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Penyimpangan aqidah dalam tarikh
> Islam
> > harus diluruskan kalau
> > &gt; perlu dengan kekerasan senjata. Pada titik
> inilah
> > langkah FPI dapat
> > &gt; dibenarkan, karena memang ada contohnya dalam
> > pengambilan keputusan
> > &gt; hukum di jaman Khulafaur Rasyidin.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Tapi ini bukan jaman Khilafah dan
> > Indonesia adalah sebuah negera
> > &gt; demokrasi yang tidak sekuler 100% tapi bukan
> juga
> > teokrasi 100%. Jadi
> > &gt; solusinya bagaimana ?. Yah tidak jauh dari yg
> > selama ini diwacanakan :
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Pengikut Ahmadiyah menyatakan diri
> keluar
> > dari Islam dan menyebut
> > &gt; Ahmadiyah agama baru. Keputusan ini akan
> > menjauhkan Ahmadiyah dari
> > &gt; konflik dengan umat Islam yang memposisikan
> diri
> > sebagai penjaga
> > &gt; aqidah. Urusan berikutnya tinggal apakah
> Ahmadiyah
> > diakui negara
> > &gt; sebagai sebuah agama. Karena sampai saat ini
> > Indonesia hanya mengakui
> > &gt; Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan
> Kong
> > Hu Cu.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Bila negara tidak mengakui Ahmadiyah
> > sebagai agama baru, maka
> > &gt; mereka harus memilih berinduk sebagai salah
> satu
> > sekte dari 6 agama
> > &gt; yang diakui negara tersebut. Karena
> persoalannya
> > sudah menyangku
> > &gt; hak-hak sipil sebagai warganegara yg
> mengharuskan
> > penyebutan agama.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Kalau Islam menolak, mereka mau
> menginduk
> > kemana. Biasanya yang
> > &gt; selalu terbuka adalah Katolik. Salah satu yg
> > terkenal adalah bagaimana
> > &gt; Katolik menerima Ajaran Madrais yang ditolak
> Islam
> > sebagai salah satu
> > &gt; sektenya yang kemudian mendorong kawasan
> Cigugur
> > Kuningan sebagai
> > &gt; enclave Katolik di Jawa Barat.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Disinilah cara pandang Kyai-kyai
> besar
> > nahdhiyin semisal Gus Dur
> > &gt; atau Kang Maman yang melakukan pendekatan
> > merangkul, sehingga
> > &gt; komunitas Ahmadiyah tetap menginduk kepada
> Islam,
> > sambil
> > &gt; perlahan-lahan diajak menempatkan Mirza
> Ghulam
> > Ahmad bukan lagi
> > &gt; sebagai Nabi tetapi cukup sebagai Wali.
> Merangkul
> > yah harus dengan
> > &gt; membela dong.
> > &gt; &gt; Pada sisi ini kelompok pembela
> Ahmadiyah
> > dapat dibenarkan.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Biar aksesorisnya makin okey,
> beberapa
> > tokoh non muslim pun
> > &gt; diajak. Itu khas banget lho, pendekatannya.
> Yang
> > bikin kesal sih,
> > &gt; kalau memang niatnya dakwah kenapa harus
> frontal.
> > tetapi teman-teman
> > &gt; nahdhiyin memang senang menjadi objek
> pemberitaan
> > media.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Jadi, lagi-lagi issue Ahmadiyah
> menjadi
> > komoditas ekonomi kelompok
> > &gt; penganjur pembubaran dan kelompok pembela.
> > Ujung-ujungnya funding dari
> > &gt; LSM-LSM yang mempromosikan demokrasi.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Terus Ahmadiyah mau digimanain, yah
> > terserah, Anda mau masuk
> > &gt; kelompok mana. Kalau anda nanya saya. Saya
> akan
> > jawab, biarkan aja
> > &gt; Ahmadiyah ada. Biar teman-teman nahdhiyin dan
> FPI
> > punya bahan buat
> > &gt; dapat dana yang bisa buat menghidupi
> anggotanya.
> > Sekarang jaman susah,
> > &gt; pak. Harga-harga naik. Jangan salah lho,
> kalau FPI
> > dari issue-issue
> > &gt; seperti ini akan dapat dana bantuan dari
> > negara-negara timur tengah
> > &gt; seperti Saudi Arabia dan Qatar.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Boleh percaya, boleh tidak, issue
> itu
> > selalu ada ongkosnya.
> > &gt; Realita. Saya adalah orang yang haqqul yakin
> 100 %
> > Indonesia akan
> > &gt; berusia seribu tahun lagi mengalahkan usia
> Amerika
> > Serikat si kampiun
> > &gt; demokrasi.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Don't Worry, Be Happy !
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Jabat Erat,
> > &gt; &gt; Udar,-
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; handhika ramadhan
> &lt;isaacnewtonid@
> > yahoo.com&gt; wrote:
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Mas Agung,
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Kita tunggu respon kang Udhar
> tentang
> > solusi kasus Ahmadiyah ini.
> > &gt; Apakah setuju untuk disuruh membentuk agama
> > sendiri, atau dibubarkan
> > &gt; (lalu follow up nya apa?), atau diterima
> dengan
> > lapang dada sebagai
> > &gt; bagian dari dinamika dan realitas keberagaman
> > umat. Ataua mungkin mas
> > &gt; Agung punya opini pribadi tentang ini? Monggo
> > komentarnya. ....
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Btw, mengenai link tentang presiden2
> > Amerika tadi, saya pribadi
> > &gt; tidak terlalu tertarik untuk hanyut dalam
> > "logika" teori konspirasi:
> > &gt; freemasonry, grand lodge, illuminati, new
> wolrd
> > order,etc... ..
> > &gt; &gt; Sekadar mas Agung ketahui, dengan
> tegas
> > saya nyatakan bahwa saya
> > &gt; adalah pengagum pemikiran-pemikiran jenius
> Thomas
> > Jefferson. Bila
> > &gt; dengan begitu saya lalu dituduh bersimpati
> (atau
> > bahkan menjadi
> > &gt; anggota) Freemasonry, well I don't care.
> Kalau
> > kata Imam Syafi'i,
> > &gt; "jika mencintai ahlul bait itu dikatakan
> > rafidhah (syiah), maka
> > &gt; biarlah saya menjadi seorang rafidhah".
> > Meminjam ucapan sang imam
> > &gt; besar, saya pun berkata "jika mengagumi
> > Jefferson dicap freemason,
> > &gt; maka biarlah saya menjadi freemason".
> > &gt; &gt; Btw, saya juga punya argumentasi
> bahwa
> > teori-teori konspirasi macam
> > &gt; itu adalah hoax. Kalau mas Agung percaya
> bahwa
> > protocol of zion itu
> > &gt; benar ada, maka saya juga boleh menyanggah
> bahwa
> > itu hanyalah hoax
> > belaka
> > &gt; &gt; &lt;http://en.wikipedia
> .org/wiki/
> > Protocol_ of_Zion&gt;.
> > &gt; &gt; Tentu sumber dari wikipedia punya
> nilai
> > orisinalitas dan pertanggung
> > &gt; jawaban akademis yang kecil, tetapi paling
> tidak
> > sama lah (atau
> > &gt; mungkin bahkan lebih ilmiah) dengan reputasi
> > informasi dari youtube,
> > &gt; bukan begitu?
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; --- On Mon, 6/2/08, Agung
> > &lt;trisetyarso@ gmail.com&gt; wrote:
> > &gt; &gt; From: Agung &lt;trisetyarso@
> > gmail.com&gt;
> > &gt; &gt; Subject: [Interdisiplin] Jawaban
> yang
> > bijak; was: Re: Sendyakala ing
> > &gt; Indonesia
> > &gt; &gt; To: Interdisiplin@ yahoogroups. com
> > &gt; &gt; Date: Monday, June 2, 2008, 11:32 PM
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Handhika, seperti saya katakan
> > sebelumnya, kamu ndak bisa
> > katakan
> > &gt; &gt; bahwa sikap seperti Kang Udhar
> adalah
> > "mendukung FPI" (100 %) dan
> > &gt; &gt; bahwa "hati nurani di Indonesia
> > sudah mati".
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Konflik di lapangan tersebut,
> seperti
> > kata Kang Udhar, adalah puncak
> > &gt; &gt; dari konflik antara dua pihak, yaitu
> FPI
> > dan AKKBB. Seharusnya, pihak
> > &gt; &gt; pemerintah jauh-jauh hari dapat
> > mengakomodir kepentingan kedua pihak,
> > &gt; &gt; yaitu dalam kasus ini adalah
> permasalahan
> > Ahmadiyah. Disebabkan
> > &gt; &gt; masalah tersebut berlarut-larut,
> akhirnya
> > menjadi meledak seperti
> > itu.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Pemecahan permasalahan seperti ini
> adalah
> > di pengadilan, sebagaimana
> > &gt; &gt; yang telah mulai diusahakan
> Pemerintah
> > (sehingga anggapan kamu bahwa
> > &gt; &gt; hukum di Indonesia telah mati, itu
> > salah).
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Yang perlu diperhatikan, hendaknya
> solusi
> > yang dibuat jangan
> > &gt; &gt; melahirkan masalah-masalah baru.
> Seperti
> > pembubaran FPI atau AKKBB,
> > &gt; &gt; dapat melahirkan permasalahan baru.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Btw, saya justru melihat ada
> dinamika
> > yang bagus dalam kasus ini.
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Salam,
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; Agung
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; NB: Bagi yang kagum dengan Amrik:
> > &gt; &gt; http://trisetyarso. wordpress.
> com/2008/
> > 06/02/sehebat- apa-para-
> > &gt; presiden- di-amerika/
> > &gt; &gt;
> > &gt; &gt; --- In Interdisiplin@ yahoogroups.
> com,
> > handhika ramadhan
> > &gt; &gt; &lt;isaacnewtonid@ ...&gt;
> wrote:
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; Kang Udhar,
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; Salam kenal! Terima kasih
> atas
> > tanggapan berbobotnya (karena
> > &gt; &gt; kebanyakan tanggapan justru tidak
> > berbobot).
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; Pertama-tama, saya ucapkan
> > istighfar atas dukungan kang Udhar kepada
> > &gt; &gt; FPI....dukungan kekerasan dan
> penyerangan
> > terhadap wanita dan anak2.
> > &gt; &gt; Semakin saya yakin bahwa hati nurani
> di
> > Indonesia semakin mati.
> > &gt; &gt; Innalillahi wa innailaihi
> raajiuun.... .
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; Anyway, kembali ke pokok
> > permasalahan. Menurut kang Udhar, bagaimana
> > &gt; &gt; sebaiknya permasalahan Ahmadiyah ini
> > diselesaikan. Saya tunggu
> > &gt; responnya.
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; Handhika
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; ============ =========
> =========
> > ======
> > &gt; &gt; &gt; Where the mind is without
> fear
> > and the head is held high....
> > &gt; &gt; &gt; Where the knowledge is
> free...
> > &gt; &gt; &gt; Where the world has not
> been
> > broken up into fragments by narrow
> > &gt; &gt; domestic walls...
> > &gt; &gt; &gt; Where words come out from
> the
> > depth of truth...
> > &gt; &gt; &gt; Where tireless striving
> > stretches its arms toward perfection.. ..
> > &gt; &gt; &gt; Where the clear stream of
> reason
> > has not lost its way into the
> > &gt; &gt; dreary sand of dead habit....
> > &gt; &gt; &gt; Where the mind is led
> forward by
> > Thee into ever-widening thought and
> > &gt; &gt; action....
> > &gt; &gt; &gt; Into that Heaven of
> Freedom, My
> > God, let my country awake.
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; - Rabindranath Tagore in
> > "Gitanjali" -
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; --- On Mon, 6/2/08,
> sudarmono
> > sasmono udharslytherin@ ... wrote:
> > &gt; &gt; &gt; From: sudarmono sasmono
> > udharslytherin@ ...
> > &gt; &gt; &gt; Subject: Re:
> [Interdisiplin]
> > Jawaban yang bijak; was: Re: Sendyakala
> > &gt; &gt; ing Indonesia
> > &gt; &gt; &gt; To: Interdisiplin@
> yahoogroups.
> > com
> > &gt; &gt; &gt; Date: Monday, June 2, 2008,
> 6:00
> > AM
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; Mas Handhika, ada perbedaan
> yang
> > sangat fundamental
> > &gt; &gt; dari bagaimana interpretasi sebagian
> > besar umat Islam terhadap Islam
> > &gt; &gt; sebagai sistem nilai bila
> dibandingkan
> > dengan interpretasi atau
> > &gt; &gt; mungkin lebih tepatnya bagaimana
> agama
> > lain diposisikan atau
> > &gt; &gt; memposisikan dirinya. Sekularisasi
> dari
> > jaman renaissance memisahkan
> > &gt; &gt; secara tegas negara dan agama.
> Sementara
> > dalam Islam tidak ada
> > &gt; &gt; pemisahan antara negara dan agama,
> karena
> > Islam adalah sebuah
> > &gt; &gt; ideologi, sebuah way of life.
> > &amp;nbsp; Ahmadiyah, dipandang sebagai
> > &gt; &gt; sebuah doktrin aqidah yang
> menyimpang
> > dari doktrin aqidah Islam dengan
> > &gt; &gt; menempatkan Mirza Ghulam Ahmad
> sebagai
> > nabi. Aqidah adalah persoalan
> > &gt; &gt; esensi dalam Islam. Dalam tarikh
> Islam
> > diceritakan bahwa Abubakar As
> > &gt; &gt; Shidiq, Khalifah pertama
> memerintahkan
> > memerangi nabi-nabi palsu
> > &gt; &gt; sampai mereka kembali ke Islam
> dengan
> > kekerasan senjata. Hal ini
> > &gt; &gt; menunjukkan bahwa aqidah adalah
> persoalan
> > yang sangat fundamental
> > &gt; &gt; &gt; dalam Islam. Banyak kisah
> dalam
> > tarikh Islam bagaimana aqidah itu
> > &gt; &gt; dijaga sedemikian ketat.
> &amp;nbsp;
> > Berbeda dengan fikh yang derajat
> > &gt; &gt; kebebasannya jauh lebih tinggi.
> Bahkan
> > ada dalil yg mengatakan bahwa
> > &gt; &gt; fatwa jumhur ulama dalam masalah
> fikh
> > tidak membatalkan fatwa ulama yg
> > &gt; &gt; minoritas. &amp;nbsp; Ahmadiyah
> > bukanlah perkara fikh, tetapi perkara
> > &gt; &gt; aqidah. Menurut saya wajar jika ada
> > sekelompok orang Islam yang
> > &gt; &gt; memposisikan dirinya sebagai penjaga
> > aqidah bahkan dengan kekuatan
> > &gt; &gt; senjata. &amp;nbsp; Dalam sebuah
> > negara seperti Indonesia,
> > &gt; &gt; pilihan-pilihan seperti itu adalah
> hal
> > yang wajar. Pada sisi lain ada
> > &gt; &gt; sekelompok umat Islam yg atas nama
> > kebebasan beragama dengan "centil"
> > &gt; &gt; memposisikan diri sebagai penjaga
> > ahmadiyah, yg lebih ironi lagi
> > &gt; &gt; kedalam kelompok ini terdapat pula
> > kelompok non muslim yang tidak
> > &gt; &gt; paham betul posisi Ahmadiyah dalam
> > konstelasi Islam. Kalau orang-orang
> > &gt; &gt; Ahmadiyah itu berani mengatakan
> bahwa
> > mereka bukan
> > &gt; &gt; &gt; Islam, tempat ibadah mereka
> > bukan masjid, saya kira masalah
> > &gt; &gt; selesai. &amp;nbsp; Nah kalau
> dua
> > kelompok berseberangan saling
> > &gt; &gt; berhadapan seperti itu, memang
> tinggal
> > menunggu waktu terjadinya
> > &gt; &gt; benturan seperti kejadian kemarin.
> > Negara, dalam konteks Indonesia
> > &gt; &gt; tidak bisa berdiam diri dengan hal
> > tersebut. Pilihan penyelesaian
> > &gt; &gt; masalah diserahkan ke umat, seperti
> > keinginan Gus Dur, adalah pilihan
> > &gt; &gt; yg menurut pendapat saya hanya akan
> > menyebabkan perkelahian massal
> > &gt; &gt; antar anak bangsa. &amp;nbsp;
> Jadi
> > dalam kejadian itu saya membenarkah
> > &gt; &gt; langkah yg ditempuh FPI 100 %,
> karena
> > aqidah adalah doktrin yang dalam
> > &gt; &gt; Islam harus dijaga dengan taruhan
> nyawa.
> > Itu yg membuat aqidah Islam
> > &gt; &gt; tidak pernah bergeser dari sejak
> > disampaikan oleh Muhammad SAW 14 abad
> > &gt; &gt; yg lalu. &amp;nbsp; Menurut saya
> > kelompok yg mendukung Ahmadiyah tidak
> > &gt; &gt; perlulah secara demonstratif
> menunjukkan
> > sikap. Hal itu sama sekali
> > &gt; &gt; tidak menunjukkan empati pada
> > &gt; &gt; &gt; keyakinan orang yg
> meletakkan
> > Ahmadiyah sebagai permasalahan
> > &gt; &gt; aqidah. Kalau mau dukung sih dukung
> aja
> > tapi dengan media yg lebih
> > &gt; &gt; smooth. Bukan dengan berdiri
> menantang,
> > memprovokasi untuk berkelahi.
> > &gt; &gt; Harusnya ada yang mati biar lebih
> seru.
> > &amp;nbsp; Jabat erat,- Udar
> > &gt; &gt; &amp;nbsp; &amp;nbsp;
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; handhika ramadhan
> > &amp;lt;isaacnewtonid@ yahoo.com&amp;gt;
> wrote:
> > &gt; &gt; Mas Agung,
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; Terima kasih atas info
> > tambahannya yang sangat berguna bagi saya yg
> > &gt; &gt; berada nun jauh di sana untuk
> > menganalisis peristiwa-peristiwa yang
> > &gt; &gt; terjadi di tanah air kita.
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; Mengenai kasus Ahmadiyah
> itu
> > sendiri, saya juga menyayangkan
> > &gt; &gt; terjadinya "unholy
> trinity"
> > antara pemerintah, para teolog2 dengan
> > &gt; &gt; "otoritas" teokrasinya
> (baca:
> > MUI), dan gerombolan preman berjubah
> > &gt; &gt; (baca: FPI) yang mencoba memaksakan
> > keyakinan kepada sekelompok orang.
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; Hampir 400 tahun lalu,
> tokoh
> > pendiri Rhode Island state, Roger
> > &gt; &gt; Williams, pernah mencetuskan
> > "liberty of conscience", dimana ia dengan
> > &gt; &gt; tegas menyatakan bahwa iman yang
> > dipaksakan bukan sejatinya iman. Ia
> > &gt; &gt; terkenal dengan slogannya: "a
> forced
> > faith stinks in the nose of
> > God".
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; Hampir di kurun waktu yang
> sama
> > di daratan Belanda, John Locke, sang
> > &gt; &gt; filsuf Inggris yang hidup di
> pengasingan
> > &gt; &gt; &gt; di Belanda, menulis sebuah
> > risalah terkenal, "A Letter Concerning
> > &gt; &gt; Toleration". Di dalamnya, ia
> > menegaskan bahwa faith must come as a
> > &gt; &gt; product of pure conscience, and
> can't
> > be forced by the state. The
> > &gt; &gt; state can't rule the piety of
> its
> > people, but instead to regulate
> > &gt; &gt; external interests, relating to
> life,
> > liberty, and common welfare.
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; Semoga kelak lahir Locke2
> dan
> > Williams2 Indonesia yang kelak bisa
> > &gt; &gt; kembali menegakkan kemerdekaan
> hakiki di
> > Indonesia, baik kemerdekaan
> > &gt; &gt; beragama, maupun kemerdekaan untuk
> hidup,
> > untuk bebas berpendapat, dan
> > &gt; &gt; mengejar kebahagiaan (life, liberty,
> and
> > the pursuit of happiness).
> > &gt; &gt; Semoga kelak Indonesia memiliki
> > negarawan2 besar macam Thomas
> > &gt; &gt; Jefferson, Thomas Paine, atau James
> > Madison sehinga Indonesia mampu
> > &gt; &gt; menjadi "empire of liberty and
> > conscience", dimana hak2 dasar setiap
> > &gt; &gt; warga negara dijamin penuh, termasuk
> hak
> > beragama; dimana negara
> > &gt; &gt; dilindungi dari teokrasi
> > "otoritas-otoritas yang mengaku sebagai wakil
> > &gt; &gt; Tuhan di bumi" macam MUI (there
> is
> > no monkery in Islam), dan
> > &gt; &gt; sebaliknya pula agama dilindungi
> dari
> > legal coercion by state.
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; Freedom of Religion, and
> even
> > Freedom FROM Religion.
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; Amiiinn..... ....
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; --- On Sun, 6/1/08, Agung
> > &amp;lt;trisetyarso@ gmail.com&amp;gt; wrote:
> > &gt; &gt; &gt; From: Agung
> > &amp;lt;trisetyarso@ gmail.com&amp;gt;
> > &gt; &gt; &gt; Subject: [Interdisiplin]
> Jawaban
> > yang bijak; was: Re: Sendyakala ing
> > &gt; &gt; Indonesia
> > &gt; &gt; &gt; To: Interdisiplin@
> yahoogroups.
> > com
> > &gt; &gt; &gt; Date: Sunday, June 1, 2008,
> > 10:17 PM
> > &gt; &gt; &gt;
> > &gt; &gt; &gt; Handhika, jika melihat
> berita,
> > ada
> > &gt; &gt; &gt; baiknya dari kedua belah
> pihak,
> > &gt; &gt; &gt; sehingga dapat menilai
> dengan
> > jernih.
> >
> > &nbsp;
> > &nbsp;
> 
> 
> 
> 
> -- 
> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah
> ilmu/teknologi serta
> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan
> dunia dan 
> akhirat.
> 
> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt 
> 
> 
> -- 
> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah
> ilmu/teknologi serta
> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan
> dunia dan akhirat.
> 
> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt




--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke