Jadi ingin ikutan, tapi bukan membahas FPI vs AAKKB

Ini tentang Kebenaran Tidak Absolut. 

Yang dibahas dalam email sebelumnya adalah jenis Kebenaran Tidak Absolut yang 
disebut Paradoks, atau dalam bahasa saya :

'Paradoks adalah Kebenaran Tidak Absolut yang diakibatkan oleh Perbedaan Sudut 
Pandang Pengamat. Ini adalah jenis kebenaran tidak absolut yang digagas oleh 
Newton.'

Kemudian Einstein menawarkan jenis Kebenaran Tidak Absolut lainnya yang sering 
disebut relativisme atau dalam hal ini Kebenaran Relatif, yaitu  Kebenaran 
Tidak Absolut yang diakibatkan oleh hadirnya parameter Waktu.

Selengkapnya dapat dibaca pada :

http://indonesiawi.wordpress.com/2008/04/03/kebenaran-tidak-absolut-paradoks-relative

TOE sendiri belum ada dan terus dikembangkan, dan kalau saya berandai2 nanti 
juga ujung2nya Tuhan itu sendiri.

Salam Kebeneran,


--- On Wed, 6/11/08, muhammad arif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: muhammad arif <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [indonesia] Dualisme yang paradox jd jangan saling menyalahkan
> To: [email protected]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]
> Date: Wednesday, June 11, 2008, 4:17 PM
> Dear all,
> &nbsp;
> Dari hampir semua milis semua membicarakan hal yang gak ada
> pemecahan nya dan berakhir dengan saling menyalahkan dan
> akhirnya malah EGP meski semestinya dua pihak tersebut
> salah atau dua pihak tersebut benar adanya. 
> &nbsp;
> "Dan yang ber ilmu lah (berpengetahuan dan mengerti)
> yang akan diangkat derajatnya"
> &nbsp;
> urun rembuk milis dibawah bisa menjadi penyejuk..
> &nbsp;
> br/ma
> &nbsp;
> &nbsp;
> &nbsp;
> From: rusdi taufik
> &lt;[EMAIL PROTECTED]&gt;
> Subject: Re: [Interdisiplin] Imam Syafii; was:Jawaban yang
> bijak; Dualisme yg paradok
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Date: Tuesday, June 3, 2008, 2:58 PM
> 
> &nbsp;
> Sebagai urun rembuk,
> &nbsp;
> Sejak kita di SMA sudah mengerti apa itu hukum snellius
> juga teori dualisme yang paradok - yang pada intinya hukum
> tersebut dapat ngetrap/pener = benar tergantung pada
> tempatnya/kondisi syarat batas.
> &nbsp;
> Sayangnya ilmu2 sosial sangat terlambat berkembang hingga
> saat ini, sehingga timbul banyak permasalahan jika kondisi
> tersebut sebenarnya dualisme yang paradok, pada saat mana
> kondisi itu benar kita semua tidak mengetahui, masalah ini
> akan menjadi sangat krusial bila permasalahan bangsa sampai
> agama dibawa bawa....alhasil yang terjadi adalah gontok2 an
> pengakuan terhadap kebenaran yang diakui masing masing
> pihak.
> &nbsp;
> Sejarah panjang tentang agama2 besar pun telah terjadi hal
> hal tersebut, sejak masa awal khalifah pun sudah terjadi
> sampai timbulnya aliran besar ahlulsunnah disatu pihak dan
> syiah dilain pihak selalu berhadap hadapan sampai sekarang.
> &nbsp;
> Kembali ke dualisme yang paradok, kalau kita ngak ngerti
> pasti akan gontok2 an mengaku yang benar, namun bila kita
> mengerti benar dualisme yang paradok maka hal tersebut akan
> terselesaikan. 
> &nbsp;
> Ahmadiyah yang saya ketahui teramat mirip dengan syiah
> (CMIIW) tentang keyakinan datangnya Imam Mahdi yang adalah
> keturunan orang persia (Salman alfarizi) dimana juga para
> imam dan imam yang terakhir yang akan membawa kebenaran dan
> membenahi serta membawa keadilan
> &nbsp;
> 
> Namun, apakah kita mesti percayai serta harus menunggunya?
> ??&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
> 
> &nbsp;
> Bila kita kembali pada akhir abad yang besar ini khususnya
> di akhir dekade ini, dimana sebahagian dari kita dihampir
> belahan benua mengalami bencana dan multi krisis. namun
> sayang hanya ditemukan manusia-manusia kerdil; “kleine
> Geschlecht” - yaitu orang yang bodoh &amp; dholim
> karena krisis pemahamannya .......perselisihan yang
> menyakitkan hati merupakan ciri pembeda peradaban sejak
> dahulu hingga sekarang ......... secara menyeluruh
> masyarakat kita menemukan jati dirinya dalam krisis yang
> juga sama. Kita dapat membaca tentang bermacam kenyataan
> setiap hari di surat kabar. Kita mengalami inflasi yang
> tinngi dan pengangguran, kita mengalami krisis energi, satu
> krisis dalam kepedulian kesehatan, polusi dan bermacam-macam
> gangguan lingkungan, gejolak melonjaknya keganasan dan
> kriminologi serta teror dan juga lainnya ....... Sungguh
> gejolak stres kritis terjadi&nbsp; mengglobal;
> Pengerusakan WTC dalam jurang yang dalam dan teror bom di
> Bali ........
>  penyerangan ke Afghanistan , Iraq , Palestina tanpa lasan
> yang jelas...&nbsp;&nbsp;
> &nbsp;&nbsp;&nbsp; 
> &nbsp;
> 
> # Kita telah belajar dari pengalaman yang pahit, bahwa
> pikiran rasional tidaklah cukup untuk memecah masalah
> masalah kehidupan kita. Penyelidikan yang mendalam dan
> pekerjaan ilmiah yang hebat sudah seringkali menimbulkan
> akibat yang sedih bagi umat manusia, menghasilkan pada satu
> pihak pendapatan-pendapat an yang membebaskan manusia dari
> kerja badani yang berat; tetapi sebaliknya
> pendapatan-pendapat an itu membuat hidupnya sangat gelisah,
> menjadikan dia budak dari lingkungan teknologinya, dan [yang
> paling celaka lagi dari segala-galanya] memperbuat alat
> untuk menghancurkan sesama manusia secara besar-besaran.
> Sesungguhnya ini adalah satu tragedi yang menyedihkan
> sekali!
> &nbsp;
> # Betapa pun sedihnya tragedi itu, barangkali lebih tragis
> lagi, bahwa selagi manusia menghasilkan banyak sarjana yang
> mencapai hasil yang luar biasa besarnya dalam lapangan ilmu
> dan teknologi, kita sudah lama sekali tidak berhasil
> menemukan penyelesaian yang layak bagi pertikaian politik
> dan ketegangan ekonomi yang sedemikian banyak melingkungi
> kita....&nbsp; 
> &nbsp;
> # Tak sangsi lagi, bahwa pertentangan kepentingan ekonomi
> didalam dan diantara bangsa-bangsa sebagian besar menjadi
> sebab timbulnya keadaan yang berbahaya dan mengancam dunia
> pada masa sekarang. Orang tak berhasil melaksanakan
> bentuk-bentuk organisasi politik dan ekonomi yang menjamin
> hidup berdamai antara bangsa-bangsa di dunia ini. Ia tak
> berhasil membangun satu sistem yang dapat melenyapkan
> kemungkinan berperang dan meghapuskan untuk selama-lamanya
> alat-alat pembunuh manusia yang mengerikan itu.
> (Einstein’s)
> &nbsp;
> # "Yang lebih penting dalam pengembangan sains ;
> Yaitu, orang membutuhkan melihat tak lebih jauh ketimbang
> Copernicus dan penanggalan untuk menemukan bahwa kondisi
> luar bisa menolong untuk mengubah anomali yang sederhana
> menjadi sumber krisis malapetaka. Contoh yang sama
> menggambarkan cara yang mana keadaan diluar sain bisa
> merangsang dan membimbing kemungkinan yang tersedia pada
> seseorang yang mencarikan jalan untuk mengakhiri suatu
> krisis dengan satu usulan atau reformasi revolusioner yang
> lain.“ 3) (® Thomas S.Kuhn ;1962) 
> &nbsp;
> # Boleh jadi bahwa kita juga sedang secara bersama bersiap
> sedia untuk berevolusi kesatu lonjakan?&nbsp; Ahli
> fisika John Platt mengusulkan bahwa kemanusiaan sekarang
> sedang mengarungi suatu perubahan medan yang berat dan
> barangkali mencuat keatas dengan sangat cepat menjadi
> bentuk-bentuk terkoordinasikan, menjadi sesuatu yang belum
> pernah dikenal sebelumnya .... 
> &nbsp;
> &nbsp;
> "Tak hanya para pakar &amp; ILMUWAN harus mau
> menggapai pengetahuan &amp; ilmu sosial, namun- inilah
> yang tersulit dari semuanya; Mereka harus menyebarluaskan
> ke segenap penjuru dunia atas milik temuannya itu; kalau
> mereka tak berhasil dalam enterprise- usaha bersama yang
> sulit ini, orang akan menghancurkan dirinya sendiridengan
> kepandaiannya yang separuh-separuh. Saya terilhami kalau ia
> melincur-keluar jalur ®kedepan, masyarakat hanya akan
> berswama tikus-tikus. Tapi saya senang, saya tak
> mengalaminya. " (Bertrand Russell) 1) 
> &nbsp;
> # Toynbee: " ... Dan sungguh akan datang dan tinggal
> bersama kita dalam proses selama, dalam ukuran waktunya,
> yaitu begitu ditemukannya matematik permesinan begitu
> terjadi revolusi industri (di Inggris pada zaman Newton);
> hal itu berkat kesungguhan yang serta merta menjadikan
> kemampuan orang untuk membuat “alam yang tak manusiawi”
> (DA, sain modern, dan teknologi komputer) menghasilkan
> apa-apa yang dibutuhkan manusia dari properti non human
> nature tadi (= TOE/ HDA, untuk implementasi RLA) untuk
> pertama kalinya dalam sejarah, membuat ideal Dunia Damai/
> Kesejahteraan bersama menjadi satu kenyataan praktis bukan
> impian utopia saja ...” 
> &nbsp;
> &nbsp;
> Beranalogi pada kita, orang yang terlahir pada abad XX ini
> adalah pewaris TOE (= pewaris seluruh ilmu &amp;
> pengetahuan dan menguasai segenap pengetahuan guna
> pengetrapan Dunia Damai - RLA - RahmatanLil `Alamiin) 
> &nbsp;
> Maka dari itu memperpokok masalahkan implementasi
> DuniaDamai haruslah orang menguasai TOE. 
> &nbsp;
> 
> &nbsp;&nbsp;
> Taufik Rusdi &nbsp;/ World Islah Enterprise
> taufikrusdi_ [EMAIL PROTECTED] com 
> http://world- islah-enterprise .tripod.com
> http://world- islah-enterprise -indonesia. tripod.com
> &nbsp;
> &nbsp;
> &nbsp;
> --- In Interdisiplin@ yahoogroups. com, sudarmono sasmono
> &gt; &lt;udharslytherin@ &gt; wrote:
> &gt; &gt;
> &gt; &gt; Well, yah beda kasus dong. Hukum fikh
> mati bagi yang murtad
> &gt; dijatuhkan pada mereka yang sebelumnya
> bersyahadat, bersaksi tidak ada
> &gt; Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan
> Allah yang terakhir.
> &gt; Kemudian membatalkan kesaksian tersebut dan
> berpindah bersaksi
> &gt; mengakui yang lain.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Ahmadiyah, dari awalnya memiliki
> kesaksian yang berbeda.
> &gt; Kesaksiannya menambahkan Mirza Ghulam Ahmad
> sebagai nabi. Jadi dari
> &gt; sisi teologi aqidahnya, Ahmadiyah dari awalnya
> tidak bisa disebut
> &gt; Muslim atau Islam. Sekte atau mahzab pun tidak.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Mungkin lebih tepat jika disebut
> Ahmadiyah adalah sebuah bentuk
> &gt; religuisitas baru yang dikembangkan oleh manusia
> modern. Bentuk
> &gt; religuisitas ini memiliki beberapa kemiripan idiom
> dengan Islam.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Bagaimana bisa kita menghukum mati mereka
> yang bukan Islam dengan
> &gt; alasan murtad, kan aneh. Di negara teokrasi Islam
> murni seperti
> &gt; kekhalifahan Islam pun itu statusnya dhalim.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Menyuruh mereka mendeklarasikan Ahmadiyah
> sebagai bentuk agama
> &gt; baru sebenarnya hanya sebuah penegasan publik
> status religiusitas
> &gt; mereka, karena ada kalangan yang terganggu dengan
> berbagai kemiripan
> &gt; idiom tersebut.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Jabat Erat,
> &gt; &gt; Udar,-
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; handhika ramadhan &lt;isaacnewtonid@
> &gt; wrote:
> &gt; &gt; Kang Udhar,
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt;&gt;Tapi ini bukan jaman
> Khilafah dan Indonesia adalah sebuah negera
> &gt; demokrasi yang &gt;&gt;tidak sekuler 100%
> tapi bukan juga teokrasi 100%.
> &gt; Jadi solusinya bagaimana ?. Yah
> &gt;&gt;tidak jauh dari yg selama ini
> &gt; diwacanakan :
> &gt; &gt; &gt;&gt; 
> &gt; &gt; &gt;&gt;Pengikut Ahmadiyah
> menyatakan diri keluar dari Islam dan
> &gt; menyebut Ahmadiyah &gt;&gt;agama baru.
> Keputusan ini akan menjauhkan
> &gt; Ahmadiyah dari konflik dengan umat Islam
> &gt;&gt;yang memposisikan diri
> &gt; sebagai penjaga aqidah. Urusan berikutnya tinggal
> apakah &gt;&gt;Ahmadiyah
> &gt; diakui negara sebagai sebuah agama. Karena sampai
> saat ini Indonesia
> &gt; &gt;&gt;hanya mengakui Islam, Katolik,
> Protestan, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Saya tertarik untuk membahas kutipan
> respon kang Udhar di atas.
> &gt; Sesungguhnya jawaban inilah yg saya tunggu2 untuk
> dibahas.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Menurut kang Udhar, apakah dengan
> menyuruh penganut Ahmadiyah keluar
> &gt; dari Islam, persoalannya akan selesai begitu saja?
> &gt; &gt; Saya pikir, justru "solusi"
> seperti ini adalah rancu, dan sama saja
> &gt; menggiring para Ahmadiyyin (pemeluk Ahmadiyah) ke
> tempat penjagalan
> &gt; (baca: kematian).
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Mengapa?
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Dalam fiqh Islam, dikenal konsep
> ridda'. Hukum Islam bagi seorang yg
> &gt; murtad adalah hukum mati. Apakah kang Udhar setuju
> dengan interpretasi
> &gt; hukuman bagi orang murtad ini? Saya pribadi tidak,
> dan saya yakin akan
> &gt; re-interpretasi hukum ini, mengingat hukuman mati
> bagi orang yg murtad
> &gt; dengan sukarela adalah bertentangan dengan
> kemanusiaan. Jika seseorang
> &gt; berhak untuk memeluk Islam dengan merdeka dan
> sukarela, mengapa pula
> &gt; orang tersebut tidak diperbolehkan murtad dengan
> sukarela (tentu lain
> &gt; ceritanya jika kemurtadannya dipaksa, atau jika
> dengan kemurtadannya
> &gt; ia memerangi Islam). 
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; But anyway, saya tidak akan berpanjang
> lebar membahas konsep hukum
> &gt; Islam yg kontroversial itu. Point yang ingin saya
> ajukan di sini
> &gt; adalah, jika hukuman bagi orang murtad adalah
> hukuman mati, maka
> &gt; dengan menyuruh pemeluk Ahmadiyyah "bedol
> desa" murtad dari Islam
> &gt; adalah sama dengan menggiring mereka ke liang
> lahat mereka, karena
> &gt; dengan murtadnya mereka para ulama menjadi punya
> alibi untuk
> &gt; menjatuhkan hukuman mati kepada mereka. 
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Well, solusi akang bukan solusi yg baik
> rupanya..... .melainkan
> &gt; solusi yg "menjebak".
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Jabat lebih erat,
> &gt; &gt; Handhika
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; ============ ========= ========= ====== 
> &gt; &gt; Where the mind is without fear and the
> head is held high.... 
> &gt; &gt; Where the knowledge is free... 
> &gt; &gt; Where the world has not been broken up
> into fragments by narrow
> &gt; domestic walls... 
> &gt; &gt; Where words come out from the depth of
> truth... 
> &gt; &gt; Where tireless striving stretches its
> arms toward perfection.. .. 
> &gt; &gt; Where the clear stream of reason has not
> lost its way into the
> &gt; dreary sand of dead habit.... 
> &gt; &gt; Where the mind is led forward by Thee
> into ever-widening thought and
> &gt; action.... 
> &gt; &gt; Into that Heaven of Freedom, My God, let
> my country awake. 
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; - Rabindranath Tagore in
> "Gitanjali" -
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; --- On Tue, 6/3/08, sudarmono sasmono
> &lt;udharslytherin@ &gt; wrote:
> &gt; &gt; From: sudarmono sasmono
> &lt;udharslytherin@ &gt;
> &gt; &gt; Subject: Re: [Interdisiplin] Jawaban yang
> bijak; was: Re: Sendyakala
> &gt; ing Indonesia
> &gt; &gt; To: Interdisiplin@ yahoogroups. com
> &gt; &gt; Date: Tuesday, June 3, 2008, 9:19 AM
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Dear All,
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Sekitar 2-3 tahun yang lalu, saya
> mengajar materi kewirausahaan di
> &gt; Al Biruni, sebuah sekolah binaan Pesantren
> Ikhwanul Muslimin, salah
> &gt; satu dari sekian puluh pesantren salaf di kawasan
> Babakan Ciwaringin
> &gt; Kab Cirebon. Disanalah saya berkenalan dan sering
> berdiskusi dengan KH
> &gt; Maman Imanul Haq Al Faqih, pimpinan pontren Al
> Mizan Jatiwangi
> &gt; Majalengka yang menjadi salah satu korban FPI
> kemarin. Kang Maman,
> &gt; demikian beliau disapa adalah salah satu dari
> sekian banyak kyai muda
> &gt; nahdhiyin yang menjadi aktivis Fahmina Institute,
> sebuah LSM yang giat
> &gt; mempromosikan kesetaraan gender dan kebebasan
> beragama. Idiom mereka
> &gt; yang paling terkenal adalah "Agama, karunia
> terbesar kemanusiaan" .
> &gt; Misi besarnya menarik yaitu menghentikan konflik
> antar agama karena
> &gt; agama adalah pilihan, agama didorong untuk
> berbicara mengenai sebuah
> &gt; gagasan besar bagaimana agama membawa
> kesejahteraan. Teman-teman
> &gt; disini berkeyakinan semua agama pada dasarnya
> mengajarkan kebaikan.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Kalimat terakhir ini adalah kalimat yang
> menarik di kaji untuk
> &gt; kasus Ahmadiyah. Sebagai sebuah kepercayaan dalam
> pandangan internal
> &gt; pengikutnya Ahmadiyah pasti mengajarkan
> nilai-nilai kebaikan.
> &gt; Persoalannya apakah nilai yang diyakini baik oleh
> Ahmadiyah adalah
> &gt; nilai yang juga diyakini baik oleh orang diluar
> mereka. Tidak jadi
> &gt; persoalan sebenarnya kalau Ahmadiyah menenmpatkan
> diri bukan sebagai
> &gt; subset mainstream besar Islam dan nilai yang
> dipersoalkan adalah
> &gt; sistem nilai yang dalam Islam masuk kedalam
> persoalan aqidah.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Seperti yang sudah diketahui 3 lingkaran
> sistem nilai Islam adalah
> &gt; aqidah, syariah dan muamalah. Aqidah adalah
> lingkaran inti, syariah
> &gt; adalah lingkaran berikutnya dan muamalah adalah
> lingkaran selanjutnya.
> &gt; Pada lingkaran syariah yg lazim disebut juga
> lingkar fikh, demikian
> &gt; pula muamalah, wilayahnya sangat toleran dan
> sangat demokratis.
> &gt; Seperti yang pernah saya sampaikan bahwa ada
> kaidah yg mengatakan "
> &gt; fatwa jumhur ulama tidak membatalkan fatwa ulama
> yg mayoritas".
> &gt; Kebebasan berpendapat dalam urusan fikh sedemikian
> rupa. 
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Tetapi tidak dalam persoalan aqidah.
> Tidak ada perbedaan untuk
> &gt; aqidah yang sangat fundamental. Meskipun dalam
> persoalan aqidah yang
> &gt; sifatnya cabang, masih dibolehkan beda
> interpretasi.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Sekali lagi persoalan Ahmadiyah adalah
> persoalan aqidah
> &gt; fundamental. Karena kesaksian keislaman seseorang
> disebut sah jika dia
> &gt; mengakui Muhammad adalah utusan Allah yang
> terakhir.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Penyimpangan aqidah dalam tarikh Islam
> harus diluruskan kalau
> &gt; perlu dengan kekerasan senjata. Pada titik inilah
> langkah FPI dapat
> &gt; dibenarkan, karena memang ada contohnya dalam
> pengambilan keputusan
> &gt; hukum di jaman Khulafaur Rasyidin.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Tapi ini bukan jaman Khilafah dan
> Indonesia adalah sebuah negera
> &gt; demokrasi yang tidak sekuler 100% tapi bukan juga
> teokrasi 100%. Jadi
> &gt; solusinya bagaimana ?. Yah tidak jauh dari yg
> selama ini diwacanakan :
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Pengikut Ahmadiyah menyatakan diri keluar
> dari Islam dan menyebut
> &gt; Ahmadiyah agama baru. Keputusan ini akan
> menjauhkan Ahmadiyah dari
> &gt; konflik dengan umat Islam yang memposisikan diri
> sebagai penjaga
> &gt; aqidah. Urusan berikutnya tinggal apakah Ahmadiyah
> diakui negara
> &gt; sebagai sebuah agama. Karena sampai saat ini
> Indonesia hanya mengakui
> &gt; Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Kong
> Hu Cu.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Bila negara tidak mengakui Ahmadiyah
> sebagai agama baru, maka
> &gt; mereka harus memilih berinduk sebagai salah satu
> sekte dari 6 agama
> &gt; yang diakui negara tersebut. Karena persoalannya
> sudah menyangku
> &gt; hak-hak sipil sebagai warganegara yg mengharuskan
> penyebutan agama. 
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Kalau Islam menolak, mereka mau menginduk
> kemana. Biasanya yang
> &gt; selalu terbuka adalah Katolik. Salah satu yg
> terkenal adalah bagaimana
> &gt; Katolik menerima Ajaran Madrais yang ditolak Islam
> sebagai salah satu
> &gt; sektenya yang kemudian mendorong kawasan Cigugur
> Kuningan sebagai
> &gt; enclave Katolik di Jawa Barat.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Disinilah cara pandang Kyai-kyai besar
> nahdhiyin semisal Gus Dur
> &gt; atau Kang Maman yang melakukan pendekatan
> merangkul, sehingga
> &gt; komunitas Ahmadiyah tetap menginduk kepada Islam,
> sambil
> &gt; perlahan-lahan diajak menempatkan Mirza Ghulam
> Ahmad bukan lagi
> &gt; sebagai Nabi tetapi cukup sebagai Wali. Merangkul
> yah harus dengan
> &gt; membela dong.
> &gt; &gt; Pada sisi ini kelompok pembela Ahmadiyah
> dapat dibenarkan.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Biar aksesorisnya makin okey, beberapa
> tokoh non muslim pun
> &gt; diajak. Itu khas banget lho, pendekatannya. Yang
> bikin kesal sih,
> &gt; kalau memang niatnya dakwah kenapa harus frontal.
> tetapi teman-teman
> &gt; nahdhiyin memang senang menjadi objek pemberitaan
> media. 
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Jadi, lagi-lagi issue Ahmadiyah menjadi
> komoditas ekonomi kelompok
> &gt; penganjur pembubaran dan kelompok pembela.
> Ujung-ujungnya funding dari
> &gt; LSM-LSM yang mempromosikan demokrasi.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Terus Ahmadiyah mau digimanain, yah
> terserah, Anda mau masuk
> &gt; kelompok mana. Kalau anda nanya saya. Saya akan
> jawab, biarkan aja
> &gt; Ahmadiyah ada. Biar teman-teman nahdhiyin dan FPI
> punya bahan buat
> &gt; dapat dana yang bisa buat menghidupi anggotanya.
> Sekarang jaman susah,
> &gt; pak. Harga-harga naik. Jangan salah lho, kalau FPI
> dari issue-issue
> &gt; seperti ini akan dapat dana bantuan dari
> negara-negara timur tengah
> &gt; seperti Saudi Arabia dan Qatar.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Boleh percaya, boleh tidak, issue itu
> selalu ada ongkosnya.
> &gt; Realita. Saya adalah orang yang haqqul yakin 100 %
> Indonesia akan
> &gt; berusia seribu tahun lagi mengalahkan usia Amerika
> Serikat si kampiun
> &gt; demokrasi.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Don't Worry, Be Happy !
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Jabat Erat,
> &gt; &gt; Udar,-
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; handhika ramadhan &lt;isaacnewtonid@
> yahoo.com&gt; wrote:
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Mas Agung,
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Kita tunggu respon kang Udhar tentang
> solusi kasus Ahmadiyah ini.
> &gt; Apakah setuju untuk disuruh membentuk agama
> sendiri, atau dibubarkan
> &gt; (lalu follow up nya apa?), atau diterima dengan
> lapang dada sebagai
> &gt; bagian dari dinamika dan realitas keberagaman
> umat. Ataua mungkin mas
> &gt; Agung punya opini pribadi tentang ini? Monggo
> komentarnya. ....
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Btw, mengenai link tentang presiden2
> Amerika tadi, saya pribadi
> &gt; tidak terlalu tertarik untuk hanyut dalam
> "logika" teori konspirasi:
> &gt; freemasonry, grand lodge, illuminati, new wolrd
> order,etc... ..
> &gt; &gt; Sekadar mas Agung ketahui, dengan tegas
> saya nyatakan bahwa saya
> &gt; adalah pengagum pemikiran-pemikiran jenius Thomas
> Jefferson. Bila
> &gt; dengan begitu saya lalu dituduh bersimpati (atau
> bahkan menjadi
> &gt; anggota) Freemasonry, well I don't care. Kalau
> kata Imam Syafi'i,
> &gt; "jika mencintai ahlul bait itu dikatakan
> rafidhah (syiah), maka
> &gt; biarlah saya menjadi seorang rafidhah".
> Meminjam ucapan sang imam
> &gt; besar, saya pun berkata "jika mengagumi
> Jefferson dicap freemason,
> &gt; maka biarlah saya menjadi freemason". 
> &gt; &gt; Btw, saya juga punya argumentasi bahwa
> teori-teori konspirasi macam
> &gt; itu adalah hoax. Kalau mas Agung percaya bahwa
> protocol of zion itu
> &gt; benar ada, maka saya juga boleh menyanggah bahwa
> itu hanyalah hoax
> belaka 
> &gt; &gt; &lt;http://en.wikipedia .org/wiki/
> Protocol_ of_Zion&gt;.
> &gt; &gt; Tentu sumber dari wikipedia punya nilai
> orisinalitas dan pertanggung
> &gt; jawaban akademis yang kecil, tetapi paling tidak
> sama lah (atau
> &gt; mungkin bahkan lebih ilmiah) dengan reputasi
> informasi dari youtube,
> &gt; bukan begitu?
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; --- On Mon, 6/2/08, Agung
> &lt;trisetyarso@ gmail.com&gt; wrote:
> &gt; &gt; From: Agung &lt;trisetyarso@
> gmail.com&gt;
> &gt; &gt; Subject: [Interdisiplin] Jawaban yang
> bijak; was: Re: Sendyakala ing
> &gt; Indonesia
> &gt; &gt; To: Interdisiplin@ yahoogroups. com
> &gt; &gt; Date: Monday, June 2, 2008, 11:32 PM
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Handhika, seperti saya katakan
> sebelumnya, kamu ndak bisa
> katakan
> &gt; &gt; bahwa sikap seperti Kang Udhar adalah
> "mendukung FPI" (100 %) dan
> &gt; &gt; bahwa "hati nurani di Indonesia
> sudah mati".
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Konflik di lapangan tersebut, seperti
> kata Kang Udhar, adalah puncak
> &gt; &gt; dari konflik antara dua pihak, yaitu FPI
> dan AKKBB. Seharusnya, pihak
> &gt; &gt; pemerintah jauh-jauh hari dapat
> mengakomodir kepentingan kedua pihak,
> &gt; &gt; yaitu dalam kasus ini adalah permasalahan
> Ahmadiyah. Disebabkan
> &gt; &gt; masalah tersebut berlarut-larut, akhirnya
> menjadi meledak seperti
> itu. 
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Pemecahan permasalahan seperti ini adalah
> di pengadilan, sebagaimana
> &gt; &gt; yang telah mulai diusahakan Pemerintah
> (sehingga anggapan kamu bahwa
> &gt; &gt; hukum di Indonesia telah mati, itu
> salah).
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Yang perlu diperhatikan, hendaknya solusi
> yang dibuat jangan
> &gt; &gt; melahirkan masalah-masalah baru. Seperti
> pembubaran FPI atau AKKBB,
> &gt; &gt; dapat melahirkan permasalahan baru.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Btw, saya justru melihat ada dinamika
> yang bagus dalam kasus ini.
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Salam,
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; Agung
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; NB: Bagi yang kagum dengan Amrik:
> &gt; &gt; http://trisetyarso. wordpress. com/2008/
> 06/02/sehebat- apa-para-
> &gt; presiden- di-amerika/
> &gt; &gt; 
> &gt; &gt; --- In Interdisiplin@ yahoogroups. com,
> handhika ramadhan
> &gt; &gt; &lt;isaacnewtonid@ ...&gt; wrote:
> &gt; &gt; &gt;
> &gt; &gt; &gt; Kang Udhar,
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; Salam kenal! Terima kasih atas
> tanggapan berbobotnya (karena
> &gt; &gt; kebanyakan tanggapan justru tidak
> berbobot).
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; Pertama-tama, saya ucapkan
> istighfar atas dukungan kang Udhar kepada
> &gt; &gt; FPI....dukungan kekerasan dan penyerangan
> terhadap wanita dan anak2.
> &gt; &gt; Semakin saya yakin bahwa hati nurani di
> Indonesia semakin mati.
> &gt; &gt; Innalillahi wa innailaihi raajiuun.... .
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; Anyway, kembali ke pokok
> permasalahan. Menurut kang Udhar, bagaimana
> &gt; &gt; sebaiknya permasalahan Ahmadiyah ini
> diselesaikan. Saya tunggu
> &gt; responnya.
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; Handhika
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; ============ ========= =========
> ====== 
> &gt; &gt; &gt; Where the mind is without fear
> and the head is held high.... 
> &gt; &gt; &gt; Where the knowledge is free... 
> &gt; &gt; &gt; Where the world has not been
> broken up into fragments by narrow
> &gt; &gt; domestic walls... 
> &gt; &gt; &gt; Where words come out from the
> depth of truth... 
> &gt; &gt; &gt; Where tireless striving
> stretches its arms toward perfection.. .. 
> &gt; &gt; &gt; Where the clear stream of reason
> has not lost its way into the
> &gt; &gt; dreary sand of dead habit.... 
> &gt; &gt; &gt; Where the mind is led forward by
> Thee into ever-widening thought and
> &gt; &gt; action.... 
> &gt; &gt; &gt; Into that Heaven of Freedom, My
> God, let my country awake. 
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; - Rabindranath Tagore in
> "Gitanjali" -
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; --- On Mon, 6/2/08, sudarmono
> sasmono udharslytherin@ ... wrote:
> &gt; &gt; &gt; From: sudarmono sasmono
> udharslytherin@ ...
> &gt; &gt; &gt; Subject: Re: [Interdisiplin]
> Jawaban yang bijak; was: Re: Sendyakala
> &gt; &gt; ing Indonesia
> &gt; &gt; &gt; To: Interdisiplin@ yahoogroups.
> com
> &gt; &gt; &gt; Date: Monday, June 2, 2008, 6:00
> AM
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; Mas Handhika, ada perbedaan yang
> sangat fundamental
> &gt; &gt; dari bagaimana interpretasi sebagian
> besar umat Islam terhadap Islam
> &gt; &gt; sebagai sistem nilai bila dibandingkan
> dengan interpretasi atau
> &gt; &gt; mungkin lebih tepatnya bagaimana agama
> lain diposisikan atau
> &gt; &gt; memposisikan dirinya. Sekularisasi dari
> jaman renaissance memisahkan
> &gt; &gt; secara tegas negara dan agama. Sementara
> dalam Islam tidak ada
> &gt; &gt; pemisahan antara negara dan agama, karena
> Islam adalah sebuah
> &gt; &gt; ideologi, sebuah way of life.
> &amp;nbsp; Ahmadiyah, dipandang sebagai
> &gt; &gt; sebuah doktrin aqidah yang menyimpang
> dari doktrin aqidah Islam dengan
> &gt; &gt; menempatkan Mirza Ghulam Ahmad sebagai
> nabi. Aqidah adalah persoalan
> &gt; &gt; esensi dalam Islam. Dalam tarikh Islam
> diceritakan bahwa Abubakar As
> &gt; &gt; Shidiq, Khalifah pertama memerintahkan
> memerangi nabi-nabi palsu
> &gt; &gt; sampai mereka kembali ke Islam dengan
> kekerasan senjata. Hal ini
> &gt; &gt; menunjukkan bahwa aqidah adalah persoalan
> yang sangat fundamental
> &gt; &gt; &gt; dalam Islam. Banyak kisah dalam
> tarikh Islam bagaimana aqidah itu
> &gt; &gt; dijaga sedemikian ketat. &amp;nbsp;
> Berbeda dengan fikh yang derajat
> &gt; &gt; kebebasannya jauh lebih tinggi. Bahkan
> ada dalil yg mengatakan bahwa
> &gt; &gt; fatwa jumhur ulama dalam masalah fikh
> tidak membatalkan fatwa ulama yg
> &gt; &gt; minoritas. &amp;nbsp; Ahmadiyah
> bukanlah perkara fikh, tetapi perkara
> &gt; &gt; aqidah. Menurut saya wajar jika ada
> sekelompok orang Islam yang
> &gt; &gt; memposisikan dirinya sebagai penjaga
> aqidah bahkan dengan kekuatan
> &gt; &gt; senjata. &amp;nbsp; Dalam sebuah
> negara seperti Indonesia,
> &gt; &gt; pilihan-pilihan seperti itu adalah hal
> yang wajar. Pada sisi lain ada
> &gt; &gt; sekelompok umat Islam yg atas nama
> kebebasan beragama dengan "centil"
> &gt; &gt; memposisikan diri sebagai penjaga
> ahmadiyah, yg lebih ironi lagi
> &gt; &gt; kedalam kelompok ini terdapat pula
> kelompok non muslim yang tidak
> &gt; &gt; paham betul posisi Ahmadiyah dalam
> konstelasi Islam. Kalau orang-orang
> &gt; &gt; Ahmadiyah itu berani mengatakan bahwa
> mereka bukan
> &gt; &gt; &gt; Islam, tempat ibadah mereka
> bukan masjid, saya kira masalah
> &gt; &gt; selesai. &amp;nbsp; Nah kalau dua
> kelompok berseberangan saling
> &gt; &gt; berhadapan seperti itu, memang tinggal
> menunggu waktu terjadinya
> &gt; &gt; benturan seperti kejadian kemarin.
> Negara, dalam konteks Indonesia
> &gt; &gt; tidak bisa berdiam diri dengan hal
> tersebut. Pilihan penyelesaian
> &gt; &gt; masalah diserahkan ke umat, seperti
> keinginan Gus Dur, adalah pilihan
> &gt; &gt; yg menurut pendapat saya hanya akan
> menyebabkan perkelahian massal
> &gt; &gt; antar anak bangsa. &amp;nbsp; Jadi
> dalam kejadian itu saya membenarkah
> &gt; &gt; langkah yg ditempuh FPI 100 %, karena
> aqidah adalah doktrin yang dalam
> &gt; &gt; Islam harus dijaga dengan taruhan nyawa.
> Itu yg membuat aqidah Islam
> &gt; &gt; tidak pernah bergeser dari sejak
> disampaikan oleh Muhammad SAW 14 abad
> &gt; &gt; yg lalu. &amp;nbsp; Menurut saya
> kelompok yg mendukung Ahmadiyah tidak
> &gt; &gt; perlulah secara demonstratif menunjukkan
> sikap. Hal itu sama sekali
> &gt; &gt; tidak menunjukkan empati pada
> &gt; &gt; &gt; keyakinan orang yg meletakkan
> Ahmadiyah sebagai permasalahan
> &gt; &gt; aqidah. Kalau mau dukung sih dukung aja
> tapi dengan media yg lebih
> &gt; &gt; smooth. Bukan dengan berdiri menantang,
> memprovokasi untuk berkelahi.
> &gt; &gt; Harusnya ada yang mati biar lebih seru.
> &amp;nbsp; Jabat erat,- Udar 
> &gt; &gt; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; handhika ramadhan
> &amp;lt;isaacnewtonid@ yahoo.com&amp;gt; wrote: 
> &gt; &gt; Mas Agung,
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; Terima kasih atas info
> tambahannya yang sangat berguna bagi saya yg
> &gt; &gt; berada nun jauh di sana untuk
> menganalisis peristiwa-peristiwa yang
> &gt; &gt; terjadi di tanah air kita.
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; Mengenai kasus Ahmadiyah itu
> sendiri, saya juga menyayangkan
> &gt; &gt; terjadinya "unholy trinity"
> antara pemerintah, para teolog2 dengan
> &gt; &gt; "otoritas" teokrasinya (baca:
> MUI), dan gerombolan preman berjubah
> &gt; &gt; (baca: FPI) yang mencoba memaksakan
> keyakinan kepada sekelompok orang.
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; Hampir 400 tahun lalu, tokoh
> pendiri Rhode Island state, Roger
> &gt; &gt; Williams, pernah mencetuskan
> "liberty of conscience", dimana ia dengan
> &gt; &gt; tegas menyatakan bahwa iman yang
> dipaksakan bukan sejatinya iman. Ia
> &gt; &gt; terkenal dengan slogannya: "a forced
> faith stinks in the nose of
> God". 
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; Hampir di kurun waktu yang sama
> di daratan Belanda, John Locke, sang
> &gt; &gt; filsuf Inggris yang hidup di pengasingan
> &gt; &gt; &gt; di Belanda, menulis sebuah
> risalah terkenal, "A Letter Concerning
> &gt; &gt; Toleration". Di dalamnya, ia
> menegaskan bahwa faith must come as a
> &gt; &gt; product of pure conscience, and can't
> be forced by the state. The
> &gt; &gt; state can't rule the piety of its
> people, but instead to regulate
> &gt; &gt; external interests, relating to life,
> liberty, and common welfare.
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; Semoga kelak lahir Locke2 dan
> Williams2 Indonesia yang kelak bisa
> &gt; &gt; kembali menegakkan kemerdekaan hakiki di
> Indonesia, baik kemerdekaan
> &gt; &gt; beragama, maupun kemerdekaan untuk hidup,
> untuk bebas berpendapat, dan
> &gt; &gt; mengejar kebahagiaan (life, liberty, and
> the pursuit of happiness).
> &gt; &gt; Semoga kelak Indonesia memiliki
> negarawan2 besar macam Thomas
> &gt; &gt; Jefferson, Thomas Paine, atau James
> Madison sehinga Indonesia mampu
> &gt; &gt; menjadi "empire of liberty and
> conscience", dimana hak2 dasar setiap
> &gt; &gt; warga negara dijamin penuh, termasuk hak
> beragama; dimana negara
> &gt; &gt; dilindungi dari teokrasi
> "otoritas-otoritas yang mengaku sebagai wakil
> &gt; &gt; Tuhan di bumi" macam MUI (there is
> no monkery in Islam), dan
> &gt; &gt; sebaliknya pula agama dilindungi dari
> legal coercion by state. 
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; Freedom of Religion, and even
> Freedom FROM Religion.
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; Amiiinn..... ....
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; --- On Sun, 6/1/08, Agung
> &amp;lt;trisetyarso@ gmail.com&amp;gt; wrote:
> &gt; &gt; &gt; From: Agung
> &amp;lt;trisetyarso@ gmail.com&amp;gt;
> &gt; &gt; &gt; Subject: [Interdisiplin] Jawaban
> yang bijak; was: Re: Sendyakala ing
> &gt; &gt; Indonesia
> &gt; &gt; &gt; To: Interdisiplin@ yahoogroups.
> com
> &gt; &gt; &gt; Date: Sunday, June 1, 2008,
> 10:17 PM
> &gt; &gt; &gt; 
> &gt; &gt; &gt; Handhika, jika melihat berita,
> ada
> &gt; &gt; &gt; baiknya dari kedua belah pihak,
> &gt; &gt; &gt; sehingga dapat menilai dengan
> jernih.
> 
> &nbsp;
> &nbsp;




--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke