Tulisannya pak Koeswadi mengingatkan saya pada Madura. Speanjang pantainya 
sepertinya lahan yang potensial untuk nyamplung meski saya sendiri belum tahu 
seperti apa..(belum pernah melihat sendiri maksudnya haya sebatas postingan2 
email di milis ini). Mungkin Bapak2 bisa mengajak atau menyodorkan proposal 
reboisasi pantai Madura kepada pemda setempat dengan menggunakan nyamplung plus 
pengelolaan produknya hingga terbentuk BBN.

joko   


From: Achmad Zaenal Abidin 
Sent: Tuesday, July 08, 2008 9:52 PM
To: [email protected] 
Subject: [indonesia] Re: Bagaimana jika kita gencarkan pohon nyamplung sebagai 
tanaman Biodiesel dikota kota dan penahan abrasi pantai


At 17:23 08/07/2008, muhamad koeswadi wrote:


  Asw, Rekans
   
  Banyak menanam pohon Nyamplung setuju banget............ Saya baru menanamkan 
lebih dari 150 pohon nyamplung (2m) dari hibahnya para dermawan lingkungan. 
Nyamplung adalah tanaman habitat pantai, jika ditanam di lahan lain, umumnya 
bisa hidup juga. Mudah ngurusnya, tumbuhnya cepat,  dan tahan sedikit air. 
  Perakarannya memang ke mana-mana, tetapi asal nanemnya dalem, yah tidak akan 
njebol macem-macem.  Apapun spesies pohon jika ditanam dangkal ya akan 
bermasalah.
  Contoh, jalan-jalan aspal warisan Belanda yang saya kunjungi di Jatim -Jabar, 
banyak ditanami pohon bercabang dan berakar ke mana-mana. Jalannya tetap bagus, 
pohonnya pun tumbuh sehat. (Lihat jalan di Jalur Madura- Ambunten Sumenep, 
dihiasi pohon Asem. Juga di jalur Ponorogo dihiasi pohon Mahoni. Juga di jl 
Raden Patah Bandung dihiasi Mahoni dan Damar ataupun di jl Pajajaran Bogor, 
semuanya dihiasi pohon berumur lebih 25 th dan jalannya OK semua......)
   
  Soal pohon di kota (Jakarta misalnya), usahakan tidak ditebang, baik yang di 
pinggir jalan maupun di taman. KALAU BISA.....

Tetapi kenyataannya lain, pohon pohon yang telah tua dan banyak 
cabang/rantingnya ditebangi/digunduli lalu kayunya dipotong rapi dan dimasukkan 
kedalam bak kendaraan2 seperti dihatsu/suzuki carry.

Pertanyaannya :

1. Apakah hal tersebut resmi perintah dari Pemda ? 
2. Jika akan dibuang, mengapa dipotongi rapi2 ? apakah akan dijual sebagai kayu 
bakar ? atau keperluan industri kayu ? 


  Yang boleh diusulkan  kepada SIAPAPUN DI KOTA MANAPUN adalah, jangan menanam 
pohon buah di tepi atau tengah (median) jalan raya, sebab mengundang bahaya.

Bahayanya dimana ? apakah hanya takut/rawan ada kecelakaan ketika ambil buahnya 
? apakah dalam hal ini termasuk buah yang menghasilkan biji seperti nyamplung? 
Jika bahaya karena rawan kecelakaan, bagaimana jika khusus pemetikannya 
dilakukan diwaktu malam dengan koordinasi polisi dimana semua kendaraan 
sementara distop dulu seperti pengamanan ketika akan memasang jembatan 
penyeberangan ? :-)


   Jakarta adalah contoh yang jelek urusan menanam pohon ini. Lihat kasus pohon 
Manilkara kauki (sawo kecik  / sawo kraton ?) sekitar MPR - Semanggi - Gatsu - 
Casablanca dll.

Apa kasusnya ? maaf belum tahu atau belum pernah baca kasusnya apa ? :-(

Salam,
Zaenal



   
  Ayo tanam pohon dengan benar, sesuai manfaat, dan tepat...........wassalam. 
  Aksi-Hijau Indonesia


    ----- Original Message -----

    From: "Achmad Zaenal Abidin" 

    To: [email protected]

    Subject: [indonesia] Re: Bagaimana jika kita gencarkan pohon nyamplung 
sebagai tanaman Biodiesel dikota kota dan penahan abrasi pantai

    Date: Tue, 08 Jul 2008 10:08:53 +0700


    At 09:23 08/07/2008, Moko Darjatmoko wrote:

      At  7/5/08, Achmad Zaenal Abidin wrote:


        4. Bagaimana jika dari pada pohon pohon di setiap pinggir/tengah jalan 
di Jakarta maupun kota kota lain/terutama pesisir tidak ada gunanya selain 
hanya kayu dan konservasi air saja, untuk dibongkar/ditebang dan diganti dengan 
pohon pohon nyamplung ? termasuk di pesisir pesisir pantai yang rawan 
abrasi/tsunami untuk ditanami pohon nyamplung,karena telah kita telah siapkan 
pembibitannya.


      Aku bisa memahami urgensi mendapatkan alternative fuel, tetapi menebangi 
pohon pohon peneduh jalan di Jakarta maupun kota kota lain untuk diganti dengan 
pohon pohon nyamplung adalah usulan paling "gendheng" yang pernah aku dengar.


    Kalau tahu tidak ada manfaatnya ya pasti tidak akan diusulkan mas. :-)


       Pertama, ada alasan tertentu satu jenis pohon tidak dipakai sebegai 
peneduh jalan, dan nyamplung adalah salah satunya -- karena akarnya tumbuh 
"liar" kemana-mana dan dalam waktu singkat akan menjebol pavement.


    Informasi akarnya liar ini dari mana ? apakah akar2nya akan bergerak keatas 
? :-(

    Berdasarkan kesaksian dari yang mengirim minyak nyamplung, di sepanjang 
jalan pangandaran Pohon nyamplung  telah digunakan sebagai pohon peneduh jalan 
tanpa menimbulkan kerusakan alan karena akar2nya, karena akarnya dalam.



        Siang ini saya telah terima kiriman sample/contoh minyak nyamplung 2 
botol sebagai bahan baku Biodiesel/solar dan beberapa biji buah nyamplung.

        (harga biji nyamplung adalah + Rp. 2.000,-/kg, dimana persentasi untuk 
menjadi biodiesel diatas 50% per kg= > 0,5 liter biodiesel/kg).


      Kedua, siapa bilang nyamplung ini bisa jadi "solusi" yang ideal untuk 
sumber bio-fuel (bio-diesel)? Entah dari mana ZA dapat angka fantastik 
"persentasi untuk menjadi biodiesel diatas 50% per kg= > 0,5 liter 
biodiesel/kg" ... aku yakin ini bukan dari pengalaman nge-press sendiri 
(seperti layaknya para nyur-senyur, the doers not the talkers). FYI, angka yang 
lebih mendekati untuk "yield" biji nyamplung ini adalah sekitar 5 persen, jelas 
merupakan angka yang jauh lebih rendah ketimbang klaim AZA yang 50 (limapuluh) 
persen itu! Tadinya kupikir salah ketik atau mark-up nggak sengaja, tetapi dari 
email yang lain "'60% lebih tinggi dari pada jarak pagar (Jatropha Curcas) yang 
berkisar 30%" ... wah, sampiyan ini musti kembali buka-buka textbook botani.


    Mas Moko dan rekans bisa melihat kembali dari daftar yang diberikan Pak 
Tatang sesuai terlampir.

    Dan barusan saya tanya kepada yang ngepres langsung dari biji nyamplung 
menjadi minyaknya diperoleh keterangan dari 2.5kg biji nyamplung diperoleh 
minyak 1 sd 1.5 liter.

    Berarti perolehan minyak adalah 40% sd 60% dari setiap biji nyamplung ke 
minyak atau 0,4 sd 0,6 liter/kg.


    Salam,

    Zaenal



      Tabik,

      Moko/


      -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi 
serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan 
akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : 
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt 
    << biodiesel_tree.ppsx >>



  -- 
  Be Yourself @ mail.com!
  Choose From 200+ Email Addresses
  Get a Free Account at www.mail.com!

Kirim email ke