----- Original Message -----
  From: "Achmad Zaenal Abidin"
  To: [email protected]
  Subject: [indonesia] Re: Bagaimana jika kita gencarkan pohon
  nyamplung sebagai tanaman Biodiesel dikota kota dan penahan abrasi
  pantai
  Date: Tue, 08 Jul 2008 19:22:07 +0700

  At 17:23 08/07/2008, muhamad koeswadi wrote:


    Asw, Rekans

    Banyak menanam pohon Nyamplung setuju banget............ Saya
    baru menanamkan lebih dari 150 pohon nyamplung (2m) dari hibahnya
    para dermawan lingkungan. Nyamplung adalah tanaman habitat
    pantai, jika ditanam di lahan lain, umumnya bisa hidup juga.
    Mudah ngurusnya, tumbuhnya cepat,  dan tahan sedikit air.
    Perakarannya memang ke mana-mana, tetapi asal nanemnya dalem, yah
    tidak akan njebol macem-macem.  Apapun spesies pohon jika ditanam
    dangkal ya akan bermasalah.
    Contoh, jalan-jalan aspal warisan Belanda yang saya kunjungi di
    Jatim -Jabar, banyak ditanami pohon bercabang dan berakar ke
    mana-mana. Jalannya tetap bagus, pohonnya pun tumbuh sehat.
    (Lihat jalan di Jalur Madura- Ambunten Sumenep, dihiasi pohon
    Asem. Juga di jalur Ponorogo dihiasi pohon Mahoni. Juga di jl
    Raden Patah Bandung dihiasi Mahoni dan Damar ataupun di jl
    Pajajaran Bogor, semuanya dihiasi pohon berumur lebih 25 th dan
    jalannya OK semua......)

    Soal pohon di kota (Jakarta misalnya), usahakan tidak ditebang,
    baik yang di pinggir jalan maupun di taman. KALAU BISA.....


  Tetapi kenyataannya lain, pohon pohon yang telah tua dan banyak
  cabang/rantingnya ditebangi/digunduli lalu kayunya dipotong rapi dan
  dimasukkan kedalam bak kendaraan2 seperti dihatsu/suzuki carry.

  Pertanyaannya :

  1. Apakah hal tersebut resmi perintah dari Pemda ?

  Soal motong dahan/ranting pohon di jalan (pada umumnya), setahu saya
  memang kewajiban Dinas Pertamanan. 2. Jika akan dibuang, mengapa
  dipotongi rapi2 ? apakah akan dijual sebagai kayu bakar ? atau
  keperluan industri kayu ?
  Memotong dahan/ranting (pruning) bahkan pohon tertentu untuk:
  mempercantik  tampilan (tajuk), menyehatkan pertumbuhan, dan
  menghindari patahannya (karena angin, penyakit, beban air hujan) yang
  bisa berakibat bagi pejalan dan pengendara. Bahwa kayu hasil
  tebangannya mah terserah diapakan........dibagi ke penduduk juga
  boleh ganti BBM, atau buat bahan baku kerajinan, termasuk furniture
  jika diameternya besar.

  Yang boleh diusulkan  kepada SIAPAPUN DI KOTA MANAPUN adalah, jangan
  menanam pohon buah di tepi atau tengah (median) jalan raya, sebab
  mengundang bahaya.


  Bahayanya dimana ? apakah hanya takut/rawan ada kecelakaan ketika
  ambil buahnya ?

  Benar. Menghidari dorongan anak-anak atau orang tua mengambil
  buah-buahan di jalan raya, menyeberang dan berlarian.... Juga
  pengendara terancam karena anak2 atau orang tua. Kalo yang ditanem
  rambutan Aceh atau Durian, siapa yang berebut?? Namanya anak-anak,
  belum kenal polisi.

  Jika bahaya karena rawan kecelakaan, bagaimana jika khusus
  pemetikannya dilakukan diwaktu malam dengan koordinasi polisi dimana
  semua kendaraan sementara distop dulu seperti pengamanan ketika akan
  memasang jembatan penyeberangan ? :-)
  Hee...hee, Polisi lebih baik tugasnya benerin lalu lintas, bukan
  nangkepin anak2 nyolong buah.

  apakah dalam hal ini termasuk buah yang menghasilkan biji seperti
  nyamplung?

  Yang dimaksud adalah 'buah meja/fakiha' (arabic)  seperti rambutan,
  mangga, sawo, sawo kecik, alpukat dst bukan buah mahoni, nyamplung,
  asem, salam dll.

     Jakarta adalah contoh yang jelek urusan menanam pohon ini. Lihat
    kasus pohon Manilkara kauki (sawo kecik  / sawo kraton ?) sekitar
    MPR - Semanggi - Gatsu - Casablanca dll.


  Apa kasusnya ? maaf belum tahu atau belum pernah baca kasusnya apa ?
  :-(

  Salam, Zaenal

  Pohon sawo kecik ini ditanam di median jalan tol sekitar semanggi dan
  juga di median jl cassablanca depan Mal ambasador. Dua-empat tahun
  lagi akan berbuah. Jika berbuah masak, warnanya merah, dagingnya
  kuning manis gurih, bijinya coklat muda cantiq. Semoga saja tidak
  saling berebut.......MK

  Ayo tanam pohon dengan benar, sesuai manfaat, dan
  tepat...........wassalam.
  Aksi-Hijau Indonesia

          ----- Original Message -----

          From: "Achmad Zaenal Abidin"

          To: [email protected]

          Subject: [indonesia] Re: Bagaimana jika kita gencarkan
          pohon nyamplung sebagai tanaman Biodiesel dikota kota dan
          penahan abrasi pantai

          Date: Tue, 08 Jul 2008 10:08:53 +0700

          At 09:23 08/07/2008, Moko Darjatmoko wrote:

          At  7/5/08, Achmad Zaenal Abidin wrote:

          4. Bagaimana jika dari pada pohon pohon di setiap
          pinggir/tengah jalan di Jakarta maupun kota kota
          lain/terutama pesisir tidak ada gunanya selain hanya kayu
          dan konservasi air saja, untuk dibongkar/ditebang dan
          diganti dengan pohon pohon nyamplung ? termasuk di pesisir
          pesisir pantai yang rawan abrasi/tsunami untuk ditanami
          pohon nyamplung,karena telah kita telah siapkan
          pembibitannya.


        Aku bisa memahami urgensi mendapatkan alternative fuel, tetapi
        menebangi pohon pohon peneduh jalan di Jakarta maupun kota kota
        lain untuk diganti dengan pohon pohon nyamplung adalah usulan
        paling "gendheng" yang pernah aku dengar.


      Kalau tahu tidak ada manfaatnya ya pasti tidak akan diusulkan mas.
      :-)

         Pertama, ada alasan tertentu satu jenis pohon tidak dipakai
        sebegai peneduh jalan, dan nyamplung adalah salah satunya --
        karena akarnya tumbuh "liar" kemana-mana dan dalam waktu
        singkat akan menjebol pavement.


      Informasi akarnya liar ini dari mana ? apakah akar2nya akan
      bergerak keatas ? :-(

      Berdasarkan kesaksian dari yang mengirim minyak nyamplung, di
      sepanjang jalan pangandaran Pohon nyamplung  telah digunakan
      sebagai pohon peneduh jalan tanpa menimbulkan kerusakan alan karena
      akar2nya, karena akarnya dalam.


      Siang ini saya telah terima kiriman sample/contoh minyak nyamplung
      2 botol sebagai bahan baku Biodiesel/solar dan beberapa biji buah
      nyamplung.

      (harga biji nyamplung adalah + Rp. 2.000,-/kg, dimana persentasi
      untuk menjadi biodiesel diatas 50% per kg= > 0,5 liter
      biodiesel/kg).


      Kedua, siapa bilang nyamplung ini bisa jadi "solusi" yang ideal
      untuk sumber bio-fuel (bio-diesel)? Entah dari mana ZA dapat angka
      fantastik "persentasi untuk menjadi biodiesel diatas 50% per kg= >
      0,5 liter biodiesel/kg" ... aku yakin ini bukan dari pengalaman
      nge-press sendiri (seperti layaknya para nyur-senyur, the doers not
      the talkers). FYI, angka yang lebih mendekati untuk "yield" biji
      nyamplung ini adalah sekitar 5 persen, jelas merupakan angka yang
      jauh lebih rendah ketimbang klaim AZA yang 50 (limapuluh) persen
      itu! Tadinya kupikir salah ketik atau mark-up nggak sengaja, tetapi
      dari email yang lain "'60% lebih tinggi dari pada jarak pagar
      (Jatropha Curcas) yang berkisar 30%" ... wah, sampiyan ini musti
      kembali buka-buka textbook botani.


      Mas Moko dan rekans bisa melihat kembali dari daftar yang diberikan
      Pak Tatang sesuai terlampir.

      Dan barusan saya tanya kepada yang ngepres langsung dari biji
      nyamplung menjadi minyaknya diperoleh keterangan dari 2.5kg biji
      nyamplung diperoleh minyak 1 sd 1.5 liter.

      Berarti perolehan minyak adalah 40% sd 60% dari setiap biji
      nyamplung ke minyak atau 0,4 sd 0,6 liter/kg.

      Salam,

      Zaenal


      Tabik,

      Moko/

      -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah
      ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam,
      demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis
      Indonesia next better :
      http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

      << biodiesel_tree.ppsx >>


--
Be Yourself @ mail.com!
Choose From 200+ Email Addresses
Get a Free Account at www.mail.com!

-- 
Be Yourself @ mail.com!
Choose From 200+ Email Addresses
Get a Free Account at www.mail.com

Kirim email ke