Pak Moderator, saya menarik diri dari milis ini. Tmks.

Tri
  ----- Original Message ----- 
  From: Adi Indrayanto 
  To: [email protected] 
  Cc: [email protected] 
  Sent: Thursday, February 26, 2009 1:25 PM
  Subject: [indonesia] Re: proses vs hasil


  Dari penjelasan ini, rupanya ada proses yg baik sehingga hasil "tampak" baik, 
yaitu proses "image shaping" atau "face lifting" . Kalau proses ini buruk bisa 
jadi hasil baik "tampak" buruk juga ;-)


  Rupanya sesuatu yg baik musti keluar dr proses yg baik juga, merupakan "hukum 
alam" ya. Ada hubungan causal-effect yg berlaku. 

  Salam,


  -ai-





  On 26 Feb 2009, at 13:03, Hendra Darmawan <[email protected]> wrote:


    Ehehe... bos jangan tertipu oleh permainan kalimat. Yang saya pernah amati 
adalah: "HASIL bisa tampak baik walaupun tidak melalui PROSES yang baik."

    Orang luar, yang tak berminat melihat PROSES, tentu melihat HASILnya. Dan 
jika HASILnya tampak baik, akan sangat mungkin orang luar tersebut akan 
berhipotesis bahwa PROSESnya pun baik. Tampaknya juga berlaku sebaliknya.

    Contoh sangarnya, seorang anggota team failed dalam tugasnya. Dalam hal ini 
dapat dipastikan 90% bahwa ada PROSES yang buruk. Tapi yang menjadi tugasnya 
(HASIL) tercapai, atas bailout anggota team lain yang mengcover pekerjaannya. 
Sangar ya, contohnya..:D

    Dalam contoh diatas, HASIL yang baik tercapai walaupun PROSES salah satu 
entity team tidak baik. Hal tersebut dimungkinkan karena ada PROSES yang baik 
dalam teamwork. Jadi PROSES ini harus dijabarkan dalam scope yang lain, 
barangkali lebih luas atau lebih sempit.


    Saya baru kepikiran sampai sedangkal itu, bahwa sebetulnya PROSES itu harus 
diurai lagi. Adapun HASIL, juga kayaknya perlu dijabarkan lebih dalam lagi, 
sehingga antara PROSES dan HASIL didapatkan hubungan yang linear, diluar 
pengaruh kondisi input dan environment.

    CMIIW, Hendra 





----------------------------------------------------------------------------
    From: Adi Indrayanto <[email protected]>
    To: "[email protected]" <[email protected]>
    Cc: "[email protected]" <[email protected]>
    Sent: Thursday, February 26, 2009 12:03:12
    Subject: [indonesia] Re: proses vs hasil


    Sulit sekali sy pahami ada suatu hasil yg baik dr proses yg buruk. Ada 
contohnya kah? Kalau terbalik, proses baik hasil buruk masih mungkin. Bisa jadi 
bahan bakunya buruk. Atau kita musti sepakat dulu definisi baik buruk ini apa. 
Baik belum tentu besar, tp biasanya terkait dgn kualitas.

    Salam,


    -ai-





    On 26 Feb 2009, at 10:49, Hendra Darmawan <[email protected]> wrote:


      Nah, kemampuan analitik untuk menjabarkan bisnis proses ini yang saya 
masih awam. Tampaknya perlu ada pencerahan nih dari Pak Irsal.


      Hendra 





--------------------------------------------------------------------------
      From: irsal imran <[email protected]>
      To: [email protected]
      Sent: Thursday, February 26, 2009 1:05:17
      Subject: [indonesia] Re: proses vs hasil


      Kalau proses dalam suatu bisnis, atau bisnis proses, hasil adalah salah 
satu komponen dari suatu bisnis proses dimana komponen2 lainnya adalah termasuk 
input, kegiatan2 dan analytical tools seperti optimisasi...dll.  Jadi yang 
namanya proses tidak bisa hanya dilihat dari hasil.  Ibaratnya kalau seorang 
pejabat bisa melakukan proses (buruk) dan mendatangkan hasil yang besar, bukan 
berarti seorang anak jalanan bisa melakukan proses yang sama sehingga bisa 
menghasilkan hasil yang besar juga...:).


      salam,


      -Irsal




--------------------------------------------------------------------------
      From: Hendra Darmawan <[email protected]>
      To: [email protected]
      Sent: Wednesday, February 25, 2009 12:41:10 AM
      Subject: [indonesia] proses vs hasil


      gara-gara tersentil kalimat penutup, jadi bernostalgia masa-masa di unit 
kegiatan mahasiswa. Dalam pelaksanaan kegiatan selalu ada tarik-menarik antara 
"PROSES" dengan "HASIL". 


      Semua setuju, bahwa HASIL yang baik harus melalui PROSES yang baik. Tapi 
dalam praktisnya, terkadang PROSES yang baik tidak sampai pada HASIL yang baik. 
Bahkan juga, HASIL bisa tampak baik walaupun tidak melalui PROSES yang baik.


      Apakah pada saat itu kami masih terkotakkan dalam suatu frame, bahwa 
PROSES itu lebih penting daripada HASIL, atau memang belum mampu mendefinisikan 
PROSES dan HASIL dengan baik. Yang jelas, senior kepada yuniornya selalu 
menekankan pentingnya mengikuti apa yang dipikirkan senior.


      Hendra  





--------------------------------------------------------------------------
      From: agung pratama <[email protected]>
      To: [email protected]
      Sent: Wednesday, February 25, 2009 12:17:25
      Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat


            Kalau kita berbicara masalah keunggulan suatu ras atau kecerdasan 
dan kreativisas suatu ras, sulit untuk dibuktikan secara ilmiah.

            Banyak hal yang akan berpengaruh terhadap kecerdasan dari seseorang 
dan kreativitas seseorang.
            menurut saya
            Kecerdasan dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya:
            1. IQ
            2 EQ

            Pembentukan IQ dari beberapa referensi yang saya tahu dapat 
dibentuk 
            1. dari awal bayi dikandungan 
            2. ketika bayi berusia 0-4tahun
            3. ketika usia 4-8 tahun

            Ketika dikandungan pembentukan kecerdasan bayi dapat dipengaruhi 
oleh 

            1. gizi yang dipasok si ibu: sangat bergantung pada makanan si ibu 
(kadar gizi, kadar zat kimia lainnya. Tidaksemua yang dimakan si ibu baik atau 
buruk bagi si bayi, harus dipilah)

            2. dan rangsangan yang diberikan si ibu: seperti sikap si ibu ( 
bial ibu rajin akan berpengaruh pada bayi dan sebalik nya). Rangsanag seperti 
mendengarkan musik, membaca buku dan lain lainnya.

            Ketika usia 0-4tahun:
            adalah waktu pembentukan otak hingga 80%
            Ketika usia 4-8 tahun
            pembentukan otak yang 20%.

            Kalau tidak salah menyimpulkan perkembanga IQ akan ditentukan 
hingga usia 8 tahun.

            Tapi IQ yang tinggi tidak menjamin kecerdasan seseorang, masih ada 
faktor - faktor lainnya, misal EQ.
            Pembentukan EQ ini adalah sikap mental yang dipunyai oleh seseorang.
            Sikap tidak mudah menyerah, mengahargai pendapat orang lain, 
berusaha berbuat yang terbaik
            Orang dengan IQ biasa bisa jadi lebih pintar dari orang dengan IQ 
tinggi kalau dia memiliki EQ yang hebat.

            Sementara tingkat kreativitas sangat bergantung pada pola 
pendidikan yang diperoleh seseorang tersebut. Ada pola pendidikan yang sangat 
mengekang kreativitas, ada juga pola pendidikan yang mendukung kreativitas tapi 
melupakan basic pendidikan.

            Sekarang yang penting adalah bagaimana membuat pola pembentukan IQ, 
EQ dan kreativitas bagi generasi muda kita.
            Masabodolah jika ada yang berkata bahwa bangsa lain (yahudi maupun 
eropa) lebih baik dari kita.
            Yang penting bagaimana meningkatkan mutu pendidikan secara konkrit.
            "Pendidikan adalah suatu proses bukan cuma hasil"

           




--------------------------------------------------------------------------
      New Email addresses available on Yahoo! 
      Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
      Hurry before someone else does!




--------------------------------------------------------------------------
      New Email addresses available on Yahoo! 
      Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
      Hurry before someone else does!


----------------------------------------------------------------------------
    Get your new Email address! 
    Grab the Email name you've always wanted before someone else does!

Kirim email ke