Kalau dilihat definisi proses adalah koleksi dari actifity untuk mencapai 
output yang diharapkan.  Jadi di sini banyak faktor2 atau variable yang akan 
menentukan berapa besar dan bagaimana output yang akan didapat, baik dari 
faktor2 luar seperti resources, information, dll, juga dari macam dan bagaimana 
order dari actifity2 tersebut.  Jadi diperlukan analisa bisnis process tersebut 
sehingga menghasilkan out yang diharapkan dengan cost seminimal mungkin 
(optimisasi).

Contoh kalau biasanya output dalam bisnis dari bisnis proses adalah customer 
satisfaction (dengan asumsi kalau customer puas bisa meningkatkan value (uang) 
dari perusahaan).  kalau cuman buat customer puas tanpa memperhatikan cosnya, 
tentu gampang..tapi bagaimana supaya customer puas dan perusahaan juga tidak 
kelelep.., diperlukan analisa baik qualitatip maupun quantitatip dari  proses 
yang dimodelkan.
Kayaknya gitu..:).

salam,


-Irsal




________________________________
From: Hendra Darmawan <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, February 25, 2009 8:49:14 PM
Subject: [indonesia] Re: proses vs hasil


Nah, kemampuan analitik untuk menjabarkan bisnis proses ini yang saya masih 
awam. Tampaknya perlu ada pencerahan nih dari Pak Irsal.

Hendra  




________________________________
From: irsal imran <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, February 26, 2009 1:05:17
Subject: [indonesia] Re: proses vs hasil


Kalau proses dalam suatu bisnis, atau bisnis proses, hasil adalah salah satu 
komponen dari suatu bisnis proses dimana komponen2 lainnya adalah termasuk 
input, kegiatan2 dan analytical tools seperti optimisasi...dll.  Jadi yang 
namanya proses tidak bisa hanya dilihat dari hasil.  Ibaratnya kalau seorang 
pejabat bisa melakukan proses (buruk) dan mendatangkan hasil yang besar, bukan 
berarti seorang anak jalanan bisa melakukan proses yang sama sehingga bisa 
menghasilkan hasil yang besar juga...:).


salam,


-Irsal




________________________________
From: Hendra Darmawan <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, February 25, 2009 12:41:10 AM
Subject: [indonesia] proses vs hasil


gara-gara tersentil kalimat penutup, jadi bernostalgia masa-masa di unit 
kegiatan mahasiswa. Dalam pelaksanaan kegiatan selalu ada tarik-menarik antara 
"PROSES" dengan "HASIL". 

Semua setuju, bahwa HASIL yang baik harus melalui PROSES yang baik. Tapi dalam 
praktisnya, terkadang PROSES yang baik tidak sampai pada HASIL yang baik. 
Bahkan juga, HASIL bisa tampak baik walaupun tidak melalui PROSES yang baik.

Apakah pada saat itu kami masih terkotakkan dalam suatu frame, bahwa PROSES itu 
lebih penting daripada HASIL, atau memang belum mampu mendefinisikan PROSES dan 
HASIL dengan baik. Yang jelas, senior kepada yuniornya selalu menekankan 
pentingnya mengikuti apa yang dipikirkan senior.

Hendra  




________________________________
From: agung pratama <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, February 25, 2009 12:17:25
Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat



Kalau kita berbicara masalah keunggulan suatu ras atau kecerdasan dan 
kreativisas suatu ras, sulit untuk dibuktikan secara ilmiah.

Banyak hal yang akan berpengaruh terhadap kecerdasan dari seseorang dan 
kreativitas seseorang.
menurut saya
Kecerdasan dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya:
1. IQ
2 EQ

Pembentukan IQ dari beberapa referensi yang saya tahu dapat dibentuk 
1. dari awal bayi dikandungan 
2. ketika bayi berusia 0-4tahun
3. ketika usia 4-8 tahun

Ketika dikandungan pembentukan kecerdasan bayi dapat dipengaruhi oleh 

1. gizi yang dipasok si ibu: sangat bergantung pada makanan si ibu (kadar gizi, 
kadar zat kimia lainnya. Tidaksemua yang dimakan si ibu baik atau buruk bagi si 
bayi, harus dipilah)

2. dan rangsangan yang diberikan si ibu: seperti sikap si ibu ( bial ibu rajin 
akan berpengaruh pada bayi dan sebalik nya). Rangsanag seperti mendengarkan 
musik, membaca buku dan lain lainnya.

Ketika usia 0-4tahun:
adalah waktu pembentukan otak hingga 80%
Ketika usia 4-8 tahun
pembentukan otak yang 20%.

Kalau tidak salah menyimpulkan perkembanga IQ akan ditentukan hingga usia 8 
tahun.

Tapi IQ yang tinggi tidak menjamin kecerdasan seseorang, masih ada faktor - 
faktor lainnya, misal EQ.
Pembentukan EQ ini adalah sikap mental yang dipunyai oleh seseorang.
Sikap tidak mudah menyerah, mengahargai pendapat orang lain, berusaha berbuat 
yang terbaik
Orang dengan IQ biasa bisa jadi lebih pintar dari orang dengan IQ tinggi kalau 
dia memiliki EQ yang hebat.

Sementara tingkat kreativitas sangat bergantung pada pola pendidikan yang 
diperoleh seseorang tersebut. Ada pola pendidikan yang sangat mengekang 
kreativitas, ada juga pola pendidikan yang mendukung kreativitas tapi melupakan 
basic pendidikan.

Sekarang yang penting adalah bagaimana membuat pola pembentukan IQ, EQ dan 
kreativitas bagi generasi muda kita.
Masabodolah jika ada yang berkata bahwa bangsa lain (yahudi maupun eropa) lebih 
baik dari kita.
Yang penting bagaimana meningkatkan mutu pendidikan secara konkrit.
"Pendidikan adalah suatu proses bukan cuma hasil"

 

________________________________
New Email addresses available on Yahoo! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!

________________________________
New Email addresses available on Yahoo! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!


      

Kirim email ke