Kalau cuman 2,000 dollar doang kita bisa paham salah transfer.
Tapi ini 13 Trilyun (USD 1.4 Milyar) lho !
Sudah jadi rahasia umum, banyak pejabat yang melakukan praktik memindahkan
uang negara dari rekening kas daerah/negara ke rekening pribadi untuk
sementara.
Tujuannya untuk "dieramkan", sampai "beranak pinak". Uangnya
dikembalikan ke kas
negara, dan anaknya ditelan atau dicolong. Ada kemungkinan seperti ini
kasusnya.
Ata mungkin ini dana talangan Century II yang harus di pansuskan.
Mengingat jumlahnya
lebih besar dari Century I.
Walaupun ada kasus ini, toh pemerintah tenang tenag saja. Makanya saya
sudah lama
nggak pernah percaya pada pemerintah ini. Mereka baru ribut kalau
fotonya ditaruh di
pantat kerbau atau kambing.
Salam.
Mohammad Andri Budiman wrote:
Abanganda Dr. Ir. Irsal,
Sistem apapun di perbankan tentunya merupakan sistem yang /robust:
strong and sturdy/. Lalu kenapa bisa masuk kredit tak jelas? Dan
setelah itu didebet lagi? Apa rekening Bang Irsal cuman dijadikan
/buffer /oleh para /money launderers/? :-p
Salam,
CA
2010/2/8 <[email protected] <mailto:[email protected]>>
Jangan2 pakai basic...atau malah fortran:). Indonesia memang suka
membesar2kan berita. Saya sendiri pernah kemasukan uang di Bank
Of America..tapi jumlahnya cuman ribuan dolar dan hanya beberapa
jam. Jadi yg namanya manusia wajar punya kesalahan..yg penting
systemnya dibikin alert sehinggan mampu mendeteksi kesalahan tsb.
Salam,
-Irsal
Coming up soon, http://www.dokterkita.net and http://www.kongkow.net
-----Original Message-----
From: "M. Irwan Hrp" <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
Date: Mon, 8 Feb 2010 22:09:34
To: <[email protected] <mailto:[email protected]>>
Subject: [indonesia] Re: [Itb] Dana Tabungan Bisa Minus 9 Triliun?
Emangnya core banking mandiri pakai Java ya ?
On 2/8/10, [email protected] <mailto:[email protected]>
<[email protected] <mailto:[email protected]>> wrote:
> Ini orang IT yg bikin programnya payah. Habis programer hebat
bersertifikat
> internasional java lebih senang main milis dari pada bikin
program:).
>
> Salam,
>
> -Irsal
> Coming up soon, http://www.dokterkita.net and http://www.kongkow.net
>
> -----Original Message-----
> From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
> Date: Mon, 8 Feb 2010 16:38:05
> Subject: [indonesia] Dana Tabungan Bisa Minus 9 Triliun?
>
> Rekan-rekan yth.,
>
> Saya tidak tahu apa lagi yang salah di negara ini. Kisah di bawah
> menceritakan, Alimin yang hanya punya *Rp. 5 juta* di tabungan,
kemudian -
> *for
> some mysterious reasons* - tiba-tiba *"naik" menjadi Rp. 13
triliun*, dan
> saat lainnya ternyata *ada "penarikan Rp. 22 triliun"* sehingga
tabungannya
> menjadi *minus Rp. 9 triliun.
>
> **Two questions remain in my head:*
> -1. Sejak kapan seseorang bisa men-debet uang lebih daripada saldo?
> -2. Dan apakah bisa nantinya saldo minus tersebut "dipelintir"
menjadi
> hutang si nasabah?
>
> Salam,
> CA
>
> Source:
>
http://www.detiknews.com/read/2010/02/08/122507/1295059/10/kisah-alimin-rp-13-triliun-yang-kaya-sekaligus-miskin-mendadak
>
> --begins--
> Kisah Alimin 'Rp 13 Triliun' yang Kaya Sekaligus Miskin Mendadak
> Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
>
> dok detikcom
> Makassar - Alimin, terkejut bukan kepalang saat mengetahui dana
tabungannya
> di Bank M melonjak pesat menjadi Rp 13 triliun. Dan dia lebih
terkejut lagi
> karena tak lama kemudian tabungannya justru menjadi minus Rp 9
triliun.
>
> Alimin adalah petani sederhana di kota Pare-pare, Sulawesi
Selatan. Tak
> hanya sederhana, dia juga gemar menabung. Sedikit demi sedikit,
hasil kerja
> kerasnya disimpan di Bank M cabang Pare-pare.
>
> Sekitar November 2008, Alimin mendatangi kantor Bank M cabang
Pare-pare.
> Dia
> berniat meminta print out tabungannya untuk mengetahui data
terbaru jumlah
> tabungannya. Jantung Alimin mendadak berdegup keras saat melihat
deretan
> angka di buku tabungannya.
>
> "Saldo tabungan saya tertulis Rp 13 triliun. Uang itu masuk pada
tanggal 3
> November 2008. Padahal tabungan saya hanya sekitar Rp 5 juta,"
ungkap
> Alimin
> kepada detikcom melalui telepon, Senin (8/2/2010).
>
> Wajar memang bila jantung Alimin mendadak berdegup keras. Bagi
dirinya yang
> cuma seorang petani, jumlah uang sebanyak itu di tabungannya
adalah sangat
> tidak masuk di akal. Dia senang, bercampur bingung. Batinnya
bertanya-tanya
> dari mana uang sebanyak itu? Bagaimana bisa dia kaya mendadak? Ini
> kenyataan
> atau cuma mimpi?
>
> Semua pertanyaan itu berkecamuk di benak pria berusia 43 tahun
ini. Dia
> juga
> sempat bertanya ke anaknya, apakah mengirimkan uang ke dirinya
sebanyak
> itu.
> Tentu saja sang anak menjawab dengan tegas, tidak!
>
> Keterkejutan Alimin ternyata tidak sampai di situ. Tiga hari
kemudian dia
> kembali ke kantor Bank M. Dia ingin memastikan apakah uang
sebanyak itu
> benar-benar ada di rekeningnya. Tapi kenyataan sebaliknya yang
dia dapat.
>
> "Ternyata ada penarikan Rp 22 triliun. Jadi tabungan saya minus Rp 9
> triliun," ungkap Alimin.
>
> Menurut Alimin, saat itu dirinya langsung lemas. Kalau itu
benar, bagaimana
> bisa dia membayar utang sedemikian besar. Sampai tujuh turunan
keluarganya
> pun utang itu tidak akan lunas.
>
> Alimin akhirnya meminta penjelasan dari pihak Bank M. Dia memperoleh
> jawaban, bahwa itu semata-mata persoalan teknis. Alimin diminta
tak perlu
> mengkhawatirkan hal tersebut. Dananya juga dijamin tidak hilang.
>
> Lalu mengapa Alimin baru mengungkapkan kasusnya tersebut
sekarang ini?
> Menurut Alimin, hal itu terkait dengan maraknya kasus rekening
nasabah
> sejumlah bank yang bermasalah belakangan ini. Dia khawatir, apa yang
> dialaminya sekitar 1 tahun lalu lebih itu menjadi persoalan bagi
dirinya.
>
> "Memang selama ini tidak ada masalah dengan rekening saya. Saya
juga tidak
> diminta membayar utang Rp 9 triliun. Saya cuma khawatir ada apa-apa
> nantinya. Saya ingin tahu dari mana uang itu, dan ke mana
larinya, agar
> tidak jadi masalah di kemudian hari," ungkap Alimin.
> --ends--
>
>
--
- Irwan -
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah
ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia
dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt