Setiap daerah sebenarnya mampu mandiri (self sufficient), tanpa perlu
tergantung pada daerah atau negara lain...
Kuncinya ada pada pemimpin daerah itu...
Jika yang ngatur kemampuannya baru sekelas *tukang-pajak* dan *broker-proyek
* yang membelanjakan hasil pajak itu untuk projek-proyek yang tidak atau
kurang bermanfaat langsung untuk *pencerdasan*, *pemberdayaan *dan
*kesejahteraan
masyarakat*; ada baiknya ada putra daerah yang berperan secara informal
mengarahkan daerah tersebut ke arah pertumbuhan dan distribusi rezeki yang
lebih adil.
Yang terpenting bukan de jure, tapi *de facto*.
Perlu ada yang memulai, meski mulainya untuk taraf desa.
*Tidak mungkin bisa berharap banyak kepada pemimpin yang belum sampai
akalnya.*

Salam Z

2010/4/20 Basuki Suhardiman <[email protected]>

>
> saya setuju ,
> sekarang bagaimana baiknya ?
> sebagai contoh , saya ketemu teman yang punya pabrik pupuk NPK,
> nah stock dia kelebihan 2000 ton per bulan tapi tidak ada yang beli ,
> disisi lain , petani terbebani terus menerus ...
>
> Kalau bicara pertanian , bisa sangat panjang ,
> tapi ide nya yang selalu saya sampaikan ,
> petani butuh kepastian harga-harga ,
> kami sdh coba utk gerakkan namanya lawangtani   ,
> tapi belum optimum ,
> nah sistem kolektif harga ini yang sedang kami usahakan kembangkan dan bisa
> di akses oleh petani , broker , dan juga distributor
> sehingga rantai dari hulu hilir bisa terjalin ...
>
> so ?
>
>
>
>
> On Tue, 20 Apr 2010, menik sumasroh wrote:
>
>  Lebih enak kita berpikir selanjutnya bagaimana ? apa yang harus kita
>> lakukan sekarang ?
>>
>>
> --
> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
> akhirat.
>
> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
>

Kirim email ke