Ya itu gunanya pemimpin mas , masalahnya ada 70.000 desa ada 5117 an kecamatan dan 470 kab kota , persoalan nya pemimpin daerah nya juga tidak mengerti daerah nya sendiri ? pada kenyataan nya , struktur kelompok-kelompok tani sdh tidak ada /hancur koperasi yang diharapkan menjadi soko guru perekonomian juga sdh hancur , (tdk lebih dari tengkulak/makelar biasa) yang paling menderita adalah petani itu sendiri , nah sekarang siapa yang memimpin para petani ini ? Jadi kalau mau membenahi , harus membenahi struktur sosial , bagaimana ? berani mas ? heheheh .. On Wed, 21 Apr 2010, Harlizon MBAu wrote:
Setiap daerah sebenarnya mampu mandiri (self sufficient), tanpa perlu tergantung pada daerah atau negara lain... Kuncinya ada pada pemimpin daerah itu... Jika yang ngatur kemampuannya baru sekelas *tukang-pajak* dan *broker-proyek * yang membelanjakan hasil pajak itu untuk projek-proyek yang tidak atau kurang bermanfaat langsung untuk *pencerdasan*, *pemberdayaan *dan *kesejahteraan masyarakat*; ada baiknya ada putra daerah yang berperan secara informal mengarahkan daerah tersebut ke arah pertumbuhan dan distribusi rezeki yang lebih adil. Yang terpenting bukan de jure, tapi *de facto*. Perlu ada yang memulai, meski mulainya untuk taraf desa. *Tidak mungkin bisa berharap banyak kepada pemimpin yang belum sampai akalnya.*
-- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
