Mas sudah nyebut 90%... Berarti mas sdh tau d☺☺☺º°˚˚°º☺☺☺nnng.... ? Ya selama ada reff nya amanlah..
Kalu ndak ada, kasihan teman2 di BUMN.. Termasuk aku..Ђέђέђέ.. Inpartnership with Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Basuki Suhardiman <[email protected]> Sender: [email protected]: Mon, 17 May 2010 08:01:32 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut -SharingPidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB justru kebalik , mana laporan keuangannya yang audited by entah BPKP /BPK ? coba lihat di laporan keuangan nya BPK salah satunya http://www.bpk.go.id/web/?page_id=940 minta saja publish , bukan aku yg harus jawab , hehehe ... paling tdk harus seperti ini http://www.telkom.co.id/hubungan-investor/laporan-laporan/laporan-keuangan/ http://www.indosat.com/html/annual_report_2008/id/1200_boc.html coba mana pertamina untung ? coba mana PN GAS untung ? coba mana PT Rajawali untung ? coba mana PG (Pabrik gula) untung ? coba mana PN Garam untung ? Coba mana PTPN-PTPN untung ? On Mon, 17 May 2010, Tri Basoeki Soelisvichyanto wrote: > Ђέђέђέ.. > > Sekalian sj ke presiden mas... > > Yg ditanya, dr mana referensi angka "90%" mas tersebut? > > Kalau tak ada referensinya, berarti fitnah. > Kalau ada referensinya, berarti mas sdh mengedukasi masy dg benar.. > > > Inpartnership with Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: Basuki Suhardiman <[email protected]> > Sender: [email protected]: Mon, 17 May 2010 07:44:03 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - > SharingPidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB > > > Minta saja pada kementrian BUMN > Kementrian BUMN khan harus mem publish semua nya > apalagi ada UU KIP sdh berlaku > Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Kebebasan > Informasi Publik (KIP) > salah satunya adalah apa yg diminta masyarakat harus bisa disediakan dalam > waktu 14 hari (10 hari kerja) .. > > > On Mon, 17 May 2010, Tri Basoeki Soelisvichyanto wrote: > >> >> BUMN Yang rugi dan membebani APBN sebanyak 90% ????? >> >> Tidak Mantab nih. >> >> Mas BSD, ada datanya gak? Sharing d☺☺☺º°˚˚°º☺☺☺nnng..... Karena ini >> berarti fitnah lhoooo kalau hanya pakai feeling. >> >> Kasihan teman2 yg belajar jujur benar dan berusaha di BUMN. Nanti pada sakit >> hati. >> >> >> >> Inpartnership with Telkomsel BlackBerry® >> >> -----Original Message----- >> From: Basuki Suhardiman <[email protected]> >> Sender: [email protected]: Mon, 17 May 2010 07:22:23 >> To: <[email protected]> >> Reply-To: [email protected] >> Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing >> Pidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB >> >> >> betul mas , tidak semua >> tapi 90 % lebih rugi dan membebani APBN >> ini masalahnya bukan masalah management , ini masalah model ekonomi nya >> yang salah ... >> >> >> On Sun, 16 May 2010, lukman zaaidi wrote: >> >>> tidak semua BUMN , merugi seperti BUMN constructuon sudah pada go Public, >>> dg memenuhi persyaratan2 yang proffesional, kecuali BUMN contrat.yang suka >>> " Window Dressing" yang kebablasan hingga terbukti merugi sampai trilyunan >>> rupiah >> anehnya KPK bungkem saja. Kelola saja BUMN secara proff. dapatkan >> Executivenya yang setara atau melebihi Exc. Rekayasa Industri. salam LZ >> >> >> >> >>________________________________ >> From: goenarso goenoprawiro <[email protected]> >> To: [email protected] >> Sent: Sun, May 16, 2010 6:18:39 AM >> Subject: [indonesia] Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato >> saya saat pengunduran diri pada RUPSLB >> >> >> Pak Basuki, >> >> BUMN tidak usah dibubarkan, hanya perlu dikelola seperti PT Rekayasa >> Industri saja. Sederhana khan..... >> >> Tidak akan ada yang setuju pembubaran BUMN. >> >> Goenarso >> >> >> >> >>________________________________ >> Dari: Basuki Suhardiman <[email protected]> >> Kepada: Indonesianext <[email protected]> >> Terkirim: Sab, 15 Mei, 2010 08:13:35 >> Judul: [indonesia] Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya >> saat pengunduran diri pada RUPSLB >> >> >> Makanya , BUMN itu dibubarkan saja , >> berikan ke swasta "asli Indonesia" dan tidak boleh ada 'capital fly out' >> selama menjadi BUMN , pasti ada 'political touch' yg selalu mengikuti >> makanya gak pernah effisien itu BUMN .. >> >> urusan nya capital fly in and out khan pengawasan BI , lha BI nya juga >> memble , ngurusi satu bank kecil macam century aja gak bisa ? >> gimana mau kontrol capital fly in and out ? >> >> >> soal bahan baku , masih banyak bahan baku di Indonesia (raw material) >> masalahnya BUMN-BUMN macam Krakatau steel tidak pernah explorasi dan >> exploitasi , >> >> >> Telkom berubah ? itu karena Indosat dijual ke asing dan value nya menjadi >> puluhan kali lipat dibanding sejak sebelum dijual , cuma salahnya dijual nya >> ke 'asing' bukan ke 'orang indonesia asli' ... >> >> revenue terbesar Telkom adalah dari Telkomsel , kalau Telkomsel dipisah dari >> induknya (Telkom) niscaya langsung ancur :-) >> coba saja analisis dari sini >> http://www.telkom.co.id/hubungan-investor/laporan-laporan/laporan-keuangan/ >> :-) >> >> >> Saat ini , Telkom sdh mulai keteter sama Indosat dan anak perusahaan nya , >> salah satu yg menanng tender USO adalah Lintas Artha , anak perusahaan >> Indosat , bukan Telkom ,,,,why ? dan banyak pengguna jaringan baik >> pemerintah maupun swasta mulai beralih ke Indosat group , Why ? ... >> >> >> >> >> On Fri, 14 May 2010, [email protected] wrote: >> >>> Hidup Neolib:). >>> >>> -Irsal >>> The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination. >>> #Albert Einstein >>> >>> -----Original Message----- >>> From: goenarso goenoprawiro <[email protected]> >>> Date: Fri, 14 May 2010 15:44:03 >>> To: bisnis mailist<[email protected]>; Venture >>> Capital<[email protected]>; Alumni >>> Teladan<[email protected]>; indonesia >>> entrepreneur<[email protected]>; milist >>> indonesia<[email protected]>; renewable >>> energy<[email protected]>; asosiai desain >>> grafis<[email protected]>; sanbima >>> xibmer<[email protected]>; mailist >>> mantanIBM<[email protected]> >>> Subject: [indonesia] Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya >>> saat pengunduran diri pada RUPSLB >>> >>> Ibu dan Bapak, >> >> Sharing tulisan bagus dari mailist tetangga, >> >> Goenarso >> >> >> >> ----- Pesan Diteruskan ---- >> Dari: Triharyo Soesilo <[email protected]> >> Kepada: [email protected] >> Terkirim: Kam, 13 Mei, 2010 22:25:03 >> Judul: [itb77] Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya saat >> pengunduran diri pada RUPSLB >> >> >> Pada hari Rabu 12 Mei, 2010, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa >> (RUPSLB) telah menyetujui pengunduran diri saya sebagai Direktur Utama PT >> Rekayasa Industri. Saya kebetulan diberi kesempatan untuk menyampaikan kesan >> dan pesan. Berikut ini saya “share� pidato saya pada acara >> tersebut >> dengan doa mudah-mudahan ada manfaatnya bagi rekan-rekan yang ingin >> membacanya. >> >> Ass wr wb >> >> Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur >> Alhamdulilah kepada Allah SWT, karena pagi hari ini kita diberikan nikmat >> kesehatan olehNya untuk bisa menghadiri sebuah acara yang sangat luar biasa >> ini. >> >> Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas persetujuan >> bapak-bapak pemegang saham atas pengunduran diri saya. Dalam kesempatan yang >> sangat indah ini, izinkanlah saya menyampaikan “sharing� saya >> tentang penugasan yang telah diamanahkan oleh bapak-bapak pemegang saham >> kepada saya, untuk ikut mengelola PT Rekayasa Industri selama hampir 5,5 >> tahun >> sebagai Dirut dan hampir 10 tahun sebagai Direksi. >> >> Sebut saja, ini adalah thesis saya. >> >> Diantara banyak BUMN yang mengalami kesulitan, kerugian dan bahkan >> kebangkrutan, kita semua patut bersyukur bahwa PT Rekayasa Industri justru >> dalam 5 tahun terakhir ini, bisa tumbuh pendapatannnya 6x lipat dari Rp 500 >> milyard per tahun ke Rp 3 triliun per tahun, asetnya-pun bisa meningkat 2x >> lipat menjadi sekitar Rp 1,7 Trilliun. Dimana pencapaian tersebut diperoleh >> dengan jumlah karyawan yang justru menurun jumlahnya dari 1200 ke 1000 orang. >> >> Setelah saya pelajari secara seksama, ternyata ada 3 (tiga) alasan >> kenapa BUMN-BUMN di Indonesia, mengalami kemunduran dan bahkan kebangkrutan. >> Alhamdulilah ketiga alasan tersebut dapat diatasi secara bersama-sama dan >> berkat kerja keras seluruh jajaran PT Rekayasa Industri baik Dewan >> komisarisnya, >> Dewan Direksinya maupun seluruh karyawan. Inilah rahasia-rahasianya dan juga >> kiat-kiat kami. Mudah-mudahan dari “sharing� ini bisa dipetik >> sari >> pengalamannya oleh BUMN-BUMN ataupun perusahaan-perusahaan lainnya di >> Indonesia . >> >> Alasan pertama banyak BUMN bangkrut adalah karena hilangnya atau habisnya >> bahan baku . Contoh-contohnya >> antara lain PT Asean Aceh Fertilizer, PT Iglas, PT Soda Waru, PT Kertas Kraft >> Aceh, PT Sandang, PT Basuki rachmat dan sangat banyak lagi. Cukup lama saya >> memikirkan tentang apa sebenarnya bahan baku PT Rekayasa Industri. Karena >> mengerti tentang ketergantungan bahan baku dan juga mengupayakan >> ketersediannya, merupakan kunci bagi kesuksesan sebuah perseroan. Ternyata >> setelah saya renung-renungkan, bahan baku sebuah perusahaan Engineering, >> Procurement, Construction (EPC) seperti PT Rekayasa Industri ini adalah >> “experience list� atau >> pengalaman proyek sejenis. Tanpa experience >> list, kita tidak mungkin bisa lulus prakualifikasi untuk ikut tender. >> >> Jadi salah satu rahasia kami adalah �Partnership >> management�. Bagaimana kami bisa memperoleh partner atau mitra >> paling kompetitif, yang memiliki experience >> list, sehingga kami bisa ikut tender, adalah salah satu kunci dari >> perusahaan ini. Kami menganggap hubungan dengan partner, adalah bagaikan >> hubungan suami dan istri, saling jujur, saling terbuka, saling mengetahui >> peran >> masing-masing, saling mengerti kelemahan serta kekuatan masing-masing dan >> tentunya dengan mengandalkan cinta kasih. Sifat-sifat setia dan loyal, tidak >> mudah selingkuh dan tidak mudah berganti-ganti pasangan adalah sifat-sifat >> yang >> kami kembangkan dengan partner kami. >> >> Bapak-bapak para wakil pemegang saham, kami laporkan dengan kiat-kiat >> tersebut, saat ini bila ada proyek baru di Indonesia , kami justru sulit >> menolak-nolak partner yang ingin bermitra dengan kami. Karena hampir semua >> perusahaan-perusahaan asing tersebut, pilihan pertamanya adalah ingin >> bermitra >> dengan kami. >> >> Alasan kedua kenapa >> banyak BUMN mengalami kesulitan, merugi dan bahkan bangkrut, karena mereka >> tidak bisa mengubah dirinya dari bisnis yang sebenarnya “diberi oleh >> pemerintah�, ke bisnis yang berdasarkan persaingan bebas. Banyak >> BUMN-BUMN yang seperti ini, contohnya PT Peruri, PT Balai Pustaka, PT >> Inhutani, >> PT Sang Hyang seri, PT Inhutani, PT Pertani, PT Pos Indonesia, PT Koja >> Bahari, PT >> Dirgantara Indonesia, PT PAL dll. >> >> Bapak-bapak para wakil pemegang saham, rahasia kedua kenapa kami dapat >> tumbuh berlipat-lipat selama beberapa tahun terakhir ini adalah dengan cara >> meniru kiat PT Telkom. Kami tidak merasa malu untuk mengatakannya, karena >> kami >> rasa meniru dari contoh yang baik adalah wajib hukumnya. PT Telkom adalah >> sebuah BUMN yang mampu mengubah dirinya, dari perusahaan yang tadinya sangat >> tergantung pada bisnis telpon fixed line, kemudian bertransformasi ke bisnis >> seluler. Dengan kiat-kiat “customer >> centric organization� dan melalui pembentukan organisasi cluster yang >> terdiri dari business management, program management, dan >> technology management, PT Rekayasa Industri akhirnya bisa melepaskan >> diri dari ketergantungan proyek pupuk yang notabene di masa lampau adalah >> �pemberian oleh pemerintah�. Kami berpindah ke bisnis yang >> lebih >> berdasarkan pemenangan proyek-proyek, melalui persaingan terbuka. Kami >> memasuki >> dan akhirnya mendominasi bisnis panas bumi, bisnis kilang minyak, bisnis gas, >> dan saat ini memulai bisnis pengolahan bahan tambang dan juga bisnis lepas >> laut >> (offshore). Client-client kamipun >> sudah tidak hanya di Indonesia namun sudah melebar ke mancanegara, seperti >> ke Brunei dan Australia . >> >> Alasan ketiga banyak BUMN yang merugi dan bahkan bangkrut adalah karena >> mereka tidak >> mengembangkan sumber daya manusianya dengan berdasarkan basis kompetensi atau >> di kami, lebih dikenal dengan istilah �Remunerasi >> berdasarkan Merit� dan juga berdasarkan rekam jejak atau track >> record�. >> >> Bapak-bapak para wakil pemegang saham, banyak BUMN yang berkali-kali >> mencanangkan dalam vision statementnya, ingin �menjadi perusahaan >> kelas >> dunia�. Namun setelah saya pelajari secara rinci, umumnya mereka >> banyak >> yang mengalami kegagalan. Salah satu alasan kenapa mereka gagal adalah, >> karena >> perusahaan-perusahaan tersebut ternyata tidak bisa menaikan gaji karyawannya >> ke >> standard gaji kelas dunia. Tanpa peningkatan gaji karyawan ke standard >> perusahaan >> kelas dunia, tidak mungkin perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan kelas >> dunia. Kami laporkan bahwa karyawan PT Rekayasa Industri, saat ini telah >> ditingkatkan gajinya dan pendapatannya selama 5 tahun terakhir sebanyak >> hampir >> 3x lipat. Andaikan saja di tahun 2009 tidak terjadi krisis, mungkin gaji >> karyawan kami bisa naik 4x lipat sejak tahun 2005. Saat ini kami memang baru >> bisa menyaingi pendapatan karyawan perusahaan minyak asing yang berada di >> Indonesia . >> >> Salah satu rahasia kunci kami dalam bagaimana meningkatkan gaji ini, >> adalah peningkatan paket remunerasi yang dilakukan dan diupayakan >> se-tepat-tepatnya. Peningkatan remunerasi ini terus >> menerus kami upayakan untuk diberikan kepada mereka-mereka yang justru memang >> betul-betul berprestasi. Inilah rahasianya. Untuk melakukan ini, banyak >> sekali >> kiat-kiat yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran PT Rekayasa Industri, >> seperti menyusun penentuan tingkatan gaji berdasarkan kuantitatif bukan >> kualitatif, sistem tingkatan gaji >> yang berdasarkan penilaian karya maupun merit (rekam jejak), bonus sistem >> yang >> berdasarkan kinerja kelompok, sistem insentif milestone, sistem insentif >> penghematan yang berdasarkan kinerja proyek dlsb. >> >> Demikianlah beberapa kiat-kiat kunci yang telah >> dikembangkan dan dilakukan oleh jajaran PT Rekayasa Industri selama 5,5 tahun >> terakhir. Namun diantara berbagai kiat-kiat yang telah dilakukan ini, >> izinkanlah saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena ada juga beberapa >> upaya-upaya yang belum berhasil kami capai. Secara spesifik ada 3(tiga) hal >> yang belum bisa kami lakukan selama masa bakti kami. >> >> Salah satunya adalah bahwa kami belum berhasil untuk >> menjadikan perusahaan ini menjadi sebuah perusahaan publik. Saya sangat yakin >> seyakin-yakinnya bahwa BUMN yang menjadi perusahaan publik akan tumbuh besar >> dan berkembang. Lihatlah PT Semen Gresik, PT Telkom, PT Aneka Tambang, PT >> PGN, >> PT Bank Mandiri, PT BNI dan banyak lagi. Sayang sekali sewaktu kami sedang >> gigih-gigihnya ingin Initial Public Offering (IPO), kondisi perekonomian >> dunia tiba-tiba memburuk dengan sangat pesat, >> sehingga kami kehilangan momentum. Persiapan-persiapan yang telah dilakukan >> di >> tahun 2008, Insya Allah sangat mudah diaktifkan kembali, bila kondisi pasar >> bisnis >> EPC sudah semakin membaik. >> >> Hal kedua yang belum bisa kami lakukan selama 5(lima) >> tahun terakhir ini adalah melakukan investasi yang baik, sehingga perseroan >> belum bisa memperoleh pendapatan tetap (fixed >> income) yang rutin. Pengembangan investasi ini, perlu kami upayakan >> mengingat bisnis EPC yang naik turun, sedangkan keperluan untuk >> me-�retain� (menjaga dan >> mempetahankan) karyawan yang baik-baik sifatnya tetap pengeluaran biayanya. >> Namun >> kami laporkan bahwa fondasi-fondasinya sudah ada. >> >> Hal terakhir, yang belum bisa kami lakukan selama 5 >> (lima) tahun terakhir ini dan merupakan penyakit mendasar di hampir semua >> BUMN, >> adalah merubah karyawan PT Rekayasa Industri menjadi �economic >> animals� untuk perusahaan. Kami belum bisa menemukan kiat-kiat yang >> tepat dimana >> karyawan perusahaan ini, selain menjadi umat beragama yang berbakti kepada >> Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, dan juga insan masyarakat yang santun dan >> berbudaya, >> namun bisa berusaha sekeras-kerasnya dalam mencari keuntungan yang luar biasa >> besarnya bagi perusahaan. Saya kira pertumbuhan net profit perseroan selama >> tahun-tahun terakhir, yang masih kurang menggembirakan, mencerminkan hal ini. >> >> Demikian kesan dan pesan kami untuk hal-hal yang >> mungkin perlu untuk diteruskan dan tentunya diperbaiki oleh pengelola PT >> Rekayasa Industri di masa-masa mendatang. >> >> Sebelum saya menutup, saya ingin sedikit menyampaikan >> bahwa Pemerintah telah memberikan amanah kepada saya menjadi salah satu dari >> 7 >> (tujuh) dewan komisaris PT Pertamina (persero). Menurut bapak Menteri ESDM, >> Presiden telah memilih dengan teliti dan sangat seksama, dari banyak sekali >> kandidat. Pilihan 7 (tujuh) orang tersebut jatuh pada seorang mantan menteri >> BUMN yang mengerti tentang korporasi dan bisnis migas, 2 (dua) orang mantan >> Sekjen ESDM yang sangat mengerti tentang kebijakan Migas, 2 (dua) orang >> Dirjen >> aktif yang terkait ke Pertamina yaitu Dirjen Anggaran dan Dirjen ESDM, >> seorang >> Jendral militer dan seorang insinyur praktisi. >> >> Sebagai keluarga besar PT Pupuk Sriwidjaja, dan >> tentunya keluarga besar BUMN, rasanya kita patut bersyukur bahwa Presiden >> memilih satu-satunya praktisi sebagai dewan komisaris Pertamina, dari PT >> Rekayasa Industri dan juga dari anggota keluarga besar Pupuk. Presiden tidak >> memilih kandidat dari dalam Pertamina. Presiden tidak memilih dari >> perusahaan swasta. Presiden-pun tidak >> memilih kandidat dari perusahaan minyak asing. Ini tentunya sebuah >> penghargaan >> dan apresiasi Presiden, bukan kepada saya, >> tetapi kepada prestasi seluruh jajaran PT Rekayasa Industri, yang selama ini >> banyak sekali membangun kilang-kilang dan karya-karya bagi PT Pertamina >> maupun >> bagi bangsa ini. Setahu saya, inilah juga untuk pertama kalinya, seorang >> wakil >> dari keluarga besar Pupuk, ditugaskan menjadi komisaris di PT Pertamina. >> Tentunya saya sangat yakin, Presiden mempertimbangkan dengan cermat, bahwa >> penugasan ini terkait dengan upaya-upaya pengaliran gas alam milik Pertamina >> kepada industri Pupuk. Harapannya, salah satu permasalahan utama bangsa ini, >> yaitu pasokan pupuk, dapat terpenuhi. >> >> Akhir kata, izinkanlah saya mengucapkan terima kasih >> yang sebesar-besarnya kepada bapak-bapak para pemegang saham atas >> bimbingannya, >> pengarahannya, kerja samanya dan cinta kasihnya selama ini. Tidak lain kami >> juga mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan-kesalahan yang mungkin >> telah kami lakukan. Kami mendoakan semoga bapak-bapak para wakil pemegang >> saham >> terus menerus mendapatkan berkah yang melimpah dari Allah SWT. Amien >> >> Tentunya sebelum menutup kesan dan pesan ini, kami sangat >> memohon kepada bapak para pemegang saham untuk memilih team management yang >> rekam jejaknya sangat baik, dan juga mampu diterima oleh seluruh stakeholders >> dengan baik. Saya ingin mengingatkan bahwa bisnis perusahaan ini adalah >> bisnis >> berlandaskan kepercayaan. >> >> Lebih kurangnya mohon maaf. >> >> Wabil taufiq wal hidayah >> Wass wr wb >>> êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®Âz¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éúKŠÈš•©�zh¤y¶¡jÅ¡jwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ã¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·Â戇zßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè· >> ���fڕ�]jV����i���)ޮ�z�����j'Z�)f��^�z%��z�Z��"�Ʋjxjy��������K�Ț���zh�y��j�jwn�&�jv��*ڴ�ߢ����h����)b��ݢw��������i��nnw�������z�ߊW��h���b��'zȚ�w�� > ���fڕ�]jV����i���)ޮ�z�����j'Z�)f��^�z%��z�Z��"�Ʋjxjy��������K�Ț���zh�y��j�jwn�&�jv��*ڴ�ߢ����h����)b��ݢw��������i��nnw�������z�ߊW��h���b��'zȚ�w�� ���fڕ�]jV����i���)ޮ�z�����j'Z�)f��^�z%��z�Z��"�Ʋjxjy��������K�Ț���zh�y��j�jwn�&�jv��*ڴ�ߢ����h����)b��ݢw��������i��nnw�������z�ߊW��h���b��'zȚ�w��
