Mas sudah nyebut 90%...

Berarti mas sdh tau d☺☺☺º°˚˚°º‎​‎​☺☺☺nnng.... ? Ya selama ada reff nya amanlah..

Kalu ndak ada, kasihan teman2 di BUMN.. Termasuk aku..‎​Ђέђέђέ.. 
Inpartnership with Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Basuki Suhardiman <[email protected]>
Sender: [email protected]: Mon, 17 May 2010 08:01:32 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut -SharingPidato
 saya saat pengunduran diri pada RUPSLB


justru kebalik ,
mana laporan keuangannya yang audited by entah BPKP /BPK ?
coba lihat di laporan keuangan nya BPK
salah satunya
http://www.bpk.go.id/web/?page_id=940
minta saja publish , bukan aku yg harus jawab , hehehe ...


paling tdk harus seperti ini
http://www.telkom.co.id/hubungan-investor/laporan-laporan/laporan-keuangan/
http://www.indosat.com/html/annual_report_2008/id/1200_boc.html

coba mana pertamina untung ?
coba mana PN GAS untung ?
coba mana PT Rajawali untung ?
coba mana PG (Pabrik gula) untung ?
coba mana PN Garam untung ?
Coba mana PTPN-PTPN untung ?




On Mon, 17 May 2010, Tri Basoeki Soelisvichyanto wrote:

> ‎​Ђέђέђέ..
>
> Sekalian sj ke presiden mas...
>
> Yg ditanya, dr mana referensi angka "90%" mas tersebut?
>
> Kalau tak ada referensinya, berarti fitnah.
> Kalau ada referensinya, berarti mas sdh mengedukasi masy dg benar..
>
>
> Inpartnership with Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: Basuki Suhardiman <[email protected]>
> Sender: [email protected]: Mon, 17 May 2010 07:44:03
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut -
> SharingPidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB
>
>
> Minta saja pada kementrian BUMN
> Kementrian BUMN khan harus mem publish semua nya
> apalagi ada UU KIP sdh berlaku
> Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Kebebasan
> Informasi Publik (KIP)
> salah satunya adalah apa yg diminta masyarakat harus bisa disediakan dalam
> waktu 14 hari (10 hari kerja) ..
>
>
> On Mon, 17 May 2010, Tri Basoeki Soelisvichyanto wrote:
>
>>
>> BUMN Yang rugi dan membebani APBN sebanyak 90% ?????
>>
>> Tidak Mantab nih.
>>
>> Mas BSD, ada datanya gak? Sharing d☺☺☺º°˚˚°º‎​‎​☺☺☺nnng..... Karena ini 
>> berarti fitnah lhoooo kalau hanya pakai feeling.
>>
>> Kasihan teman2 yg belajar jujur benar dan berusaha di BUMN. Nanti pada sakit 
>> hati.
>>
>>
>>
>> Inpartnership with Telkomsel BlackBerry®
>>
>> -----Original Message-----
>> From: Basuki Suhardiman <[email protected]>
>> Sender: [email protected]: Mon, 17 May 2010 07:22:23
>> To: <[email protected]>
>> Reply-To: [email protected]
>> Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing
>> Pidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB
>>
>>
>> betul mas , tidak semua
>> tapi 90 % lebih rugi dan membebani APBN
>> ini masalahnya bukan masalah management  , ini masalah model ekonomi nya
>> yang salah ...
>>
>>
>> On Sun, 16 May 2010, lukman zaaidi wrote:
>>
>>> tidak semua BUMN , merugi seperti BUMN constructuon sudah pada go Public, 
>>> dg memenuhi persyaratan2 yang proffesional, kecuali BUMN contrat.yang suka 
>>> " Window Dressing" yang kebablasan hingga terbukti merugi sampai trilyunan 
>>> rupiah
>> anehnya KPK bungkem saja. Kelola saja BUMN secara proff. dapatkan 
>> Executivenya yang setara atau melebihi Exc. Rekayasa Industri. salam LZ
>>
>>
>>
>>
>>________________________________
>> From: goenarso goenoprawiro <[email protected]>
>> To: [email protected]
>> Sent: Sun, May 16, 2010 6:18:39 AM
>> Subject: [indonesia] Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato 
>> saya saat pengunduran diri pada RUPSLB
>>
>>
>> Pak Basuki,
>>
>> BUMN tidak usah dibubarkan, hanya perlu dikelola seperti PT Rekayasa 
>> Industri saja. Sederhana khan.....
>>
>> Tidak akan ada yang setuju pembubaran BUMN.
>>
>> Goenarso
>>
>>
>>
>>
>>________________________________
>> Dari: Basuki Suhardiman <[email protected]>
>> Kepada: Indonesianext <[email protected]>
>> Terkirim: Sab, 15 Mei, 2010 08:13:35
>> Judul: [indonesia] Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya 
>> saat pengunduran diri pada RUPSLB
>>
>>
>> Makanya , BUMN itu dibubarkan saja ,
>> berikan ke swasta "asli Indonesia" dan tidak boleh ada 'capital fly out'
>> selama menjadi BUMN , pasti ada 'political touch' yg selalu mengikuti
>> makanya gak pernah effisien itu BUMN ..
>>
>> urusan nya capital fly in and out khan pengawasan BI , lha BI nya juga 
>> memble , ngurusi satu bank kecil macam century aja gak bisa ?
>> gimana mau kontrol capital fly in and out ?
>>
>>
>> soal bahan baku , masih banyak bahan baku di Indonesia (raw material)
>> masalahnya BUMN-BUMN macam Krakatau steel tidak pernah explorasi dan 
>> exploitasi ,
>>
>>
>> Telkom berubah ? itu karena Indosat dijual ke asing dan value nya menjadi 
>> puluhan kali lipat dibanding sejak sebelum dijual , cuma salahnya dijual nya 
>> ke 'asing' bukan ke 'orang indonesia asli' ...
>>
>> revenue terbesar Telkom adalah dari Telkomsel , kalau Telkomsel dipisah dari 
>> induknya (Telkom) niscaya langsung ancur :-)
>> coba saja analisis dari sini
>> http://www.telkom.co.id/hubungan-investor/laporan-laporan/laporan-keuangan/
>> :-)
>>
>>
>> Saat ini , Telkom sdh mulai keteter sama Indosat dan anak perusahaan nya ,
>> salah satu yg menanng tender USO adalah Lintas Artha , anak perusahaan 
>> Indosat , bukan Telkom ,,,,why ? dan banyak pengguna jaringan baik 
>> pemerintah maupun swasta mulai beralih ke Indosat group , Why ? ...
>>
>>
>>
>>
>> On Fri, 14 May 2010, [email protected] wrote:
>>
>>> Hidup Neolib:).
>>>
>>> -Irsal
>>> The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination.
>>> #Albert Einstein
>>>
>>> -----Original Message-----
>>> From: goenarso goenoprawiro <[email protected]>
>>> Date: Fri, 14 May 2010 15:44:03
>>> To: bisnis mailist<[email protected]>; Venture 
>>> Capital<[email protected]>; Alumni 
>>> Teladan<[email protected]>; indonesia 
>>> entrepreneur<[email protected]>; milist 
>>> indonesia<[email protected]>; renewable 
>>> energy<[email protected]>; asosiai desain 
>>> grafis<[email protected]>; sanbima 
>>> xibmer<[email protected]>; mailist 
>>> mantanIBM<[email protected]>
>>> Subject: [indonesia] Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya 
>>> saat pengunduran diri pada RUPSLB
>>>
>>> Ibu dan Bapak,
>>
>> Sharing tulisan bagus dari mailist tetangga,
>>
>> Goenarso
>>
>>
>>
>> ----- Pesan Diteruskan ----
>> Dari: Triharyo Soesilo <[email protected]>
>> Kepada: [email protected]
>> Terkirim: Kam, 13 Mei, 2010 22:25:03
>> Judul: [itb77] Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya saat 
>> pengunduran diri pada RUPSLB
>>
>>
>> Pada hari Rabu 12 Mei, 2010, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
>> (RUPSLB) telah menyetujui pengunduran diri saya sebagai Direktur Utama PT
>> Rekayasa Industri. Saya kebetulan diberi kesempatan untuk menyampaikan kesan
>> dan pesan. Berikut ini saya “share� pidato saya pada acara 
>> tersebut
>> dengan doa mudah-mudahan ada manfaatnya bagi rekan-rekan yang ingin 
>> membacanya.
>>
>> Ass wr wb
>>
>> Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur
>> Alhamdulilah kepada Allah SWT, karena pagi hari ini kita diberikan nikmat
>> kesehatan olehNya untuk bisa menghadiri sebuah acara yang sangat luar biasa
>> ini.
>>
>> Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas persetujuan
>> bapak-bapak pemegang saham atas pengunduran diri saya. Dalam kesempatan yang
>> sangat indah ini, izinkanlah saya menyampaikan “sharing� saya 
>> tentang penugasan yang telah diamanahkan oleh bapak-bapak pemegang saham
>> kepada saya, untuk ikut mengelola PT Rekayasa Industri selama hampir 5,5 
>> tahun
>> sebagai Dirut dan hampir 10 tahun sebagai Direksi.
>>
>> Sebut saja, ini adalah thesis saya.
>>
>> Diantara banyak BUMN yang mengalami kesulitan, kerugian dan bahkan
>> kebangkrutan, kita semua patut bersyukur bahwa PT Rekayasa Industri justru
>> dalam 5 tahun terakhir ini, bisa tumbuh pendapatannnya 6x lipat dari Rp 500
>> milyard per tahun ke Rp 3 triliun per tahun, asetnya-pun bisa meningkat 2x
>> lipat menjadi sekitar Rp 1,7 Trilliun. Dimana pencapaian tersebut diperoleh
>> dengan jumlah karyawan yang justru menurun jumlahnya dari 1200 ke 1000 orang.
>>
>> Setelah saya pelajari secara seksama, ternyata ada 3 (tiga) alasan
>> kenapa BUMN-BUMN di Indonesia, mengalami kemunduran dan bahkan kebangkrutan.
>> Alhamdulilah ketiga alasan tersebut dapat diatasi secara bersama-sama dan
>> berkat kerja keras seluruh jajaran PT Rekayasa Industri baik Dewan 
>> komisarisnya,
>> Dewan Direksinya maupun seluruh karyawan. Inilah rahasia-rahasianya dan juga
>> kiat-kiat kami. Mudah-mudahan dari “sharing� ini bisa dipetik 
>> sari
>> pengalamannya oleh BUMN-BUMN ataupun perusahaan-perusahaan lainnya di 
>> Indonesia .
>>
>> Alasan pertama banyak BUMN bangkrut adalah karena hilangnya atau habisnya 
>> bahan baku . Contoh-contohnya
>> antara lain PT Asean Aceh Fertilizer, PT Iglas, PT Soda Waru, PT Kertas Kraft
>> Aceh, PT Sandang, PT Basuki rachmat dan sangat banyak lagi. Cukup lama saya
>> memikirkan tentang apa sebenarnya bahan baku PT Rekayasa Industri. Karena 
>> mengerti tentang ketergantungan bahan baku dan juga mengupayakan
>> ketersediannya, merupakan kunci bagi kesuksesan sebuah perseroan. Ternyata
>> setelah saya renung-renungkan, bahan baku sebuah perusahaan Engineering,
>> Procurement, Construction (EPC) seperti PT Rekayasa Industri ini adalah 
>> “experience list�  atau
>> pengalaman proyek sejenis. Tanpa experience
>> list, kita tidak mungkin bisa lulus prakualifikasi untuk ikut tender.
>>
>> Jadi salah satu rahasia kami adalah �Partnership
>> management�. Bagaimana kami bisa memperoleh partner atau mitra
>> paling kompetitif, yang memiliki experience
>> list, sehingga kami bisa ikut tender, adalah salah satu kunci dari
>> perusahaan ini. Kami menganggap hubungan dengan partner, adalah bagaikan
>> hubungan suami dan istri, saling jujur, saling terbuka, saling mengetahui 
>> peran
>> masing-masing, saling mengerti kelemahan serta kekuatan masing-masing dan
>> tentunya dengan mengandalkan cinta kasih. Sifat-sifat setia dan loyal, tidak
>> mudah selingkuh dan tidak mudah berganti-ganti pasangan adalah sifat-sifat 
>> yang
>> kami kembangkan dengan partner kami.
>>
>> Bapak-bapak para wakil pemegang saham, kami laporkan dengan kiat-kiat
>> tersebut, saat ini bila ada proyek baru di Indonesia , kami justru sulit
>> menolak-nolak partner yang ingin bermitra dengan kami. Karena hampir semua
>> perusahaan-perusahaan asing tersebut, pilihan pertamanya adalah ingin 
>> bermitra
>> dengan kami.
>>
>> Alasan kedua kenapa
>> banyak BUMN mengalami kesulitan, merugi dan bahkan bangkrut, karena mereka
>> tidak bisa mengubah dirinya dari bisnis yang sebenarnya “diberi oleh
>> pemerintah�, ke bisnis yang berdasarkan persaingan bebas. Banyak
>> BUMN-BUMN yang seperti ini, contohnya PT Peruri, PT Balai Pustaka, PT 
>> Inhutani,
>> PT Sang Hyang seri, PT Inhutani, PT Pertani, PT Pos Indonesia, PT Koja 
>> Bahari, PT
>> Dirgantara Indonesia, PT PAL dll.
>>
>> Bapak-bapak para wakil pemegang saham, rahasia kedua kenapa kami dapat
>> tumbuh berlipat-lipat selama beberapa tahun terakhir ini adalah dengan cara
>> meniru kiat PT Telkom. Kami tidak merasa malu untuk mengatakannya, karena 
>> kami
>> rasa meniru dari contoh yang baik adalah wajib hukumnya. PT Telkom adalah
>> sebuah BUMN yang mampu mengubah dirinya, dari perusahaan yang tadinya sangat
>> tergantung pada bisnis telpon fixed line, kemudian bertransformasi ke bisnis
>> seluler. Dengan kiat-kiat “customer
>> centric organization� dan melalui pembentukan organisasi cluster yang 
>> terdiri dari business management, program management,  dan
>> technology management, PT Rekayasa Industri akhirnya bisa melepaskan
>> diri dari ketergantungan proyek pupuk yang notabene di masa lampau adalah
>> �pemberian oleh pemerintah�. Kami berpindah ke bisnis yang 
>> lebih
>> berdasarkan pemenangan proyek-proyek, melalui persaingan terbuka. Kami 
>> memasuki
>> dan akhirnya mendominasi bisnis panas bumi, bisnis kilang minyak, bisnis gas,
>> dan saat ini memulai bisnis pengolahan bahan tambang dan juga bisnis lepas 
>> laut
>> (offshore). Client-client kamipun
>> sudah tidak hanya di Indonesia namun sudah melebar ke mancanegara, seperti 
>> ke Brunei dan Australia .
>>
>> Alasan ketiga banyak BUMN yang merugi dan bahkan bangkrut adalah karena 
>> mereka tidak
>> mengembangkan sumber daya manusianya dengan berdasarkan basis kompetensi atau
>> di kami, lebih dikenal dengan istilah �Remunerasi
>> berdasarkan Merit� dan juga berdasarkan rekam jejak atau track 
>> record�.
>>
>> Bapak-bapak para wakil pemegang saham, banyak BUMN yang berkali-kali
>> mencanangkan dalam vision statementnya, ingin �menjadi perusahaan 
>> kelas
>> dunia�. Namun setelah saya pelajari secara rinci, umumnya mereka 
>> banyak
>> yang mengalami kegagalan. Salah satu alasan kenapa mereka gagal adalah, 
>> karena
>> perusahaan-perusahaan tersebut ternyata tidak bisa menaikan gaji karyawannya 
>> ke
>> standard gaji kelas dunia. Tanpa peningkatan gaji karyawan ke standard 
>> perusahaan
>> kelas dunia, tidak mungkin perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan kelas
>> dunia. Kami laporkan bahwa karyawan PT Rekayasa Industri, saat ini telah
>> ditingkatkan gajinya dan pendapatannya selama 5 tahun terakhir sebanyak 
>> hampir
>> 3x lipat. Andaikan saja  di tahun 2009 tidak terjadi krisis, mungkin gaji
>> karyawan kami bisa naik 4x lipat sejak tahun 2005. Saat ini kami memang baru
>> bisa menyaingi pendapatan karyawan perusahaan minyak asing yang berada di 
>> Indonesia .
>>
>> Salah satu rahasia kunci kami dalam bagaimana meningkatkan gaji ini,
>> adalah peningkatan paket remunerasi yang dilakukan dan diupayakan
>> se-tepat-tepatnya. Peningkatan remunerasi ini terus
>> menerus kami upayakan untuk diberikan kepada mereka-mereka yang justru memang
>> betul-betul berprestasi. Inilah rahasianya. Untuk melakukan ini, banyak 
>> sekali
>> kiat-kiat yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran PT Rekayasa Industri,
>> seperti menyusun penentuan tingkatan gaji berdasarkan kuantitatif bukan 
>> kualitatif, sistem tingkatan gaji
>> yang berdasarkan penilaian karya maupun merit (rekam jejak), bonus sistem 
>> yang
>> berdasarkan kinerja kelompok, sistem insentif milestone, sistem insentif
>> penghematan yang berdasarkan kinerja proyek dlsb.
>>
>> Demikianlah beberapa kiat-kiat kunci yang telah
>> dikembangkan dan dilakukan oleh jajaran PT Rekayasa Industri selama 5,5 tahun
>> terakhir. Namun diantara berbagai kiat-kiat yang telah dilakukan ini,
>> izinkanlah saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena ada juga beberapa
>> upaya-upaya yang belum berhasil kami capai. Secara spesifik ada 3(tiga) hal
>> yang belum bisa kami lakukan selama masa bakti kami.
>>
>> Salah satunya adalah bahwa kami belum berhasil untuk
>> menjadikan perusahaan ini menjadi sebuah perusahaan publik. Saya sangat yakin
>> seyakin-yakinnya bahwa BUMN yang menjadi perusahaan publik akan tumbuh besar
>> dan berkembang. Lihatlah PT Semen Gresik, PT Telkom, PT Aneka Tambang, PT 
>> PGN,
>> PT Bank Mandiri, PT BNI dan banyak lagi. Sayang sekali sewaktu kami sedang
>> gigih-gigihnya ingin Initial Public Offering (IPO), kondisi perekonomian 
>> dunia tiba-tiba memburuk dengan sangat pesat,
>> sehingga kami kehilangan momentum. Persiapan-persiapan yang telah dilakukan 
>> di
>> tahun 2008, Insya Allah sangat mudah diaktifkan kembali, bila kondisi pasar 
>> bisnis
>> EPC sudah semakin membaik.
>>
>> Hal kedua yang belum bisa kami lakukan selama 5(lima)
>> tahun terakhir ini adalah melakukan investasi yang baik, sehingga perseroan
>> belum bisa memperoleh pendapatan tetap (fixed
>> income) yang rutin. Pengembangan investasi ini, perlu kami upayakan
>> mengingat bisnis EPC yang naik turun, sedangkan keperluan untuk 
>> me-�retain� (menjaga dan
>> mempetahankan) karyawan yang baik-baik sifatnya tetap pengeluaran biayanya. 
>> Namun
>> kami laporkan bahwa fondasi-fondasinya sudah ada.
>>
>> Hal terakhir, yang belum bisa kami lakukan selama 5
>> (lima) tahun terakhir ini dan merupakan penyakit mendasar di hampir semua 
>> BUMN,
>> adalah merubah karyawan PT Rekayasa Industri menjadi �economic 
>> animals� untuk perusahaan. Kami belum bisa menemukan kiat-kiat yang 
>> tepat dimana
>> karyawan perusahaan ini, selain menjadi umat beragama yang berbakti kepada
>> Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, dan juga insan masyarakat yang santun dan 
>> berbudaya,
>> namun bisa berusaha sekeras-kerasnya dalam mencari keuntungan yang luar biasa
>> besarnya bagi perusahaan. Saya kira pertumbuhan net profit perseroan selama
>> tahun-tahun terakhir, yang masih kurang menggembirakan, mencerminkan hal ini.
>>
>> Demikian kesan dan pesan kami untuk hal-hal yang
>> mungkin perlu untuk diteruskan dan tentunya diperbaiki oleh pengelola PT
>> Rekayasa Industri di masa-masa mendatang.
>>
>> Sebelum saya menutup, saya ingin sedikit menyampaikan
>> bahwa Pemerintah telah memberikan amanah kepada saya menjadi salah satu dari 
>> 7
>> (tujuh) dewan komisaris PT Pertamina (persero). Menurut bapak Menteri ESDM,
>> Presiden telah memilih dengan teliti dan sangat seksama, dari banyak sekali
>> kandidat. Pilihan 7 (tujuh) orang tersebut jatuh pada seorang mantan menteri
>> BUMN yang mengerti tentang korporasi dan bisnis migas, 2 (dua) orang mantan
>> Sekjen ESDM yang sangat mengerti tentang kebijakan Migas, 2 (dua) orang 
>> Dirjen
>> aktif yang terkait ke Pertamina yaitu Dirjen Anggaran dan Dirjen ESDM, 
>> seorang
>> Jendral militer dan seorang insinyur praktisi.
>>
>> Sebagai keluarga besar PT Pupuk Sriwidjaja, dan
>> tentunya keluarga besar BUMN, rasanya kita patut bersyukur bahwa Presiden
>> memilih satu-satunya praktisi sebagai dewan komisaris Pertamina, dari PT
>> Rekayasa Industri dan juga dari anggota keluarga besar Pupuk. Presiden tidak
>> memilih kandidat dari dalam Pertamina. Presiden tidak memilih dari 
>> perusahaan swasta. Presiden-pun tidak
>> memilih kandidat dari perusahaan minyak asing. Ini tentunya sebuah 
>> penghargaan
>> dan apresiasi Presiden, bukan kepada saya,
>> tetapi kepada prestasi seluruh jajaran PT Rekayasa Industri, yang selama ini
>> banyak sekali membangun kilang-kilang dan karya-karya  bagi PT Pertamina 
>> maupun
>> bagi bangsa ini. Setahu saya, inilah juga untuk pertama kalinya, seorang 
>> wakil
>> dari keluarga besar Pupuk, ditugaskan menjadi komisaris di PT Pertamina.
>> Tentunya saya sangat yakin, Presiden mempertimbangkan dengan cermat, bahwa
>> penugasan ini terkait dengan upaya-upaya pengaliran gas alam milik Pertamina
>> kepada industri Pupuk. Harapannya, salah satu permasalahan utama bangsa ini,
>> yaitu pasokan pupuk, dapat terpenuhi.
>>
>> Akhir kata, izinkanlah saya mengucapkan terima kasih
>> yang sebesar-besarnya kepada bapak-bapak para pemegang saham atas 
>> bimbingannya,
>> pengarahannya, kerja samanya dan cinta kasihnya selama ini. Tidak lain kami
>> juga mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan-kesalahan yang mungkin
>> telah kami lakukan. Kami mendoakan semoga bapak-bapak para wakil pemegang 
>> saham
>> terus menerus mendapatkan berkah yang melimpah dari Allah SWT. Amien
>>
>> Tentunya sebelum menutup kesan dan pesan ini, kami sangat
>> memohon kepada bapak para pemegang saham untuk memilih team management yang
>> rekam jejaknya sangat baik, dan juga mampu diterima oleh seluruh stakeholders
>> dengan baik. Saya ingin mengingatkan bahwa bisnis perusahaan ini adalah 
>> bisnis
>> berlandaskan kepercayaan.
>>
>> Lebih kurangnya mohon maaf.
>>
>> Wabil taufiq wal hidayah
>> Wass wr wb
>>> êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·
>> ���fڕ�]jV����i���)ޮ�z�����j'Z�)f��^�z%��z�Z��"�Ʋjxjy��������K�Ț���zh�y��j�jwn�&�jv��*ڴ�ߢ����h����)b��ݢw������޶׫��i��nnw�������z�ߊW��h���b��'zȚ�w��
> ���fڕ�]jV����i���)ޮ�z�����j'Z�)f��^�z%��z�Z��"�Ʋjxjy��������K�Ț���zh�y��j�jwn�&�jv��*ڴ�ߢ����h����)b��ݢw������޶׫��i��nnw�������z�ߊW��h���b��'zȚ�w��
���fڕ�]jV����i���)ޮ�z�����j'Z�)f��^�z%��z�Z��"�Ʋjxjy��������K�Ț���zh�y��j�jwn�&�jv��*ڴ�ߢ����h����)b��ݢw������޶׫��i��nnw�������z�ߊW��h���b��'zȚ�w��

Kirim email ke