Setuju pak, tapi untuk perubahan mindset itu dimulai dari siapa dan kapan! yang sangat pokok perubahan mind set mestinya dari pucuk executive tertinggi yaitu presiden sayangnya begitu banyak lingkar 1 presiden yang banyak membawa kepentingan2 macam2yang memang tidak mudah bagi pengambil keputusan, karena para " Pembisik " , mengemas bisikannya seakan2 sempurna contoh pada waktu wacana kegawatan Energi di buka ada pembisik dg Perpetual Energy akhirnya terjadi penipuan yang sampai level tertinggi tak terdeteksi dan tak tersaring. monggo kami dukung gagasan yang membawa pencerahan thd bangsa Indonesia ini..
________________________________ From: Achmad Chamdani Eka P. <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, May 17, 2010 6:45:49 AM Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB Kalau saya lihat, hal yang paling berpengaruh dari maju mundurnya BUMN adalah masalah mindset dan campur tangan kepentingan politik. Dua hal ini yang harus dirubah terlebih dahulu, baru menyusul perbaikan renumerasi. Renumerasi tidak terlalu berpengaruh banyak, mengingat orang dalam BUMN sendiri sudah banyak "saweran" proyek dll. yang membuat penghasilan mereka jauh lebih besar dari gaji mereka (seperti gayus lah). Perubahan mindset adalah hal terpenting. Kita lihat bagaimana seorang seperti Pak Hengki yang memiliki mindset lebih maju dari pegawai BUMN lain, bisa memajukan REKIND. Disamping itu, campurtangan politik harus dihapus sama sekali. Jangan sampai BUMN hanya dijadikan sapi perahan, "tambang emas" keluarga pejabat atau "buangan" pensiunan politisi saja. Sebenarnya model yang bagus adalah go public, tetapi pemerintah masih mempunyai porsi saham sebagai pengendali. Model ini berjalan secara baik di Singapura dan Malaysia. Di Singapura misalnya, dibawah kendali GIC dan Temasek, BUMN seperti Singtel, Keppel, Singapore Technologies, DBS, SIA dll. berhasil menjadi perusahaan kelas dunia. Seandainya perusahaan besar seperti Pertamina, PLN, PTKA dll. masuk bursa, segi positifnya bisa mengangkat market kapitalisasi BEI. Kita tidak akan banyak kesulitan mengungguli bursa Singapore misalnya. Hal yang sebaiknya dilakukan pemerintah dalam menentukan dipertahankan tidaknya suatu BUMN adalah : 1) Membuat analisa pareto 20/80. Artinya tetap mempertahankan 20% perusahaan yang menjadi penghasil 80% revenue BUMN. 2) Melihat strategis tidaknya peran BUMN tsb. Sebagai contoh, IPTN, PAL yang walaupun merugi misalnya, harus tetap dipertahankan mengingat strategisnya peran BUMN tsb. Sedangkan perusahaan seperti Damri, tidak perlu dipertahankan karena posisinya yang tidak strategis serta sudah adanya peran swasta. Peran strategis tidaknya bisa dilihat dari berbagai segi, misalnya menguasai tidaknya hajad hidup orang banyak, dari segi pertahanan negara, pengembangan teknologi dll. Salam. lukman zaaidi wrote: > >tidak semua BUMN , merugi seperti BUMN constructuon sudah pada >go Public, dg memenuhi persyaratan2 yang proffesional, kecuali BUMN >contrat.yang suka " Window Dressing" yang kebablasan hingga terbukti >merugi sampai trilyunan rupiah >>anehnya KPK bungkem saja. Kelola saja BUMN secara proff. dapatkan >Executivenya yang setara atau melebihi Exc. Rekayasa Industri. salam LZ > > > > ________________________________ From: >goenarso goenoprawiro <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Sun, May 16, >2010 6:18:39 AM >Subject: [indonesia] >Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya saat >pengunduran diri pada RUPSLB > > >Pak Basuki, > >>BUMN tidak usah dibubarkan, hanya perlu dikelola seperti PT Rekayasa >Industri saja. Sederhana khan..... > >>Tidak akan ada yang setuju pembubaran BUMN. > >>Goenarso > > > > ________________________________ Dari: >Basuki Suhardiman <[email protected]> >Kepada: Indonesianext ><[email protected]> >Terkirim: Sab, 15 Mei, >2010 08:13:35 >Judul: [indonesia] Re: >Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya saat >pengunduran diri pada RUPSLB > > >>Makanya , BUMN itu dibubarkan saja , >>berikan ke swasta "asli Indonesia" dan tidak boleh ada 'capital fly out' >>selama menjadi BUMN , pasti ada 'political touch' yg selalu mengikuti >>makanya gak pernah effisien itu BUMN .. > >>urusan nya capital fly in and out khan pengawasan BI , lha BI nya juga >memble , ngurusi satu bank kecil macam century aja gak bisa ? >>gimana mau kontrol capital fly in and out ? > > >>soal bahan baku , masih banyak bahan baku di Indonesia (raw material) >>masalahnya BUMN-BUMN macam Krakatau steel tidak pernah explorasi dan >exploitasi , > > >>Telkom berubah ? itu karena Indosat dijual ke asing dan value nya >menjadi puluhan kali lipat dibanding sejak sebelum dijual , cuma >salahnya dijual nya ke 'asing' bukan ke 'orang indonesia asli' ... > >>revenue terbesar Telkom adalah dari Telkomsel , kalau Telkomsel dipisah >dari induknya (Telkom) niscaya langsung ancur :-) >>coba saja analisis dari sini >http://www.telkom.co.id/hubungan-investor/laporan-laporan/laporan-keuangan/ >>:-) > > >>Saat ini , Telkom sdh mulai keteter sama Indosat dan anak perusahaan >nya , >>salah satu yg menanng tender USO adalah Lintas Artha , anak perusahaan >Indosat , bukan Telkom ,,,,why ? dan banyak pengguna jaringan baik >pemerintah maupun swasta mulai beralih ke Indosat group , Why ? ... > > > > >>On Fri, 14 May 2010, [email protected] wrote: > >>> Hidup Neolib:). >>> >>> -Irsal >>> The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination. >>> #Albert Einstein >>> >>> -----Original Message----- >>> From: goenarso goenoprawiro <[email protected]> >>> Date: Fri, 14 May 2010 15:44:03 >>> To: bisnis mailist<[email protected]>; >Venture Capital<[email protected]>; >Alumni Teladan<[email protected]>; >indonesia entrepreneur<[email protected]>; >milist indonesia<[email protected]>; >renewable energy<[email protected]>; >asosiai desain grafis<[email protected]>; >sanbima xibmer<[email protected]>; >mailist mantanIBM<[email protected]> >>> Subject: [indonesia] Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing >Pidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB >>> >>> Ibu dan Bapak, > >>Sharing tulisan bagus dari mailist tetangga, > >>Goenarso > > > >>----- Pesan Diteruskan ---- >>Dari: Triharyo Soesilo <[email protected]> >>Kepada: [email protected] >>Terkirim: Kam, 13 Mei, 2010 22:25:03 >>Judul: [itb77] Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya >saat pengunduran diri pada RUPSLB > > >>Pada hari Rabu 12 Mei, 2010, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa >>(RUPSLB) telah menyetujui pengunduran diri saya sebagai Direktur Utama >PT >>Rekayasa Industri. Saya kebetulan diberi kesempatan untuk menyampaikan >kesan >>dan pesan. Berikut ini saya “share� pidato saya pada acara >tersebut >>dengan doa mudah-mudahan ada manfaatnya bagi rekan-rekan yang ingin >membacanya. > >>Ass wr wb > >>Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur >>Alhamdulilah kepada Allah SWT, karena pagi hari ini kita diberikan >nikmat >>kesehatan olehNya untuk bisa menghadiri sebuah acara yang sangat luar >biasa >>ini. > >>Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas persetujuan >>bapak-bapak pemegang saham atas pengunduran diri saya. Dalam kesempatan >yang >>sangat indah ini, izinkanlah saya menyampaikan “sharing� >saya tentang penugasan yang telah diamanahkan oleh bapak-bapak pemegang >saham >>kepada saya, untuk ikut mengelola PT Rekayasa Industri selama hampir >5,5 tahun >>sebagai Dirut dan hampir 10 tahun sebagai Direksi. > >>Sebut saja, ini adalah thesis saya. > >>Diantara banyak BUMN yang mengalami kesulitan, kerugian dan bahkan >>kebangkrutan, kita semua patut bersyukur bahwa PT Rekayasa Industri >justru >>dalam 5 tahun terakhir ini, bisa tumbuh pendapatannnya 6x lipat dari Rp >500 >>milyard per tahun ke Rp 3 triliun per tahun, asetnya-pun bisa meningkat >2x >>lipat menjadi sekitar Rp 1,7 Trilliun. Dimana pencapaian tersebut >diperoleh >>dengan jumlah karyawan yang justru menurun jumlahnya dari 1200 ke 1000 >orang. > >>Setelah saya pelajari secara seksama, ternyata ada 3 (tiga) alasan >>kenapa BUMN-BUMN di Indonesia, mengalami kemunduran dan bahkan >kebangkrutan. >>Alhamdulilah ketiga alasan tersebut dapat diatasi secara bersama-sama >dan >>berkat kerja keras seluruh jajaran PT Rekayasa Industri baik Dewan >komisarisnya, >>Dewan Direksinya maupun seluruh karyawan. Inilah rahasia-rahasianya dan >juga >>kiat-kiat kami. Mudah-mudahan dari “sharing� ini bisa >dipetik sari >>pengalamannya oleh BUMN-BUMN ataupun perusahaan-perusahaan lainnya di >Indonesia . > >>Alasan pertama banyak BUMN bangkrut adalah karena hilangnya atau >habisnya bahan baku . Contoh-contohnya >>antara lain PT Asean Aceh Fertilizer, PT Iglas, PT Soda Waru, PT Kertas >Kraft >>Aceh, PT Sandang, PT Basuki rachmat dan sangat banyak lagi. Cukup lama >saya >>memikirkan tentang apa sebenarnya bahan baku PT Rekayasa Industri. >Karena mengerti tentang ketergantungan bahan baku dan juga mengupayakan >>ketersediannya, merupakan kunci bagi kesuksesan sebuah perseroan. >Ternyata >>setelah saya renung-renungkan, bahan baku sebuah perusahaan Engineering, >>Procurement, Construction (EPC) seperti PT Rekayasa Industri ini adalah >“experience list� atau >>pengalaman proyek sejenis. Tanpa experience >>list, kita tidak mungkin bisa lulus prakualifikasi untuk ikut tender. > >>Jadi salah satu rahasia kami adalah �Partnership >>management�. Bagaimana kami bisa memperoleh partner atau mitra >>paling kompetitif, yang memiliki experience >>list, sehingga kami bisa ikut tender, adalah salah satu kunci dari >>perusahaan ini. Kami menganggap hubungan dengan partner, adalah bagaikan >>hubungan suami dan istri, saling jujur, saling terbuka, saling >mengetahui peran >>masing-masing, saling mengerti kelemahan serta kekuatan masing-masing >dan >>tentunya dengan mengandalkan cinta kasih. Sifat-sifat setia dan loyal, >tidak >>mudah selingkuh dan tidak mudah berganti-ganti pasangan adalah >sifat-sifat yang >>kami kembangkan dengan partner kami. > >>Bapak-bapak para wakil pemegang saham, kami laporkan dengan kiat-kiat >>tersebut, saat ini bila ada proyek baru di Indonesia , kami justru sulit >>menolak-nolak partner yang ingin bermitra dengan kami. Karena hampir >semua >>perusahaan-perusahaan asing tersebut, pilihan pertamanya adalah ingin >bermitra >>dengan kami. > >>Alasan kedua kenapa >>banyak BUMN mengalami kesulitan, merugi dan bahkan bangkrut, karena >mereka >>tidak bisa mengubah dirinya dari bisnis yang sebenarnya “diberi >oleh >>pemerintah�, ke bisnis yang berdasarkan persaingan bebas. Banyak >>BUMN-BUMN yang seperti ini, contohnya PT Peruri, PT Balai Pustaka, PT >Inhutani, >>PT Sang Hyang seri, PT Inhutani, PT Pertani, PT Pos Indonesia, PT Koja >Bahari, PT >>Dirgantara Indonesia, PT PAL dll. > >>Bapak-bapak para wakil pemegang saham, rahasia kedua kenapa kami dapat >>tumbuh berlipat-lipat selama beberapa tahun terakhir ini adalah dengan >cara >>meniru kiat PT Telkom. Kami tidak merasa malu untuk mengatakannya, >karena kami >>rasa meniru dari contoh yang baik adalah wajib hukumnya. PT Telkom >adalah >>sebuah BUMN yang mampu mengubah dirinya, dari perusahaan yang tadinya >sangat >>tergantung pada bisnis telpon fixed line, kemudian bertransformasi ke >bisnis >>seluler. Dengan kiat-kiat “customer >>centric organization� dan melalui pembentukan organisasi cluster >yang terdiri dari business management, program management, dan >>technology management, PT Rekayasa Industri akhirnya bisa melepaskan >>diri dari ketergantungan proyek pupuk yang notabene di masa lampau >adalah >>�pemberian oleh pemerintah�. Kami berpindah ke bisnis >yang lebih >>berdasarkan pemenangan proyek-proyek, melalui persaingan terbuka. Kami >memasuki >>dan akhirnya mendominasi bisnis panas bumi, bisnis kilang minyak, >bisnis gas, >>dan saat ini memulai bisnis pengolahan bahan tambang dan juga bisnis >lepas laut >>(offshore). Client-client kamipun >>sudah tidak hanya di Indonesia namun sudah melebar ke mancanegara, >seperti ke Brunei dan Australia . > >>Alasan ketiga banyak BUMN yang merugi dan bahkan bangkrut adalah karena >mereka tidak >>mengembangkan sumber daya manusianya dengan berdasarkan basis >kompetensi atau >>di kami, lebih dikenal dengan istilah �Remunerasi >>berdasarkan Merit� dan juga berdasarkan rekam jejak atau track >record�. > >>Bapak-bapak para wakil pemegang saham, banyak BUMN yang berkali-kali >>mencanangkan dalam vision statementnya, ingin �menjadi >perusahaan kelas >>dunia�. Namun setelah saya pelajari secara rinci, umumnya mereka >banyak >>yang mengalami kegagalan. Salah satu alasan kenapa mereka gagal adalah, >karena >>perusahaan-perusahaan tersebut ternyata tidak bisa menaikan gaji >karyawannya ke >>standard gaji kelas dunia. Tanpa peningkatan gaji karyawan ke standard >perusahaan >>kelas dunia, tidak mungkin perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan >kelas >>dunia. Kami laporkan bahwa karyawan PT Rekayasa Industri, saat ini telah >>ditingkatkan gajinya dan pendapatannya selama 5 tahun terakhir sebanyak >hampir >>3x lipat. Andaikan saja di tahun 2009 tidak terjadi krisis, mungkin >gaji >>karyawan kami bisa naik 4x lipat sejak tahun 2005. Saat ini kami memang >baru >>bisa menyaingi pendapatan karyawan perusahaan minyak asing yang berada >di Indonesia . > >>Salah satu rahasia kunci kami dalam bagaimana meningkatkan gaji ini, >>adalah peningkatan paket remunerasi yang dilakukan dan diupayakan >>se-tepat-tepatnya. Peningkatan remunerasi ini terus >>menerus kami upayakan untuk diberikan kepada mereka-mereka yang justru >memang >>betul-betul berprestasi. Inilah rahasianya. Untuk melakukan ini, banyak >sekali >>kiat-kiat yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran PT Rekayasa >Industri, >>seperti menyusun penentuan tingkatan gaji berdasarkan kuantitatif bukan >kualitatif, sistem tingkatan gaji >>yang berdasarkan penilaian karya maupun merit (rekam jejak), bonus >sistem yang >>berdasarkan kinerja kelompok, sistem insentif milestone, sistem insentif >>penghematan yang berdasarkan kinerja proyek dlsb. > >>Demikianlah beberapa kiat-kiat kunci yang telah >>dikembangkan dan dilakukan oleh jajaran PT Rekayasa Industri selama 5,5 >tahun >>terakhir. Namun diantara berbagai kiat-kiat yang telah dilakukan ini, >>izinkanlah saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena ada juga >beberapa >>upaya-upaya yang belum berhasil kami capai. Secara spesifik ada 3(tiga) >hal >>yang belum bisa kami lakukan selama masa bakti kami. > >>Salah satunya adalah bahwa kami belum berhasil untuk >>menjadikan perusahaan ini menjadi sebuah perusahaan publik. Saya sangat >yakin >>seyakin-yakinnya bahwa BUMN yang menjadi perusahaan publik akan tumbuh >besar >>dan berkembang. Lihatlah PT Semen Gresik, PT Telkom, PT Aneka Tambang, >PT PGN, >>PT Bank Mandiri, PT BNI dan banyak lagi. Sayang sekali sewaktu kami >sedang >>gigih-gigihnya ingin Initial Public Offering (IPO), kondisi >perekonomian dunia tiba-tiba memburuk dengan sangat pesat, >>sehingga kami kehilangan momentum. Persiapan-persiapan yang telah >dilakukan di >>tahun 2008, Insya Allah sangat mudah diaktifkan kembali, bila kondisi >pasar bisnis >>EPC sudah semakin membaik. > >>Hal kedua yang belum bisa kami lakukan selama 5(lima) >>tahun terakhir ini adalah melakukan investasi yang baik, sehingga >perseroan >>belum bisa memperoleh pendapatan tetap (fixed >>income) yang rutin. Pengembangan investasi ini, perlu kami upayakan >>mengingat bisnis EPC yang naik turun, sedangkan keperluan untuk >me-�retain� (menjaga dan >>mempetahankan) karyawan yang baik-baik sifatnya tetap pengeluaran >biayanya. Namun >>kami laporkan bahwa fondasi-fondasinya sudah ada. > >>Hal terakhir, yang belum bisa kami lakukan selama 5 >>(lima) tahun terakhir ini dan merupakan penyakit mendasar di hampir >semua BUMN, >>adalah merubah karyawan PT Rekayasa Industri menjadi �economic >animals� untuk perusahaan. Kami belum bisa menemukan kiat-kiat >yang tepat dimana >>karyawan perusahaan ini, selain menjadi umat beragama yang berbakti >kepada >>Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, dan juga insan masyarakat yang santun >dan berbudaya, >>namun bisa berusaha sekeras-kerasnya dalam mencari keuntungan yang luar >biasa >>besarnya bagi perusahaan. Saya kira pertumbuhan net profit perseroan >selama >>tahun-tahun terakhir, yang masih kurang menggembirakan, mencerminkan >hal ini. > >>Demikian kesan dan pesan kami untuk hal-hal yang >>mungkin perlu untuk diteruskan dan tentunya diperbaiki oleh pengelola PT >>Rekayasa Industri di masa-masa mendatang. > >>Sebelum saya menutup, saya ingin sedikit menyampaikan >>bahwa Pemerintah telah memberikan amanah kepada saya menjadi salah satu >dari 7 >>(tujuh) dewan komisaris PT Pertamina (persero). Menurut bapak Menteri >ESDM, >>Presiden telah memilih dengan teliti dan sangat seksama, dari banyak >sekali >>kandidat. Pilihan 7 (tujuh) orang tersebut jatuh pada seorang mantan >menteri >>BUMN yang mengerti tentang korporasi dan bisnis migas, 2 (dua) orang >mantan >>Sekjen ESDM yang sangat mengerti tentang kebijakan Migas, 2 (dua) orang >Dirjen >>aktif yang terkait ke Pertamina yaitu Dirjen Anggaran dan Dirjen ESDM, >seorang >>Jendral militer dan seorang insinyur praktisi. > >>Sebagai keluarga besar PT Pupuk Sriwidjaja, dan >>tentunya keluarga besar BUMN, rasanya kita patut bersyukur bahwa >Presiden >>memilih satu-satunya praktisi sebagai dewan komisaris Pertamina, dari PT >>Rekayasa Industri dan juga dari anggota keluarga besar Pupuk. Presiden >tidak >>memilih kandidat dari dalam Pertamina. Presiden tidak memilih dari >perusahaan swasta. Presiden-pun tidak >>memilih kandidat dari perusahaan minyak asing. Ini tentunya sebuah >penghargaan >>dan apresiasi Presiden, bukan kepada saya, >>tetapi kepada prestasi seluruh jajaran PT Rekayasa Industri, yang >selama ini >>banyak sekali membangun kilang-kilang dan karya-karya bagi PT >Pertamina maupun >>bagi bangsa ini. Setahu saya, inilah juga untuk pertama kalinya, >seorang wakil >>dari keluarga besar Pupuk, ditugaskan menjadi komisaris di PT Pertamina. >>Tentunya saya sangat yakin, Presiden mempertimbangkan dengan cermat, >bahwa >>penugasan ini terkait dengan upaya-upaya pengaliran gas alam milik >Pertamina >>kepada industri Pupuk. Harapannya, salah satu permasalahan utama bangsa >ini, >>yaitu pasokan pupuk, dapat terpenuhi. > >>Akhir kata, izinkanlah saya mengucapkan terima kasih >>yang sebesar-besarnya kepada bapak-bapak para pemegang saham atas >bimbingannya, >>pengarahannya, kerja samanya dan cinta kasihnya selama ini. Tidak lain >kami >>juga mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan-kesalahan yang >mungkin >>telah kami lakukan. Kami mendoakan semoga bapak-bapak para wakil >pemegang saham >>terus menerus mendapatkan berkah yang melimpah dari Allah SWT. Amien > >>Tentunya sebelum menutup kesan dan pesan ini, kami sangat >>memohon kepada bapak para pemegang saham untuk memilih team management >yang >>rekam jejaknya sangat baik, dan juga mampu diterima oleh seluruh >stakeholders >>dengan baik. Saya ingin mengingatkan bahwa bisnis perusahaan ini adalah >bisnis >>berlandaskan kepercayaan. > >>Lebih kurangnya mohon maaf. > >>Wabil taufiq wal hidayah >>Wass wr wb >>> >êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®Âz¶©‘©äj'Z†>)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éúKÅ >Èš•©�zh¤y¶¡jÅ¡jwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§ï&i >quest;½Ã©h•¦§š)b°‰Ã�¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†>Ûiÿúnnw±µ·Â戇zßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè· > >
