tidak semua BUMN , merugi seperti BUMN constructuon sudah pada go
Public, dg memenuhi persyaratan2 yang proffesional, kecuali BUMN
contrat.yang suka " Window Dressing" yang kebablasan hingga terbukti
merugi sampai trilyunan rupiah
anehnya KPK bungkem saja. Kelola saja BUMN secara proff. dapatkan
Executivenya yang setara atau melebihi Exc. Rekayasa Industri. salam LZ
------------------------------------------------------------------------
*From:* goenarso goenoprawiro <[email protected]>
*To:* [email protected]
*Sent:* Sun, May 16, 2010 6:18:39 AM
*Subject:* [indonesia] Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut -
Sharing Pidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB
Pak Basuki,
BUMN tidak usah dibubarkan, hanya perlu dikelola seperti PT Rekayasa
Industri saja. Sederhana khan.....
Tidak akan ada yang setuju pembubaran BUMN.
Goenarso
------------------------------------------------------------------------
*Dari:* Basuki Suhardiman <[email protected]>
*Kepada:* Indonesianext <[email protected]>
*Terkirim:* Sab, 15 Mei, 2010 08:13:35
*Judul:* [indonesia] Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing
Pidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB
Makanya , BUMN itu dibubarkan saja ,
berikan ke swasta "asli Indonesia" dan tidak boleh ada 'capital fly out'
selama menjadi BUMN , pasti ada 'political touch' yg selalu mengikuti
makanya gak pernah effisien itu BUMN ..
urusan nya capital fly in and out khan pengawasan BI , lha BI nya juga
memble , ngurusi satu bank kecil macam century aja gak bisa ?
gimana mau kontrol capital fly in and out ?
soal bahan baku , masih banyak bahan baku di Indonesia (raw material)
masalahnya BUMN-BUMN macam Krakatau steel tidak pernah explorasi dan
exploitasi ,
Telkom berubah ? itu karena Indosat dijual ke asing dan value nya
menjadi puluhan kali lipat dibanding sejak sebelum dijual , cuma
salahnya dijual nya ke 'asing' bukan ke 'orang indonesia asli' ...
revenue terbesar Telkom adalah dari Telkomsel , kalau Telkomsel
dipisah dari induknya (Telkom) niscaya langsung ancur :-)
coba saja analisis dari sini
http://www.telkom.co.id/hubungan-investor/laporan-laporan/laporan-keuangan/
:-)
Saat ini , Telkom sdh mulai keteter sama Indosat dan anak perusahaan nya ,
salah satu yg menanng tender USO adalah Lintas Artha , anak perusahaan
Indosat , bukan Telkom ,,,,why ? dan banyak pengguna jaringan baik
pemerintah maupun swasta mulai beralih ke Indosat group , Why ? ...
On Fri, 14 May 2010, [email protected] <mailto:[email protected]>
wrote:
> Hidup Neolib:).
>
> -Irsal
> The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination.
> #Albert Einstein
>
> -----Original Message-----
> From: goenarso goenoprawiro <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
> Date: Fri, 14 May 2010 15:44:03
> To: bisnis mailist<[email protected]
<mailto:[email protected]>>; Venture
Capital<[email protected]
<mailto:[email protected]>>; Alumni
Teladan<[email protected] <mailto:[email protected]>>; indonesia
entrepreneur<[email protected]
<mailto:[email protected]>>; milist
indonesia<[email protected] <mailto:[email protected]>>;
renewable energy<[email protected]
<mailto:[email protected]>>; asosiai desain
grafis<[email protected] <mailto:[email protected]>>;
sanbima xibmer<[email protected]
<mailto:[email protected]>>; mailist
mantanIBM<[email protected] <mailto:[email protected]>>
> Subject: [indonesia] Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato
saya saat pengunduran diri pada RUPSLB
>
> Ibu dan Bapak,
Sharing tulisan bagus dari mailist tetangga,
Goenarso
----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Triharyo Soesilo <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
Kepada: [email protected] <mailto:[email protected]>
Terkirim: Kam, 13 Mei, 2010 22:25:03
Judul: [itb77] Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya
saat pengunduran diri pada RUPSLB
Pada hari Rabu 12 Mei, 2010, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(RUPSLB) telah menyetujui pengunduran diri saya sebagai Direktur Utama PT
Rekayasa Industri. Saya kebetulan diberi kesempatan untuk menyampaikan
kesan
dan pesan. Berikut ini saya ââ,¬Å"shareââ,¬ï¿½ pidato saya pada
acara tersebut
dengan doa mudah-mudahan ada manfaatnya bagi rekan-rekan yang ingin
membacanya.
Ass wr wb
Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur
Alhamdulilah kepada Allah SWT, karena pagi hari ini kita diberikan nikmat
kesehatan olehNya untuk bisa menghadiri sebuah acara yang sangat luar
biasa
ini.
Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas persetujuan
bapak-bapak pemegang saham atas pengunduran diri saya. Dalam
kesempatan yang
sangat indah ini, izinkanlah saya menyampaikan ââ,¬Å"sharingââ,¬ï¿½
saya tentang penugasan yang telah diamanahkan oleh bapak-bapak
pemegang saham
kepada saya, untuk ikut mengelola PT Rekayasa Industri selama hampir
5,5 tahun
sebagai Dirut dan hampir 10 tahun sebagai Direksi.
Sebut saja, ini adalah thesis saya.
Diantara banyak BUMN yang mengalami kesulitan, kerugian dan bahkan
kebangkrutan, kita semua patut bersyukur bahwa PT Rekayasa Industri justru
dalam 5 tahun terakhir ini, bisa tumbuh pendapatannnya 6x lipat dari
Rp 500
milyard per tahun ke Rp 3 triliun per tahun, asetnya-pun bisa meningkat 2x
lipat menjadi sekitar Rp 1,7 Trilliun. Dimana pencapaian tersebut
diperoleh
dengan jumlah karyawan yang justru menurun jumlahnya dari 1200 ke 1000
orang.
Setelah saya pelajari secara seksama, ternyata ada 3 (tiga) alasan
kenapa BUMN-BUMN di Indonesia, mengalami kemunduran dan bahkan
kebangkrutan.
Alhamdulilah ketiga alasan tersebut dapat diatasi secara bersama-sama dan
berkat kerja keras seluruh jajaran PT Rekayasa Industri baik Dewan
komisarisnya,
Dewan Direksinya maupun seluruh karyawan. Inilah rahasia-rahasianya
dan juga
kiat-kiat kami. Mudah-mudahan dari ââ,¬Å"sharingââ,¬ï¿½ ini bisa
dipetik sari
pengalamannya oleh BUMN-BUMN ataupun perusahaan-perusahaan lainnya di
Indonesia .
Alasan pertama banyak BUMN bangkrut adalah karena hilangnya atau
habisnya bahan baku . Contoh-contohnya
antara lain PT Asean Aceh Fertilizer, PT Iglas, PT Soda Waru, PT
Kertas Kraft
Aceh, PT Sandang, PT Basuki rachmat dan sangat banyak lagi. Cukup lama
saya
memikirkan tentang apa sebenarnya bahan baku PT Rekayasa Industri.
Karena mengerti tentang ketergantungan bahan baku dan juga mengupayakan
ketersediannya, merupakan kunci bagi kesuksesan sebuah perseroan. Ternyata
setelah saya renung-renungkan, bahan baku sebuah perusahaan Engineering,
Procurement, Construction (EPC) seperti PT Rekayasa Industri ini
adalah ââ,¬Å"experience listââ,¬ï¿½ atau
pengalaman proyek sejenis. Tanpa experience
list, kita tidak mungkin bisa lulus prakualifikasi untuk ikut tender.
Jadi salah satu rahasia kami adalah ââ,¬ï¿½Partnership
managementââ,¬ï¿½. Bagaimana kami bisa memperoleh partner atau mitra
paling kompetitif, yang memiliki experience
list, sehingga kami bisa ikut tender, adalah salah satu kunci dari
perusahaan ini. Kami menganggap hubungan dengan partner, adalah bagaikan
hubungan suami dan istri, saling jujur, saling terbuka, saling
mengetahui peran
masing-masing, saling mengerti kelemahan serta kekuatan masing-masing dan
tentunya dengan mengandalkan cinta kasih. Sifat-sifat setia dan loyal,
tidak
mudah selingkuh dan tidak mudah berganti-ganti pasangan adalah
sifat-sifat yang
kami kembangkan dengan partner kami.
Bapak-bapak para wakil pemegang saham, kami laporkan dengan kiat-kiat
tersebut, saat ini bila ada proyek baru di Indonesia , kami justru sulit
menolak-nolak partner yang ingin bermitra dengan kami. Karena hampir semua
perusahaan-perusahaan asing tersebut, pilihan pertamanya adalah ingin
bermitra
dengan kami.
Alasan kedua kenapa
banyak BUMN mengalami kesulitan, merugi dan bahkan bangkrut, karena mereka
tidak bisa mengubah dirinya dari bisnis yang sebenarnya ââ,¬Å"diberi oleh
pemerintahââ,¬ï¿½, ke bisnis yang berdasarkan persaingan bebas. Banyak
BUMN-BUMN yang seperti ini, contohnya PT Peruri, PT Balai Pustaka, PT
Inhutani,
PT Sang Hyang seri, PT Inhutani, PT Pertani, PT Pos Indonesia, PT Koja
Bahari, PT
Dirgantara Indonesia, PT PAL dll.
Bapak-bapak para wakil pemegang saham, rahasia kedua kenapa kami dapat
tumbuh berlipat-lipat selama beberapa tahun terakhir ini adalah dengan
cara
meniru kiat PT Telkom. Kami tidak merasa malu untuk mengatakannya,
karena kami
rasa meniru dari contoh yang baik adalah wajib hukumnya. PT Telkom adalah
sebuah BUMN yang mampu mengubah dirinya, dari perusahaan yang tadinya
sangat
tergantung pada bisnis telpon fixed line, kemudian bertransformasi ke
bisnis
seluler. Dengan kiat-kiat ââ,¬Å"customer
centric organizationââ,¬ï¿½ dan melalui pembentukan organisasi
cluster yang terdiri dari business management, program management, dan
technology management, PT Rekayasa Industri akhirnya bisa melepaskan
diri dari ketergantungan proyek pupuk yang notabene di masa lampau adalah
ââ,¬ï¿½pemberian oleh pemerintahââ,¬ï¿½. Kami berpindah ke bisnis
yang lebih
berdasarkan pemenangan proyek-proyek, melalui persaingan terbuka. Kami
memasuki
dan akhirnya mendominasi bisnis panas bumi, bisnis kilang minyak,
bisnis gas,
dan saat ini memulai bisnis pengolahan bahan tambang dan juga bisnis
lepas laut
(offshore). Client-client kamipun
sudah tidak hanya di Indonesia namun sudah melebar ke mancanegara,
seperti ke Brunei dan Australia .
Alasan ketiga banyak BUMN yang merugi dan bahkan bangkrut adalah
karena mereka tidak
mengembangkan sumber daya manusianya dengan berdasarkan basis
kompetensi atau
di kami, lebih dikenal dengan istilah ââ,¬ï¿½Remunerasi
berdasarkan Meritââ,¬ï¿½ dan juga berdasarkan rekam jejak atau track
recordââ,¬ï¿½.
Bapak-bapak para wakil pemegang saham, banyak BUMN yang berkali-kali
mencanangkan dalam vision statementnya, ingin ââ,¬ï¿½menjadi
perusahaan kelas
duniaââ,¬ï¿½. Namun setelah saya pelajari secara rinci, umumnya
mereka banyak
yang mengalami kegagalan. Salah satu alasan kenapa mereka gagal
adalah, karena
perusahaan-perusahaan tersebut ternyata tidak bisa menaikan gaji
karyawannya ke
standard gaji kelas dunia. Tanpa peningkatan gaji karyawan ke standard
perusahaan
kelas dunia, tidak mungkin perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan
kelas
dunia. Kami laporkan bahwa karyawan PT Rekayasa Industri, saat ini telah
ditingkatkan gajinya dan pendapatannya selama 5 tahun terakhir
sebanyak hampir
3x lipat. Andaikan saja di tahun 2009 tidak terjadi krisis, mungkin gaji
karyawan kami bisa naik 4x lipat sejak tahun 2005. Saat ini kami
memang baru
bisa menyaingi pendapatan karyawan perusahaan minyak asing yang berada
di Indonesia .
Salah satu rahasia kunci kami dalam bagaimana meningkatkan gaji ini,
adalah peningkatan paket remunerasi yang dilakukan dan diupayakan
se-tepat-tepatnya. Peningkatan remunerasi ini terus
menerus kami upayakan untuk diberikan kepada mereka-mereka yang justru
memang
betul-betul berprestasi. Inilah rahasianya. Untuk melakukan ini,
banyak sekali
kiat-kiat yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran PT Rekayasa Industri,
seperti menyusun penentuan tingkatan gaji berdasarkan kuantitatif
bukan kualitatif, sistem tingkatan gaji
yang berdasarkan penilaian karya maupun merit (rekam jejak), bonus
sistem yang
berdasarkan kinerja kelompok, sistem insentif milestone, sistem insentif
penghematan yang berdasarkan kinerja proyek dlsb.
Demikianlah beberapa kiat-kiat kunci yang telah
dikembangkan dan dilakukan oleh jajaran PT Rekayasa Industri selama
5,5 tahun
terakhir. Namun diantara berbagai kiat-kiat yang telah dilakukan ini,
izinkanlah saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena ada juga
beberapa
upaya-upaya yang belum berhasil kami capai. Secara spesifik ada
3(tiga) hal
yang belum bisa kami lakukan selama masa bakti kami.
Salah satunya adalah bahwa kami belum berhasil untuk
menjadikan perusahaan ini menjadi sebuah perusahaan publik. Saya
sangat yakin
seyakin-yakinnya bahwa BUMN yang menjadi perusahaan publik akan tumbuh
besar
dan berkembang. Lihatlah PT Semen Gresik, PT Telkom, PT Aneka Tambang,
PT PGN,
PT Bank Mandiri, PT BNI dan banyak lagi. Sayang sekali sewaktu kami sedang
gigih-gigihnya ingin Initial Public Offering (IPO), kondisi
perekonomian dunia tiba-tiba memburuk dengan sangat pesat,
sehingga kami kehilangan momentum. Persiapan-persiapan yang telah
dilakukan di
tahun 2008, Insya Allah sangat mudah diaktifkan kembali, bila kondisi
pasar bisnis
EPC sudah semakin membaik.
Hal kedua yang belum bisa kami lakukan selama 5(lima)
tahun terakhir ini adalah melakukan investasi yang baik, sehingga
perseroan
belum bisa memperoleh pendapatan tetap (fixed
income) yang rutin. Pengembangan investasi ini, perlu kami upayakan
mengingat bisnis EPC yang naik turun, sedangkan keperluan untuk
me-ââ,¬ï¿½retainââ,¬ï¿½ (menjaga dan
mempetahankan) karyawan yang baik-baik sifatnya tetap pengeluaran
biayanya. Namun
kami laporkan bahwa fondasi-fondasinya sudah ada.
Hal terakhir, yang belum bisa kami lakukan selama 5
(lima) tahun terakhir ini dan merupakan penyakit mendasar di hampir
semua BUMN,
adalah merubah karyawan PT Rekayasa Industri menjadi ââ,¬ï¿½economic
animalsââ,¬ï¿½ untuk perusahaan. Kami belum bisa menemukan kiat-kiat
yang tepat dimana
karyawan perusahaan ini, selain menjadi umat beragama yang berbakti kepada
Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, dan juga insan masyarakat yang santun
dan berbudaya,
namun bisa berusaha sekeras-kerasnya dalam mencari keuntungan yang
luar biasa
besarnya bagi perusahaan. Saya kira pertumbuhan net profit perseroan
selama
tahun-tahun terakhir, yang masih kurang menggembirakan, mencerminkan
hal ini.
Demikian kesan dan pesan kami untuk hal-hal yang
mungkin perlu untuk diteruskan dan tentunya diperbaiki oleh pengelola PT
Rekayasa Industri di masa-masa mendatang.
Sebelum saya menutup, saya ingin sedikit menyampaikan
bahwa Pemerintah telah memberikan amanah kepada saya menjadi salah
satu dari 7
(tujuh) dewan komisaris PT Pertamina (persero). Menurut bapak Menteri
ESDM,
Presiden telah memilih dengan teliti dan sangat seksama, dari banyak
sekali
kandidat. Pilihan 7 (tujuh) orang tersebut jatuh pada seorang mantan
menteri
BUMN yang mengerti tentang korporasi dan bisnis migas, 2 (dua) orang
mantan
Sekjen ESDM yang sangat mengerti tentang kebijakan Migas, 2 (dua)
orang Dirjen
aktif yang terkait ke Pertamina yaitu Dirjen Anggaran dan Dirjen ESDM,
seorang
Jendral militer dan seorang insinyur praktisi.
Sebagai keluarga besar PT Pupuk Sriwidjaja, dan
tentunya keluarga besar BUMN, rasanya kita patut bersyukur bahwa Presiden
memilih satu-satunya praktisi sebagai dewan komisaris Pertamina, dari PT
Rekayasa Industri dan juga dari anggota keluarga besar Pupuk. Presiden
tidak
memilih kandidat dari dalam Pertamina. Presiden tidak memilih dari
perusahaan swasta. Presiden-pun tidak
memilih kandidat dari perusahaan minyak asing. Ini tentunya sebuah
penghargaan
dan apresiasi Presiden, bukan kepada saya,
tetapi kepada prestasi seluruh jajaran PT Rekayasa Industri, yang
selama ini
banyak sekali membangun kilang-kilang dan karya-karya bagi PT
Pertamina maupun
bagi bangsa ini. Setahu saya, inilah juga untuk pertama kalinya,
seorang wakil
dari keluarga besar Pupuk, ditugaskan menjadi komisaris di PT Pertamina.
Tentunya saya sangat yakin, Presiden mempertimbangkan dengan cermat, bahwa
penugasan ini terkait dengan upaya-upaya pengaliran gas alam milik
Pertamina
kepada industri Pupuk. Harapannya, salah satu permasalahan utama
bangsa ini,
yaitu pasokan pupuk, dapat terpenuhi.
Akhir kata, izinkanlah saya mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada bapak-bapak para pemegang saham atas
bimbingannya,
pengarahannya, kerja samanya dan cinta kasihnya selama ini. Tidak lain
kami
juga mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan-kesalahan yang
mungkin
telah kami lakukan. Kami mendoakan semoga bapak-bapak para wakil
pemegang saham
terus menerus mendapatkan berkah yang melimpah dari Allah SWT. Amien
Tentunya sebelum menutup kesan dan pesan ini, kami sangat
memohon kepada bapak para pemegang saham untuk memilih team management
yang
rekam jejaknya sangat baik, dan juga mampu diterima oleh seluruh
stakeholders
dengan baik. Saya ingin mengingatkan bahwa bisnis perusahaan ini
adalah bisnis
berlandaskan kepercayaan.
Lebih kurangnya mohon maaf.
Wabil taufiq wal hidayah
Wass wr wb
>
êå¢fÃs(âEUR¢Â¨]jV¦âEUR~ªòi·«²)Ãz(®Âz¶©âEUR~©äj'ZâEUR )f»û^âEUR^(TM)z%¢¬z»ZâEUR~«"âEUR Ã+²jxjyš�öš¶éúKÅ Ã^Å¡âEUR¢Â©ï¿½zh¤y¶¡jÅ¡jwnž&�jv¤âEUR *Ãs(´âEUR°ÃY"¢âEUR"§�éhâEUR¢Â¦Â§Å¡)b°âEUR°Ã?¢w¬âEUR°Â©Ãz(Ã+Ã--Ãz(¶Ã---«âEUR Ã>iÿúnnw±µ·Â戇zÃY"ÃY"Å W¬þh¥ŠÃ