Kalau saya lihat, hal yang paling berpengaruh dari maju mundurnya BUMN adalah masalah mindset dan campur tangan kepentingan politik. Dua hal ini yang harus dirubah terlebih dahulu, baru menyusul perbaikan renumerasi. Renumerasi tidak terlalu berpengaruh banyak, mengingat orang dalam BUMN sendiri sudah banyak "saweran" proyek dll. yang membuat penghasilan
mereka jauh lebih besar dari gaji mereka (seperti gayus lah).

Perubahan mindset adalah hal terpenting. Kita lihat bagaimana seorang seperti Pak Hengki yang memiliki mindset lebih maju dari pegawai BUMN lain, bisa memajukan REKIND. Disamping itu, campurtangan politik harus dihapus sama sekali. Jangan sampai BUMN hanya dijadikan sapi perahan, "tambang emas" keluarga pejabat atau "buangan" pensiunan politisi saja.

Sebenarnya model yang bagus adalah go public, tetapi pemerintah masih mempunyai porsi saham sebagai pengendali. Model ini berjalan secara baik di Singapura dan Malaysia. Di Singapura misalnya, dibawah kendali GIC dan Temasek, BUMN seperti Singtel, Keppel, Singapore Technologies, DBS, SIA dll. berhasil menjadi perusahaan kelas dunia.

Seandainya perusahaan besar seperti Pertamina, PLN, PTKA dll. masuk bursa, segi positifnya bisa mengangkat market kapitalisasi BEI. Kita tidak akan banyak kesulitan mengungguli bursa
Singapore misalnya.

Hal yang sebaiknya dilakukan pemerintah dalam menentukan dipertahankan tidaknya suatu BUMN
adalah :

1) Membuat analisa pareto 20/80. Artinya tetap mempertahankan 20% perusahaan yang menjadi
   penghasil 80% revenue BUMN.

2) Melihat strategis tidaknya peran BUMN tsb. Sebagai contoh, IPTN, PAL yang walaupun merugi misalnya, harus tetap dipertahankan mengingat strategisnya peran BUMN tsb. Sedangkan perusahaan seperti Damri, tidak perlu dipertahankan karena posisinya yang tidak strategis serta sudah adanya peran swasta. Peran strategis tidaknya bisa dilihat dari berbagai segi, misalnya menguasai tidaknya hajad hidup orang banyak,
   dari segi pertahanan negara, pengembangan teknologi dll.


Salam.

lukman zaaidi wrote:
tidak semua BUMN , merugi seperti BUMN constructuon sudah pada go Public, dg memenuhi persyaratan2 yang proffesional, kecuali BUMN contrat.yang suka " Window Dressing" yang kebablasan hingga terbukti merugi sampai trilyunan rupiah anehnya KPK bungkem saja. Kelola saja BUMN secara proff. dapatkan Executivenya yang setara atau melebihi Exc. Rekayasa Industri. salam LZ

------------------------------------------------------------------------
*From:* goenarso goenoprawiro <[email protected]>
*To:* [email protected]
*Sent:* Sun, May 16, 2010 6:18:39 AM
*Subject:* [indonesia] Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB

Pak Basuki,

BUMN tidak usah dibubarkan, hanya perlu dikelola seperti PT Rekayasa Industri saja. Sederhana khan.....

Tidak akan ada yang setuju pembubaran BUMN.

Goenarso

------------------------------------------------------------------------
*Dari:* Basuki Suhardiman <[email protected]>
*Kepada:* Indonesianext <[email protected]>
*Terkirim:* Sab, 15 Mei, 2010 08:13:35
*Judul:* [indonesia] Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB


Makanya , BUMN itu dibubarkan saja ,
berikan ke swasta "asli Indonesia" dan tidak boleh ada 'capital fly out'
selama menjadi BUMN , pasti ada 'political touch' yg selalu mengikuti
makanya gak pernah effisien itu BUMN ..

urusan nya capital fly in and out khan pengawasan BI , lha BI nya juga memble , ngurusi satu bank kecil macam century aja gak bisa ?
gimana mau kontrol capital fly in and out ?


soal bahan baku , masih banyak bahan baku di Indonesia (raw material)
masalahnya BUMN-BUMN macam Krakatau steel tidak pernah explorasi dan exploitasi ,


Telkom berubah ? itu karena Indosat dijual ke asing dan value nya menjadi puluhan kali lipat dibanding sejak sebelum dijual , cuma salahnya dijual nya ke 'asing' bukan ke 'orang indonesia asli' ...

revenue terbesar Telkom adalah dari Telkomsel , kalau Telkomsel dipisah dari induknya (Telkom) niscaya langsung ancur :-)
coba saja analisis dari sini
http://www.telkom.co.id/hubungan-investor/laporan-laporan/laporan-keuangan/
:-)


Saat ini , Telkom sdh mulai keteter sama Indosat dan anak perusahaan nya ,
salah satu yg menanng tender USO adalah Lintas Artha , anak perusahaan Indosat , bukan Telkom ,,,,why ? dan banyak pengguna jaringan baik pemerintah maupun swasta mulai beralih ke Indosat group , Why ? ...




On Fri, 14 May 2010, [email protected] <mailto:[email protected]> wrote:

> Hidup Neolib:).
>
> -Irsal
> The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination.
> #Albert Einstein
>
> -----Original Message-----
> From: goenarso goenoprawiro <[email protected] <mailto:[email protected]>>
> Date: Fri, 14 May 2010 15:44:03
> To: bisnis mailist<[email protected] <mailto:[email protected]>>; Venture Capital<[email protected] <mailto:[email protected]>>; Alumni Teladan<[email protected] <mailto:[email protected]>>; indonesia entrepreneur<[email protected] <mailto:[email protected]>>; milist indonesia<[email protected] <mailto:[email protected]>>; renewable energy<[email protected] <mailto:[email protected]>>; asosiai desain grafis<[email protected] <mailto:[email protected]>>; sanbima xibmer<[email protected] <mailto:[email protected]>>; mailist mantanIBM<[email protected] <mailto:[email protected]>> > Subject: [indonesia] Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB
>
> Ibu dan Bapak,

Sharing tulisan bagus dari mailist tetangga,

Goenarso



----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Triharyo Soesilo <[email protected] <mailto:[email protected]>>
Kepada: [email protected] <mailto:[email protected]>
Terkirim: Kam, 13 Mei, 2010 22:25:03
Judul: [itb77] Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB


Pada hari Rabu 12 Mei, 2010, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(RUPSLB) telah menyetujui pengunduran diri saya sebagai Direktur Utama PT
Rekayasa Industri. Saya kebetulan diberi kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan. Berikut ini saya ââ,¬Å"shareââ,¬ï¿½ pidato saya pada acara tersebut dengan doa mudah-mudahan ada manfaatnya bagi rekan-rekan yang ingin membacanya.

Ass wr wb

Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur
Alhamdulilah kepada Allah SWT, karena pagi hari ini kita diberikan nikmat
kesehatan olehNya untuk bisa menghadiri sebuah acara yang sangat luar biasa
ini.

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas persetujuan
bapak-bapak pemegang saham atas pengunduran diri saya. Dalam kesempatan yang sangat indah ini, izinkanlah saya menyampaikan ââ,¬Å"sharingââ,¬ï¿½ saya tentang penugasan yang telah diamanahkan oleh bapak-bapak pemegang saham kepada saya, untuk ikut mengelola PT Rekayasa Industri selama hampir 5,5 tahun
sebagai Dirut dan hampir 10 tahun sebagai Direksi.

Sebut saja, ini adalah thesis saya.

Diantara banyak BUMN yang mengalami kesulitan, kerugian dan bahkan
kebangkrutan, kita semua patut bersyukur bahwa PT Rekayasa Industri justru
dalam 5 tahun terakhir ini, bisa tumbuh pendapatannnya 6x lipat dari Rp 500
milyard per tahun ke Rp 3 triliun per tahun, asetnya-pun bisa meningkat 2x
lipat menjadi sekitar Rp 1,7 Trilliun. Dimana pencapaian tersebut diperoleh dengan jumlah karyawan yang justru menurun jumlahnya dari 1200 ke 1000 orang.

Setelah saya pelajari secara seksama, ternyata ada 3 (tiga) alasan
kenapa BUMN-BUMN di Indonesia, mengalami kemunduran dan bahkan kebangkrutan.
Alhamdulilah ketiga alasan tersebut dapat diatasi secara bersama-sama dan
berkat kerja keras seluruh jajaran PT Rekayasa Industri baik Dewan komisarisnya, Dewan Direksinya maupun seluruh karyawan. Inilah rahasia-rahasianya dan juga kiat-kiat kami. Mudah-mudahan dari ââ,¬Å"sharingââ,¬ï¿½ ini bisa dipetik sari pengalamannya oleh BUMN-BUMN ataupun perusahaan-perusahaan lainnya di Indonesia .

Alasan pertama banyak BUMN bangkrut adalah karena hilangnya atau habisnya bahan baku . Contoh-contohnya antara lain PT Asean Aceh Fertilizer, PT Iglas, PT Soda Waru, PT Kertas Kraft Aceh, PT Sandang, PT Basuki rachmat dan sangat banyak lagi. Cukup lama saya memikirkan tentang apa sebenarnya bahan baku PT Rekayasa Industri. Karena mengerti tentang ketergantungan bahan baku dan juga mengupayakan
ketersediannya, merupakan kunci bagi kesuksesan sebuah perseroan. Ternyata
setelah saya renung-renungkan, bahan baku sebuah perusahaan Engineering,
Procurement, Construction (EPC) seperti PT Rekayasa Industri ini adalah ââ,¬Å"experience listââ,¬ï¿½ atau
pengalaman proyek sejenis. Tanpa experience
list, kita tidak mungkin bisa lulus prakualifikasi untuk ikut tender.

Jadi salah satu rahasia kami adalah ââ,¬ï¿½Partnership
managementââ,¬ï¿½. Bagaimana kami bisa memperoleh partner atau mitra
paling kompetitif, yang memiliki experience
list, sehingga kami bisa ikut tender, adalah salah satu kunci dari
perusahaan ini. Kami menganggap hubungan dengan partner, adalah bagaikan
hubungan suami dan istri, saling jujur, saling terbuka, saling mengetahui peran
masing-masing, saling mengerti kelemahan serta kekuatan masing-masing dan
tentunya dengan mengandalkan cinta kasih. Sifat-sifat setia dan loyal, tidak mudah selingkuh dan tidak mudah berganti-ganti pasangan adalah sifat-sifat yang
kami kembangkan dengan partner kami.

Bapak-bapak para wakil pemegang saham, kami laporkan dengan kiat-kiat
tersebut, saat ini bila ada proyek baru di Indonesia , kami justru sulit
menolak-nolak partner yang ingin bermitra dengan kami. Karena hampir semua
perusahaan-perusahaan asing tersebut, pilihan pertamanya adalah ingin bermitra
dengan kami.

Alasan kedua kenapa
banyak BUMN mengalami kesulitan, merugi dan bahkan bangkrut, karena mereka
tidak bisa mengubah dirinya dari bisnis yang sebenarnya ââ,¬Å"diberi oleh
pemerintahââ,¬ï¿½, ke bisnis yang berdasarkan persaingan bebas. Banyak
BUMN-BUMN yang seperti ini, contohnya PT Peruri, PT Balai Pustaka, PT Inhutani, PT Sang Hyang seri, PT Inhutani, PT Pertani, PT Pos Indonesia, PT Koja Bahari, PT
Dirgantara Indonesia, PT PAL dll.

Bapak-bapak para wakil pemegang saham, rahasia kedua kenapa kami dapat
tumbuh berlipat-lipat selama beberapa tahun terakhir ini adalah dengan cara meniru kiat PT Telkom. Kami tidak merasa malu untuk mengatakannya, karena kami
rasa meniru dari contoh yang baik adalah wajib hukumnya. PT Telkom adalah
sebuah BUMN yang mampu mengubah dirinya, dari perusahaan yang tadinya sangat tergantung pada bisnis telpon fixed line, kemudian bertransformasi ke bisnis
seluler. Dengan kiat-kiat ââ,¬Å"customer
centric organizationââ,¬ï¿½ dan melalui pembentukan organisasi cluster yang terdiri dari business management, program management, dan
technology management, PT Rekayasa Industri akhirnya bisa melepaskan
diri dari ketergantungan proyek pupuk yang notabene di masa lampau adalah
ââ,¬ï¿½pemberian oleh pemerintahââ,¬ï¿½. Kami berpindah ke bisnis yang lebih berdasarkan pemenangan proyek-proyek, melalui persaingan terbuka. Kami memasuki dan akhirnya mendominasi bisnis panas bumi, bisnis kilang minyak, bisnis gas, dan saat ini memulai bisnis pengolahan bahan tambang dan juga bisnis lepas laut
(offshore). Client-client kamipun
sudah tidak hanya di Indonesia namun sudah melebar ke mancanegara, seperti ke Brunei dan Australia .

Alasan ketiga banyak BUMN yang merugi dan bahkan bangkrut adalah karena mereka tidak mengembangkan sumber daya manusianya dengan berdasarkan basis kompetensi atau
di kami, lebih dikenal dengan istilah ââ,¬ï¿½Remunerasi
berdasarkan Meritââ,¬ï¿½ dan juga berdasarkan rekam jejak atau track recordââ,¬ï¿½.

Bapak-bapak para wakil pemegang saham, banyak BUMN yang berkali-kali
mencanangkan dalam vision statementnya, ingin ââ,¬ï¿½menjadi perusahaan kelas duniaââ,¬ï¿½. Namun setelah saya pelajari secara rinci, umumnya mereka banyak yang mengalami kegagalan. Salah satu alasan kenapa mereka gagal adalah, karena perusahaan-perusahaan tersebut ternyata tidak bisa menaikan gaji karyawannya ke standard gaji kelas dunia. Tanpa peningkatan gaji karyawan ke standard perusahaan kelas dunia, tidak mungkin perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan kelas
dunia. Kami laporkan bahwa karyawan PT Rekayasa Industri, saat ini telah
ditingkatkan gajinya dan pendapatannya selama 5 tahun terakhir sebanyak hampir
3x lipat. Andaikan saja  di tahun 2009 tidak terjadi krisis, mungkin gaji
karyawan kami bisa naik 4x lipat sejak tahun 2005. Saat ini kami memang baru bisa menyaingi pendapatan karyawan perusahaan minyak asing yang berada di Indonesia .

Salah satu rahasia kunci kami dalam bagaimana meningkatkan gaji ini,
adalah peningkatan paket remunerasi yang dilakukan dan diupayakan
se-tepat-tepatnya. Peningkatan remunerasi ini terus
menerus kami upayakan untuk diberikan kepada mereka-mereka yang justru memang betul-betul berprestasi. Inilah rahasianya. Untuk melakukan ini, banyak sekali
kiat-kiat yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran PT Rekayasa Industri,
seperti menyusun penentuan tingkatan gaji berdasarkan kuantitatif bukan kualitatif, sistem tingkatan gaji yang berdasarkan penilaian karya maupun merit (rekam jejak), bonus sistem yang
berdasarkan kinerja kelompok, sistem insentif milestone, sistem insentif
penghematan yang berdasarkan kinerja proyek dlsb.

Demikianlah beberapa kiat-kiat kunci yang telah
dikembangkan dan dilakukan oleh jajaran PT Rekayasa Industri selama 5,5 tahun
terakhir. Namun diantara berbagai kiat-kiat yang telah dilakukan ini,
izinkanlah saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena ada juga beberapa upaya-upaya yang belum berhasil kami capai. Secara spesifik ada 3(tiga) hal
yang belum bisa kami lakukan selama masa bakti kami.

Salah satunya adalah bahwa kami belum berhasil untuk
menjadikan perusahaan ini menjadi sebuah perusahaan publik. Saya sangat yakin seyakin-yakinnya bahwa BUMN yang menjadi perusahaan publik akan tumbuh besar dan berkembang. Lihatlah PT Semen Gresik, PT Telkom, PT Aneka Tambang, PT PGN,
PT Bank Mandiri, PT BNI dan banyak lagi. Sayang sekali sewaktu kami sedang
gigih-gigihnya ingin Initial Public Offering (IPO), kondisi perekonomian dunia tiba-tiba memburuk dengan sangat pesat, sehingga kami kehilangan momentum. Persiapan-persiapan yang telah dilakukan di tahun 2008, Insya Allah sangat mudah diaktifkan kembali, bila kondisi pasar bisnis
EPC sudah semakin membaik.

Hal kedua yang belum bisa kami lakukan selama 5(lima)
tahun terakhir ini adalah melakukan investasi yang baik, sehingga perseroan
belum bisa memperoleh pendapatan tetap (fixed
income) yang rutin. Pengembangan investasi ini, perlu kami upayakan
mengingat bisnis EPC yang naik turun, sedangkan keperluan untuk me-ââ,¬ï¿½retainââ,¬ï¿½ (menjaga dan mempetahankan) karyawan yang baik-baik sifatnya tetap pengeluaran biayanya. Namun
kami laporkan bahwa fondasi-fondasinya sudah ada.

Hal terakhir, yang belum bisa kami lakukan selama 5
(lima) tahun terakhir ini dan merupakan penyakit mendasar di hampir semua BUMN, adalah merubah karyawan PT Rekayasa Industri menjadi ââ,¬ï¿½economic animalsââ,¬ï¿½ untuk perusahaan. Kami belum bisa menemukan kiat-kiat yang tepat dimana
karyawan perusahaan ini, selain menjadi umat beragama yang berbakti kepada
Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, dan juga insan masyarakat yang santun dan berbudaya, namun bisa berusaha sekeras-kerasnya dalam mencari keuntungan yang luar biasa besarnya bagi perusahaan. Saya kira pertumbuhan net profit perseroan selama tahun-tahun terakhir, yang masih kurang menggembirakan, mencerminkan hal ini.

Demikian kesan dan pesan kami untuk hal-hal yang
mungkin perlu untuk diteruskan dan tentunya diperbaiki oleh pengelola PT
Rekayasa Industri di masa-masa mendatang.

Sebelum saya menutup, saya ingin sedikit menyampaikan
bahwa Pemerintah telah memberikan amanah kepada saya menjadi salah satu dari 7 (tujuh) dewan komisaris PT Pertamina (persero). Menurut bapak Menteri ESDM, Presiden telah memilih dengan teliti dan sangat seksama, dari banyak sekali kandidat. Pilihan 7 (tujuh) orang tersebut jatuh pada seorang mantan menteri BUMN yang mengerti tentang korporasi dan bisnis migas, 2 (dua) orang mantan Sekjen ESDM yang sangat mengerti tentang kebijakan Migas, 2 (dua) orang Dirjen aktif yang terkait ke Pertamina yaitu Dirjen Anggaran dan Dirjen ESDM, seorang
Jendral militer dan seorang insinyur praktisi.

Sebagai keluarga besar PT Pupuk Sriwidjaja, dan
tentunya keluarga besar BUMN, rasanya kita patut bersyukur bahwa Presiden
memilih satu-satunya praktisi sebagai dewan komisaris Pertamina, dari PT
Rekayasa Industri dan juga dari anggota keluarga besar Pupuk. Presiden tidak memilih kandidat dari dalam Pertamina. Presiden tidak memilih dari perusahaan swasta. Presiden-pun tidak memilih kandidat dari perusahaan minyak asing. Ini tentunya sebuah penghargaan
dan apresiasi Presiden, bukan kepada saya,
tetapi kepada prestasi seluruh jajaran PT Rekayasa Industri, yang selama ini banyak sekali membangun kilang-kilang dan karya-karya bagi PT Pertamina maupun bagi bangsa ini. Setahu saya, inilah juga untuk pertama kalinya, seorang wakil
dari keluarga besar Pupuk, ditugaskan menjadi komisaris di PT Pertamina.
Tentunya saya sangat yakin, Presiden mempertimbangkan dengan cermat, bahwa
penugasan ini terkait dengan upaya-upaya pengaliran gas alam milik Pertamina kepada industri Pupuk. Harapannya, salah satu permasalahan utama bangsa ini,
yaitu pasokan pupuk, dapat terpenuhi.

Akhir kata, izinkanlah saya mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada bapak-bapak para pemegang saham atas bimbingannya, pengarahannya, kerja samanya dan cinta kasihnya selama ini. Tidak lain kami juga mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan-kesalahan yang mungkin telah kami lakukan. Kami mendoakan semoga bapak-bapak para wakil pemegang saham
terus menerus mendapatkan berkah yang melimpah dari Allah SWT. Amien

Tentunya sebelum menutup kesan dan pesan ini, kami sangat
memohon kepada bapak para pemegang saham untuk memilih team management yang rekam jejaknya sangat baik, dan juga mampu diterima oleh seluruh stakeholders dengan baik. Saya ingin mengingatkan bahwa bisnis perusahaan ini adalah bisnis
berlandaskan kepercayaan.

Lebih kurangnya mohon maaf.

Wabil taufiq wal hidayah
Wass wr wb
> êå¢fÃs(âEUR¢Â¨]jV¦âEUR~ªòi·«²)Ãz(®­z¶©âEUR~©äj'ZâEUR )f»û^âEUR^(TM)z%¢¬z»ZâEUR~«"âEUR Ã+²jxjyš�öš¶éíºKÅ Ã^Å¡âEUR¢Â©ï¿½zh¤y¶¡jÅ¡jwnž&�jv¤âEUR *Ãs(´âEUR°ÃY"¢âEUR"§�éhâEUR¢Â¦Â§Å¡)b°âEUR°Ã?¢w¬âEUR°Â©Ãz(Ã+Ã--Ãz(¶Ã---«âEUR Ã>iÿúnnw±µ·­µêçzÃY"ÃY"Å W¬þh¥ŠÃ


Kirim email ke