Rekan-rekan yth.,

Judul berita di atas memang menarik, namun saya ingin menggarisbawahi
pernyataan Kepala BKPM yang berikut ini saja:

"Ini kan sosialisasi kepentingan investasi, karena 80 persen penanaman
modal masih di Pulau Jawa."

Melihat angka "Pareto-alike" di atas tentu saja membuat miris hati --
kecuali bagi segelintir pihak yang masih tidak menyadari pentingnya
pemindahan ibukota ke luar Jawa.

Salam,
CA

Source: http://bit.ly/cx3oUe

--begins--
100 Ribu Orang Harus Lulus S3, Jika Tidak?

Senin, 20 September 2010 - 16:44 wib

BANDUNG - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan sebanyak
75 ribu hingga 100 ribu orang dapat lulus dan mendapatkan ijazah studi
S3 dalam jangka waktu selama 25 tahun ke depan. Pasalnya, apabila hal
ini tidak bisa terealisasikan maka Indonesia tidak akan bisa bersaing
dengan negara lain karena tidak mempunyai sumber daya manusia (SDM)
yang berkualitas.

“Karena kalau kita lihat investment roadmap kita, fase pertama early
quick wins, fase kedua infrastruktur, fase ketiga industrialisasi
skala besar,yang bisa ditopang apabila produksi lulusan S3 kita besar,
sementara pada saat ini lulusan S3 kita baru 5.000 orang, sedangkan
China 20.000 orang,” kata Kepala BKPM Gita Wirjawan di Bandung,
kemarin.

Menurutnya, keterlibatan kaum intelektual seperti mahasiswa sangat
penting, terutama dalam mensosialisasikan investasi di luar Pulau
Jawa.

“Ini kan sosialisasi kepentingan investasi, karena 80 persen penanaman
modal masih di Pulau Jawa. Mahasiswa harus berperanlah untuk
kepentingan kita dalam mendistribusikan penanaman modal keluar Jawa.
Kedua, tentunya kita ada basic interest untuk merekrut murid-murid
yang berbakat supaya bisa masuk ke pemerintah,” ujarnya.

Gita menuturkan, para mahasiswa tersebut harus bisa meratakan
investasi di dalam dan luar Pulau jawa. “Hal tersebut tidak disadari
bahwa kurva sangat Jawa sentrik. Kita mulai dari awareness. Semakin
banyak kaum intelektual seperti mahasiswa  yang tahu untuk
mendistribusikan penanaman modal. Mulai dari kesadaran mereka bahwa
ini timpang. Dan mungkin di tahap keduanya, kita bisa berdiskusi
bagaimana caranya meratakan investasi,” paparnya.
(Sandra Karina/Koran SI) (rhs)
--ends--

-- 
Sent from my mobile device

--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke