2010/9/20 Mohammad Andri Budiman <[email protected]>

> Rekan-rekan yth.,
>
> Judul berita di atas memang menarik, namun saya ingin menggarisbawahi
> pernyataan Kepala BKPM yang berikut ini saja:
>
> "Ini kan sosialisasi kepentingan investasi, karena 80 persen penanaman
> modal masih di Pulau Jawa."
>
> Melihat angka "Pareto-alike" di atas tentu saja membuat miris hati --
> kecuali bagi segelintir pihak yang masih tidak menyadari pentingnya
> pemindahan ibukota ke luar Jawa.
>

Masalahnya "bukan di Ibukota" namun di "sistem manajemen sosial", khususnya
ekonomi...
Jika Ibukota dipindah, namun ekonomi masih "menyedot" lebih banyak dari
daerah lain dan "orang lemah"...
Lalu gucuran baliknya relatif kecil... atau distribusinya tidak merata,
kurva distribusinya kian hari akan semakin runcing kayak obelisk...
lalu, tetap saja ibukota baru akan penuh sesak lagi...
Ekonomi neoimperialis akan selalu menghasilkan distribusi obelisk...

Salam Z

>
> Salam,
> CA
>
> Source: http://bit.ly/cx3oUe
>
> --begins--
> 100 Ribu Orang Harus Lulus S3, Jika Tidak?
>
> Senin, 20 September 2010 - 16:44 wib
>
> BANDUNG - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan sebanyak
> 75 ribu hingga 100 ribu orang dapat lulus dan mendapatkan ijazah studi
> S3 dalam jangka waktu selama 25 tahun ke depan. Pasalnya, apabila hal
> ini tidak bisa terealisasikan maka Indonesia tidak akan bisa bersaing
> dengan negara lain karena tidak mempunyai sumber daya manusia (SDM)
> yang berkualitas.
>
> “Karena kalau kita lihat investment roadmap kita, fase pertama early
> quick wins, fase kedua infrastruktur, fase ketiga industrialisasi
> skala besar,yang bisa ditopang apabila produksi lulusan S3 kita besar,
> sementara pada saat ini lulusan S3 kita baru 5.000 orang, sedangkan
> China 20.000 orang,” kata Kepala BKPM Gita Wirjawan di Bandung,
> kemarin.
>
> Menurutnya, keterlibatan kaum intelektual seperti mahasiswa sangat
> penting, terutama dalam mensosialisasikan investasi di luar Pulau
> Jawa.
>
> “Ini kan sosialisasi kepentingan investasi, karena 80 persen penanaman
> modal masih di Pulau Jawa. Mahasiswa harus berperanlah untuk
> kepentingan kita dalam mendistribusikan penanaman modal keluar Jawa.
> Kedua, tentunya kita ada basic interest untuk merekrut murid-murid
> yang berbakat supaya bisa masuk ke pemerintah,” ujarnya.
>
> Gita menuturkan, para mahasiswa tersebut harus bisa meratakan
> investasi di dalam dan luar Pulau jawa. “Hal tersebut tidak disadari
> bahwa kurva sangat Jawa sentrik. Kita mulai dari awareness. Semakin
> banyak kaum intelektual seperti mahasiswa  yang tahu untuk
> mendistribusikan penanaman modal. Mulai dari kesadaran mereka bahwa
> ini timpang. Dan mungkin di tahap keduanya, kita bisa berdiskusi
> bagaimana caranya meratakan investasi,” paparnya.
> (Sandra Karina/Koran SI) (rhs)
> --ends--
>
> --
> Sent from my mobile device
>
> --
> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
> akhirat.
>
> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
>

Kirim email ke