Pak Adi Indrayanto dan pak Basuki Suhardiman DKK yth,

Alokasi frekwensi dan lebar pita untuk tiap jenis layanan Wireless
Broadband saat ini masih dirumuskan oleh Tim Postel, termasuk Roadmapnya.

Kita dari Mastel juga mengharap agar Tim itu segera membuat rekomendasi alokasi 
frekwensi dan pitanya bagi Broadband Wireless agar Industri DN dan operator 
dapat membuat rencana masa depan yg ada Roadmapnya yg ada kontinuitas teknologi 
serta jenis layanannya yg jelas.

Tanpa Roadmap yg jelas, maka industri juga akan stagnant, tidak berani 
bergerak, wait-and-see. Mereka takut kalau masa depan teknologi dan layanan 
tidak jelas, maka mereka bisa bangkrut kalau memaksakan untuk mulai.

Ini ibarat orang buta, berjalan sempoyongan, bisa2 kecebur jurang!

Semoga ada yg bantu mengingatkan kepada para pembuat kebijakan.

Wassalam,
http://mastel.wordpress.com
http://wartaduniamaya.blogspot.com

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Adi Indrayanto <[email protected]>
Date: Thu, 21 Oct 2010 08:52:49 
To: <[email protected]>
Cc: S Roestam<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>
Subject: Re: [indonesia] Re: Plenipot ITU Mexico 2010: Pelanggan Mobile
 mencapai 90% Penduduk Dunia. Quo Vadis Broadband Indonesia?

Kalau mau semua barang2nya di import ya gampang ... .

Tapi ekonomi konsumerisme nanti yg terbentuk ... :-p


2010/10/20 Basuki Suhardiman <[email protected]>

>
>
>
> Pak Mitro Yth ,
> persoalan broadband menurut saya .
>
> 1. alokasi freq yg akan digunakan ? dan lebar bandwidth
> 2. teknologi akses yg akan digunakan ?
> 3. modal yg akan di gelontorkan
>
> karena urusan broadband pasti terkait ke no 1 ,
> nah bagaimana policy poste/kominfo sendiri ?
>
>
>
> On 10/20/2010 11:57 AM, S Roestam wrote:
>
> Kawan2 Milis Yth,
>
>
> *Sekjen ITU Hamadoun Touré mengatakan broadband adalah alat yang paling
> penting dalam upaya untuk memenuhi Millenium Development Goals pada tahun
> 2015.
>
> "Broadband adalah titik kritis berikutnya, yang merupakan transformasi
> teknologi berikutnya," katanya. "Hal ini dapat menciptakan lapangan kerja,
> mendorong pertumbuhan dan produktivitas, dan mendukung daya saing ekonomi
> jangka panjang."*
>
> Quo Vadis Layanan Broadband Indonesia?
> Silahkan ditanggapi, dan semoga bermanfaat.
> Wassalam,
> S Roestam
> http://wartaduniamaya.blogspot.com
> http:/mastel.wordpress.com
>
>
>

Kirim email ke