Siap bagaimana ?
kesalahan utama adalah mencoba menerapakan 16D ,sementara di draft IEEE saja sdh 16E

Industri warnet yg dibangun tahun 1998 dengan 802.11a/b/g , dan tidak pernah ngemis ke pemerintah , hehehe toh pada akhirnya 2,4 Ghz juga di release free ,setelah perjuangan bertahun tahun .. justru perkembangan wireless di Indonesia lah menjadi pemicu di dunia untuk pengembangan 802.16
dan sekarang sdh release IEEE 802.20 ,dua tahun lagi 802.21
dan dari dulu saya tidak pernah setuju 802.16D (entah dari langit mana yg menjadi pembisik)
toh pada kenyataan nya fail juga ...
http://www.detikinet.com/read/2010/10/21/164901/1471515/328/berca-first-media-molor-gelar-wimax/?i991101105

:-)




On 10/21/2010 5:03 PM, Adi Indrayanto wrote:

Pembuat kebijakan tahu kok pak ... . Masalahnya, antara operator dan industri dalam negeri itu "belum nyambung" :-( Ini yg menjadi titik "sengketa" :-(

Saat industri dalam negeri siapnya 16d, operator maunya 16e. Nanti saat industri siap 16e, operator maunya LTE ... ya gak akan ketemu lah.

Kita kan tahu semua, membangun industri, SDM dan kemampuan teknologi tidak bisa dilakukan semalam. Sementara operator yg kebanyakan dananya adalah pinjaman tidak bisa menunggu terlalu lama ... apalagi terkait dgn "windows of opportunity" ... . Jadinya gak nyambung ...

Yg satu nggak mau nunggu ... maunya ada segera dan sempurna, yg satu perlu waktu untuk menyiapkan dan menyempurnakan.

Roadmap itu satu hal ... tapi masalahnya bukan disitu sebenarnya ... . Kemampuan dalam negeri yg terbatas plus banyak pebisnis yg tipenya spekulan ....




--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke