Yang ini beda boss.
Pada saat Lehman shock, permasalahannya di market dan likuiditas
corporasi. Solusinya gampang, pemerintah tinggal main gelontor uang.
Sedangkan pokok permasalahan saat ini "top to bottom", dimana pemerintah
itu sendiri yang mengalami
permasalahan fiskal. Padahal corporasi dalam kondisi likuiditas penuh.
Seperti Apple misalnya,
sampai punya simpanan USD 78 milyar dalam bentuk cash. begitu juga yang
lain.
Saya hanya kuatir akan terjadi long term recession.
Kemaren, The Fed bilang akan menjaga suku bunga mendekati nol persen.
Bisa jadi ini
bukan obat yang mujarab. Pasalnya perusahaan tidak terlalu memerlukan
sokongan dalam
bentuk likuiditas. Bahkan bukan tidak mungkin dollar akan semakin
tertekan. Kalau Dollar
tertekan, tahu sendiri deh, greenback akan menjadi worthless paper dan
ekonomi mereka
akan semakin tertekan karena mereka harus impor barang dengan harga yang
lebih mahal.
Pagi ini ada berita bahwa kemungkinan besar Moody's akan mengikuti
langkah S&P.
Salam.
On 09/08/2011 19:55, Sjaiful Bahri wrote:
Hal yang biasa, karena secara psikologis di bursa kalau harga digerakkan turun,
banyak yang akan nampung dibawahnya, banyak juga yang tidak tahu lalu ikutan
sell off..., panic selling :) coba perhatikan tahun 2008, panic selling juga,
tapi naek lagi walau butuh waktu beberapa bulan. Sejarah selalu berulang, dan
ini biasa.
coba lihat grafik 5 tahunan 10 tahunan, 20 tahunan.... pasti sering berulang.
Regards,
Sjaiful Bahri
--- On Tue, 8/9/11, Achmad Chamdani Eka P.<[email protected]> wrote:
From: Achmad Chamdani Eka P.<[email protected]>
Subject: [indonesia] Akankah terjadi double dip recession ?
To: [email protected], [email protected]
Date: Tuesday, August 9, 2011, 9:20 AM
Rekans,
Dampak S&P menurunkan rating kredit USA 1 notch dari
triple A ke AA+,
kemaren dan hari ini bursa diguncang badai sell off. Hari
ini saja index dow
turun sampai 5.5%, penurunan terbesar ke-6 dalam sejarah.
Yang menjadi permasalahan sekarang, akankah kedepan dunia
dilanda resesi
kembali ? Yang artinya, kedua berturut turut sejak Lehman
shock di tahun 2008.
Melihat kondisi hutang pemerintah Amrik yang menggelembung
melampaui GDP
mereka. Yang mana hal ini sulit diselesaikan dalam waktu
dekat. Dan juga kondisi
tingkat pengangguran mereka yang masih bertengger diatas 9%
walaupun trilyunan
dollar stimulus sudah digelontorkan Obama, rasanya resesi
kedua bakal melanda
dunia.
Apalagi negara negara Eropa barat, kelompok PIIGS
(Portugal, Irlandia, Itali, Greek
dan Spain) terjangkit penyakit ekonomi yang sama. Praktis
"engine" ekonomi dunia
tinggal China dan kelompok BRIC saja. Masalahnya, China
punya masalah tersendiri.
Lebih dari 1 trilyun dollar mereka belanjakan untuk membeli
surat hutang negeri
paman sam, yang prospeknya suram alias bakal terdepresiasi
nilainya. Pada gilirannya,
mereka akan terbebani oleh turunnya nilai investasi dalam
bentuk surat hutang tsb.
Jepang yang baru bangkit dari musibah gempa, saya kira
tidak bisa berperan banyak.
Karena pada dasarnya ekonomi mereka lebih berat ke ekspor
daripada menyerap impor
dari negara lain. Bahkan ibarat pepatah, negeri samurai ini
bakal "Sudah jatuh tertimpa
tangga" pula.
Itulah gambaran buram ekonomi dunia yang bakal kita lewati
di tahun tahun kedepan.
Mudah mudaham sih tidak terjadi....
Wassalam.
Ach. Chamdani Eka
-- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah
ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan
dunia dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt