Kalau toh ada kelompok kecil itu, tentunya mereka kan pragmatis/oportunis....
mereka akan keluar dulu dari pasar dong, dan akan masuk lagi untuk akumulasi 
dan membuat capital gain lagi dan ini berulang kok terjadinya.... lihat saja 
sangat volatile kok... menurut saya gak akan terjadi resesi itu... Yang ada 
mereka akan keluar dulu dari pasar, terus masuk lagi, terus membuat capital 
gain, kalau harga sudah sangat tinggi, yah dikerek turun, keluarin bad news 
dll... :))


Regards,

Sjaiful Bahri

--- On Thu, 8/11/11, Harlizon MBAu <[email protected]> wrote:

From: Harlizon MBAu <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Akankah terjadi double dip recession ?
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Date: Thursday, August 11, 2011, 5:39 PM

Masalah-2 mendasarnya adalah:
 
- Kekuatan finance (baca "duit fiktif", atau "surat menguasai barang/jasa") 
sudah bertumpuk pada sekelompok kecil pihak saja...
- Sumber-sumber ekonomi penting dan kekuatan (ber)usaha lainnya sudah dikuasai 
oleh sekelompok kecil pihak saja...
- Pemerintah (negara) sudah terlanjur banyak hutang... dan tidak punya 
"kemauan" dan "tools" yang cukup untuk meng-empower masyarakat banyak...  
- Masyarakat banyak yang lain tidak/kurang punya kekuatan yang cukup untuk 
"masuk" atau "berusaha"...

Yang akan terjadi bukan hanya "long term recession" tapi "KIAMAT"....
 
Salam Z

2011/8/10 Sjaiful Bahri <[email protected]>





saya duga seperti itu pak...:), ingat faktor yg menyebabkan resesi itu juga 
adanya kepanikan... nah sekarang masyarakat gak perlu panikan... semua bad news 
dikeluarin... setelah harga murah baru good news-nya dikeluarin.... gitu aja 
terus....:))


Ingat waktu tahun 1998 ada rumor pemilik BCA meninggal dunia, rush 
dimana-mana... nah harusnya rumor seperti ini sering terjadi saja, supaya 
masyarakat kebal, dan gak panikan.... kan enak kalau nggak panikan.... 





Regards,
Sjaiful Bahri

--- On Wed, 8/10/11, Sholeh Mr <[email protected]> wrote:


From: Sholeh Mr <[email protected]>
Subject: [indonesia] Bls: Re: Akankah terjadi double dip recession ?

To: "[email protected]" <[email protected]>
Cc: "[email protected]" <[email protected]>

Date: Wednesday, August 10, 2011, 3:45 AM 









Syaiful Bahri yth,.


Kalau kalsus terulang dan terulang lagi ada skenario cari untung, kaleee.


Salam,




Dari: Sjaiful Bahri <[email protected]>
Kepada: [email protected]

Cc: [email protected]
Dikirim: Rabu, 10 Agustus 2011 11:16

Judul: [indonesia] Re: Akankah terjadi double dip recession ?

The Fed kemaren memamng ngeluarin good news, tapi pasar malah merespon duit yg 
keluar dari stock market selama 3 hari berturut2 ini masuk lagi ke stock market 
kan, walaupun masih volatile sekali.


Tapi siapa mau sih dihajar terus2an karena downgrade S&P rating...? lagian 
harga2 di stock market, oil udah kelewat tinggi, gara2 S&P kan harga minyak 
bisa dibawah $80, malah tahun 2008 harga minyak sempat nyentuh dibawah $40.... 
kan malah bagus dari pada diatas $100. Ini kenapa saya sebut sejarah berulang 
terus menerus.


:)


Regards,
Sjaiful Bahri


--- On Wed, 8/10/11, Achmad Chamdani Eka P. <[email protected]> wrote:


> From: Achmad Chamdani Eka P. <[email protected]>
> Subject: [indonesia] Re: Akankah terjadi double dip recession ?

> To: [email protected]
> Cc: "Sjaiful Bahri" <[email protected]>, [email protected]

> Date: Wednesday, August 10, 2011, 1:40 AM
> Yang ini beda boss.
> Pada saat Lehman shock, permasalahannya di market dan
> likuiditas 
> corporasi. Solusinya gampang, pemerintah tinggal main

> gelontor uang. 
> Sedangkan pokok permasalahan saat ini "top to bottom",
> dimana pemerintah 
> itu sendiri yang mengalami
> permasalahan fiskal. Padahal corporasi dalam kondisi
> likuiditas penuh. 

> Seperti Apple misalnya,
> sampai punya simpanan USD 78 milyar dalam bentuk cash.
> begitu juga yang 
> lain.
> Saya hanya kuatir akan terjadi long term recession.
> 
> Kemaren, The Fed bilang akan menjaga suku bunga mendekati

> nol persen. 
> Bisa jadi ini
> bukan obat yang mujarab. Pasalnya perusahaan tidak terlalu
> memerlukan 
> sokongan dalam
> bentuk likuiditas. Bahkan bukan tidak mungkin dollar akan
> semakin 

> tertekan. Kalau Dollar
> tertekan, tahu sendiri deh, greenback akan menjadi
> worthless paper dan 
> ekonomi mereka
> akan semakin tertekan karena mereka harus impor barang
> dengan harga yang 

> lebih mahal.
> 
> Pagi ini ada berita bahwa kemungkinan besar Moody's akan
> mengikuti 
> langkah S&P.
> 
> 
> Salam.
> 
> On 09/08/2011 19:55, Sjaiful Bahri wrote:

> > Hal yang biasa, karena secara psikologis di bursa
> kalau harga digerakkan turun, banyak yang akan nampung
> dibawahnya, banyak juga yang tidak tahu lalu ikutan sell
> off..., panic selling :) coba perhatikan tahun 2008, panic

> selling juga, tapi naek lagi walau butuh waktu beberapa
> bulan. Sejarah selalu berulang, dan ini biasa.
> >
> >
> > coba lihat grafik 5 tahunan 10 tahunan, 20 tahunan....
> pasti sering berulang.

> >
> > Regards,
> > Sjaiful Bahri
> >
> >
> > --- On Tue, 8/9/11, Achmad Chamdani Eka P.<[email protected]> 

> wrote:
> >
> >> From: Achmad Chamdani Eka P.<[email protected]>
> >> Subject: [indonesia] Akankah terjadi double dip

> recession ?
> >> To: [email protected],
> [email protected]

> >> Date: Tuesday, August 9, 2011, 9:20 AM
> >> Rekans,
> >>
> >> Dampak S&P menurunkan rating kredit USA 1
> notch dari
> >> triple A ke AA+,
> >> kemaren dan hari ini bursa diguncang badai sell

> off. Hari
> >> ini saja index dow
> >> turun sampai 5.5%, penurunan terbesar ke-6 dalam
> sejarah.
> >>
> >> Yang menjadi permasalahan sekarang, akankah
> kedepan dunia

> >> dilanda resesi
> >> kembali ? Yang artinya, kedua berturut turut sejak
> Lehman
> >> shock di tahun 2008.
> >> Melihat kondisi hutang pemerintah Amrik yang
> menggelembung

> >> melampaui GDP
> >> mereka. Yang mana hal ini sulit diselesaikan dalam
> waktu
> >> dekat. Dan juga kondisi
> >> tingkat pengangguran mereka yang masih bertengger

> diatas 9%
> >> walaupun trilyunan
> >> dollar stimulus sudah digelontorkan Obama, rasanya
> resesi
> >> kedua bakal melanda
> >> dunia.
> >>
> >> Apalagi negara negara Eropa barat, kelompok PIIGS

> >> (Portugal, Irlandia, Itali, Greek
> >> dan Spain) terjangkit penyakit ekonomi yang sama.
> Praktis
> >> "engine" ekonomi dunia
> >> tinggal China dan kelompok BRIC saja. Masalahnya,

> China
> >> punya masalah tersendiri.
> >> Lebih dari 1 trilyun dollar mereka belanjakan
> untuk membeli
> >> surat hutang negeri
> >> paman sam, yang prospeknya suram alias bakal

> terdepresiasi
> >> nilainya. Pada gilirannya,
> >> mereka akan terbebani oleh turunnya nilai
> investasi dalam
> >> bentuk surat hutang tsb.
> >>
> >> Jepang yang baru bangkit dari musibah gempa, saya

> kira
> >> tidak bisa berperan banyak.
> >> Karena pada dasarnya ekonomi mereka lebih berat ke
> ekspor
> >> daripada menyerap impor
> >> dari negara lain. Bahkan ibarat pepatah, negeri

> samurai ini
> >> bakal "Sudah jatuh tertimpa
> >> tangga" pula.
> >>
> >> Itulah gambaran buram ekonomi dunia yang bakal
> kita lewati
> >> di tahun tahun kedepan.

> >> Mudah mudaham sih tidak terjadi....
> >>
> >>
> >> Wassalam.
> >> Ach. Chamdani Eka
> >>
> >> -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan

> kaidah
> >> ilmu/teknologi serta
> >> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi
> kebahagiaan
> >> dunia dan akhirat.
> >>
> >> Info pengelolaan milis Indonesia next better :

> >> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
> >>
> 
> 
> -- 

> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah
> ilmu/teknologi serta
> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan
> dunia dan akhirat.
> 
> Info pengelolaan milis Indonesia next better :

> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
>

--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta

kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt





Kirim email ke