Syaiful Bahri yth,.
Kalau kalsus terulang dan terulang lagi ada skenario cari untung, kaleee. Salam, ________________________________ Dari: Sjaiful Bahri <[email protected]> Kepada: [email protected] Cc: [email protected] Dikirim: Rabu, 10 Agustus 2011 11:16 Judul: [indonesia] Re: Akankah terjadi double dip recession ? The Fed kemaren memamng ngeluarin good news, tapi pasar malah merespon duit yg keluar dari stock market selama 3 hari berturut2 ini masuk lagi ke stock market kan, walaupun masih volatile sekali. Tapi siapa mau sih dihajar terus2an karena downgrade S&P rating...? lagian harga2 di stock market, oil udah kelewat tinggi, gara2 S&P kan harga minyak bisa dibawah $80, malah tahun 2008 harga minyak sempat nyentuh dibawah $40.... kan malah bagus dari pada diatas $100. Ini kenapa saya sebut sejarah berulang terus menerus. :) Regards, Sjaiful Bahri --- On Wed, 8/10/11, Achmad Chamdani Eka P. <[email protected]> wrote: > From: Achmad Chamdani Eka P. <[email protected]> > Subject: [indonesia] Re: Akankah terjadi double dip recession ? > To: [email protected] > Cc: "Sjaiful Bahri" <[email protected]>, [email protected] > Date: Wednesday, August 10, 2011, 1:40 AM > Yang ini beda boss. > Pada saat Lehman shock, permasalahannya di market dan > likuiditas > corporasi. Solusinya gampang, pemerintah tinggal main > gelontor uang. > Sedangkan pokok permasalahan saat ini "top to bottom", > dimana pemerintah > itu sendiri yang mengalami > permasalahan fiskal. Padahal corporasi dalam kondisi > likuiditas penuh. > Seperti Apple misalnya, > sampai punya simpanan USD 78 milyar dalam bentuk cash. > begitu juga yang > lain. > Saya hanya kuatir akan terjadi long term recession. > > Kemaren, The Fed bilang akan menjaga suku bunga mendekati > nol persen. > Bisa jadi ini > bukan obat yang mujarab. Pasalnya perusahaan tidak terlalu > memerlukan > sokongan dalam > bentuk likuiditas. Bahkan bukan tidak mungkin dollar akan > semakin > tertekan. Kalau Dollar > tertekan, tahu sendiri deh, greenback akan menjadi > worthless paper dan > ekonomi mereka > akan semakin tertekan karena mereka harus impor barang > dengan harga yang > lebih mahal. > > Pagi ini ada berita bahwa kemungkinan besar Moody's akan > mengikuti > langkah S&P. > > > Salam. > > On 09/08/2011 19:55, Sjaiful Bahri wrote: > > Hal yang biasa, karena secara psikologis di bursa > kalau harga digerakkan turun, banyak yang akan nampung > dibawahnya, banyak juga yang tidak tahu lalu ikutan sell > off..., panic selling :) coba perhatikan tahun 2008, panic > selling juga, tapi naek lagi walau butuh waktu beberapa > bulan. Sejarah selalu berulang, dan ini biasa. > > > > > > coba lihat grafik 5 tahunan 10 tahunan, 20 tahunan.... > pasti sering berulang. > > > > Regards, > > Sjaiful Bahri > > > > > > --- On Tue, 8/9/11, Achmad Chamdani Eka P.<[email protected]> > wrote: > > > >> From: Achmad Chamdani Eka P.<[email protected]> > >> Subject: [indonesia] Akankah terjadi double dip > recession ? > >> To: [email protected], > [email protected] > >> Date: Tuesday, August 9, 2011, 9:20 AM > >> Rekans, > >> > >> Dampak S&P menurunkan rating kredit USA 1 > notch dari > >> triple A ke AA+, > >> kemaren dan hari ini bursa diguncang badai sell > off. Hari > >> ini saja index dow > >> turun sampai 5.5%, penurunan terbesar ke-6 dalam > sejarah. > >> > >> Yang menjadi permasalahan sekarang, akankah > kedepan dunia > >> dilanda resesi > >> kembali ? Yang artinya, kedua berturut turut sejak > Lehman > >> shock di tahun 2008. > >> Melihat kondisi hutang pemerintah Amrik yang > menggelembung > >> melampaui GDP > >> mereka. Yang mana hal ini sulit diselesaikan dalam > waktu > >> dekat. Dan juga kondisi > >> tingkat pengangguran mereka yang masih bertengger > diatas 9% > >> walaupun trilyunan > >> dollar stimulus sudah digelontorkan Obama, rasanya > resesi > >> kedua bakal melanda > >> dunia. > >> > >> Apalagi negara negara Eropa barat, kelompok PIIGS > >> (Portugal, Irlandia, Itali, Greek > >> dan Spain) terjangkit penyakit ekonomi yang sama. > Praktis > >> "engine" ekonomi dunia > >> tinggal China dan kelompok BRIC saja. Masalahnya, > China > >> punya masalah tersendiri. > >> Lebih dari 1 trilyun dollar mereka belanjakan > untuk membeli > >> surat hutang negeri > >> paman sam, yang prospeknya suram alias bakal > terdepresiasi > >> nilainya. Pada gilirannya, > >> mereka akan terbebani oleh turunnya nilai > investasi dalam > >> bentuk surat hutang tsb. > >> > >> Jepang yang baru bangkit dari musibah gempa, saya > kira > >> tidak bisa berperan banyak. > >> Karena pada dasarnya ekonomi mereka lebih berat ke > ekspor > >> daripada menyerap impor > >> dari negara lain. Bahkan ibarat pepatah, negeri > samurai ini > >> bakal "Sudah jatuh tertimpa > >> tangga" pula. > >> > >> Itulah gambaran buram ekonomi dunia yang bakal > kita lewati > >> di tahun tahun kedepan. > >> Mudah mudaham sih tidak terjadi.... > >> > >> > >> Wassalam. > >> Ach. Chamdani Eka > >> > >> -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan > kaidah > >> ilmu/teknologi serta > >> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi > kebahagiaan > >> dunia dan akhirat. > >> > >> Info pengelolaan milis Indonesia next better : > >> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt > >> > > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah > ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan > dunia dan akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt > -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
